Mengkritik cara uji oli dan minyak goreng, tapi rekomendasi ganti oli pabrikan di 2000 km?


Ternyata masih ada saja ya yang memprotes cara uji penulis yang langsung dipakai. Juga soal pemakaian minyak goreng:

Padahal dia sendiri ketika memberikan rekomendasi ganti oli, tidak memperhatikan kondisi ketika oli di drain, dan sama sekali tidak menyalahkan oli mesin bila terjadi kerusakan pada piston:

Perhatikan bahwa si bronya ini juga menanyakan bahwa bila uji oli yang penulis lakukan menyimpulkan bahwa oli adnoc jelek, mengapa tidak ada yang mengeluh?

Jawabannya sebenarnya sudah bisa dilihat dari pernyataan si bronya sendiri, karena kalau ada kerusakan mesin, orang nggak akan menyalahkan oli mesin. Si bronya nggak menyalahkan Yamalube walau motornya mengalami ngebul dan piston harus diganti. Sama seperti ketika pertamax7 nmaxnya turun mesin, sama sekali tidak menyalahkan oli walau tahu pistonnya jadi baret dst.

 

Ada juga yang meminta penulis untuk memberikan data yang lebih terukur ketika melakukan uji oli. Diminta membuka mesin dan menunjukkan kerusakan yang diakibatkan oleh penggunaan oli yang jelek.

Permintaan tersebut menurut penulis berlebihan. Karena itu artinya penulis harus rela mesinnya rusak karena oli jelek demi untuk menunjukkan jeleknya oli tersebut. Berarti penulis harus keluar biaya bongkar mesin dan sekalian ganti partnya. Wah, terus terang penulis tidak mampu.

Penulis tetap berusaha agar mesin tidak rusak walau olinya jelek. Walau kadang kelolosan juga seperti ketika pakai oli Adnoc lalu PTT. Mesin sampai kasar banget dan kemlothakan sehingga membuat penulis harus pakai lagi xado revitalizant bersamaan dengan castrol gps.

 

Ada request juga menunjukkan uji yang nggak sekedar dicoba dan uji panggang oli. Mungkin maksudnya seperti yang dilakukan grup oli, yaitu analisa partikel di oli (karena uji ini yang termurah).

Sayangnya sudah terlalu melekat di pikiran orang orang bahwa uji oli itu murah. Padahal sebenarnya murahnya itu karena ujinya tidak sesuai prosedur. Kalau sesuai prosedur, maka ujinya ya tidak sekali ketika oli sudah didrain, tapi sebelum didrain, ketika baru diisi, ketika baru dipakai juga olinya harus di sampling. Penulis lihat yang dilakukan di penelitian LOKAL itu minim 5 pengujian. dan pengujiannya tidak sekedar uji partikel, tapi ada uji kekentalan, fuel dilution, dst. Penulis lihat kalau di blackstone itu yang layak minim butuh 30 dollar US, itu belum termasuk uji viscosity index, ash ataupun TBN. Dan itu dikali minim lima kali.

Dan aneh juga ketika si bronya mengabaikan uji panggang oli karena uji panggang oli bisa dipakai mengindikasikan sisi oksidasi dan penguapan dari olinya, seperti yang sering penulis tunjukkan. Bisa kelihatan beda penguapan dan beda menghitamnya oli. Juga bonus bisa lihat oli mana yang keraknya paling nyebar.

 

Yang penulis masalahkan juga adalah si bro ini memberikan anjuran kepada konsumennya (si bronya ini punya bengkel) untuk mengganti oli yamalube dan ahm oil tiap 2 ribu km. Karena menurut dia motornya ok ok saja pakai yamalube 2000 km (karena kalau rusak tidak pernah menyalahkan oli).

Menurut penulis hal tersebut adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab kepada konsumen. Ketika penulis tanyakan bagaimana kondisi oli dari konsumennya ketika diganti oli, si bronya tidak menjawab lagi.

