Review suspensi belakang DBS 766 replika YSS Evo untuk Beat/Mio/Nex2, agak kecewa


Suspensi belakang dari motor Suzuki Nex2 penulis sudah rusak, tipe DBS 744.

Umur termasuk lumayan, sekitar 20 ribu km:

Ini jelas jauh lebih awet daripada suspensi pabrikan yang cuma tahan ratusan km. Dan rusaknya juga sepertinya karena dipakai menerjang polisi tidur. Termasuk parah karena bocornya sampai kelihatan:

Untuk penggantinya penulis diminta anak untuk beli yang tanpa tabung saja. Pilihannya ada 3.

Penulis pilih yang 766 karena cari yang murah tapi terlihat ok (masih ada yang lebih murah lagi). Penulis pun pilih yang warna hitam.

Tapi penulis ternyata kecewa:

Dari build quality sudah bagus, bahkan lebih bagus daripada suspensi orinya motor matik KYB atau Showa. Namun dari sisi hambatan suspensinya tidak sesuai dengan harapan penulis. Karena motor masih termasuk goyang cukup banyak. Hambatan bahkan masih kalah dengan DBS 744 di motor NMAX penulis yang juga sudah 20 ribu km.

Jadi kalau ada yang mau beli, penulis rekomendasikan beli model yang lebih mahal saja. Yang 799 sepertinya lebih ok. Atau kalau mau modis, mungkin yang 718.

Kalau mau yang lebih sip lagi, dan bisa jauh lebih awet, yang model 722 saja, seperti yang penulis tunjukkan di pertama. Alasan dibahas di artikel berikutnya.

14 respons untuk ‘Review suspensi belakang DBS 766 replika YSS Evo untuk Beat/Mio/Nex2, agak kecewa

  1. Lagi nyari shock buat fazzio Pak, shock ori keras macam batu ga ketulungan. emang kebiasaan yamaha bikin shock keras depan belakang padahal sudut shock belakang tegak banget malah dikasih shock keras, rasa pengen patah pinggang 😬 nyari DBS karna per nya empuk, tapi dibuat bingung ama serinya yg banyak dan kualitas reboundnya yg bagus di seri berapa

    Suka

    • Kenapa ga minta saran sama tukang shock di daerah sampeyan? Biasanya mekanik shock yg udah senior rata-rata paham bisa minta dicarikan shock yg sesuai jenis motornya atau jika perlu setel ulang rebound-nya. Paling biasanya mereka estimasi berat orang tersebut, dan motornya mau dipake sendiri, gaya berkendara, berboncengan atau bawa banyak barang.

      Dari pada pusing sendiri salah beli (rugi) atau asal tanya di socmed/grup terkadang hit & miss (Syukur kalau sesuai ekspetasi, kalau miss ya pasti nyesel langsung percaya komentar orang lain)

      Suka

      • entah ya. Karena contoh tukang shock yang di youtube saja malah dibuat loss hambatannya. Dibilang shok pabrikan itu paling sip dan yang kayak YSS itu nggak masuk akal.

        Saya pernah juga ke tukang shock minta benahi suspensi belakang beat. Biaya 90 ribu diganti dalamannya. Dibilang ok, padahal hambatan cuma searah. Hasilnya lewat jalan paving suspensi memendek dan mentok. Jadinya seperti nggak pakai suspensi.

        Saya juga pernah tanya yang jualan dalaman suspensi, tanya ada versi yang dihambat dua arah tidak, disebut untuk matik ya paling cocok dihambat searah. Parah sih. Sebentar lagi saya posting artikel soal DBS 722 yang menurut saya sip banget.

        Suka

      • Kalau masalah tukang service shock saya agak punya pengalaman mengecewakan om terlebih daerah saya tinggal di jauh dipedalaman kalimantan pun ga ada tukang service shock handal macam di tanah jawa. Pernah dulu service shock ori ninja RR sampai kirim jauh jauh bukannya enak dipake eh malah tambah rusak 😬 betul kata om kadang beli karna asal tanya di sosmed malah ga sesuai ekspetasi katanya shock YSS paling enak eh malah keras banget pernya padahal setelan udah paling kendor. Pas pake DBS baru ketemu empuk pas tapi ya itu silnya gampang banget bocor. Dilema emang mau beli online mau ga mau harus tanya di group atau blog yg berbobot biar lebih percaya

        Suka

        • iya ya, repot bila tukangnya punya pemahaman berbeda. Dan review suspensi pun kebanyakan kurang pas karena kondisi atau pembandingnya tidak pas.

