Minyak goreng disebut ada kandungan airnya, bagaimana efeknya ke mesin?


Salah satu kekhawatiran penggunaan minyak goreng sebagai aditifnya oli mesin adalah keberadaan kandungan air di minyak goreng.
Uji Kadar Air pada Minyak Kelapa Sawit

Pada minyak kelapa sawit mentah kadar air dan bahan menguap harus kurang dari 0.5% dan pada minyak goreng sawit adalah 0.1%. Hal ini karena kadar air berpengaruh pada warna produk, yang tentunya berhubungan dengan proses pemucatan pada minyak kelapa sawit dimana semakin tinggi kadar air maka warna produk minyak yang dihasilkan semakin buruk kualitasnya. Bahkan menurut penelitian Sari dkk, semakin tinggi kadar air maka semakin tinggi bilangan asam minyak tersebut yang mengindikasikan bahwa kualitas minyak semakin buruk.

Seperti diungkap bro Clarito berikut ini:

Clarito resdiano
Kupas Otomotif Bagaimana pendapat soal kandungan air pada minyak goreng, kata-nya tidak aman buat mesin? liat-liat di postingan baru & lama mengenai Minyak kemasan dari swalayan, dan Minyak goreng curah penelitiannya menemukan minyak curah di lingkungan sekitar kurleb (kurang lebih) 0.08-0.09% dan minyak goreng di supermarket 0.1-0.2% (Karena memang minyak goreng pake standar mutu SNI 3741:2019, kadar air > 0.3%) Yg saya tahu mesin pembuat oli mesin saja menurut salah satu produsen tetep ada batasan kandungan air-nya (karena nggak mungkin menghilangkan air kecuali tinggal di tempat hampa udara), Bahkan di mesin pun motor cuma disimpan, sering kena hujan, tinggal di lingkungan hujan kandungan air di dalam bisa saja tinggi.

Ternyata ada jawaban dari Noria untuk hal ini:
How to Determine Moisture Limits in Oil – Noria Corporation

Dalam hal mesin, tingkat kontaminasi air yang tinggi dalam oli tidak harus diantisipasi. Setiap kadar air di atas 300 bagian per juta (0,03 persen air) harus dipantau secara ketat. Ketika kadar air mencapai 1.500-2.000 bagian per juta (0,15-0,2 persen air), ada alasan untuk waspada. Dalam kondisi normal, kontaminasi air seharusnya tidak menjadi masalah bagi mesin, karena suhu operasi menguapkannya.

Yang perlu jadi catatan adalah bagian terakhir dari kalimat tersebut. Kontaminasi air tidak masalah bagi mesin bila mesinnya normal.

Soal air ini juga sudah disebutkan di bahasan sebelumnya:
Faktanya suhu kerja aman minyak goreng jauh lebih tinggi daripada oli mineral ataupun PAO!

Terutama di bagian:
What Is The Optimum Engine Oil Temperature?

Untuk mobil serba guna, oli mesin harus setidaknya 220 derajat F untuk membakar semua endapan dan akumulasi uap air. Untuk setiap pon bahan bakar yang dibakar dalam mesin, proses pembakaran juga menghasilkan satu pon air! Jika suhu bak mesin jarang melebihi 212 derajat (titik didih air), air akan bercampur dengan belerang (produk sampingan pembakaran lainnya) dan menghasilkan asam yang pada akhirnya dapat merusak bantalan.

Dari sini sudah bisa disimpulkan bahwa kandungan air itu bukan cuma terjadi pada minyak goreng saja, tapi pada oli mesin juga. Jadi baik minyak goreng atau oli mesin, kandungan air perlu dicermati.

5 respons untuk ‘Minyak goreng disebut ada kandungan airnya, bagaimana efeknya ke mesin?

  1. Kalau oli ada kadar airnya yah normal untuk oli baru, tapi kalau kena banjir dan kadar airnya banyak sampai putih susu itu yang bermasalah.
    Untuk minyak goreng sih selama pakai minyak goreng yang kemasan sih aman. Kalau pakai yang curah kadar airnya banyak ( Untuk ngetes panaskan minyak goreng apakah muncul suara pletok2, Kalau ada berati kadar airnya banyak).

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.