Pemilihan oli transmisi menurut profesor Widman, kadang bukan soal GL4 atau GL5


Warning: panjang.
Sebenarnya banyak yang tanya kalau untuk oli transmisi pakai apa, tapi biasanya penulis anjurkan pakai oli mesin saja. Kali ini bahas serius oli khusus transmisi motor matik, walau mau nggak mau berkaitan dengan transmisi mobil juga.

Untuk bahasan kali ini penulis terpaksa harus memilih satu sumber, yaitu dari profesor Richard Widman dari widman.biz:
The Difference between GL-4 and GL-5 Gear Oils by Richard Widman

Harus memiliih satu sumber karena opini untuk ini sangat banyak. Bahkan beda pabrikan pun infonya bisa beda. Walau misal untuk standar API GLnya sepakat, soal pemakaian bisa beda pendapat. Namun penulis akan juga tambahkan beberapa referensi dari Noria (Machinerylubrication) untuk lebih meyakinkan.

Oli transmisi itu punya kategori API GL yang kalau menurut Liqui Moly berkaitan dengan kandungan aditifnya:

Yang paling baru lebih banyak aditifnya. Namun sayang keberadaan aditif justru bisa menimbulkan masalah, terutama bila ada komponen transmisi yang terbuat dari logam kuning yaitu tembaga, kuningan atau perunggu (copper, bronze or brass). Seperti dijelaskan berikut ini:
The Effects of EP Additives on Gearboxes

Cara mudah untuk menentukan bentuk belerang yang digunakan dalam minyak EP Anda adalah dengan melihat hasil uji korosi strip tembaga (ASTM D130). Dalam pengujian ini, strip tembaga direndam dalam cairan yang akan diuji pada 40 derajat C dan sekali lagi pada 100 derajat C. Strip dilepas setelah setiap pengujian dan diperiksa untuk pewarnaan tembaga. Hasil berkisar dari sangat sedikit hingga tidak ada pewarnaan (1a) hingga noda yang sangat gelap (4c). Jika hasilnya berada di area 1b hingga 2a, maka logam kuning di worm gearbox Anda bisa berisiko terkena serangan kimia.

Aditif EP yang mengandung belerang menyebabkan kerusakan paling besar pada jenis logam ini. Dua jenis belerang yang berbeda dapat digunakan dalam aditif ini. Jenis pertama adalah belerang aktif. Sulfur dalam keadaan aktif siap bereaksi dengan permukaan logam untuk membentuk sabun logam ulet yang mengorbankan dan memungkinkan permukaan yang berlawanan untuk saling kontak dengan kerusakan minimal. Sulfur aktif secara kimiawi agresif, dan dengan logam kuning yang lebih lembut dari baja, mereka dapat mulai berlubang dan membentuk serpihan karena serangan kimia ini.

Kenaikan suhu dapat meningkatkan laju reaksi ini berlangsung. Ini dijelaskan oleh aturan laju Arrhenius, yang menyatakan bahwa laju reaksi kimia berlipat ganda untuk setiap kenaikan 10 derajat C (18 derajat F) dalam suhu operasi minyak.

Jenis belerang kedua yang digunakan dalam aditif EP adalah belerang tidak aktif. Kecil kemungkinannya untuk berikatan dengan permukaan dan bereaksi secara kimia.

Sulfur aktif dalam beberapa aditif EP bereaksi dengan tembaga di dalam kuningan atau perunggu. Sulfur, ketika bersentuhan dengan tembaga bersama dengan adanya panas, membentuk tembaga sulfida. Reaksi kimia sederhana ini dapat berdampak buruk pada keandalan mesin. Dalam situasi tekanan ekstrim, tembaga disulfida dapat terbentuk. Kedua bentuk kristal tembaga ini sangat keras dan dapat menyebabkan kerusakan abrasif pada permukaan mesin yang lunak.

Lanjutnya:
Monitoring Active Sulfur in EP Gear Oils

Selain itu untuk bagian synchronizer juga membutuhkan tidak boleh terlalu banyak aditif karena butuh bisa ngegrip:

Apa itu synchronizer, mungkin yang berikut bisa memberikan penjelasan, penulis juga nggak begitu ngerti:
Manual Transmission Synchronizers 101

Design a New Generation of Synchromesh Mechanism to Optimization Manual Transmission’s Electric Vehicle

Jadi dikurangi untuk mencegah korosi komponen kuningan dan biar nggak terlalu selip. Tapi di lain sisi, komponen yang menerima tekanan sangat tinggi membutuhkan perlindungan. Hal ini dibutuhkan terutaman di kendaraan yang mempunyai tenaga besar atau dibutuhkan membawa / menarik beban yang berat. Katanya terutama pada model yang girnya ada proses sliding satu sama lain:

Jadi ada dilema, antara aus karena terlalu banyak aditif:

Komponen logam ada kuningannya:

Juga karena kekurangan aditif:

Profesor widman pun menjelaskan komplikasinya ketika transmisinya pakai atau tidak pakai LSD:

