Impor marshal itu memalukan, dibalik mogoknya marshal lokal, tidak dikasih makan, minum dan sholat?


Sekarang ada berita bahwa marshal untuk sirkuit Mandalika akan diimpor, sebanyak 19 orang:
https://www.instagram.com/p/CWVS4e0ravh/

Itu sebuah berita yang memalukan. Walau memang sudah terjadi berita memalukan lain yaitu ketika balapan event internasional dibatalkan:
https://twitter.com/denkmit/status/1459809055573262336

Pembatalan ini karena terjadinya mogok kerja dari marshal. Alasan dari marshal melakukan mogok kerja adalah berikut ini:
Ini Tamparan Buat ITDC, Akibat Tak Perhatikan Marshal yang Mogok Kerja

“Untuk sekedar air minum saja ditengah Sirkuit itu tidak diberikan, padahal panasnya luar biasa,”kata seorang Marshal seperti dikutip prayapost.net

Saat akan memulai bekerja, mereka juga tidak memiliki kontrak kerja apapun dan saat wawancara hanya ditanyakan sanggup atau tidak hanya sekedar diberikan uang makan.
“Nah uang makan itu yang kita pertanyakan,”imbuhnya.

Sebenarnya lanjut dia, teman-temanya mau melakukan tanggungjawabnya asal semua kebutuhanya sebagai manusia diperhatikan. “Ini makan saja tidak diberikan dan yang paling membuat kecewa, sempat tidak dikasi ijin sholat magrib,” ungkapnya.

Selain itu lanjutnya, baju yang diberikan diambil lagi saat selesai digunakan sehingga baju itu kerap tertukar. “Entah bekas keringat siapa di baju yang kita gunakan,”tutupnya.

Memprihatinkan juga. Tapi memang sudah dari awal disebut bahwa mereka tidak dibayar:
Jadi Faktor yang Membuat ATC 2021 di Mandalika Mundur, Apa Itu “Marshal”?

Apakah marshal dibayar? Seperti sudah disinggung di atas tadi, para marshal adalah volunteer alias relawan. Jadi, mereka tidak mendapatkan bayaran.

Rasanya terlalu berlebihan bila mereka sampai tidak diberi makan, minum atau kesempatan beribadah. Ada klaim berikut:

Sebagai bentuk penghargaan terhadap kerja keras mereka, beberapa klub atau penyelenggara balapan ada yang menawarkan voucher, token, makanan, atau sejumlah uang kepada para marshal.

Tapi melihat keluhan para marshal sampai mereka mogok kerja, maka rasanya klaim tersebut bohong.

Selain itu dari sisi kedisiplinan pun kurang:
Jadi Faktor yang Membuat ATC 2021 di Mandalika Mundur, Apa Itu “Marshal”?

Seperti diberitakan Kompas.com pada Sabtu (13/11/2021), faktor yang membuat balapan ATC 2021 di Sirkuit Mandalika diundur adalah marshal yang belum siap. Hal ini diakui oleh Gubernur NTB Zulkieflimansyah. “Hari ini banyak yang antusias ingin menyaksikan race ATC, tetapi nggak jadi karena marshal kita belum dirasakan siap menurut standar safety dari Dorna. Ada yang terlambat menjawab panggilan, ada yang terlambat angkat bendera dan lain-lain,” kata Zulkieflimansyah melalui keterangan tertulis, Minggu (14/11/2021).

Sehingga akhirnya sampai membuat celotehan Dyan Dilato jadi hot news:
Pengunduran diri Dyan Dilato, sumber masalah ada di marshalnya dong?

Marshallnya katro semua, ndeso. Bukannya bertugas sebagai marshal, tetapi malah pada nonton balap. Ini masalahnya bukan jumlah marshal, tetapi kualitasnya,” ujar Dyan Dilato kepada sejumlah awak media beberapa hari lalu.

Kalau memang perlakuan pada marshal seperti itu, kalau memang disiplin marshalnya seperti itu, maka rasanya wajar bila Dyan Dilato pilih mundur saja.

Update, pernyataan Dyan Dilato soal kemammpuan marshal:
Jawaban Dyan Dilato atas Isu Marshal di Sirkuit Mandalika hingga Diduga Hina Warga NTB

Tapi kan training itu belum secara langsung. Traning masih visual. Visual itu lewat viedo segala. Udah ngerti, udah. tapi kan benderanya belum ada, kursinya belum ada, dan sirkuitnya belum ada.

Misalnya ada motor jatuh di pen satu, kan dia harus ngibarin bendera. Nah, dia nggak ngibarin bendera, dia nonton. dan itu terbukti mas. Sendy mau lo gimana, padahal dari situ kita belum ngibarin belanda. Terus sebelum malam itu, ada namanya track inspektion dari tim saya juga di situ.

Disuruh kibarin bendera, keluarin bor, dia nggak keluarin, kan keliatan. Logikanya mas, hari sabtu itu ada dua. Salah satunya qualifying, kita sudah berusaha. Betul dong mas?

Akhirnya begitu udah on the greed, first director bilang, wah ini bahaya nih kalau dia nggak dengerin radio gue. Itu banyak masalahnya. Ada yang radionya katanya btrenya abis, padahal baru diambil. Ada yang bilang dia nggak tahu cara pencet radionya. Jadi dia mencetnya sedikit ngggak bunyi. Jadinya nggak nyampai omongannya.

Berarti kan pimpinan lomba disana first director menilai bahwa oke marshalnya cukul 350, cukup dong. Mungkin karna panas, pikiran mereka kan gampang karena berdiri terus cape, ya hari minggunya datangnya sedikit. Emang kurang juga.

