Mengapa JASO MA lebih baik untuk motor matik daripada JASO MB atau PCMO / HDEO


Beberapa waktu yang lalu penulis sudah bahas ini, tapi sekarang sudah makin yakin setelah coba lebih banyak oli di motor NMAX. Penulis yakin sekali bahwa pakai oli motor JASO MA itu jauh lebih ideal untuk motor laki ataupun motor matik.

Ada dua alasan. Kedua alasan ini sepertinya tidak dipertimbangkan oleh grup oli. Dua alasan ini berkaitan juga dengan artikel penulis sebelumnya:
Mengatasi kelemahan oli mesin pakai aditif dengan mempelajari karakter motor saat dipakai

Kedua alasan berhubungan dengan sifat oli JASO MA yang bisa dibilang minim aditif, tentunya bila dibanding dengan JASO MB atau PCMO / HDEO.

Alasan yang pertama adalah demi untuk membuat oli lebih kompatibel dengan kopling basah, maka aditif EP pada oli JASO MA dikurangi. Ini karena cara kerja aditif EP adalah dengan membentuk lapisan yang mudah rontok yang kalau terjadi pada kopling, bisa terjadi selip.

Contoh pengurangan aditif ini bisa kita lihat contohnya pada rekomendasi aditif oli Liqui Moly MoS2 yang menganjurkan pengurangan dosis bila untuk motor kopling basah. Lebih ekstrem lagi di produk aditif Ceratec mereka yang benar benar dilarang:
Cera Tec motor oil additive

Padahal aditif semacam merupakan aditif yang populer dipergunakan di PCMO dan HDEO. Di oli khusus motor matik mestinya tidak karena mungkin kemahalan (bandingkan saja harga oli JASO MB dengan PCMO). Oli khusus motor matik pakai yang murahan, mungkin MoS2.

Yang kedua adalah karena pemakaian oli di motor itu cenderung lebih pendek daripada di mobil, maka aditif detergen yang sering dibutuhkan pada PCMO atau HDEO yang long drain jadi kurang dibutuhkan. Untuk hal ini mestinya oli khusus motor matik dengan oli khusus motor manual sama saja.

Berikut contohnya, rekomendasi mobil 1:
Tips for knowing when it’s time to change motorbike engine oil

Sebagai aturan umum, oli mesin harus diganti setiap 3.000 hingga 5.000 kilometer. Pada tahap ini, performa mesin akan tetap terlihat normal tetapi tidak mengganti oli, bisa mengakibatkan masalah mesin nantinya

Garansi perlindungan untuk mobil (5000 mil = 8042 km):
Mobil 1™ Extended Performance Motor Oil Limited 20,000-Mile or One-Year Warranty

Garansi terbatas Mobil 1 Extended Performance berlaku untuk jarak 20.000 mil atau interval penggantian oli yang direkomendasikan OEM kendaraan Anda, mana saja yang lebih lama.

Mobil 1™ limited warranty

Garansi terbatas Mobil 1 berlaku untuk 10.000 mil atau interval penggantian oli yang direkomendasikan OEM kendaraan Anda, mana saja yang lebih lama.

Mobil Full Synthetic™ limited warranty

Garansi terbatas Mobil Full Synthetic dan Mobil Full Synthetic High Mileage berlaku untuk jarak 7.500 mil atau interval penggantian oli yang direkomendasikan OEM kendaraan Anda, mana yang lebih lama.

Mobil Super™ limited warranty

Garansi terbatas Mobil Super dan Mobil Super™ High Mileage berlaku untuk 5.000 mil atau interval penggantian oli yang direkomendasikan OEM kendaraan Anda, mana yang lebih lama.

Garansi terbatas Mobil Super™ Synthetic berlaku untuk jarak 7.500 mil atau interval penggantian oli yang direkomendasikan OEM kendaraan Anda, mana yang lebih lama.

Versi lain:
Oil change: When should you change the oil?