Ia juga menyarankan untuk berhati hati terhadap rekomendasi GL pada oli. Bila ada tulisan GL5 maka oli itu harus dianggap bukan GL4 walau ada tulisan GL4:

Namun dengan komplikasi yang ada, profesor widman menyarankan untuk tidak mengandalkan tulisan sertifikasi API GL, karena API GL itu adalah sertifikasi untuk oli transmisi manual (mobil), bukan sertifikasi trasmisi matik (mobil):

Entah sertifikasi API untuk oli transmisi matik mobil itu apa. Tapi sepertinya untuk pemilihan oli transmisi, kita tidak usah lihat itu GL berapa tapi lihat dari peruntukan. Itu ATF (matik) atau MTF. GL5 dipakai di transmisi manual yang tidak ada kuningannya. GL4 dipakai di transmisi manual yang ada kuningannya. Yang diminta pakai GL4 tidak boleh pakai GL5:

Perlu diperhatikan bahwa baik di Noria ataupun di widman.biz tidak dijelaskan soal perbedaan film strength dari bahan oli. Namun kekentalan tetap sangat diperhatikan. Kekentalan perlu dicari sesuai dengan suhu kerja transmisinya. Bahkan Noria menyarankan untuk tidak pakai rekomendasi OEM kalau memang kondisinya berbeda (Misal Indonesia beda dari Jepang 😁 )
Gear Oil Questions Answered

T: Haruskah saya selalu mengikuti rekomendasi OEM?
J: Jawaban atas pertanyaan ini pasti “tidak!” Meskipun Anda tentu tidak boleh melanggar rekomendasi OEM tanpa alasan yang baik, kondisi pengoperasian ambien yang ekstrem (misalnya suhu yang sangat tinggi atau sangat rendah), beban kejut atau siklus tugas yang ekstrem, atau peringkat beban yang lebih tinggi dari normal dapat menentukan bahwa perubahan untuk rekomendasi OEM dijamin. Itu selalu merupakan ide yang baik untuk berkonsultasi dengan insinyur pelumasan sebelum memilih tingkat viskositas selain yang direkomendasikan oleh OEM.

Sementara itu kekentalan sebisa mungkin disarankan pakai yang single grade karena aditif polymer yang dipergunakan untuk menaikkan VI itu ada yang merusak:

Kalau kata Noria sih kalau untuk industri memang pakai monograde:
Monitoring Active Sulfur in EP Gear Oils

Oli roda gigi untuk aplikasi di jalan raya juga dapat mengandung polimer VI yang stabil terhadap geser untuk rentang suhu pengoperasian yang luas. Sebaliknya, oli roda gigi industri umumnya merupakan pelumas monograde. Viskositas dipilih berdasarkan persyaratan sistem. Itu harus cukup tinggi untuk “melapisi” gigi gigi dan melindungi dari kegagalan, tetapi tidak terlalu tinggi untuk menghasilkan panas yang berlebihan dan kehilangan daya dari pengadukan.

Untuk soal multIgrade ini profesor widman menganggap bahwa yang multigrade itu sebenarnya single grade tapi yang encer, entahlah:

Perlu tahu bahwa grade oli transmisi itu beda dari oli mesin. SAE 90 itu kekentalannya termasuk SAE oli mesin 50 paling kental dan SAE oli mesin 40 paling encer:

Yang jelas, rekomendasi profesor widman untuk mereka yang nggak nemu oli dengan sertifikasi GL4, disarankan untuk kalau bisa pakai oli single grade. Dicontohkan bisa pakai oli SAE 50 yang dapat sertifikasi CAT TO (sertifikasi Caterpilar untuk transmission oil, bukan untuk motor kopling basah), karena dari grafik kekentalan hampir sama dengan SAE 80W90:

Kalau punya mobil, maka coba cari standar yang dianjurkan apa dan cari oli transmisi yang sesuai standar yang diminta. Standar untuk oli transmisi itu banyak dan penting untuk mengikuti rekomendasi standarnya karena kandungan aditif berpengaruh banyak.

Kalau untuk “gardan” transmisi motor matik bagaimana? Ada sih yang bilang pakai oli mesin tidak apa apa:

Ada juga yang bilang perlu pakai yang lebih kental:

Dari pabrikan sendiri ada yang jual oli mesin sebagai oli transmisi. Contohnya shell. Perhatikan bahwa SAE yang dipakai adalah SAE untuk oli mesin:

Yamalube juga:

Perhatikan bahwa keduanya menggunakan oli yang VInya lebih rendah dari oli mesinnya (5W40 vs 15W40 dan 10W40 vs 20W40).

Jadi untuk oli transmisi motor matik kita juga bisa pergunakan pedoman yang sama. Tentu saja kita juga perlu memperhatikan suhu sekitar juga. Tidak bisa hantam rata satu kekentalan dipakai di Jepang vs Indonesia sekaligus, atau di pegunungan vs pantai.