Soal akomodasi:

Jadi awalnya itu dari orang Mataram. Cuma kebijakannnya itu terakhir, bupati nggak boleh ambil dari luar bupati lombok tengah. Artinya mas, jadi akamsilah, anak kampung sini. Didiklah.

Pikiran mereka, marshal itu pekerjaan, padahal itu bukan pekerjaan. Semua itu harus ada bukti mas. Kalau saya pernah ngomong itu adalah pekerjaan, mana buktinya. Pernah nggak saya ngomong gitu? Baik tertulis atau rekaman, pernah nggak? Nggak ada. Berarti kan orang itu ngaco.

Gini loh, kalau makan nggak dikasih sudah nggak bener. Gini mas, kalau mau tanya marshal ada 300, kenapa dengerin satu orang. Cek juga tuh ada 200 orang, bener nggak tuh orang. Termasuk yang kaga boleh solat.

Kalau uang transport, memang rencananya itu baru mau dikasih sekaligus hari minggu. Tapi gara-gara nggak bales atau gimana, saya juga nggak tahu, ini kan buat saya mas.Itu kan cuma dari BUMN. Kenapa saya yang jadi bulan-bulaman?

Memang ada yang tidak dikasih makan:
IATC 2021 Batal Gara-gara Marshal, Kakak Salah Satu Marshal Sirkuit Mandalika Ungkap Hal Ini

“Adik saya sebagai marshall,mereka ndak dikasi makan sama minum terus nggak diupah minimal uang transportasi ndak ada. dan parahnya lagi seragam mereka dikumpulkan lagi bercampur dengan baju marshall2 yang lain kalo begitu kan jadi sarang penularan penyakit” tulis @Kania_Pandhora. Kania mengatakan, adiknya mengaku sempat kehausan saat berjaga di pos 17B. “Untungnya diberi minum oleh orang bule yang lewat karena mereka melihat tidak ada konsumsi dari panitia,” tambahnya.

“Jangan salahkan marshal kalau kalian belum merasakan sendiri. Adik saya disana yang sudah merasakannya,” pungkas Kania.

Ada yang dikasih makan, tapi disebut tidak cukup:
Terungkap, Marshal Sirkuit Mandalika Dikasih Makan Dan Minum, Tapi…

“Minum juga dikasih kok, cuma agak lama juga. Sekitar jam 10-11-an (siang) dikasih minum. Dua kali dikasih minum, siang dan sore,” sebut Wardi. “Dua botol besar untuk empat orang kru,” bebernya.

Lebih lanjut Wardi mengatakan, biasanya para marshal mulai bertugas sejak pukul 6 pagi hingga balapan usai.

“Tapi kan kita datang dari jam 6 pagi, sampai jam 1 (siang), belum sarapan. Kita ndak tahu waktu pertama kali kan, (kita pikir) dikasih waktu buat cari makan (paginya). Ternyata enggak,” jelas Wardi. “Jadi ya cuma satu kali makan itu (dalam sehari),” ungkapnya. “Biasanya balap sampai sore. Tapi briefing dan segala macam, selesainya jadi sekitar jam 8-an malam,” ucap Wardi.

Terlepas dari pembelaan Dyan Dilato, terbukti ada yang sampai tidak dapat makan. Namun tentunya nggak bisa sepenuhnya jadi kesalahan Dyan Dilato karena tentunya sudah ada bagian yang mengatur sendiri sendiri:

Saya kan sudah mendelegasikan sama koordinator marshalnya, orang sana juga. Lo atur, sudah gak mungkin. Waktu udah di trackinh inspekstin gtu, jadi mo balapnya jam 12, sempet keluar semua lo mas. Ngerti nggak?

Soal mogok kerja:

Berarti kan pimpinan lomba disana first director menilai bahwa oke marshalnya cukul 350, cukup dong. Mungkin karna panas, pikiran mereka kan gampang karena berdiri terus cape, ya hari minggunya datangnya sedikit. Emang kurang juga.

Jadi problemnya adalah soal koordinasi dan sepertinya tidak pernah latihan sama sekali. Karena sukarela dan akomodasi kurang. Rasanya kurang kalau impor cuma 19. Perlu impor 350 orang harusnya.

Di sisi lain, marshalnya di suruh datang jam 6, pulang setelah diomeli di jam 9, dapat makan sekali dan uang transport. Latihan pakai online. Koordinasi kacau. Hari racenya nggak datang itu manusiawi walau akhirnya jadi berita besar.

Mau menyalahkan marshal yang malas datang sulit. Mau bilang nggak profesional kalau pelatihan kurang ya sulit juga.

6 respons untuk ‘Impor marshal itu memalukan, dibalik mogoknya marshal lokal, tidak dikasih makan, minum dan sholat?

  1. Yg jelas bikin sirkuit ngga mikir kesiapan teknis lainnya,pokoknya sirkuit udah jadi selesai tinggal balap….nah saya khawatir kedepannya ini sirkuit minim perawatan dan juga semua sirkuit dunia di tangani orang orang disiplin & profesional bukan orang orang katrok & ndeso 😂😂

    Suka

  2. Ini sih murni mw kasih liat ke rakyat klo tenaga kerja lokal itu gak mampu bekerja sehingga kita harus import TKA.

    Tp realitanya tidak demikian. Para TKA itu gaji nya besar2 dan di berikan makanan bergizi. Jelas berbeda dengan tenaga kerja lokal yg harus terima di gaji berapapu dan harus bersyukur karena sudah di gaji.

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.