Total Hi Perf bikin mesin paling lega? Efek negatif kebanyakan campur migor ke bensin


Beberapa hari penulis mencoba oli Total Hi Perf 20W50 penulis merasakan sensasi motor yang luar biasa. Akselerasi makin mantap, bahkan top speed pun sekarang bisa mencapai 114 km/jam di situasi yang biasanya cuma bisa 110 km/ham:

Penulis yakin ini adalah efek oli. Karena sudah jelas sekali performa motor jadi terganggu ketika mulai menggunakan oli Adnoc. Oli Adnoc itu awalnya bagus. Terasa sekali aditifnya ok. Namun makin lama, performa makin turun, diiringi juga dengan suara mesin yang makin kasar. Kesannya bahan olinya atau polymernya kurang kuat.

Bila ada yang mengatakan bahwa oli ini adalah oli rekomendasi untuk balap, maka jawaban penulis adalah barangkali karena mereka pakai olinya tidak selama penulis. Barang kali setelah race langsung bongkar mesin. Beda dengan penulis yang sampai sekarang tidak pernah bongkar mesin. Kalau sudah kotor, nggak bisa otomatis bersih. Di akhir masa pakai, untuk bisa lari 110 km/jam saja susah.

Setelah pindah PTT, suara mesin terasa agak mendingan. Namun kesan dari oli ini adalah aditif yang terlalu minim. Hanya butuh 40 km saja untuk membuat aditif tidak terasa lagi. Baik jalan pelan atau kencang, suara mesin nggak bisa halus. Performa mesin jadi makin parah, motor sudah mulai sulit berakselerasi setelah 106 km/jam.

Akhinya memutuskan untuk pakai campuran minyak goreng lagi. Prima XP + Bimoli. Dengan pakai kombinasi ini, performa motor perlahan mulai pulih lagi. Motor sudah bisa lebih mudah mencapai 110 km/jam. Waktu akselerasi juga makin membaik. Tapi performa belum bisa sempurna karena penulis memutuskan untuk pakai aditif Nano Energizer. Padahal oli sudah dicampuri aditif Schaeffer Moly EP tanpa lilin yang terbentuk setelah dicampur bimoli.

Motor memang terasa cukup licin walau performa Prima XP masih seperti coba awal, kurang tahan sama rpm tinggi. Ini berkat Nano Energizer. Cuma sayangnya, efek Nano Energizer cuma bisa terwujud kalau motor nggak dipakai lebih dari 55 km/jam dan ngegas cuma maksimal 1/8.

Cuma mantap kalau dipakai pelan. Sebuah ironi karena untuk bisa manap di kecepatan tinggi, harus 90% jalan lambat. btw, Schaeffernya Moly EP sama sekali nggak kerasa tanpa campuran lilinnya.

Akhirnya pakai oli Total. Yang penulis rasakan setelah pakai oli Total adalah mantap mantap mantap. Sentakan di rpm rendah pulih. Sentakan di rpm menengah pulih. Garangnya di rpm atas pulih! Motor jadi enak sekali dipaai akselerasi.

Dan efeknya ini terasa makin lama makin baik. Hanya dalam sehari pakai Total (35 km), performa 0-100 bisa jadi 17.1 detik. Padahal sebelumnya jelas di atas 18 detikan. Ketika pakai PTT dan Adnoc malah lebih dari 20 detikan.

Cuma sayang penulis melakukan blunder. Penulis niatnya buat campuran aditif bensin siap pakai. Rencananya sih margarin dan sedikit minyak goreng. Tapi baru sadar setelah pakai di besoknya bahwa campurannya terlalu banyak minyak gorengnya. Jadinya semua akselerasi mantap jadi hilang.

Parahnya lagi, rupanya oli total ini termasuk yang kurang tahan terhadap fuel dilution dan rpm tinggi. Masih jauh lebih lumayan dari PTT, Adnoc, Valvoline Champ, Enduro Racing atau Deltalube. Tapi cuma sekitar setara dengan Prima XP tanpa minyak goreng. Awal berangkat memang mesin lumayan halus, tapi setelah digeber terasa suara mesin mulai kasar.

Walau begitu, penulis tetap suka sekali dengan peningkatan performa motor setelah menggunakan oli Total ini. Penulis berharap bisa lebih lama pakai oli ini.

Perlu diingat yang penulis coba merupakan versi lama dengan botol merah. Entah apakah oli Total 4T 300 botol coklat bakal punya rasa yang sama. Tidak tertarik yang 900 10W50 karena di msds tertulis minyak parafin, dan pour pointnya -36/

Berikutnya direquest pakai oli Motul Multipower.

24 respons untuk ‘Total Hi Perf bikin mesin paling lega? Efek negatif kebanyakan campur migor ke bensin

  1. Total produk made in kilang Singapore sepertinya ya, memang menurutku diatas rata2 produk made in Indonesia. Harganya juga ga terlalu mahal apalagi kalau lagi diskon di official storenya, dijamin asli

    Suka

  2. “Tidak tertarik yang 900 10W50 karena di msds tertulis minyak parafin, dan pour pointnya -36/”…maaf mas Cahyo, mohon dijelaskan teknis nya kok tidak tertarik…nuwun

    Suka

        • Yang dijual di tokopedia buatan singapura semua. Sebelumnya saya pernah coba bandingkan sds versi indonesia (buatan singapura) dengan buatan perancis, sayang lupa saya simpan di mana, tapi yang buatan singapura tidak dari pao. Yang buatan perancis pao. Walau secara kekentalan sama persis, tapi rasanya beda.

          Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.