Kacamata kuning jadi fitur safety riding wajib sekarang, karena pabrikan otomotif pada ngawur semua


Penulis sedih juga sampai ada berita berikut:
Akibat Lampu Yang Sangat Silau, Pemotor Tercebur ke Sungai dan Ditemukan Meninggal

“Menurut keterangan saksi yang selamat, pada saat mau melewati jembatan Tarum Timur di arah selatan ada kendaraan roda empat (mobil) yang lampunya silau sehingga jalan tidak terlihat, tepat di pinggir jembatan motor oleng dan masuk sungai (tercebur),” ujar Aep saepudin, Danton Damkar Subang dilansir dari Detik.com.

Rasanya kejadian seperti ini banyak terjadi. Tapi kali ini jadi berita karena bikin sampai meninggal.

Penulis nggak tahu yang pemilik kendaraannya bangga atau sedih saat tahu ada yang kecebur di sungai saat mobilnya lewat. Mungkin ada yang sangat bangga, mungkin ada yang kasihan juga.

Yang jelas penulis kurang setuju dengan ucapan berikut:

Pihak Kepolisian memang harus tegas soal modifikasi atau pemakaian lampu yang tidak standar bawaan dari mobil atau motor, banyak sekali lampu modifikasi yang sangat menyilaukan

Karena menurut penulis, sekarang ini sudah tidak beda antara yang modif ngawur dengan lampu orisinil ngawur. Lampu bawaan dari kendaraan pun banyak yang bikin silau orang lain, terutama merek Honda, yang kalau bikin lampu depan nggak becus sehingga banyak yang nyorot ke atas.

Mungkin ada yang meremehkan efek lampu silau dari lampu kendaraan. Sebaiknya hati hati. Karena lampu kendaraan sekarang ini punya potensial untuk merusak mata. Ini karena nggak kayak dulu yang pakai HID atau halogen, sekarang andalan pabrik kendaraan adalah LED. Padahal LED putih itu punya warna biru yang sangat berlebihan:

Ini bisa menyebabkan penyakit katarak atau jadi oversensitif terhadap cahaya terang. Berikut ini dari NIH, sumber yang sama kalau kita ingin cari info seputar COVID19:
Effects of white light-emitting diode (LED) light exposure with different correlated color temperatures (CCTs) on human lens epithelial cells in culture

Paparan cahaya kumulatif dari dioda pemancar cahaya (LED) yang banyak digunakan dapat menimbulkan ancaman oksidatif potensial pada epitel lensa, karena komponen cahaya biru berenergi tinggi dalam emisi cahaya putih dari dioda.

Jangan dipikir ini cuma terjadi pada yang tua tua saja. Karena yang mudah pun bisa mengalami bila sering melihat sinar cahaya LED. Efek pertama yang bisa terjadi adalah pengendara jadi mudah sekali silau oleh cahaya lampu LED. Dan kalau sudah parah, bisa merasa buta karena cahaya lampu.

Penyebabnya adalah sensor mata tidak bisa bereaksi terhadap intensitas cahaya. Sehingga iris mata (pengatur redup terangnya cahaya yang masuk mata) tidak bisa mengecil dengan baik. Ini membuat cahaya yang masuk ke mata menjadi terlalu banyak. Ini bisa membuat mata mengalami kebutaan sesaat.

Untuk mengatasinya, kita perlu menggunakan kacamata yang bisa memfilter cahaya biru yang berlebihan ini. Ada cara mahal, tapi penulis merasa sudah sangat terbantu cukup dengan kacamata kuning.

Setelah mulai pakai kacamata kuning, penulis sudah tidak lagi mudah silau walau misalnya kacamatanya kelupaan pakai. Dan entah mengapa, minus penulis juga tidak nambah, padahal dulu pernah terdeteksi minus 1. Malah mungkin makin membaik? Entah kalau ini efek tidur dengan kepala dekat cemenite. Tapi jelas bahwa efek silau jauh berkurang setelah mulai pakai kacamata.

Cuma masalahnya, kacamata kuning ideal itu jarang. Dulu pernah dapat tapi sekarang nggak nemu lagi,

Beli online dapatnya kuningnya gelap, gambar beda dari kenyataan:

Sebagai hasilnya, kalau malam jadi terlihat gelap. Padahal kalau kuning bening, justru jadi terlihat lebih terang walau kaca helmnya gelap.

Tapi ya seadanya. Mungkin ada yang beneran kuning bening tapi bentuknya terlalu ngetren (ala korea), bisa diceramahi istri kalau beli yang seperti itu. Ya terpaksa pakai yang biasa biasa.

Silahkan dicoba sendiri. Semoga bisa bebas silau seperti penulis sekarang. Kacamata kuning itu sekarang jadi salah satu fitur keselamatan berkendara. Safety riding wajib pakai kacamata kuning karena pabrikan pada ngawur semua.

Iklan

12 respons untuk ‘Kacamata kuning jadi fitur safety riding wajib sekarang, karena pabrikan otomotif pada ngawur semua

  1. Hati hati juga bila pengendara motor menggunakan helm yg kaca helm nya sudah tidak bening, walau sudah pake kaca mata kuning bisa tetap silau saat malam hari, itu kalo yg mau pake helm…

    Suka

  2. Gw pernah negor Pengendara NMax di jalan kecil yg hanya cukup 2 motor pakai Hi Beam. Gw bilang Hi Beam jgn di pake di jalan sempit malah nyolot, kirain mw berantem malah berlalu begitu aja. Tp sepertinya mereka memang bangga jika berhasil menyilaukan orang lain dgn lampu Hi Beam begitu.

    Gak motor gak mobil sama semua. Disini semua lngs Hi Beam. Lampu kuning mgkn gak terlalu silau tp LED apalg yg HID, wah gw klo begitu biasanya lngs brenti dan hazard sambil merem. Buka kaca kasih jari tengah.

    Suka

    • Iya, sayangnya ada yang niatnya begitu.

      Iya, memang ada yang harus hi beam dulu baru silau. Kalau sudah high beam, kadang yang halogen saja bisa sangat menyilaukan. Apalagi kalau merekanya sambil ambil tengah jalan.

      Dari berlawanan, lalu bikin silau, ambil tengah jalan. Sudah gaya (jelek) nya seperti itu.

      Suka

  3. Klo di pikir2 zaman ini kita semakin banyak terpapar sinar biru pak. Dari gadget dst.. Hp sy install Twilight utk ngurangin efek sinar biru. Beda bgt pak rasanya di mata & kepala.

    Suka

      • Iya pak, tp kurang. Klo twilight lebih detail pengaturannya imo. Klo malem pas browsing sy merahin layarnya kira2 1000-1500K sm kecerahan di sesuaikan. Nyaman bgt di mata, sebelum pake aplikasi itu kepala sering sakit sm mata pegel2.

        Suka

  4. Lebih parah lagi lampu rotatornya polisi yang warna biru di malam hari
    Asli bikin sakit
    Saya milih berhenti, melambat, terus cari jalan lain

    Mungkin efek tidak nyaman ini hanya berlaku bagi saya saja

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.