Minyak goreng nggak bagus untuk mesin karena nggak bagus untuk kipas angin?


Jadi entah mengapa banyak yang mempertanyakan soal pemakaian minyak goreng. Yang utama sih dari yang diomongkan oleh Olwan William, bro yang aktif posting soal pelumasan di grup Bekakas. Terakhir dia ngomong bahwa minyak goreng itu nggak bagus untuk mesin:

Ngomong begitu tanpa pakai dasar uji lab ataupun kutipan dari penelitian. Tapi asal ngomong seenaknya yang maunya itu dianggap fakta. Padahal faktanya minyak kelapa sawit bisa jadi banyak produk:

Dan pemakaian minyak goreng jadi oli mesin itu sudah dianggap ok oleh peneliti:

Nggak sedikit yang pakai contoh aneh aneh untuk membantah. Terakhir ada yang bilang bahwa minyak goreng tidak cocok dipakai di mesin karena untuk kipas angin bisa bikin karatan:

Yah kebetulan penulis pernah kasih minyak goreng ke kipas angin. Apa yang terjadi? Jadi macet setelah agak lama. Nggak sampai berkarat tapi. Harus jadi catatan juga bahwa melumasi dengan oli mesin pun sama parahnya. Apalagi ketika pakai AHM MPX2. Cepat jadi seret.

Kipas angin itu jelas nggak bisa disamakan dengan mesin. Dibutuhkan pelumas yang berbeda. Cerita yang sama juga terjadi ketika ada yang ngomong pakai mesran bisa jadi ngesludge di mesin pembuat obat:

Ya jangan dipikir semua bisa pakai oli mesin. Tiap keperluan ada olinya sendiri sendiri. Untuk keperluan melumasi yang terbuka itu biasanya disarankan pakai oli silikon:

Kalau sampai panas panas juga perlu oli yang khusus:
Guidelines for Selecting High-temperature Lubricants

Cairan Kekuatan Kelemahan Aplikasi
Polialfaolefin (PAO) VI tinggi, stabilitas oksidatif termal tinggi, volatilitas rendah, sifat aliran yang baik pada suhu rendah, tidak beracun dan kompatibel dengan minyak mineral Biodegradabilitas terbatas, kelarutan aditif terbatas, risiko penyusutan segel Oli mesin, oli roda gigi, oli bantalan, oli kompresor, gemuk suhu tinggi, aplikasi pelumas seumur hidup
Diester dan
Poliolester
Tidak beracun, dapat terurai secara hayati, VI tinggi, sifat suhu rendah yang baik, dapat bercampur dengan minyak mineral Hanya viskositas rendah, stabilitas hidrolitik buruk, segel terbatas dan kompatibilitas cat Oli kompresor, gemuk suhu tinggi, stok co-base dengan PAO, oli bantalan, oli roda gigi, kabut oli, oli mesin jet
Fosfat
Ester
Tahan api, terurai dengan cepat, ketahanan aus yang sangat baik, perlindungan lecet VI rendah, kompatibilitas segel terbatas, tidak larut dengan minyak mineral, stabilitas hidrolitik sedang Cairan hidrolik tahan api yang digunakan di pembangkit listrik, pabrik, kapal laut, pertambangan, pesawat terbang, dan peralatan bergerak
polialkilena
Glikol (PAG)
Pelumasan yang sangat baik, tidak beracun, stabilitas termal dan oksidatif yang baik, VI . tinggi Aditif sedikit larut, tidak larut dengan minyak mineral, kompatibilitas segel/cat terbatas Kompresor pendingin, minyak rem (larut dalam air), cairan tahan api (larut dalam air), kompresor gas (kelarutan gas rendah), cacing dan roda gigi suhu tinggi, pelumas rantai (pembakaran bersih), pengerjaan logam dan pendinginan, makanan H1 -pelumas kelas
Silikon dan Perfluoropolieter (PFPE) VI tertinggi, stabilitas kimia tinggi, kompatibilitas segel yang sangat baik, stabilitas termal dan oksidatif yang sangat baik Sifat pelumasan film batas dan campuran terburuk, tidak larut dengan minyak mineral atau aditif Cairan bersuhu tinggi, gemuk khusus, bahan kimia yang bersentuhan dengan pelumas, beberapa minyak rem

Terutama yang perlu diperhatikan adalah suhu operasional. Yang bahkan oli PAO pun termasuk rendah bila dibanding silikon:

 

Banyak yang mendebat minyak goreng itu ngomong minyak goreng itu nggak ada data yang bisa dipertanggung jawabkan.

