Uji panggang kedua, minyak goreng terbukti lebih tahan panas dan tahan oksidasi dibanding oli mesin!


Setelah percobaan sebelumnya kacau balau, akhirnya penulis sukses juga melakukan uji panggang oli dan minyak goreng. Kali ini yang diuji murni murnian. Artinya nggak ada campur campuran. Minyak goreng tersendiri, oli mesin tersendiri. Merek yang diuji adalah Amsoil Signature Series 5W50, Prima XP 20W50 dan Total Hi Pef 20W50. Penulis tidak tahu merek minyak gorengnya. Yang jelas bukan bimoli.

Hasil akhirnya seperti ini, minyak goreng dis ebelah kiri atas mengalami oksidasi paling sedikit:

Berikut videonya:

Asli penulis nggak nyangka bahwa selama pengujian panggang dengan api kecil ini minyak goreng justru yang paling bisa bertahan kejernihannya. Minyak goreng juga tidak berasap.

Tapi ini juga membuat penulis heran karena menurut jurnal jurnal, minyak goreng itu oksidasinya lebih parah. Mereka pakai uji oli macam apa ya? Karena kalau pakai FTIR, sis Ida memberikan info bahwa bila uji pelumas FTIR diterapkan pada minyak goreng, maka hasilnya akan salah, angka oksidasi akan terdeteksi tinggi, karena dari base sudah beda:
Ternyata bro Adhie aktif banget menjelek jelekkan penggunaan minyak goreng sebagai aditif oli mesin

Ketika membaca oxidation by FTIR, maka lab akan menggunakan base line (seharusnya adalah fresh oil dari pelumas yang digunakan) sebagai data awal, kemudian membaca sample ex. monitoring untuk kemudian di extract seberapa besar kenaikan oxidasinya pada respective lambda, kalau base line yang digunakan adalah senyawa non ester untuk pelumas yang mengandung ester ya pasti oxidationnya tinggi

Hal ini juga dikonfirmasi oleh website Noria:
Lubricant Oxidation and Remaining Useful Life Testing

Teknik lain yang digunakan untuk mendeteksi oksidasi base oil adalah analisis FTIR. Analisis FTIR secara efektif mengukur konsentrasi berbagai bahan organik atau metalo-organik yang ada dalam minyak. Ketika minyak dioksidasi, molekul minyak hidrokarbon dapat menjadi produk sampingan oksidasi yang larut dan tidak larut. FTIR mengukur akumulasi produk sampingan ini.

Jadi yang dideteksi adalah perubahan bahan. Bila pembandingnya tidak disesuaikan, maka hasil akan salah.

13 respons untuk ‘Uji panggang kedua, minyak goreng terbukti lebih tahan panas dan tahan oksidasi dibanding oli mesin!

  1. mnrt sy ya please pendapat sy sendiri hy sy sendiri 😀mengapa minyak goreng tsb lbh tahan penguapan dll dsbnya dibanding uji oli tsb yakni hy 1 yakni sperti yg sy sebutkan diatas hy feel sy aja ya please🙏adanya aditif yg banyak di oli yg menyatu di base oil nya hgg gampang penguapan , keruh dsbnya entah aditif yg dipakai yg pasti menjd penyebab gampangnya sperti itu sdgkan minyak goreng tdk ada aditif hy aja kandungan omega dll 😋makanya lbh cocok tuk namanya gorengan cireng, tempe, pisang , tahu bulat digoreng dadakan dll ma kopi serta duduk maniz diteras baca koran dllnya

    Suka

  2. Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh pak, semoga selalu diberikan rezeki yang berlimpah oleh Alloh swt.

    Mau mengajukan usulan, bagaimana kalo uji panggangnya untuk macam2 minyak goreng? Sebagai salah satu indikator saja mana yang kualitasnya baik.

    Terima kasih atas perhatiannya

    Suka

    • Wa ‘alaikumus salam wr wb. Terima kasih semoga diberikan kelimpahan rejeki juga.

      Kesulitannya adalah untuk cari variasi minyak gorengnya. Yang banyak tersedia adalah justru yang jelas kurang sip seperti fortune dan Sania.

      Tropical sudah terbukti kurang baik:

      pada kuncimas setara tapi kemurnian kurang:

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.