Impresi akhir Mesran SAE 40 = puas banget, impresi awal Adnoc = ada kurangnya


Akhirnya penulis memutuskan untuk ganti oli ketika masa pakai oli Mesran SAE 40 sudah mencapai 1200 km. Oli terlihat hijau

Tapi lebih mendingan dari yang sebelumnya:

Lumayan juga karena ini 1200 km vs 744 km. Yang beda mungkin cuma setelan CO +5 dan sudah beberapa kali pakai Xado Revitalizant. Mesran SAE 40 ini penulis tamhahkan Xado Revitalizant satu sachet di 200 km pemakaian. Juga sekitar 100 ml bimoli sebagai pelarut Xadonya. Hal ini sayangnya membuat penulis jadi batal melakukan Dyno.

Ganti oli 1200 km terhitung waktu ganti oli yang sangat cepat untuk ukuran mesin yang normal, tapi ini sudah sangat lumayan untuk motor penulis. Hal ini jauh lebih baik daripada misal Deltalube Adventure yang bikin penulis sudah nggak tahan pingin ganti di 500 km. Bahkan menurut penulis lebih baik daripada Amsoil Signature Series yang gantinya karena sudah nggak tahan dengan suara berisik mesin.

Mungkin kalah dari Bardahl, tapi dari kepuasan beda jauh. Pakai Bardahl jelas terhambat performa mesinnya. Sementara pakai Mesran SAE 40 tidak. Dari sisi halus, rasanya masih lebih halus Mesran SAE 40, terutama kalau pas setelah dipakai.

Tapi perlu jadi catatan juga bahwa uji oli kali ini dilakukan agak berbeda dari biasanya karena juga sedang ingin rekondisi mesin lagi. Jadi di sekitar 700 km awal, penulis pakainya dibatasi kecepatannya, sekitar 55 km/jam. Kecepatan sengaja tidak dibuat konstan, tapi naik turun. Jadi saat perjalanan isinya lepas gas hingga 40 kpj, lalu betot hingga mencapai 55 kpj, lalu lepas gas lagi. Metode tersebut sepertinya efektf sekali untuk membuat mesin jadi tenang (nggak gemeletukan, nggak asak asak) dan membuat kerja aditif Xado Revitalizant lebih efektif.

Uji oli kali ini juga menunjukkan bahwa Mesran SAE 40 merupakan oli yang ideal kalau mau rekondisi mesin pakai Xado Revitalizant. Salah satu ciri kalau pakai XR adalah engine brake jadi minim. Di sebelumnya, efek ini cuma terasa sekitar 50 km saja di pemakaian satu sachet. Di pemakaian kali ini beda. Efek engine brake minim terasa bahkan sampai olinya di drain. Padahal penulis sengaja tidak pakai tambahan apa apa. Bensin pakai pertamax terus, nggak pakai engine cleaner, nggak pakai aditif bensin, bahkan nggak pakai margarin blue band.

Jelas performa jadi turun karena pemakaian Xado. Tapi turunnya nggak parah parah amat, nggak seperti sebelumnya. Nggak seperti ketika pakai campuran Xado sebelumnya. Nggak seperti ketika masih pakai Bardahl. Akselerasi 0-100 km/jam masih di bawah 19 detik. Akselerasi rpm bawah sudah lumayan nyentak lagi. Walau memang di rpm menengah ke atas masih terasa kurang maksimal.

Yang jelas uji Mesran + Xado Revitalizant + 10% Bimoli kali ini sangat memuaskan.

Penulis ganti dengan oli Adnoc Voyager Bronze 20W50:

Nggak yang silver karena silver itu menurut penulis terlalu encer. Tapi entah ini keputusan yang benar atau tidak.

Yang membuat penulis agak kepikiran adalah warna oli ini hijau gelap:

Alasannya:
1.Jadi sulit untuk cek fuel dilution
2.oli gelap itu biasanya nggak sip, seperti kasus deltalube, fastron 10W40, dst.

Setelah dicoba sepertinya kecurigaan penulis terbukti.

Agak sulit untuk menyebutkan bagaimana perilaku dari oli ini. Uji oli kali ini juga membuat penulis makin yakin bahwa karakter oli beda beda. Bahkan merek sama, perilaku bisa beda ketika kekentalannya beda. Nggak sekedar makin encer saja, tapi dari perilaku lain bisa beda. Seperti misal fastron 10W40 vs 15W50. Mesran SAE 40 vs B40 vs 20W50.

Saat coba pertama, penulis rasakan bahwa oli ini tidak sehalus mesran. Tapi halusnya rpm rendah masih termasuk baik di antara oli grup 2 lain (oli ini bahannya hydrotreated). Masih lebih baik dari yang full sintetik macam Amsoil signature atau Shell Advance ultra. Setara Enduro, lebih parah dari Prima XP.