Penulis pernah pakai Yamalube. Dan berikut kondisi oli setelah diisi di 700 km, di drain di 1100 km:

Berikut contoh contoh kondisi oli ketika service pertama, merek Honda limitnya di 1000 km, merek Yamaha limitnya di 800 km:

Kondisi olinya pada hitam. Padahal penulis mengganti oli lebih dari 1000 km tidak pernah jadi hitam kecuali merek amsoil:

Kebiasaan dari mekanik sendiri sepertinya adalah tidak memberi warning ke konsumen walau olinya sudah hitam, sangat encer seperti air ataupun berkurang volumenya. Padahal bisa sangat parah. Ini contoh yang penulis lihat sendiri:

Dengan rekomendasi seperti itu, rasanya wajar bila ia protes bila penulis mengatakan suatu oli itu jelek. Karena bagi dia, kondisi oli seperti di atas adalah hal yang normal. Orang orang seperti dia bakal mengatakan bahwa semua oli sama saja. Aman semua. Tinggal selera saja.

Padahal dalam kenyataannya kualitas oli jelek dan bagus itu sangat ekstrem. Masa pakai bisa beda 10 kali lipat. Tapi sayangnya inilah kenyataan yang terjadi di masyarakat.

Berikut video yang dibuat berdasarkan argumentasi yang terjadi:

Iklan

7 respons untuk ‘Mengkritik cara uji oli dan minyak goreng, tapi rekomendasi ganti oli pabrikan di 2000 km?

  1. terkhusus mesin yamaha ber piston forging dan diasil silinder memang diwajibkan mengganti oli lebih cepat atau lebih awal dari anjuran pada manual book nya, seperti kata Om Togas dari Fantiarso Racing penggunaan piston forging mengharuskan celah clearence yg lebih longgar daripada piston casting, hal ini menyebabkan potensi burns oil dan atau fuel dilution lebih besar, sudah resiko karena memang sifat piston forging pemuaian panasnya lebih besar sebagai dampak susunan atom material logamnya lebih padat, sehingga butuh gap lebih longgar biar tidak gancet ketika digeber di RPM tinggi, resiko mungkin bisa dikurangi dengan cara meningkatkan kualitas ring piston, tetapi hal tersebut jadi boomerang jika dinding liner tidak sama kuatnya, akhirnya jadi kalah yg mengakibatkan lebih cepet “ngantong” itu sumur silindernya, maka bahan ring harus diturunkan kualitasnya supaya tidak mengalahkan liner, seperti yg dilakukan Yamaha pada produk mid to entry levelnya.

    BTW Kualitas blok Diasil yg bagus itu yg dijual dimari (sama bagusnya dg 3C1 Old Vixion rangka warna silver) adanya pada Yamaha R25 dan X-Max 250/300*

    Suka

    • sip terima kasih banyak infonya. iya ya, yang pakai piston forging sepertinya harus tetap rela untuk menerima resiko kena fuel dilution. Mungkin yang beda levelnya, parah atau tidak.

      Tapi entah Honda itu mendesain seperti apa, sehingga pemilik PCX 160 dan Vario 160 kena fuel dilution juga.

      Suka

  2. Pak minta bahas motor listrik, motor baru dong..biar rame blog nya..kalau oli saja ga se ok bahas motor listrik..pada saat nya akan motor listrik semua pak

    Suka

  3. Oli yamalube matic dan oli honda mpx2 mah jelek.. Saya pernah pakai, 1.200 KM udah saya gnti, gk kuat dengar mesin tersiksa.

    Saya pakai yamaha Nmax dan Xeon GT, olinya pakai shell ax7 10w-40, diganti setiap 1.500 KM
    Saya pakai Scoopy, Olinya pakai SPX2, diganti setiap 2.000 KM, biar irit

    Suka

    • sip iya. Padahal saya kalau ganti oli di 1500 km pakai oli murah tapi ok nggak hitam, kalau pakai oli pabrikan cuma 400 km saja sudah hitam atau kasar suara mesinnya di motor yang normal.

      silahkan coba mesran sae 40 di scoopynya. mestinya bisa 4 ribu km kalau mesinnya sehat.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.