Nggak cuma oli mesin saja, oli suspensi depan pun butuh perhatian kalau mau stabil dan nyaman


Sering bahas soal oli, penulis malu juga karena sama sekali nggak kepikiran bahwa suspensi depan bisa jadi tempat mal praktek oli juga. Sebelumnya penulis sempat berpikir bahwa oli suspensi depan itu bisa awet sekali, karena motor Suzuki Spin tidak pernah sama sekali ganti oli suspensi depan.


Tapi jadi berubah pendapat setelah merasakan perubahan drastis dari suspensi depan Suzuki Nex2 yang mendadak jadi nggak stabil, jadi liar responnya terhadap perubahan permukaan jalan. Efek sampingnya adalah tangan jadi capai juga. Apalagi itu berbarengan dengan suspensi belakang yang juga jadi rusak, makin bikin kenyamanan menurun drastis.

Oleh karena itu penulis memutuskan untuk mengganti oli suspensi depan. Ini termasuk sulit karena sepertinya jarang yang melakukan ini. Ketika tanya ke mekanik di bengkel dekat rumah, malah ditanya mengapa harus ganti oli lalu ditanya problemnya apa. Saat penulis demokan, eh dibilang komstirnya bermasalah, lalu disuruh ke bengkel Suzukinya.

Ya wis, pindah bengkel lain yang lebih besar. Dan di bengkel besar itu nggak tanya tanya, langsung disuruh naikkan motor dan nunggu giliran. Dan benar, saat di drain olinya benar benar sudah tidak layak pakai:

Dari sealnya pun sudah kemakan. Menurut mekaniknya, seal bisa kalah karena sudah terlanjur telat ganti oli. Oli juga sudah lumayan kental. Dan rupanya ukuran telat ganti oli atau tidak kalau untuk suspensi adalah seberapa kental oli yang ada di dalamnya.

Menarik juga karena oli jadi kental itu adalah tahap terakhir dari kerusakan oli. Kondisi oli seperti itu di hampir 25 ribu km mengindikasikan bahwa oli harusnya diganti minim 2 kali lebih cepat. Dan kebetulanini sudah sesuai rekomendasi ganti oli suspensi tiap 10 ribu km.

Awalnya penulis berpikir 10 ribu itu terlalu sering, tapi setelah lihat itu, penulis jadi kepikiran: wah iya ya, masa lupa bahwa kualitas oli sekarang itu turun. Jelas nggak bisa disamakan dengan motor Suzuki Spin penulis.

Penulis pun jadi ingat penyakit suspensi yang sama juga dialami oleh Honda Beat. Penulis awalnya berpikir mungkin itu karena sulingan karatan seperti dibilang mekanik waktu bongkar suspensi depan. Tapi sekarang penulis berpikir bahwa bisa jadi waktu habis dibongkar itu suspensinya diisi oli tidak berkualitas juga.

ya wis lah. Nex2 sekarang diisi oli suspensi Global Petro Amerika. Jadi kepikiran untuk beli olinya juga. Tapi lihat nanti.

Yang jelas sekarang handling Suzuki Nex2 jauh lebih stabil dan nyaman. Ada beberapa beda perilaku yang unik juga, yaitu setelah di rem maka suspensi seperti di pause sebelum akhirnya mental balik. Ketika lewat polisi tidur kencang, jadi njedak.

Wis biarin, yang penting sekarang motor jauh lebih layak dikendarai.

12 respons untuk ‘Nggak cuma oli mesin saja, oli suspensi depan pun butuh perhatian kalau mau stabil dan nyaman

  1. Ganti oli shock depan itu setiap 15.000-20.000 KM. Pergantiannya sesuai volume yg dianjurkan pabrik, kalau tdk ada timbangan / pengukur. Bisa dilakukan dengan cara menekan as shock terlebih dahulu sampai mentok kedalam, terus isi olinya dibatas seal debu, harus sejajar dengan seal debu. Perlu diingat bahwa per shock depan juga harus diganti setiap 40.000 KM. Siklusnya 2:1 (2x Ganti oli, 1x Ganti per). Untuk seal diganti kalau pada saat ada kebocoran saja/As shock ada lecet, kalau tdk bocor tdk ush gnti.