Kesan ketika dipakai pelan adalah oli ini terasa encer. Namun anehnya ketika dipakai kencang, penulis merasa hambatan yang lebih besar. Naiknya kecepatan ketika sudah mencapai 80 kpj terasa lambat. Mendekati 106 kpj, naik jadi makin lambat lagi. Terasa seakan olinya kental banget.

Padahal akselerasi tidak beda jauh dari ketika masih pakai Mesran + Xado, di bawah 19 detik. Waktu yang dicapai hampir sama tapi jelas karakteristik beda. Sebelumnya makin kencang makin narik, yang sekarang makin kencang makin berkurang sentakannya. Sebelumnya kencangnya di akhir, yang sekarang kencangnya di awal.

Efek ini terlihat jelas ketika ada kesempatan jalan gas pol agak lama. Terlihat bahwa kecepatan naik perlahan dari 106 kpj ke 111 kpj. Dugaan penulis ini karena oli Adnoc ini pakai aditif penambah viscosity index yang versi bagus. Saat pelan dan mesin agak dingin olinya cenderung encer. Begitu dipakai kencang dan mesin panas maka langsung oli jadi kental. Butuh di gas pol agak lama baru olinya jadi agak encer karena shear.

Top speed terasa dihambat bukan karena ruang bakar yang kotor tapi karena aditif polymernya yang terlalu ekstrem kerjanya. Dibanding dengan Fastron Techno 15W50 atau Mesran 20W50 termasuk jauh bedanya. Keduanya terasa enteng di atas 100 kpj.

Halusnya mesin berubah banyak setelah motor digeber. Mesin jadi lebih halus justru setelah mesin di geber. Suara pada saat mesin baru dinyalakan pagi pagi jelas lebih kasar daripada ketika sesudah sampai di kantor (ada cuplikan di video). Ini sepertinya karena Adnoc pakai aditif EP yang lumayan baik, semacam MoDTC. Sifat seperti ini sama dengan Amsoil Signature Series 5W50 yang baru halus suara mesinnya kalau habis digeber.

Semua sifat ini membuat perilaku oli jadi aneh. Kalau dipakai pelan pelan oli terasa seperti terlalu encer. Kalau dipakai kencang oli terasa terlalu kental. Terlalu encer ini penulis simpulkan dari suara gemeletukan mesin yang cukup keras dengan asak asak minim ala oli grup 2. Ini beda dari saat pakai Amsoil yang kalau di rpm rendah gemeletukan kecil tapi asak asaknya keras ala oli grup 3/PAO.

Ada kelemahan yang membuat penulis jadi harus mengurangi nlai oli ini. Olinya jadi terasa lebih encer di hari berikutnya. Hal ini terasa terutama kalau motor dipakai di kecepatan sedang, di bawah 60 kpj. Terasa bahwa oli jadi lebih encer dari hari pertama. Sepertinya bahan olinya kurang baik. Tapi ini masih perkiraan. Bakal jadi lebih jelas kalau dipakai 1 minggu lagi.

Memang sih, tipe Bronze ini merupakan tipe dengan bahan oli yang “terendah” kalau menurut websitenya:

Tapi walau Bronze termasuk yang terjelek, jelas bahwa oli Adnoc ini pakai aditif oli yang sip untuk keperluan kebut kebutan, walau agak kurang untuk keperluan santai santai. Terkesan oli ini pakai aditif VII yang bagus (yang bisa jadi berlebihan), ada MoDTVnya tapi agak kurang di sisi film stregth olinya (karena oli grup 2) dan aditif macam ZDDP.

Mengingat 20W50 terasa berat untuk top speed, maka yang SAE 40 perlu dicoba juga. Pakai yang gold mestinya akan mengurangi kelemahan oli jadi encer dari hari ke hari. Adnoc Gold 0W40 ada yang jual 235 ribu per liter. Di tempat yang sama, Gold 5W40 harganya 150 ribu. Terkesan PAO vs Grup 3+ atau PAO + ester vs PAO tanpa ester. Kalau mau sip, harus yang Gold 0W40.

Apakah direkomendasikan? sik, tunggu kelar uji cobanya. Oli ini terlalu spesialis, jadi dilema kecuali kalau untuk dipakai di sirkuit. Tapi APInya beneran karena berani tempal logo:

Uniknya yang gold pun bukan tipe resource conserving:

Versi Video:

10 respons untuk ‘Impresi akhir Mesran SAE 40 = puas banget, impresi awal Adnoc = ada kurangnya

  1. Sekedar info, di toko online ada promo oli “LubriGold 5w-40” buy 1 get 1 free, barangkali Pak Penulis tertarik untuk coba? Saya lihat di LDIC, katanya ini oli bagus, tapi saya kurang paham karena belum pernah coba. Oh iya, untuk spesifikasi olinya sendiri saya kurang paham karena saya belum nemu penjelasan soal oli ini, barangkali Pak Penulis tertarik untuk cari tahu? Maaf sebelumnya, saya bukan promo hehehe.

