Bagian seal ini yang dibikin kisut sama oli PAO! Mesran SAE 40 nggak tahan panas!


Di machinerylubrication.com Noria, disebutkan bahwa salah satu kelemahan dari oli dari bahan PAO adalah kecenderungannya untuk membuat seal kisut, diterjemahkan jadi “penyusutan segel” sama google:
Memahami Perbedaan Antara Formulasi Oli Dasar

Sebelumnya penulis tidak tahu aktualnya bagaimana, tapi testimoni dari bro Koki Ranchu membuat penulis jadi lebih jelas implikasinya apa. Berikut percakapan penulis dengan bro Koki Ranchu. Penulis sertakan komplit saja biar lebih jelas. Testimoni ini sekaligus menjelaskan mesran SAE 40 nggak tahan panas:
https://www.youtube.com/watch?v=ZRmRE4sv1jo

Koki Ranchu
Coba uji panggang xten sport 10w40 sama deltalube daily dong, tanpa campur migor dan yang di campur migor. Pengen tau seberapa banyak penguapan dan kerak nya dari kedua oli tersebut. Soalnya selama ini cuma oli itu yg di rasa cocok di motor bore up saya mx king dan gsx. Campur bimoli baru nyoba 10 persen di mxking boreup, untuk gsx boreup belum berani nyoba. Pernah nyoba mesran sae40 hasil nya di 600 km oli susut banyak dan seperti berlumpur, di 450 km sudah sangat kasar. Thx

Kupas Otomotif
waduh, pakai mesran sae 40 malah ngga kuat dan xten yang lebih awet? Apa mungkin cocoknya oli 20W50? Karena saya pernah pakai xten kekentalannya rasanya seperti seakan pakai oli SAE 60.

Lain kali kalau sudah kasar jangan ragu ganti oli.

Coolant apa sudah pakai yang 10% konsentrat? karena sepertinya butuh pendinginan lebih ekstrem.

Mungkin cocoknya cuma ravenol motobike racing atau ptt superbike racing yang bahannya lebih tahan panas, PAO.

Sayangnya saya tidak punya kedua oli itu dan masih belum rencana beli.

untuk yang lebih murah, cari yang dari bahan grup 3 / hydrocracked. Contohnya shell advance ultra.

Koki Ranchu
@Kupas Otomotif @Kupas Otomotif iya mas lebih kuat xten,deltalube. mesran sae 40 waktu di drain seperti berlumpur, suara mesin kasar ga karuan dan tenaga motor juga drop. Sekarang ini lagi nyoba xten campur bimoli 10%, yg di rasa sih mesin sedikit lebih responsif di rpm bawah, mesin tetap halus.

Wah bisa berbeda yaa mas feel nya? Kalo di motor saya pakai xten malah enteng banget, tenaga dan halus nya mesin sama ketika dipakai siang dan malam hari.
Coolant saya pakai engine ice mas.

jadi pertanyaan apakah ester bisa akur dengan migor mas?

Untuk oli pao saya kapok mas karna seal waterpump jadi kayak kisut gitu mas, jadi bikin rembes.
Thx

@Kupas Otomotif untuk shell advanced ultra udah pernah nyoba mas mesin kasar dan tenaga drop dipake siang hari. Menurut saya oli shell karakter nya mirip motul 5100 cuma enak dipake malem hari.
Malah lebih enak mesran sae40 campur migor mas walaupun di 450 km sudah kasar.

@Kupas Otomotif makanya saya penasaran mas dengan hasil dari uji panggang oli xten dan deltalube daily. Karna hanya kedua oli itu yg cocok di motor saya, pernah make juga oli silkolene max dan castrol power 1 Racing. Enak juga oli nya cuman karna di bengkel2 biasa jarang ada dan kalo beli online takut palsu jadi cuma xten dan deltalube yg saat ini sering dipakai

Kupas Otomotif
@Koki Ranchu Shell yang dicoba juga kekentalan belakang 50? Tapi memang shell itu olinya terlalu gampang encer.

Iya ya, repot juga bila pakai PAO terus seal jadi kisut. Yang dipakai merek apa? Apakah di merek itu ada versi yang ada esternya? Soalnya katanya PAO harus dicampuri ester biar lebih aman terhadap seal?

Mestinya kalau sudah oli ester tidak usah ditambah minyak goreng lagi.

Mesran SAE 40 yakin asli ya?

Xten mungkin kualitasnya naik turun. Karena dari testimoni saja beda beda. Ada yang pengalamannya buruk banget, ada yang ok terus.

Nanti saya coba cari oli yang lebih tahan. Untuk sementara terpaksa yang dari grup 2 dulu. Seperti Fastron techno, Bardahl atau repsol (semua yang xxW-50).