Padahal sebenarnya penggunaan minyak goreng sebagai oli mesin sudah didukung dengan penelitian:

Tapi lagi lagi. Ketika ditunjukkan data aslinya dibilang bukan aktual mesin katanya. Terus bikin spekulasi sendiri seenaknya:

Padahal uji tersebut dipakai oleh Amsoil sebagai alat untuk menunjukkan keunggulan produk oli motor mereka:
Amsoil_Study

Dan lihatlah pernyataan berikutnya. Ngasih statement bahwa setelah 5 ribu km maka yang pakai campuran minyak goreng bakal rusak olinya. Emang sudah coba kah? Karena penulis sendiri sudah coba justru mesran super yang biasanya ganti di 3500 km bisa kepakai jadi 6 ribu km setelah dicampuri minyak goreng.

Dan katanya semua harus pakai uji lab. Apa si bro Asep Subagja ini sudah membandingkan uji lab motornya antara pakai dan tidak pakai minyak goreng?

 

Dan berkaitan dengan judul artikel, penulis juga harus bilang bahwa ada kok oli mesin yang nggak cocok untuk mesin. Seperti contohnya AHM MPX2 atau Yamalube Supermatic. Oli tersebut tidak layak pakai. Apalagi dipaksakan ganti oli sesuai buku manual. Terutama karena kekentalan tidak sesuai dengan Indonesia. Cuma cocok untuk yang hidupnya di dataran tinggi. Bahan yang dipakai juga kualitasnya termasuk yang paling rendah di pasaran. Cocoknya cuma kalau top speed dibatasi 50 kpj.

Iklan

7 respons untuk ‘Minyak goreng nggak bagus untuk mesin karena nggak bagus untuk kipas angin?

  1. Komentar yg pertama lucu jg
    Coba kalo di berikan pertanyaan yg sama utk para pengguna hdeo
    “klo emang oli diesel lebih baik dibandingkan oli motor/mobil kenapa gak ada teknisi/mekanik yg menyaran kan utk menggunakan oli diesel?”
    “knapa gak semua pabrikan motor ngerekomendasikan oli diesel saja buat unit nya?”

    Jawabannya kebanyakan kurang lebih begini :
    Udh pernah coba belum ?
    Klo belum coba jgn asal menyimpulkan
    Buktinya dimotor saya udh sekian tahun aman2 aja daleman bersih,mesin halus tarikan oke dll.

    Nah kenapa jawaban yg sama tidak berlaku utk penggunaan migor

    Suka

    • iya betul juga. Seandainya oli HDEO lebih baik pun itu karena rekomendasi pabrikan motornya yang kurang sip dan pabrikan olinya mengekor keputusan buruk pabrikan motor.

      Iya, kalau untuk HDEO ngomong begitu kalau untuk minyak goreng minta bukti. Padahal sama sama pakai feeling juga.

      Suka

  2. Minyak goreng di panaskan tanpa harus ada gesekan

    Sedangkan oli mesin di panaskan di tambah adanya gesekan antar komponen

    Jika minyak goreng di panaskan di wajan terkena air sedikit bakalan bunyi bergejolak

    Jika oli di panaskan di wajan terkena air sedikit apa yg terjadi ???

    Suka

  3. Tahun 2017 sampai sekarang saya kalo ngelumasin rantai pasti pakai minyak goreng. Rantai jadi bersih, dilapnya gampang trus umur rantai awet daripada pake oli apalagi chainlube malah sering gampang kendor. Btw saya pakai gear set SSS. Udah 2 tahunan masih bagus padahal penggunanan ekstrim
    Baru sekarang aja pakai migor campur mesran B40 gara gara percobaan Pak Prof. Awal dulu shogun SP FD pakai fortune tapi slip kopling parah. Akhirnya mesin overhoul sekalian ganti bearing kruk as dan bore up 63, ganti seal mesin full set, tuang mersran + bimoli buat inreyen, break in lalu pake oli baru. Memang beneran bagus di mesin korek harian sekalipun oli campur migor. Padahal liner boring udah tipis banget plus kompresi padet tapi sampai sekarang masih aman buat jalan sekitar 80km PP 😆 mesin senyap kalo knalpot ditutup sandal

    Suka

    • Chainlub buat bersihin rantai Hoax itu, pernah bersihin rantai pakai chainlube dipake beberapa kilo, ban belakang tiba-tiba berhenti mendadak, untungnya kecepatan sekitar 20-30Km coba diatas itu mesin pasti ambrol, rantai-nya sampai gancet, gear belakang patah akibat tarikan rantai, rantai-pun nyangkut kedalem patahan gear, sepertinya aditif/grease pada rantai jadi hilang akibat chainlube, alhasil kering kemudian karena panas memuai.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.