    Disukai oleh 1 orang

    • ok. Nemu tokonya.

      katanya oli yang nggak boleh untuk motor laki itu adalah:

      Eko H.S: Kupas Otomotif Join aja biar tahu selengkap nya .. Berikut ini sedikit Sertifikasi yg tidak boleh untuk kopbas : – Ilsac GF-5 (GF-4 msh abu²) – Dexos 1&2 – BMW LL-04 keatas – MB 229.51 keatas

      Sementara itu oli ini sertifikatnya:

      meets or exceeds the requirements of API SN, ACEA A3/B4-10, ACEA A3/B3-12, ACEA A3/B4-12, BMW LL-01, Mercedes-Benz MB p229.3, p229.5, Porsche A40, Renault 0710, 0700, Opel GM-LL-B-025, Volkswagen VW 501 01, VW 502 00, VW 503 01, and VW 505 00. It is also suitable for use in the now obsolete API CF category.

      Jadi mungkin masih aman sehingga direkomendasikan. Uji PQIAnya termasuk masih ok. Hanya moly yang terlihat kurang.

      Tapi menurut saya oli ini nggak menarik karena walau di namanya full synthetic, tapi di safety datasheet tulisannya:

      Petroleum distillates, hydrotreated heavy paraffinic = 64742-54-7 = 80-90%

      Hydrotreated itu grup 2. Ini sudah setara meditran, enduro atau fastron. Jadi ini termasuk oli pembohong. Entah apa ada yang LDIC kasih warning soal oli ini? Atau cuma lihat tulisan di bungkus saja?

      Selain itu olinya juga termasuk encer. Kalau untuk NMAX saya takutnya cuma tahan 400 km. Tapi menarik juga karena gratis 1.

      Tambahan, botol kurang sip sepertinya:
      https://www.facebook.com/groups/185988362149094/posts/1056862991728289/
      Albert Ferdinand Nextautodetailing – ALL NEW NMAX INDONESIA (ANNI) OFFICIAL

      Loh knp kok buru2 drain di 3000?ya Krn seperti biasa banyak godaan oli melambai2 dilemari 😀, ada Gulf,ada bizol, ada pendatang baru lubrigold. Nih oli menggoda sekali utk dibeli Krn hrgnya LG promo november jd semurah PFT, pdhl fullsyn 5w40, biarpun secara data kalah Ama 5w40 yg Laen,cuekinnnn,hrgnya sama kyk Yamalube kok 😂
      Akhirnya drain,siapin wepp, begitu buka botol lubrigold….
      Lahhhh…kok ringnya ngikut tutupnya???kan hrsnya lepas dr tutup dan lekat di leher botol,kuintip isinya, lahhhh…..ga ada segel 😂😂😂😂
      Ini KL yg jual bukan distributor resmi dah mikirnya macem2 ini 😂
      Tp gara2 liat gini jd ragu juga 😅….noleh ke Vega kok br kmrn dituang united GX racing ex nmax yg aku ga cocok karakter nya 😅,mau dituang di nmax kok ya ragu….

      Suka

      • Wah, terimakasih penjelasannya. Berarti mirip motul & eneos dong yang di bungkusnya “full synthetic” tapi base oilnya masih mineral? Kalau di LDIC sih saya belum nemu penjelasan lengkap tentang oli ini, baru sebatas “katanya” oli ini bagus dan recommended selama promo. Saya lihat juga para “sesepuh” LDIC belum ada yang pakai oli ini, dan kemarin juga di grup ada yang bilang base oilnya full VHVI. Oh iya, kalau full VHVI apakah bisa dikatakan full synthetic?

        Suka

        • VHVI itu mestinya grup 3, ada yang memang menyebutnya full sintetik. Sementara grup 2 biasa disebut HVI, mestinya nggak bisa disebut full sintetik.

          Kalau bagus, mungkin dari mengandalkan aditifnya.

          Suka

          • Terimakasih informasinya Pak Penulis. Saya baru baca2 di blog ini tentang VHVI, ternyata definisi “full synthetic” untuk pasar eropa dan dunia itu beda ya, apalagi untuk pasar indonesia hahaha.

            Suka

  2. Akhirnya sy baru merasakan juga Mesran SAE 40, sy pake untuk oli gardannya beatdeluxe sy yg kena FD, skitar 120 ml, getaran di stang berkurang signifikan!
    Penasaran pengen coba dipake untuk oli mesinnya, soalnya yg skarang oli mesinnya masi pake mesran super 20w50 versi mobil + 50 ml bimoli, masih skitar 1500KM.

    Adnoc oli mahal ya pak?
    klo olinya uda ijo, klo ga merhatiin nanti dikira FD, hahaha

    Suka

  3. oalah…pak penulis posisi sidoarjo ya..tu td start video repiu impresi adnoc voyager dr sedati bukan itu daerah e……gedangan k timur jauhh lurus kan…hhaha

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.