Minyak goreng nggak tahan panas? Tapi faktanya Amsoil Signaturenya yang mendidih duluan


Salah satu tuduhan terhadap pemakaian minyak goreng sebagai aditif oli mesin adalah soal daya tahan terhadap panas:
Bahayakah mencampur oli mesin dengan minyak goreng?

Menyikapi hal itu, Shell Lubricants Technical Manager Indonesia Shofwatuzzaki mengatakan penggunaan minyak goreng untuk dicampur ke dalam oli mesin sangat tidak direkomendasikan.

“Dari sisi teknis itu tak masuk akal. Dari sisi teknis itu tidak direkomendasikan,” kata Shofwatuzzaki yang akrab disapa Zaki itu seusai peluncuran pelumas khusus sepeda motor automatic (skutik) Shell Advance AX7 dan AX5 di Jakarta, Minggu.

Zaki mengatakan penggunaan minyak goreng akan merusak komposisi oli di dalam ruang mesin sekaligus berakibat merusak mesin.

Menurut Zaki, oli mesin mengandung ketahanan oksidasi ketika oli tercampur udara untuk pembakaran dan berkemampuan menahan panas.

Itu klaimnya. Entah itu dapat fakta darimana, yang jelas atas permintaan penonton youtube penulis coba buktikan sendiri. Pakai cara gampang, yaitu dengan dipanggang di atas kompor gas.

Biar lebih fair, semua ditaruh pada plat yang sama sehingga kalau panas, maka panasnya kena sama sama. Bakal kelihatan mana yang lebih dulu menguap. Cuma karena nggak pengalaman, ujinya kacau.

Untungnya walau percobaan jadi kacau, penulis minim bisa lihat sendiri bahwa Amsoil Signature Series 5W50 mendidih lebih cepat dari minyak goreng (nggak tahu mereknya apa, tapi yang jelas bukan bimoli, biasanya tropical). Amsoil dan PTT juga terlihat berasap lebih cepat dari minyak goreng ataupun campuran minyak goreng dan prima xp.

Untuk selanjutnya penulis bakal pakai plat yang sama. Namun nanti dibuat dekok dekok dulu biar nggak luber ke mana mana.

8 respons untuk ‘Minyak goreng nggak tahan panas? Tapi faktanya Amsoil Signaturenya yang mendidih duluan

  1. Punya sisaan total ineo 500ml, r4x 500ml.
    Total ineo niatnya mau dituang di mbit bini, tapi masih kurang 200-300ml lagi.
    Sarannya om, lebih baik total ineo+migor ataukah total ineo+r4x buat dituang di mbit?

    Suka

  2. Menurut saya baiknya di luar ruangan Mas Aji, pakai torch, dihitung pakai timer. klo pakai kompor rawan apinya nyamber ke olinya apalagi klo olinya sdh panas dan ngebul spt itu. wadahnya bisa pakai asbak almunium atw cetakan kue, atw tatakan gelas stainless. toh tidak butuh banyak olinya.

    Suka

    • Kalau pakai torch terpisah takutnya nggak sama perlakuannya, besar api beda. Cetakan kue lebih ideal. Tapi nggak berani pakai takut ketahuan. Percobaan akan saya hentikan kalau sudah mulai berasap, jadi tidak menguji flash point. Api mungkin berikutnya pakai api jauh lebih kecil. Inginnya cuma melihat kecepatan mendidih atau daya tahan ketika di limit titik penguapan dari yang terendah.

      Suka

  3. Maaf Pak oot,
    Pnasaran dgn motor maticnya temen, saat ganti oli gardan, trnyata motor yg dipake utk nerjang banjir ga pernah diperhatikan gardannya, smpe diketahui 9 bln kemudian (skitar 3500KM), oli gardannya didrain dan sudah berwarna krem, wkt itu krn ada sisa fastron ungu, sy berikan utk dipake jd oli gardannya, kira2 apa efeknya bila sering pake oli gardan yg sudah tercampur air?

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.