Dan perhatikan bahwa direkomendasikan untuk pakai yang tidak pakai polymer. Jadi kita perlu menghindari oli multrigrade. Sayangnya opsi cuma sedikit. Yang terjangkau rasanya cuma Mesran SAE 40 saja. Tentu bisa juga dicoba misalnya Mesran SAE 30 atau Harley Davidson SAE 50 sesuai keperluan.

Sebaiknya hindari pakai enduro, prima xp, adnoc, valvoline champ, shell AX, motul scooter, Kixx, Deltalube, PTT, Evalube, Castrol dst karena menurut penulis oli oli tersebut cepat menjadi encer ketika dipakai. Fastron 15W50, Repsol 20W50, Bardahl 20W50 termauk yang cukup tahan. Sayangnya banyak merek lain yang penulis kurang perhatikan atau sudah lupa untuk sifat ini saat coba.

Oli mesin sekarang rata rata aditif ZDDPnya sudah berkurang. Yang pakai aditif MoDTC rasanya juga sedikit kalau bukan oli khusus mobil. Masalahnya oli untuk mobil itu kebanyakanan terlalu encer (salah satu alasan muncul standar JASO 😁 ). Jadi agak sulit. Karena itu sepertinya kita perlu mempertimbangkan menggunakan oli MTF. terserah mau yang GL berapapun karena sepertinya transmisi motor matik tidak menggunakan bahan kuningan.

Contohnya Pertamina Rored. Ada yang GL4:

Ada yang GL5:

Mengapa tidak oli transmisi matiknya mobil (ATF)? Karena rasanya transmisi ATF itu lebih untuk kemampuan hidrolik dan bukan untuk gesek gesekan.

Padahal transmisi motor matik itu tidak butuh kemampuan hidrolis, tapi ada bagian yang sliding yang biasanya butuh aditif EP:
Begini Ciri Gardan Motor Matic Rusak, Bisa Disebabkan Banjir!

Walau memang sih tenaga dan beban motor itu nggak selevel dengan mobil sekelas LCGC sekalipun. Penulis tidak tahu apa memang beneran butuh yang aditifnya berlimpah. Tapi di sisi lain, banyak juga yang cerita gardannya ambrol saat pakai oli bawaan. Bearingnya sih:
Lho, oli gardan NMAX kok bisa keruh? Ada hubungan dengan penyakit klotok klotok transmisi/CVT?

Penulis yakin bahwa minyak goreng bisa membantu dalam pemakaian di oli transmisi juga karena film strength yang lebih baik.

Jangan lupa juga bahwa di transmisi juga ada seal. Hati hati pakai oli grup 3 atau PAO di kendaraan lama.

Semoga bisa berguna. Penulis sekarang lagi pakai Mesran B40 campur bimoli di beberapa motor penulis. Nggak bisa beri impresi karena masih di bawah 10 ribu km semua pakainya.

Iklan

5 respons untuk ‘Pemilihan oli transmisi menurut profesor Widman, kadang bukan soal GL4 atau GL5

  1. Pas awal ada mio juga kayaknya belum rame masalah oli khusus transmisi motor matic, semua pada pake oli mesin. Sekarang2 aja baru rame, jadi bahan marketing baru.
    Betul kata penulis, berapa sih beban motor matic? Pasti jauh lebih kecil dari bebas transmisi mobil pastinya.
    Kalo saya sih biasanya buat motor matic beli oli mesin yg 1 liter, 800ml buat mesin, sisanya buat trasnmisi itupun masih ada sisa. Dari 2016 sampe skrng masih aman aja tuh trasnmisi belum pernah jebol

    Btw ms honda tembus 78% versi artikel titipan 😂🤣

    Suka

    • wah tinggi juga ya.

      Iya, menurut saya kebutuhan oli transmisi motor matik nggak berat, tapi memang tetap kalau olinya kurang sip bakal beresiko juga. Jadi yang penting yang kekentalan bisa terjaga, atau istilahnya shear stable.

      Suka

  2. Keismpulannya untuk transmisi Nmax pakai GL 5 gpp Proff? kaya shell Spirax S2 Axle banyak yg rekomendasiin sudah teruji puluhan ribu Km bagus?

    Suka

    • iya bisa. termasuk over spek. Spirax juga banyak dipuji. Tapi entah termasuk yang terbaik atau tidak. Sayangnya saya nggak bisa review oli transmisi. nggak bisa bedakan. Cuma pas drain tahu tahu eh yang bawaan glitter. Pakai mesran enggak.

      Suka

  3. Pak prof kemarin saya nuang migor di gardan beat karbu mertua saya karna kondisi urgent bearing as ambrol di jalan. Untung bawa kunci set karna disini daerah pelosok harus jaga jaga. Dan kondisi jalanan khas sawit yaitu lumpur yg diserang pasti bearing roda. Bengkel ga ada, warung juga jauh akhirnya minta migor ke rumah terdekat.
    Pertanyaannya apakah ga masalah Pak migor buat pengganti oli gardan ? Kira kira ada efeknya ga buat jangka panjang ?

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.