Impresi oli samping 2 tak, Evalube 2T, di NMAX cocoknya jadi aditif, bedanya API TB vs TC, JASO FB vs FC


Penulis nggak nyangka bahwa penulis bakal coba oli dengan SAE 20 di motor NMAX penulis. Padahal sebelumnya penulis sudah bilang sangat anti pakai oli 10W40 karena pasti impresinya jelek. Karena sebelumnya juga sudah pernah coba Shell Ultra Scooter 5W40 dan kecewa berat.

Tapi akhirnya jadi beneran coba, dan justru oli samping! Evalube 2T:

Yang mengejutkan, impresi penulis terhadap oli ini justru lebih baik daripada ketika pakai oli pujaan di grup oli, Eneos Molybdenum:
Tuh bener kan? Eneos Molydenum itu nggak awet. Aditif ok, bahan olinya tidak

Mungkin ada yang merasa aneh ketika penulis menyebut Evalube 2T sebagai oli SAE 20, karena di toko online, ada yang menyebutnya sebagai oli SAE 40:

Di botol tidak ada keterangan SAEnya berapa. Tapi di website resmi tertulis KV40 dan KV100nya:

Yang pro yang lebih kental:

Perhatikan KV 100nya. 7,7 itu termasuk sangat rendah. Bisa dibandingkan dengan Castrol Edge berikut, Evalube 2T malah lebih encer dari in:

Dan yang penulis rasakan saat menuang dan memakai oli ini pun bikin penulis yakin bahwa ini oli encer. Ciri khas oli terlalu encer di nmax penulis adalah suara trik trik trik yang keras di kecepatan antara 40-60 km/jam. Ini terjadi. Jadi ada suara mengganggu ini ketika pakai oli ini.

Cuma yang bikin heran, suara gesekan antara piston dan silinder sangat minim. Hampir mendekati ketika penulis pakai bimoli 50%. Encer, tapi gesekan antar komponen sangat minim.

Memang ada bedanya sih. Kalau bimoli 50% itu halusnya mulai dari mesin dinyalakan. Sementara ketika pakai Evalube 2T, halusnya butuh waktu agak lama. Jadi pertama mesin nyala suara mesin cukup kasar (khas oli grup 2). Lalu setelah beberapa menit motor dipakai (penulis nggak pernah pakai memanasi mesin) suara mesin jadi halus.

Penulis tidak merasakan adanya aditif semacam molybdenum di oli ini. Jadi setelah dipakai ngebut suara mesin tidak makin halus. Tapi walau begitu, suara mesin tetap terjaga halus walau dipakai ngebut. Memang jadi sedikit lebih encer, tapi tidak separah oli oli rata rata. Lebih baik dari mesran super, prima xp, apalagi yang semacam deltalube, adnoc atau ptt.

Cuma memang juga bisa dirasakan efek khas dari oli yang aditifnya banyak, performa motor tidak maksimal, terutama dari sisi top speed, cuma bisa 108 km/jam dari biasanya bisa 113 km/jam. Akselerasi 0-100 terbaik kemarin bisa 17,8 detik. Yang 19 detikan di video sepertinya karena ban belakang gembos:

Dari sisi keawetan,oli ini termasuk mengejutkan karena bisa membuat mesin halus (ketika sudah dipakai) walau di masa pemakaian mendekati 300 km. Ini sudah seperti oli rata rata. Sudah seperti oli oli lain yang menurut penulis bisa dipakai ketika kepepet macam prima xp, mesran super, dll.

Kesimpulannya oli samping Evalube 2T cukup layak jadi oli motor. Yang mendukung terutama adalah karena olinya single grade dan aditif pelicinnya yang baik. Kelemahannya ada pada kekentalan yang terlalu encer dan aditif terlalu banyak membuat performa tidak maksimal.

Penulis coba cari cari info, sepertinya oli 2T itu memang punya kandungan aditif zddp yang cukup banyak. Ada yang 5 ribu sampai 10 ribu ppm. Ada yang 16 ribu ppm.

Kalau benar segitu ZDDPnya, maka oli samping bisa jadi sumber aditif ZDDP yang lebih baik daripada oli HDEO. Karena jelas bahwa oli samping nggak bakalan seperti oli diesel yang butuh banyak deterjen. Artinya aditifnya lebih fokus ke yang benar benar dibutuhkan saja. Lebih murni. Perlu diingat bahwa jaman dulu oli untuk break in atau inreyen itu dianjurkan mengandung zddp lebih dari 1200 ppm. Sementara jaman sekarang zddp dibatasi maksimal 800 ppm saja biar keluaran knalpot lebih “ramah lingkungan”
Tech 101: Zinc in oil and its effects on older engines

Jadinya sekarang penulis kepikiran untuk menjadikan oli samping sebagai aditif oli mesin. Mungkin dengan rasio 10%. Lainnya adalah frying fat atau minyak goreng kuncimas (di rumah adanya ini).

Rencana mau pakai di Nex2, karena NMAX dipakai untuk uji oli. Olinya Mesran SAE 40. Entah mau pakai oli samping merek apa. Kepikiran mau pakai Mesrania OB SAE 30. Tapi entah yang tersedia apa.