Sederhananya, sebagai aturan umum, pabrikan menyarankan Anda mengganti oli untuk mesin bensin setiap 10.000 hingga 15.000 km, atau sekitar setahun sekali untuk penggunaan “biasa” (sering tetapi tidak intensif) atau setiap 2 tahun sekali jika digunakan lebih jarang. .

Mesin diesel, di sisi lain, harus mengganti olinya setiap 7.000 km atau sekitar 1 hingga 2 kali per tahun.

Periode ganti oli terlihat mirip.

Mengapa jumlah aditif ini penulis anggap penting? Karena penulis yakin sekali ini bakal mempengaruhi performa motor. Aditif yang terlalu banyak efeknya kurang baik untuk performa motor.

Terus terang pendapat seperti itu sering membuat penulis diketawakan (di youtube). Tapi mereka pada diam ketika penulis sebut angka persisnya.

Jelas bahwa yang di grup oli LDIC atau Bekakas atau grup oli apapun itu rasanya nggak ada yang menilai oli dari performa kendaraannya. Padahal kalau ini kita lakukan, angka bisa kelihatan jelas. Bisa terukur. Konsisten. Bisa diulang. Bisa disimpulkan. Itu sudah memenuhi prinsip dasar ilmu fisika.

Kalau dibilang ujinya nggak valid karena nggak pakai uji lab, maka penulis balikkan lagi. Andalannya uji lab tapi oli mineral diklaim pabriknya sebagai oli full sintetik kok nggak tahu??? Andalannya uji lab tapi menentukan suatu oli aman untuk kopling basah kok tetap pakai feeling???

15 respons untuk ‘Mengapa JASO MA lebih baik untuk motor matik daripada JASO MB atau PCMO / HDEO

    • Enggak juga. Walau aditifnya banyak, kualitas base oil tetap mudah dicermati. Tinggal dilihat dari perubahan kekentalan saat habis gas pol atau dari hari ke hari. Contohnya oli yang saya pakai sekarang, adnoc 20W50, lihat TBN sepertinya 10. Tapi jeleknya base oil tetap bisa dicermati dari oli yang makin hari makin kasar. Aditif yang banyak juga cepat habis terbukti sekarang sudah nggak jadi halus lagi suara mesin setelah digeber.

      Suka

  1. Gara2 sering mampir blog ini saya jd gila bimoli
    Rem dpn motor saya sering bermasalah gampang kotor minyaknya jd seret smpe saya kolter masternya d isi yg lbh besar biar lbh presisi tetep aja tiap bulan kuras n ganti minyak rem capek2 deh mau beli master jg males..
    Eeeeh pas ganti oli mesin campur minyak goreng kepikiran “ah knp ga ganti bimoli aja minyak rem dpnnya kn lbh licin???” Akhirnya dgn berputus asa saya kuras aja pke bimoli n d isi skalian pke bimoli hasilnya sumpah nih enak banget remnya ringan tuasnya ga tau nanti klo dh 1 bln kotor ga nih minyaknya??

    Suka

    • Wah, malah lebih enak minyak rem pake bimoli??
      Bimolinya benar2 serbaguna ya bro?
      Sy ga pernah merhatiin minyak rem selama masih normal, seringnya merhatiin kampas rem ato settingan remnya, sy termasuk suka settingan rem yg dangkal dan lebih pakem.

      Apakah ayunan ringannya tuas rem sampe mengayun lebih dalam?

      Suka

      • Ini saya coba2 bro krn dh putus asa bulak balik perbaiki ttapi msh aja seret smpe dbelain saya bubut loh.. tetep aja gt tros biaya buat perbaiki bisa kali kebeli master set baru..
        Ini rasanya lbh ringan empuk ayunannya ga trlalu dalam

        Suka

    • Mantap bisa begitu 👍 . Kalau kotornya mungkin perlu di cek warnanya, jangan jangan sekarang sudah gelap?

      Saya juga sempat cuma campuri minyak rem beat dengan minyak goreng. Sepertinya memang lebih ringan, tapi yang lebih jelas terasa, ditekannya nggak usah dalam dalam lagi. Cuma sekarang jadi terbukti bahwa masalah terutama ada di kampas rem bawaan yang nggak sip.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.