          DBS tipe apa gampang banget bocor?

          Suka

    • Kalau yang awet menurut saya yang ada tabungnya, tipe 722. pas untuk nex2 saya. Suspensi lain adalah YSS DTG juga nyaman. Tapi sebaiknya stopper engine mounting di ganjal dulu biar tidak sakit pinggang. Untuk yang depan, perlu ganti yang lebih empuk ya? Tapi entah punya motor mana.

      Suka

  2. DBS 766 mah shock jelekk, coba aja dibuka pernya terus di tekan shocknya, gmna hasilnya?

    Saya saranin mending ambil shock DBS Z Series, yang ukuran 330mm, jangan yg 310mm. Saya udh prnah coba yg 310mm pernya terlalu empuk, kasih spring dumper juga tetap empuk, yg 330mm malah lebih keras pernya. DBS Z Series ini single action ya, ditekan ringan, ditarik berat (Cuman rebound aja yg aktif, kompresi nya loss)

    DBS versi murah saya cmn bisa saranin DBS Z Series 330mm dan DBS 722. Selain itu Shock jelek.
    DBS 611 juga termasuk shock jelek (udh pernah saya pakai, gk kuat boncengan 150 kg, per nya empuk jadi mentok. Saya ga mainin klik kompresinya, biar saya tau karakter pernya gmna)

    Suka

    • Terima kasih banyak infonya. Sayangnya masih belum tahu saat beli. Baru tahu yang 330 beda ukuran pernya. Kalau ya Z single action repot juga ya kalau jalan jeleknya terusan. Kemungkinan 722 yang sebelumnya bakal saya pakai lagi karena bisa saya isi oli lagi.

      saat pakai 611 nggak diberi dumper? Saya sendiri pakai 744 di nmax pakai dumper 2/3 per shocknya.

      Suka

      • Saya ga bisa kasih dumper di shock dbs 611. Karena pakai dumper yg murah, bahan sejenis karet keras, cukup tebal sehingga tdk cocok.

        Iya dbs z series single action, jalan jelek ya bakalan ayun ayun terus, tpi kalau suka empuk ya dbs z series bnr” rekomendasi..

        Saya sndiri udh prnh coba DBS 722 dan DBS Z Series, saya lbih suka DBS Z Series, karena untuk bobot sedikit berat masih oke, beda dngn dbs 722, trllu empuk untuk pemakaian saya

        Saya motornya xeon gt, beda sudut kemiringan, beda rasa shock, walaupun shocknya sama.
        Contoh : Shock pemakaian dibeat tidak mentok, tetapi pemakaian di Xeon mentok. Xeon sudutnya lebih kedepan
        Sudut dudukan shockbreaker berpengaruh dalam permainan shock

        Suka

        • lho, bukannya 611 itu sama bentuknya dengan 722? Saya pasang dumper di 722 bisa tahan sampai 20 ribu km walau tanpa di kabelties.

          Setelah bongkar saya pasang lagi, kali ini dengan direbus pakai air dulu biar lembek. Pasangnya lebih mudah. Ini hasilnya:

          Kalau terlalu empuk, saya pakai dumper. 1 kurang, pakai 2. Kalau sama anak, pakai 3.

          Iya sih, kemiringan beda efek suspensi jadi beda.

          Suka

          • Dbs 611 beda dimensi tabung shocknya dengan dbs 722.

            Celah per dan tabung shock dbs 722 lebih lebar…. Kalau dbs 611 lebih sempit, makannya kadang banyak DBS 611 pernya kena tabung shock, karena jaraknya sngt tipis, sekitar 1-2 mm, sangat dekat, sehingga tdk bsa memasukan dumper shock

            Dumper shock juga sama dngn yg agan pakai, yg murah berbahan karet keras.

            Suka

            • Wah baru tahu soal itu, terima kasih infonya. Sebelumnya sempat kepikiran beli 611 kalau ada dana lebih tapi rupanya lebih enak yang 722 ya. Sebelumnya juga ada yang mengeluh 611 terlalu keras juga.

              Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.