Panggang oli di kompor gas itu nggak valid karena suhunya nggak seperti di mesin? ASTM juga gitu kok


Penulis sudah beberapa kali melakukan uji panggang oli. Dari hasil uji ini penulis bisa mendapat beberapa kesimpulan berharga. Namun ada saja yang tidak setuju dengan cara uji tersebut. Dianggap uji ini tidak relevan karena tidak dilakukan di mesin motor. Dari suhunya juga bukan suhu yang bisa terjadi di ruang olinya mesin. Dari sisi udara bebasnya pun beda. Di mesin tertutup, di uji panggang udaranya mengalir bebas.

Apakah memang uji oli mesin itu semuanya harus dilakukan dengan kondisi yang sama dengan kondisi mesin?

Jawabannya tidak. Perhatikan juga bahwa ada lho yang memilih oli pakai uji semacam:

Penulis jawab tidak karena ada uji resmi ASTM yang dilakukan tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya pada mesin. Contohnya adalah uji oksidasi untuk oli mesin:
ASTM D4742-17 – Standard Test Method for Oxidation Stability of Gasoline Automotive Engine Oils by Thin-Film Oxygen Uptake (TFOUT)

1.1 Metode pengujian ini mengevaluasi stabilitas oksidasi oli mesin untuk mesin otomotif berbahan bakar bensin. Pengujian ini, dijalankan pada 160 °C, menggunakan reaktor bertekanan tinggi yang diberi tekanan dengan oksigen bersama dengan paket katalis logam, katalis bahan bakar, dan air dalam simulasi parsial kondisi di mana oli dapat dikenai dalam mesin pembakaran bensin. Metode pengujian ini dapat digunakan untuk oli mesin dengan viskositas dalam kisaran dari 4 mm 2 /s (cSt) hingga 21 mm 2 /s (cSt) pada 100 °C, termasuk oli yang dimurnikan kembali.

Uji dilakukan di suhu 160 °C, suhu yang termasuk terlalu tinggi untuk mesin. Suhu yang menurut motortrend sudah merupakan suhu dimana mesin sudah macet:

Selain itu, uji ini juga disertai pasokan oksigen dan katalis yang sepertinya tujuannya adalah untuk membuat lapisan olinya cepat teroksidasi.

Contoh uji lain yang dilakukan dengan kondisi yang tidak sesuai kenyataan adalah uji evaporation loss atau seberapa banyak oli habis karena penguapan:
ASTM D5800-21 – Standard Test Method for Evaporation Loss of Lubricating Oils by the Noack Method

Tidak disebut suhunya berapa. Tapi di dokumen yang penulis dapatkan dari bppt.go.od berikut disebutkan:
Guide to ASTM Test Methods for the Analysis of Petroleum Products and Lubricants 2nd Edition

Maaf kalau nggak kebaca, tapi disitu tertulis:

A measured quantity of sample is placed in an evaporation crucible which is then heated to 250°C with a constant flow of air drawn through it for 60 min. The loss in mass of the oil is determined

Terjemahan google:

Sejumlah sampel yang terukur ditempatkan dalam penguapan wadah yang kemudian dipanaskan hingga 250°C dengan aliran konstan udara yang melaluinya selama 60 menit. Kehilangan massa minyak ditentukan

Yang lebih panas lagi ada, yaitu uji deposit piston, dilakukan di suhu 285°C:
ASTM D7097-19 – Standard Test Method for Determination of Moderately High Temperature Piston Deposits by Thermo-Oxidation Engine Oil Simulation Test—TEOST MHT

1.1 Metode pengujian ini mencakup prosedur untuk menentukan massa endapan yang terbentuk pada batang uji yang dibuat secara khusus yang terkena lintasan berulang 8,5 g oli mesin di atas batang dalam film tipis di bawah kondisi oksidatif dan katalitik pada 285 °C. Kisaran penerapan metode pengujian Mesin Termo-Oksidasi Suhu Tinggi Sedang (TEOST MHT 2 ) yang diturunkan dari studi antar laboratorium adalah sekitar 10 mg hingga 100 mg. Namun, pengalaman menunjukkan bahwa nilai deposit dari 1 mg hingga 150 mg atau lebih dapat diperoleh.

Yang lebih panas lagi ada:
ASTM D6335-19 – Standard Test Method for Determination of High Temperature Deposits by Thermo-Oxidation Engine Oil Simulation Test

Suhunya antara 200 hinga 480 derajat:

Entah apa ada uji uji lain. Yang jelas uji uji tersebut kadang dipakai untuk pamer kemampuan oli, terutama merek Amsoil:
AMSOIL: Comparative Synthetic Motor Oil Testing

Penulis sendiri melakukan uji panggang tujuannya adalah untuk uji oksidasi. Penulis asli nggak menyangka bahwa ternyata selama pengujian, justru minyak goreng bimoli yang paling awet tidak berasap dan tidak menghitam. Ikutan bikin kerak, tapi masih termasuk rata rata. Itupun lebih mudah dibersihkan.

Versi video:

2 respons untuk ‘Panggang oli di kompor gas itu nggak valid karena suhunya nggak seperti di mesin? ASTM juga gitu kok

  1. Panggang oli pake kayu bakar atau kalo tidak panggang oli pake api tukang Las biar maksimal atau kalo tidak di tempat peleburan baja

    Suka

  2. […] Dibantah seperti itu yang jadi fokus pertama bukan mengakui bahwa minyak goreng lebih sulit menguap, tapi malah ujinya dibilang nggak sesuai. Padahal uji dengan panas melebihi suhu mesin merupakan salah satu uji standar yang wajib dilakukan pabrik oli: Panggang oli di kompor gas itu nggak valid karena suhunya nggak seperti di mesin? ASTM juga gitu kok […]

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.