Apa efek anti oksidan yang ada di minyak goreng pada mesin? Berapa SAEnya migor? Data dari jurnal!


Bro pemakai motor tanya berikut ini:

Sy pernah baca di kemasan migor, mengandung antioksidan, apa itu jg berpengaruh terhadap kinerja migor saat dicampur oli?

Anti oksidan yang dimaksud itu adalah β-karoten.
Applications of Supercritical Fluid Extraction (SFE) of Palm Oil and Oil from Natural Sources

Kontroversi Fortifikasi Vitamin A dalam Minyak Goreng

Penjelasannya sendiri simpang siur. Apalagi kalau sumbernya media, kadang sampai ada yang ngomong begini:
SETIAP 1 LITER MINYAK SAWIT MENGANDUNG 20 PERSEN VITAMIN A

Bandingkan dengan yang ini:
Fortifikasi vitamin A pada minyak kelapa sawit

Penambahan vitamin A ini mempersyaratkan 45 IU yang ekuivalen dengan 27ppm

Ada sebutan vitamin A itu karena ada penjelasan begini:
Pemanfaatan Karotenoid Minyak Sawit Merah untuk Mendukung Penanggulangan Masalah Kekurangan Vitamin A di Indonesia

Minyak sawit mengandung mikronutrien yang paling dominan dan unggul berupa karotenoid. Kandungan karotenoid pada minyak sawit berkisar antara 600–1000 ppm yang terdiri dari alfa karoten ±36,2 persen, beta karoten ±54,4 persen, gamma karoten ± 3,3 persen, likopen ± 3,8 persen, dan santofil ± 2,2 persen (Naibaho, 1990). Beta karoten merupakan jenis utama kelompok senyawa karotenoid yang terdapat dalam minyak sawit yang berperan sebagai prekursor vitamin A.

1000 ppm itu adalah 0,1 persen.

Efek β-karoten terhadap minyak goreng dijelaskan sebagai berikut:
PERUBAHAN kandungan β-karoten , asam lemak bebas dan bilangan peroksida MINYAK SAWIT MERAH SELAMA PEMANASAN

Sifat antioksidan β-karoten pada minyak sawit merah mempunyai potensi memperlambat kerusakan minyak atau memperlambat pembentukan asam lemak bebas dan peroksida selama pemanasan.

Jadi efek dari anti oksidan itu positif, bisa memperlambat kerusakan minyak. Tapi tetap perlu diingat bahwa kelemahan dari minyak kelapa sawit sebagai oli mesin adalah sifat oksidasi dan pour point.

Walau ada kelemahan itu, minyak kelapa sawit dianggap kandidat pengganti oli mineral kalau dari jurnal jurnal internasional. Malah sudah banyak katanya:
Tribological properties of palm oil bio-lubricant with modified carbon nanotubes

Minyak nabati telah diidentifikasi sebagai salah satu pengganti minyak mineral terbaik. Minyak sawit juga telah digunakan sebagai pengganti minyak mineral saat ini selain dari aplikasi dalam penggunaan domestik. Potensinya sebagai minyak dasar untuk cairan hidrolik, mesin diesel, dan pelumas telah dikonfirmasi dalam banyak penelitian sebelumnya.

Jadi kalau ada yang bilang pakai minyak goreng jadi campuran oli mesin itu aneh maka yang nyebut itu jelas nggak pernah cari jurnalnya. Minyak goreng itu sampai disebut sudah sesuai standara SAE:
STUDY OF VISCOSITY AND FLASH POINT OF BIO-LUBRICANTS (ENGINE OIL) FROM UNUSED AND USED PALM OIL

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan viskositas dan titik nyala bio-lubricants dari minyak sawit yang tidak terpakai dan bekas serta membandingkannya dengan standar American Society of Automotive Engineers (SAE). Percobaan dilakukan dengan campuran minyak sawit (50,6%) minyak mineral (41,6%) dan aditif (7,8%) [2]. Uji viskositas atau viskositas kinematik (cSt 100°C) dilakukan menggunakan Viskometer dan metode uji ASTM D445 sambil flash titik menggunakan Pensky Martens Closed Cup Test ASTM D93. Hasil menunjukkan viskositas kinematik untuk kedua sampel untuk biolubrikan minyak sawit bekas dan tidak terpakai mencapai standar SAE dengan data menunjukkan biolubrikasi minyak sawit bekas memiliki viskositas kinematik yang lebih tinggi daripada biolubrikasi minyak sawit yang tidak digunakan. Selain itu, data juga menunjukkan titik nyala untuk kedua sampel berada dalam kisaran standar SAE.

