Yamaha Fazzio Hybrid, sebuah taruhan besar?


Yamaha akhirnya meluncurkan motor baru lagi. Kali ini motor model beda sendiri (maaf tidak tahu genrenya), Fazzio hybrid:
https://www.instagram.com/p/CY0UvQeIYV3/

Mereka sendiri menyebutkan classy:

Yamaha memperkenalkan model motor ini sebagai desain yang fresh, simple dan modern.

Namun penulis tidak tahu apakah masyarakat punya selera yang sama dengan Yamaha dari sisi bagian berikut:

Karena rasanya, segmen konsumen yang menyukai model tersebut biasanya adalah mereka mereka yang lebih menyukai motor laki macam W175 atau motor laki retro lainnya. Tampilan yang old klasik dengan unsur modern yang minim, model serius. Sementara sepertinya motor ini mau dipasarkan ke konsumen wanita atau yang lebih muda. Dan yang lebih muda atau wanita cenderung model yang cute anime seperti Scoopy sekarang atau elegan modern seperti Scoopy sebelumnya.

Update: dari komen di sini dan artikel pembahasan Fazzio, kayaknya memang si bapak bapak yang tertarik. Entah ergonominya pas atau tidak.

Desain dari Yamaha Fazzio sulit untuk dibilang cute atau modern kalau dari sisi bodi. Lampu belakang pun masih halogen, dari tren lampu mulai di LEDkan. Padahal mestinya tampilan lebih keren kalau lampunya dibuat LED yang merata:

Lampu depan sih keren:

Speedometer juga. Sudah seperti NMAX model 2018. Nggak bisa protes, karena penulis juga beli versi old ya karena itu.

Soal teknologi konektifitas, penulis kurang tertarik. Tapi rasanya ada yang suka walau entah bakal dipakai terus atau cuma awal awal saja.

Dari sisi warna, mungkin yang dof yang bakal populer:

Entah yang model bikin orang silau berikut bakal laris atau tidak. Rasanya nggak pernah lihat Yamaha warna begini di jalan sampai sekarang walau sebelumnya pernah lihat di dealer.

Warna lain lebih murah. Dan hebat juga dengan harga 21,7 juta OTR Jakarta sudah dapat fitur komplit mulai dari smart key, konektifitas, termasuk juga hybridnya. Katanya torsi awal bakal makin besar.

Beda dengan versi Honda yang mengharuskan konsumen membayar biaya tambahan (walau sempat kemudian banting harga di PCX Hybrid pertama), maka di Fazzio ini fitur ditambahkan bahkan pada base model. Tapi jadi pertanyaan, seberapa besar pengaruhnya?

Tenaga hybridnya tidak dicantumkan. Jadi mungkin tenaga nggak akan besar. Mungkin cuma beda sedikit dari biasanya. Dan efeknya mestinya cuma terasa kalau awal bukaan gas saja.

Tapi tetap, kalau benar torsi awal makin besar, penulis jadi berpikir, jangan jangan ni motor jadi awal generasi Yamaha 125 cc yang gredek? Karena selama ini gredek itu seringnya terjadi di motor matik Jepang yang torsi rpm rendahnya besar. Kalau pemakainya pakai gaya sentak sentakan, maka break in kampas ganda nggak akan sempurna, yang hasilnya bakal cepat penyakitan gredek.

Smart key dan answer back sepertinya sudah jadi standar sekarang. Entah bisa dibilang lebih praktis atau tidak. Karena kadang malah membawa masalah seperti misalnya aki cepat habis. Mungkin pilihan ya? Tinggal enak yang mana, nggak usah bawa kunci atau nggak kepikiran ganti aki.

Fitur konektifitas termasuk redundan. Disebut bisa mengetahui konsumsi bahan bakar selama perjalanan lewat hp. Aneh juga ya. Lihat konsumsi bahan bakar selama perjalanan apa harus pakai hp ya?

Cari lokasi parkir juga bisa dilakukan dengan aplikasi lain atau bisa dengan diingat ingat:

Ada fitur notifikasi yang termasuk redundan bila pengendara masih bisa mendengar kring notifikasi dari hpnya.

