Drain Prima XP+50% Bimoli, impresi akhir nano energizer, review awal Total Hi-Perf 20W50


Akhirnya setelah pemakaian lebih dari 1100 km, penulis drain oli mesin campuran Prima XP, 50% Bimoli, sedikit Schaeffer Moly EP, double dosis Nano Energizer. Warna oli seperti biasa jadi hijau:

Ada warna seperti susu:

Mungkin karena pakai campuran nano energizer, dan warna nano energizer yang putih seperti susu:

Tujuan penulis menggunakan Prima XP 20W50 sebagai campuran dari 50% Bimoli adalah untuk mengecek apakah Bimoli bisa meningkatkan kemampuan Prima XP, apakah campuran ini bisa jadi oli yang baik. Ini karena penulis sebelumnya terkesan dengan kehalusan mesin pada saat pakai Prima XP di rpm rendah atau pemakaian pelan.

Perlu diketahui bahwa menggunakan Bimoli 50% sendiri sudah melanggar rekomendasi penulis untuk rasio minyak goreng, yaitu 50% harusnya untuk kalau pakai Mesran saja, oli lain 20%. Namun selama penulis pakai oli ini, tidak terdeteksi gejala oli rembes. Termasuk di tutup oli.

 

Hasilnya memang Prima XP + 50% Bimoli lebih baik kualitasnya daripada bila hanya Prima XP saja. Oli yang jadi lebih encer karena dicampuri cukup banyak Bimoli tidak masalah bagi motor penulis. Oli masuk cukup kental. Suara mesin selalu halus bila dipakai di bawah kecepatan 60 km/jam. Tetap halus walau dipakai di jarak 20 km. Ini merupakan peningkatan dari bila pakai Prima XP saja.

Sayangnya kelemahan Prima XP masih terjadi. Oli menjadi encer setelah dipakai kencang. Suara mesin terdengar jelas menjadi lebih kasar. Tapi kasarnya tidak seperti ketika pakai Adnoc ataupun PTT ataupun Amsoil Signature. Yang lebih sip lagi adalah saat awal berangkat suara mesin selalu halus, tidak seperti ketiga oli tersebut. Jadi campuran Prima XP dan Bimoli punya kestabilan kekentalan yang lebih bagus.

Pemakaian sejauh lebih dari 1100 km juga merupakan rekor yang cukup bagus mengingat penulis bakal ganti oli lebih cepat kalau pakai Fastron Techno 15W50 tanpa campuran.

Tapi tetap penulis tidak rekomendasikan pemakaian Prima XP untuk pemakaian di motor, walau sudah dicampuri minyak goreng. Mungkin cocoknya kalau dipakai di mobil.

 

Aditif Schaeffer Moly EP tetap tidak terasa efeknya. Dengan nama moly penulis berharap bisa membuat suara mesin makin halus setelah dipakai kencang. Tapi mulai dari hari pertama ini tidak terjadi. Hal ini sama dengan pemakaian Schaeffer Moly EP sebelumnya.

Sementara itu Nano Energizer 50:50. Ada efek yang bisa dirasakan, tapi ada efek yang menurut penulis tidak sesuai dengan klaim. Klaimnya:

Yang penulis rasakan sepertinya cuma restore friction surface, protectnya enggak, yang lain lain enggak. Ini tidak lepas dari sifat nano energizer yang penulis coba uji berkali kali.

Penulis menggunakan dosis yang seharusnya merupakan 2 kali dosis karena ukuran yang penulis beli, 30 ml, itu bisa dipakai untuk motor 600 cc yang kapasitas olinya sekitar 3,5 liter. Untuk pemakaian di NMAX yang ganti olinya butuh 900 ml pemakaiannya cukup 25%nya. Penulis pakai 1/6, lalu 5/12 = 7/12, lebih dari setengah.

Dari berkali kali uji, penulis mengambil kesimpulan bahwa nano energizer itu baru bisa melakukan restorasi mesin bila motor NMAX penulis melaju tidak lebih dari 55 km/jam dalam kondisi tidak dipakai ngebut. Jadi untuk buka gas pun harus sangat kecil. Bila ini dilakukan, maka setelah sekitar 20 km, efek restorasi mesin akan terasa. Sentakan terasa makin kuat, terutama di rpm menengah ke atas.

Setelah 2 hari melakukan pengendaraan ala low power tersebut, akselerasi 0-100 km/jam bisa mencapai 17,5 detik, dari 18,5 detik sebelumnya. Top speed juga bisa mencapai 113 km/jam setelah sebelumnya dirusak Adnoc dan PTT sehingga cuma bisa lari 106 km/jam:

Cuma sayang, lagi lagi efek dari nano energizer ini jadi menghilang setelah motor dipakai geber geberan. Efek restorasi menghilang setelah pemakaian 40 km digeber terus. Sentakan mesin jadi berkurang. Top speed berkurang. Akselerasi berkurang (nggak diukur tapi).

Sebagai aditif nano energizer juga tidak bisa memberikan efek yang sama seperti ketika pakai Amsoil Signature, yang bisa bikin mesin halus setelah digeber. Suara mesin tetap saja kasar setelah digeber, ciri dari pemakaian Prima Xp.

Efek nano energizer saat dipakai jalan pelan terusan terasa lebih kecil daripada Xado Revitalizant:
Xado Revitalizant tidak mengurangi FD, tapi asli bikin mesin singset, akselerasi mantap dan irit

Keawetan efek dari nano energizer juga kalah jauh dari Xado Revitalizant. Efek seperti luntur begitu motor dipakai kencang atau dipakai geber geberan. Memang keduanya tidak seawet yang diklaimkan, tapi yang nano energizer lebih parah. Efek yang mestinya lebih permanenpun, klotekan di saat idle, juga tidak awet. Yang nano energizer efeknya cuma puluhan km, sementara yang Xado Revitalizant bisa ribuan km.

Mungkin beban di motor penulis itu jauh lebih tinggi dari mobil? Tenaga di atas kertas 15 hpan, berat cuma 200 kg total. Mungkin rpm tingginya yang bikin aditif semacam itu jadi nggak awet.

Jadi sayangnya penulis tidak bisa rekomendasikan nano energizer untuk pemakaian di motor. Apalagi yang sukanya geber geber. Cocoknya sepertinya untuk pemakaian di mobil yang pemiliknya nggak geber geber.

btw, catatan tambahan, 5/12 nano energizer yang penulis pergunakan di Daihatsu Ayla anehnya membuat penyakit rpm nyangkut / tinggi sendiri jadi berkurang, jadi normal?

 

Untuk gantinya, penulis menggunakan oli Total Hi-Perf 20W50 JASO MA2.

Yang menarik, warna dari oli Totalnya terlihat seperti ada susunya:

Entah pengaruhnya apa. Tapi penulis merasa oli seperti lebih kental daripada sebelumnya. Dari licin tidak terasa banyak berubah, tapi dari kebersihan mesin terasa lebih baik. Tarikan terasa lebih enak. Top speed juga kembali normal:

Oli Total sepertinya kualitasnya cukup baik. Suara mesin tetap halus setelah dipakai kencang. Suara mesin juga mesih halus ketika sampai kantor. Tentu ini cuma impresi awal. Entah kalau nanti sudah cukup lama pakai. Dan tentu sisa oli lama juga berpengaruh pada hasil. Sengaja pakai Total dulu karena biar nanti setelah pakai oli Mobil Super 4T JASO MA, efek dari minyak gorengnya sudah jauh berkurang.

Versi video:

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.