Motul Multipower terbukti jauh lebih sip dari Motul untuk motor matik


Sudah 180 km penulis menggunakan oli Motul Multipower 20W50 di motor nmax penulis.

Satu hal yang menyolok di oli ini adalah ini bukanlah oli untuk motor, tapi oli untuk mobil. Nggak ada tulisan JASO di bungkus oli ini. Dan yang perlu diperhatikan, di oli ini ada logo APInya, API SM:

Yang jadi unggulan oli ini adalah oli ini dirancang jadi oli negara tropis dengan fokus di anti oksidasi dan anti aus:

Oli ini buatan Vietnam:

Penulis beli di lapak resmi motul saat diskon. Harga resminya sekitar 131 ribu untuk versi 1 liter. Di tutup ada barcodenya:

Penulis pilih beli motul versi oli mobil karena penulis berpendapat aditifnya bakal lebih lengkap dan komplit dari versi motor. Sebenarnya juga ada yang 15W50 tapi penulis sengaja pilih yang 20W50 karena menurut penulis aditif perubah VInya lebih sedikit. Harapannya oli bisa bertahan digeber lebih lama.

Dan ternyata firasat penulis benar. Yang penulis rasakan di oli ini adalah aditif anti aus yang terasa komplit atas bawah. Dipakai pelan makin lama makin halus. Dipakai kencang top speed juga suara mesin jadi makin halus. Dari sisi ketahanan kehalusan suara mesin pun juga tetap terjaga walau dipakai top speed cukup lama. Ketahanan kekentalan dari hari ke hari pun cukup lumayan.

Penulis sudah lupa kesan saat pakai Motul Scooter bagaimana, tapi penulis merasa bahwa Motul scooter nggak ada apa apanya bila dibandung dengan motul multipower ini. Padahal sebenarnya harganya 11-12 kalau di lapak resmi.

Oli Motul Multipower ini menjadi salah satu oli yang saat digeber suara mesinnya bisa makin halus. Sudah kayak Amsoil Signature yang penulis coba sebelumnya.

Cuma, setelah pemakaian 180 km, penulis juga bisa menyimpulkan beberapa kelemahan dari oli ini. Yang penulis perhatikan betul adalah dari performa motor. Setelah sebelumnya tenaga jadi ganas karena pakai oli Total JASO MA, maka setelah pakai Motul Multipower, tarikan jadi turun drastis. Sentakan yang tadinya terasa di bawah, tengah dan atas, jadi buyar semua. Motor sudah nggak lagi njengat. Sudah nggak garang lagi.

Top speedpun juga jelas jadi menurun. Dari sebelumnya bisa mencapai 114 kpj, menjadi berat banget untuk bahkan 110 km/jam sekalipun. Bahkan kalau tidak slip streaming, mampunya cuma 108 km/jam. Yang bikin berat menurut penulis bukan kekentalannya, karena makin hari nggak makin kencang. Beratnya tarikan lebih karena aditifnya mengganggu pembakaran kalau menurut feeling penulis. Jadi mau dipakai sampai encer pun menurut penulis nggak bakal seganas ketika pakai oli Total.

Sayangnya juga bahan dasar olinya sepertinya juga kurang begitu tahan terhadap fuel dilution. Pertama mesin nyala pasti agak kasar suaranya. Tapi mungkin ini oli sangat menggantungkan dengan aditif, sehingga seelah beberapa saat jadi halus. Jadi rasanya bahan oli sudah nggak layak pakai, tapi dari aditifnya jadi penolongnya.

Entah sampai kapan aditifnya mampu mempertahankan ini. Yang jelas, ini oli termasuk yang aditifnya paling komplit kalau menurut penulis. Bawah dihalusin, atas dihalusin. Cuma sayang bahan olinya menurut penulis kurang sip. Dari datasheet sih disebut hydrotreated. Tapi mau bagaimana lagi? Oli Motul yang 400 ribuan pun ada yang bahannya hydrotreated.

Ini termasuk oli yang cocok dicampuri minyak goreng. Nggak penulis kategorikan jelek. Masih termasuk layak pakai. Oli ini jauh lebih mantap untuk mereka yang lewatnya daerah panas. Pilihan yang lebih masuk akal daripada Motul yang untuk motor matik.

Mengapa nggak HDEO? Karena oli HDEO dari Motul nggak ada yang xxW50. Menurut penulis nggak ada untungnya memaksakan pakai oli diesel di saat motor penulis butuhnya xxW50. Penulis juga nggak yakin aditifnya oli untuk HDEO lebih unggul daripada yang PCMO kalau pemakaiannya untuk di motor matik.

Pembersihan mesin? Gampang, penulis tinggal selingi dengan Mesran SAE 40 campur bimoli.

7 respons untuk ‘Motul Multipower terbukti jauh lebih sip dari Motul untuk motor matik

  1. mau tanya, denger2 yg Motul type 300V yg pake EsterCore itu krmampuan bagusnya (top performance) oli cuma 500Km saja ya? abis itu mulai turun..

    Suka

  2. Pak cahyo, kalau minyak goreng di campur sama oli samping ke tabung oli samping langsung misal di campur nya kira2 1 gelas kecil untuk minyak gorengnya, apakah akan aman pak buat blok dan pistonnya?

    Suka

    • Iya, tidak ada keluhan soal blok dan piston. Tapi ada yang mengeluh bahwa kotoran di knalpot lebih banyak sehingga jadi lebih buntu setelah 2 tahun pakai. Entah yang dipakai minyak goreng apa.

      Yang jelas asapnya lebih banyak daripada kalau pakai oli samping normal.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.