Fitur lampu hazard disediakan:

Bagasi katanya gede, tapi nggak kelihatan kedalamannya:

Diisi sepatu sudah mentok:

Yamaha kembali memperkenalkan sistem double hook seperti di Gear. Tapi kali ini disediakan aksesori (harus beli terpisah sepertinya) khusus:

Disediakan bagasi depan. Tapi entah itu bakal mengganggu kaki atau tidak. Sayangnya tidak dilihatkan:

Tempat hp diklaim besar tapi kesannya kecil. Sayangnya di iklan tidak diperlihatkan:

Di website diperlihatkan menaruhnya seperti ini, aman tuh?

Disediakan tempat barang samping juga, yang membuat motor ini lebih menarik daripada Gear. Mungkin ini ya penyebab Yamaha Gear gencar dipromokan media di tahun lalu?

Kalau ada yang bisa disebut penghalang besar lakunya motor ini, menurut penulis adalah tampilan bodi depannya. Tinggal dilihat usaha Yamaha untuk membuat bagian itu keren bagaimana. Nanti kalau sudah lihat sendiri penulis akan komen lagi.

Menarik ketika Yamaha memasarkan ini sebagai kelas baru. Karena kesannya kok cuma Maxi Yamaha yang laris. Yang lain tidak. Menurut penulis ini usaha Yamaha untuk bikin laku kelas bawahnya.

20 respons untuk ‘Yamaha Fazzio Hybrid, sebuah taruhan besar?

  1. Saya ambil 1 Pak ga jadi ambil NMAX 😄 kemarin di warung wak haji pas masih gencarnya spyshoot dan prediksi saya tahan dulu buat ambil NMAX karna buat istri kasian ke kegedean. Udah indent ambil warna merah tapi gatau juga ready di kalimantan lama apa engga, kata kepala cabang YMH sekitar sebulanan. Btw sebenernya suka desain scoopy yg sekarang tapi karna mesinnya ga suka (bagusan yg sebelumnya) jadi batal padahal yg putih bagus
    Btw hybridnya ga terlalu ngefek kyknya ya mungkin karna akinya cuma 12v. Andai kata bisa diutak atik kasih tambahan baterai 50v mungkin lebih sip tinggal ACGnya aja jebol apa engga😄 lagian kiprok paling cuma bisa suplai 12v -15 v aja. Tapi se engganya ada era baru di ymh. Mungkin NMAX update nya pake hybrid juga

    Disukai oleh 1 orang

    • wah top langsung bisa prediksi ya. Memang sepertinya lebih cocok ergonomi untuk wanita. Apa yang tidak disukai dari mesin baru Scoopy?

      Iya, hybrid mungkin tidak begitu terasa. Kalau untuk NMAX mungkin nggak sebanding dengan torsi nmax yang sudah besar.

      Suka

      • mesin baru skupi masak gak paham Om? itu tuh yg sangat overstroke pistone cuilik, stroke dowo buanget. dah gitu oli mesinnya dikurangi cuma 650cc, padahal AHM jelek olinya. di test nanjak mesin generasi terbaru tersebut sangat ngos ngosan ngga sesuai karakter long stroke nya, tapi yaahh klo dipake mulus datar emang irit pake banget sih!

        Suka

  2. Overall cakep, fitur komplit. Kalo ada versi murah yg non keyless dan non hybrid harga 18-19 jutaan bisa jadi primadona nih

    Suka

  3. Kalo org sekarang apalagi konsumen muda yang dicari di motor skutik itu kan kerennya. Bisa dari desain sama fiitur. Urusan kenceng kayaknya ga terlalu penting, meski Aerox kenceng jg sih. Tapi kalo liat Scoopy apa ya kenceng tapi harga 20 jt lebih, gila mahalnya, laku pula. Nah kalo Yamaha coba nawarin gimana dengan harga ga beda jauh dengan Scoopy bisa dapet desain retro, sama fitur nya ini yg all out banget untuk ukuran pasar Indonesia.

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.