Koki Ranchu
@Kupas Otomotif @Kupas Otomotif pakai ultra yg 10w40, iya setuju menurut saya oli shell ga cocok untuk penggunaan rpm tinggi.

Pernah pakai axson infinity dan ptt superbike racing, dua dua nya bikin seal klep dan seal waterpump kisut, tp memang untuk performa kedua oli itu oke banget.

Tapi jika ingin tetap memakai migor sebagai campuran gimana apakah boleh? Karna ketika di campur migor 10 persen motor jadi sedikit lebih responsif di rpm bawah jadi lebih nyaman di bawa, untuk rpm atas sih belum bisa merasakan perbedaan nya.
Iya asli mas mesran nya beli langsung di spbu.

Selain kualitas nya yg naik turun apakah adaptasi pembentukan ulang film oli bisa mempengaruhi? Karna pertama kali pake oli xten memang tarikan terasa lebih berat, tp setelah pemakaian kedua dan seterus nya jadi malah lebih enteng dari castrol power 1 racing aneh nya.

Apakah tidak terlalu kental pakai yg buntut 50? Pernah pakai repsol yg 20w50 terasa berat. Kalo 10w50 bagaimana apa ada rekomendasi oli apa mas?
Thx

Aden Izzat
@Koki Ranchu abang tinggal di daerah panas? karena dari cerita abang, pakai oli dgn kekentalan 40 hasilnya jelek, mesin gampang kasar. dicoba aja oli yang kekentalan 50. saya bulan lalu pakai fastron techno 15w-50 campur migor di honda beat tarikan engga terlalu berat, hasilnya puas, suara mesin halus. sekarang lagi pakai motul 5100 15w-50, pakai migor juga 100 ml, udah jalan 400 km suara mesin masih halusss banget👍🏻👍🏻👍🏻

Koki Ranchu
@Aden Izzat saya tinggal di jakarta mas.
ngga semua yg buntut 40 jelek kok di motor saya hanya beberapa, sekarang jg masih pakai xten buntut 40 campur migor 10 persen oke banget di mx king bore up, untuk gsx boreup masih pakai deltalube. Ada banyak pertimbangan kenapa ngga betah pakai buntut 50, salah satu nya karna alasan motor sudah bore up dengan clearance piston dan liner cukup rapat dan ingin performa yang lebih ringan di rpm bawah mengingat karna karakter mesin over bore itu kelemahan nya loyo di rpm bawah jadinya butuh oli yg lebih encer min buntut 40. Sudah nyoba yg 20w50 hasilnya sangat berat di rpm bawah sampai menengah, tapi entah kalau yg 10w50 belum nyoba

Kupas Otomotif
@Koki Ranchu wah parah juga bila kedua oli tersebut merusak seal. Bila mesrannya asli berarti memang butuhnya oli yang lebih tahan suhu tinggi. Cuma memang kebanyakan oli yang tahan suhu tinggi itu bikin seal kisut. Jarang yang aman terhadap seal. Sharingnya sangat berharga.

Iya, silahkan pakai minyak goreng. Bila selama ini ok bisa diteruskan.

Antara SAE xxw40 dan xxW50 sebenarnya adalah kategori. Jadi ada xxW40 yang kekentalannya mendekat xxW50. Jadi ada xxW50 yang encernya mendekati xxW40 juga. Cuma ini sulit jadi acuan.

Sebaiknya tidak hanya menggunakan acuan gap antar komponen karena suhu mesin tidak standar maka kekentalan yang dibutuhkan juga tidak standar. Kalau tidak salah oli SAE 40 suhu 75 derajat itu setara SAE 50 suhu 90 derajat. Jadi kalau panas mesin melebihi normal, bila asalnya butuh 10W30, bisa jadi butuhnya harus 10W50.

Saya sendiri masih yakin bahwa Xten yang saya coba itu kekentalannya melebihi xxw40, karena saat pagi pagi hari pertama, motor sampai sulit sekali menyala. Di hari kedua masih berat, hari ketiga sudah tidak berat, di hari ke 14 sudah sangat encer.

Sayangnya saya sulit memberikan rekomendasi oli xxW40 karena bahkan fastsron techno 10W40 pun tidak memuaskan untuk saya. Mungkin bisa coba merek repsol atahu bardahl.

Repotnya oli VI tinggi sekarang dicapai dengan aditif, sehingga kalau digeber jadi cepat encer. Mungkin bisa coba juga oli 15W40 atau 20W40.

Bila coolant sudah bagus, coba ditambahi air cleo. Mungkin kurang dingin juga.