Tribological performance of refined, bleached and deodorised palm olein blends bio-lubricants

Minyak nabati telah diteliti untuk menggantikan pelumas minyak bumi karena karakteristiknya yang ramah lingkungan dan telah menjadi sumber penting bio-pelumas. Dalam penyelidikan karakteristik tribologi minyak sawit sebagai minyak nabati, menggunakan dalam bentuk yang rapi atau sebagai bio-pelumas parsial, mesin reciprocating digunakan. Awalnya, olein sawit yang dimurnikan, diputihkan, dan dihilangkan baunya (RBD) dengan campuran minyak mineral dioptimalkan menggunakan prosedur desain eksperimen dari hasil tribotester empat bola. Campuran yang dioptimalkan ternyata memiliki karakteristik yang lebih baik atau setara dengan minyak mineral. Kemudian, mesin reciprocating digunakan untuk memverifikasi campuran. Dalam penyelidikan campuran yang dioptimalkan, sampel diuji selama total 60 jam dalam operasi intermiten. Selain memiliki viskositas yang serupa untuk persyaratan ISO, campuran yang dioptimalkan menunjukkan penurunan nilai kehilangan berat material dan suhu silinder dibandingkan dengan oli mineral. Akhirnya, disimpulkan bahwa campuran RBD palm olein (E53.11/RB46.89) dapat menjadi bio-pelumas parsial yang potensial karena tidak memiliki dampak negatif terhadap keausan dan kinerja yang layak sebagai bio-lubricator.

Berikut beberapa sifat minyak kelapa sawit dibanding dengan oli mesin biasa. Yang kita pakai itu yang bleach:

Dari sisi kekentalan SAE, ada yang menyebut minyak kelapa sawit setara 0W20:
Evaluation of TiO 2 nanoparticles as viscosity modifier in palm oil bio-lubricant

Investigasi terhadap viskositas menunjukkan bahwa viskositas bio-lubricants minyak sawit sebanding dengan pelumas grade SAE 0W20. Indeks viskositas cenderung meningkat dengan meningkatnya konsentrasi aditif TiO2.

Tentu seperti halnya bahan oli mineral, untuk bisa dipakai jadi oli mesin direkomendasikan dicampur dengan aditif:
Modifications Required for Palm Oil to be Qualified as a Mechanical Lubricant

Adaptasi modifikasi kimia yang tepat dan penggabungan aditif yang sesuai, terutama aditif nano, dapat meningkatkan sifat bio-pelumas yang berasal dari minyak sawit. Ini menjadikannya salah satu alternatif terbaik untuk pelumas minyak mineral. Modifikasi kimia yang mungkin dilakukan adalah hidrogenasi, esterifikasi/transesterifikasi, epoksidasi dan metatesis. Aditif yang layak dan nano-aditif yang tersedia di pasar untuk meminimalkan kelemahan minyak sawit sebagai pelumas adalah cairan ionik, fosfor, belerang, seng dialkil ditiofosfat, logam, oksida logam, sulfida logam, karbonat, borat, bahan karbon, bahan organik, boron nitrida heksagonal, alumina, CaO, CuO, ZnO, TiO2 dan lantanum borat. Beberapa dari mereka mungkin tidak ramah lingkungan. Sejalan dengan potensi pasar dan permintaan, dapat diprediksi bahwa ROI pendanaan untuk penelitian dan pengembangan minyak sawit sebagai bio-lubricant mungkin cukup tinggi. Studi ini membahas kinerja dan sifat tribologi, modifikasi kimia dan formulasi dengan aditif minyak sawit sebagai bio-pelumas.

Dan itu alasan penulis mengapa menganjurkannya sebagai aditif oli mesin yang sudah ada.

Iklan

4 respons untuk ‘Apa efek anti oksidan yang ada di minyak goreng pada mesin? Berapa SAEnya migor? Data dari jurnal!

  1. trima kasih penjelasannya,
    Sy kira antioksidan itu tokoferol,
    Bila oli sudah punya antioksidan, apa mgkin bisa bentrok dgn antioksidan nya migor?

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.