Jurnal pun pakai minyak goreng beli dari toko untuk uji campuran oli mesin


Salah satu yang jadi alasan penolakan penggunaan minyak goreng sebagai aditif oli mesin adalah diklaim bahwa yang diteliti sebagai campuran oli mesin itu bukan minyak goreng yang seperti dipergunakan para pemakai minyak goreng sekarang ini, yaitu beli dari toko langsung dipakai. Diklaim bahwa palm oilnya pasti sudah diproses atau diolah dulu. Disebut tidak pakai cooking oil tapi lain lagi. Diklaim juga bahwa mencampurnya itu tidak sekedar diaduk aduk karena katanya minyak goreng tidak bakal bisa tercampur sempurna. Minyak goreng disebut kekentalannya tidak stabil, sehingga kalau dicampur oli maka kalau panas olinya jadi kental.

Tapi sayangnya lagi lagi klaim tersebut tanpa referensi pendukung. Dan rasanya mustahil untuk bisa mendapatkan referensi dari yang mengklaim tersebut. Mustahil.

Padahal untuk tahu campuran bisa sempurna atau tidak tinggal dicoba. Dan penulis sudah coba sendiri. Warna oli beda:

Tapi setelah dicampur, bahkan sudah 2 minggu pun tetap tercampur rata, nggak beda setelah pertama habis dikocok:

Dan penulis hari ini nemu jurnal yang ternyata berlawanan dengan klaim di atas. Berikut jurnalnya:
Friction and wear response of vegetable oils and their blends with mineral engine oil in a reciprocating sliding contact at severe contact conditions

Terjemahan googlenya:

Pelumas yang digunakan dalam percobaan ini terdiri dari PO, SBO dan MO. PO yang digunakan adalah minyak goreng biasa (Vesawit, Malaysia) yang telah mengalami proses manufaktur seperti refining, bleaching dan deodorising. SBO yang digunakan adalah jenis organik komersial (Clearspring, Italia) yang telah mengalami proses pengepresan dingin dan juga cocok untuk digunakan sebagai minyak kuliner. Sampel MO adalah oli mesin mineral yang tersedia secara komersial dengan tingkat kekentalan SAE 15W40. Minyak nabati juga dicampur pada 50% volume dengan oli mesin mineral komersial, yang sama dengan rasio campuran 1:1. Untuk memastikan campuran yang seragam, agitator mengaduk minyak campuran selama 10 menit tepat sebelum uji keausan dimulai. Keseragaman setiap campuran dinilai dari tampilan visual minyak di mana tidak ada lapisan yang signifikan atau warna yang berbeda yang tampak pada campuran minyak. Rincian pelumas dan campurannya tercantum dalam Tabel 1.

Jelas bahwa yang diteliti di jurnal tersebut adalah minyak goreng biasa dengan merek Vesawit. Disebut mengalami proses manufaktur RBD karena memang semua minyak goreng seperti itu:
Penjelasan produk minyak kelapa sawit yang bisa dipakai di motor: migor, margarin, BOS, shortening, RBD?

Tabel 1 yang dimaksud adalah data kekentalan dari oli. Bisa dilihat kekentalan minyak goreng merek Vesawitnya setara oli SAE 0W16:

Klik untuk mengakses JT-V13-1-20.pdf

Lalu proses mencampurnya juga langsung, minyak goreng tidak diproses lagi tapi hanya dikocok pakai agitator selama 10 menit sebelum diuji. Berikutnya juga dijelaskan bahwa campuran sudah dipastikan homogen alias tercampur sempurna dengan mengecek keberadaan lapisan berbeda atau warna yang berbeda. Jadi jelas jurnal ini membantah klaim klaim penolakan di atas.

Untuk jawaban soal kekentalan yang disebut tidak stabil uniknya dibantah oleh dokumen di website yang kata depannya adalah jurnaltribologi:
Development of palm oil blended with semi synthetic oil as a lubricant usingfour-ball tribotester

Gambar itu adalah gambar kekentalan oli dari suhu rendah sampai suhu tinggi. Ada yang campurannya 100% oli mineral (EO), ada yang campurannya 100% minyak kelapa sawit (PO). Terlihat jelas bahwa yang kekentalannya paling drastis berubah adalah yang 100% oli mineral! Yang minyak kelapa sawit justru yang kekentalannya paling stabil.

Dan data itu juga menjawab bahwa oli yang dicampur dengan minyak kelapa sawit itu hasilnya adalah jadi oli ENCER. Di suhu panas lebih encer, apalagi di suhu dingin.

Hati hati dengan yang melakukan klaim klaim tapi nggak bisa kasih bukti. Tidak perduli walau yang mengklaim itu kaya, punya pabrik, kerja di pabrik oli, sekolah diajari soal oli, kerja jual oli, dapat komisi penjualan oli, dst. Perlu ada bukti.

btw, sumber di atas tidak penulis bahas kesimpulannya karena menurut penulis kurang fair membandingkan oli 15W40 dengan 0W16. Kekentalan sangat mempengaruhi daya pelicin dan perlindungan anti aus dari oli. Mestinya uji dilakukan dengan membandingkan dengan oli yang 0W16 atau paling tidak 0W20 kalau kesulitan cari yang 0W16.

Iklan

2 respons untuk ‘Jurnal pun pakai minyak goreng beli dari toko untuk uji campuran oli mesin

    • Proses produksi menghasilkan oli dengan beberapa kekentalan. Perusahaan blending oli mencampurkan kekentalan untuk menghasilan kekentalan tertentu. Bisa disimak di video LE berikut:

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.