Koki Ranchu
@Kupas Otomotif terimakasih mas atas informasi nya. Jadi dapet pencerahan mengenai kekentalan oli.
Kalo oli unil opal racing 10w50, repsol carrera 10w60, repsol smarter 10w50, total hi perf 900 10w50 bagaimana mas yg mana yg recomended untuk suhu dan rpm tinggi?
Thx

Kupas Otomotif
@Koki Ranchu sama sama.

Saya belum cari data yang repsol itu tapi yang lain sepertinya termasuk rata rata. Lihat saja data dari pour point. Kalau di bawah -20 derajat mestinya tidak tahan panas karena bahannya mestinya mendekati grup 1. Kalau PAO mestinya mendekati =50 derajat. LIhat dari flash point juga untuk cek mana yang lebih tahan panas. Tapi biasanya beda sedikit karena sekarang bahan oli itu seringnya campuran.

Tapi ya itu tadi, yang tahan panas seringnya merusak seal ya? Karena pabriknya kurang memperhatikan. Mungkin coba cari oli PAO yang menyebut eksplisit aman untuk seal (high mileage.) saya juga sedang cari.

Koki Ranchu
@Kupas Otomotif oalah pantes xten sama deltalube selama ini di rasa cocok di motor saya, karna di datasheet nya saya lihat pour point nya -30.
Jadi makin penasaran sama hasil uji panggang oli xten sama deltalube daily

Yang penulis simpulkan adalah, Mesran SAE 40 tidak kuat untuk dipakai di mesin modif dengan suhu yang amat panas. Pakai oli PAO tahan panas tapi resiko bikin seal kisut. Yang kisut adalah seal valve dan waterpump.

Testimoni ini juga membuat penulis kembali meragukan oli PTT setelah sebelumnya coba oli PTT Chalenger mengecewakan, terasa kekurangan aditif. Dan ternyata yang PAO pun masih bikin seal kisut.

Kalau dari rekomendasi Noria, harusnya oli PAO itu dinetralisir sifatnya dengan campuran ester;
When to Switch to a Synthetic Oil

Sepertinya resep dari PTT ataupun Axson masih kurang netral.

9 respons untuk ‘Bagian seal ini yang dibikin kisut sama oli PAO! Mesran SAE 40 nggak tahan panas!

  1. Mesin boreup itu kebanyakan area pelepasan panasnya sudah berkurang dibandingkan mesin normalnya, jadi suhu mesin cenderung lebih tinggi dengan intensitas jangka waktu yang lama, karena itulah pemakaian oli biasa dengan perbandingan performa dan harga terbaik jadi ga berlaku lagi, yang dibutuhkan adalah oli yang tidak cepat encer dan tahan penguapan suhu tinggi secara terus menerus.

    Suka

  2. Wkt itu adik sy mengeluhkan pake mesran super 20w50+10 ml bimoli, mesin malah jadi lebih panas, pdhl itu di jupi z 2010, krn beli seken jadi ga tau apa sudah modif ato ga, mgkn motornya memang ga cocok pake mesran, tp skrg pake yamalube lg, ganti olinya seminggu sekali, pemakaian sering di daerah suhu panas, rata2 pemakaian motor skitar 100 KM perhari,
    Sebaiknya pake oli apa yg cocok?

    Suka

    • Motor vario 125 old saya semingguan ini keluar asap di bagian mesin kalo habis dipakai.
      Tapi belum saya bongkar juga, bagian mana yg benar2 keluar asap.
      Bau2nya bukan kayak bensin kebakar.
      Jadi kemungkinannya, kalo nggak olinya berarti air radiatornya.
      Selama ini saya pakai oli mesran super + 10% migor sunco, rutin pakai pertamax.
      Dari artikel di atas, yg bikin kisut itu olinya atau migornya om?

      Suka

      • Mungkin coba pakai mesran SAE 40 dan bimoli saja. Ada yang bilang sunco lebih encer. Kalau ternyata makin parah, mungkin perlu ambil sebaliknya, pakai oli grup 2/3 semacam fastron.

        Atau memang dari dulu sudah begitu tapi setelah pakai minyak goreng jadi ketahuan karena minyak goreng lebih sulit terbakar? Mungkin perlu cek seal klep exhaust.

        Suka

      • Itu vario karbu kah ?
        Cek businya apakah elektrodanya putih kalau iya coba agak diborosin.
        Kalau tetap overheat berati wassalam.

        Suka

    • Mungkin perlu coba dulu mesran SAE 40 yang lebih encer. Mungkin itu terlalu kental.Tapi kalau menurut saya sih mesin jadi lebih panas itu bukan tanda negatif selama mesin tidak overheat. Karena bisa jadi tenaga lebih keluar maka mesin jadi panas. Kalau memang tetap panas, maka AFR yang dibenahi, misal filternya harus bagus, knalpot harus standar.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.