    Kalau mau lebih keras bisa tambahin 5 ml
    Kalau mau lebih empuk bisa kurangi 5 ml

    Suka

      • Iya, per perlu diganti juga. Saya udh prnah coba lihat sendiri dimotor xeon gt

        Pemakaian motor udh 40rb KM, saya beli per shock baru (Dengan kode part yang sama, dan original yamaha) terlihat bahwa per lama mengalami pemendekan sekitar 1 cm

        Kalau dirasa pengantian oli 20 rb KM kelamaan. Bisa coba gnti di 15 rb KM, sesuai selera. Saya lbi suka 20rb km karena biar genap saja…

        Tiap 20rb km gnti oli, 40 rb gnti per shock

        Suka

        • bila per tidak diganti efeknya apa saja? apakah resiko memendek saja?

          oh iya sih, dari kondisi nex2, 20 ribu km kelamaan. Kalau dari kondisi nmax, 20 ribu masih cukup bagus olinya. Tergantung merek juga.

          Suka

          • Resiko tidak ganti per
            1. Per serasa lebih keras
            2. Jarak shockbreaker menurun sesuai dengan pemendekan per
            3. Yg saya temukan di per xeon lama saya, per sedikit lecet dan catnya hilang

            Saya sudah prnah coba bongkar pasang sekitar 4-5x. Awalnya saya merasa shock depan terasa keras dan tidak nyaman
            Saya udh prnah coba mengurangi takaran oli 5ml dri pabrikan, memang empuk, tapi bottoming (karena per lama sudah jelek)
            Lalu balik lagi takaran oli standar pabrik, tetap keras dan membal nya sungguh tidak enak

            Setelah itu saya gnti per, trnyata masalah yg saya alami selesai. Pernya keras tetapi msih dalam batas wajar

            Suka

            • wah menarik sekali infonya. baru tahu bisa seperti itu. lebih pendek tapi lebih keras. Selama ini kalau ganti dengan oli shock merek apa? Apa pernah membandingkan beda merek?

              Suka

            • Kalau oli shock, saya prnah pakai yg oli murah yg tdk smpai 10 ribu, wrna merah
              Terus oli yamalube
              Terus oli honda

              Karakteristik nya mirip” saja, oli honda lebih kental sedikit, mungkin kisaran 11 atau 12w

              Kalau oli yamalube, benar 10w

              Kalau oli murahan juga benar 10w

              Menurut saya sama aja sih ya, ga ada perbedaan oli murah dn oli mahal, asal kekentalannya sesuai dengan peruntukan
              Untuk harian 10W sudah ckup

              Disarankan jgn pakai oli mesin, karena karakteristik oli mesin beda dngn oli shock

              Suka

            • sip terima kasih infonya. Penasaran juga karena oli shock ada yang bahan mineral ada yag bahan silikon. Entah mana yang dipakai pabrikan.

              Info kekentalan berharga sekali, karena bisa jadi referensi lanjutan. Ada yang bilang memang kalau pakai oli mesin perlu memodifikasi sulingannya.

              Suka

            • Memang betul kalau pakai oli mesin perlu ada yg diubah dalamannya, karena oli mesin dan oli hidrolik kekentalannya berbeda. Oli hidrolik tetap lebih encer dibanding oli mesin

              Karakteristik oli mesin adalah utk pelumas mesin yang bersifat besi keras dan panasnya lumayan ekstrim

              Sedangkan oli hidrolik hanya sebagai pelicin (Dinding shock dengan piston shock) dan hambatan untuk klep/valve shock, panasnya tidak terlalu ekstrim jika dibanding mesin, jadi olinya tidak sekental oli mesin

              Suka

  2. Ini menarik Pak, IMHO sebagian besar user motor matic pada ga puas dengan performa shockbreaker depan bawaan pabrik, saya sendiri merasakan. Xeon GT saya lg direncanakan buat ganti per nya pakai per shock depan astrea grand alasannya : lebih renggang, renggangnya rata, tidak ada bagian yg rapat (seperti ori bawaan) – melihat wujud per aftermarket seperti ohlins pun jadi mirip seperti itu. Kemudian, saya merasa jarak mainnya kurang, saya mo pasang suling shock depan supra – supaya long travel & lubang sirkulasi nya dibor dibesarkan dikit, jarak main jadi lebih panjang. Olinya mo test SAE 85 atau 90 (oli gardan) yg orang orang bilang cepat merusak oil seal – mbuh terserahlah.. takaran oli saya samakan.

    Suka

    • wah termasuk eksplorasi juga ya. Kalau untuk matik Yamaha, katanya per depan MX King ok. Kalau untuk kerasnya per, menarik juga.

      Oli sepertinya perlu disesuaikan dengan sulingannya. Kalau pakai oli kental, perlu memperbesar lubang kataya. Standarnya SAE 10.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.