Untuk yang ingin pembahasan serius oli khusus 2 tak bisa baca berikut ini:
The Late Great Oil Debate

Update, setelah baca artikel itu, sepertinya untuk campuran oli mesin lebih cocok yang bukan OB. Karena versi OB dirancang ashless (standar NMMA TC-W3). Secara perlindungan lebih cocok pakai yang low ash (standar API-TC), karena toh olinya nggak perlu khusus dipakai di ruang bakar.

Standar NMMA TCW3 dirancang oleh berbagai produsen motor tempel (Merkurius, OMC, Yamaha, dll.). Pabrikan ini tidak menggunakan katup daya, membatasi rpm maksimum hingga sekitar 6800 dan memiliki kapasitas memasak yang berlebihan. Mereka juga harus dapat beroperasi pada rpm yang lebih rendah untuk waktu yang lama tanpa oli mengotori busi.
Standar API API-TC dikembangkan untuk mesin 2-tak berpendingin udara, rpm tinggi, output tinggi yang beroperasi dalam kondisi beban berat

Penjelasan standar API untuk oli samping:

Spec Status Description
TA Obsolete Klasifikasi yang diusulkan untuk oli mesin dua langkah yang diperlukan untuk mesin yang sangat kecil, biasanya kurang dari 50 cc. Pengujian Mesin untuk klasifikasi ini sedang dalam persiapan ketika Dewan Koordinasi Eropa (CEC) menarik dukungan untuk kategori ini.
TB Obsolete Klasifikasi yang diusulkan untuk oli mesin dua langkah yang diperlukan untuk mesin motor-skuter dan mesin kecil berbeban tinggi lainnya, biasanya antara 50 dan 200 cc. Sponsor tes tidak lagi membutuhkan kategori ini, dan klasifikasi telah ditinggalkan.
TC Current Dirancang untuk berbagai mesin berperforma tinggi, biasanya antara 200 dan 500 cc, seperti pada sepeda motor dan mobil salju, dan gergaji rantai dengan rasio bahan bakar-minyak tinggi – tetapi tidak untuk mesin tempel. Oli mesin dua langkah yang dirancang untuk TC Classification API mengatasi masalah ring-sticking, pra-penyalaan, dan lecet silinder.
TD Obsolete Dirancang untuk mesin tempel berpendingin air, klasifikasi ini menggunakan pengujian mesin yang sama dengan yang ada di kategori TC-W National Marine Manufacturers Association (NMMA). API TD telah digantikan, dan tidak lagi diterima oleh NMMA, yang sekarang merekomendasikan oli yang memenuhi persyaratan TC-W3 untuk mesin tempel berpendingin air.

Sementara itu untuk JASO FB lawan FC bisa dibandingkan di tabel berikut dari jalos.or.jp:

Spesifikasi oli:
Evalube 2T – API TB – KV100 7,7
Evalube 2T Pro – API TC, JASO FC – KV100 9
Enviro 2T SAE 20 – JASO FC – KV100 7,407
Mesrania 2T Sport TC-A SAE 30 – API TC, JASO FB – KV100 11,14
Mesrania 2T OB SAE 30 – JASO FB – KV100 9,66
Mesrania 2T Super SAE 20 – JASO FB – KV100 7,651
Mesrania 2T Super X SAE 20 – NMMA TC-W3 – KV100 5,74
Mesran Marine 2T SAE 20 – NMMA TC-W3 – KV100 6,12

Sertifikasi JASO untuk oli samping bisa dilihat di link berikut, yang FD ternyata jarang, walau ragu juga apa JASO bisa dipakai sebagai pedoman:
https://www.jalos.or.jp/onfile/pdf/2T_EV_LIST.pdf

Sepertinya lebih cocok mesrania 2t sport

Channel berikut ngomong kerak di piston oli samping shell lebih sedikit daripada Oyama, Orange atau Jumbo, tapi kurang licin. Rekomendasinya idemitsu, pilihan kedua evalube pro:

Ada yang komen Orange bikin banyak kerak.

21 respons untuk ‘Impresi oli samping 2 tak, Evalube 2T, di NMAX cocoknya jadi aditif, bedanya API TB vs TC, JASO FB vs FC

  1. Evalube 2t emang rekomended pak🖒saya udah coba shell, bm1, idemitsu sampe motul, ternyata yg paling enak dari segi tarikan di motor 2tak saya ya evalube. Tapi rencana mau coba uli murah ultraline yg kayaknya bukan tipe oli yg smokeless.. di youtube nya dycho racing juga udah pernah di coba evalube 2t di scorpio, dan katanya hasilnya joss..

    Suka

    • wah menarik, ternyata sudah yang paling bagus ya. Soalnya say akemarin beli mesrania super kecewa karena kok lebih encer dan bau bensin / minyak tanah

      Suka

  2. Kata teman saya yang pakai 2 tak, oli evalube 2t memang mantap. Price-to-performance nya cukup bagus bahkan diantara oli mahal sekalipun. Oh iya pernah coba Evalube Molytec belum Pak? Kemarin saya lihat di toko resminya harganya sekitar 40 ribuan, SAE 20W-50. Tampaknya cukup menarik juga nih Pak.

    Suka

    • sip, baru tahu soal itu. Nanti saya cek evalube molytec. Mungkin bakal beli kalau promo gratis ongkir.

      kemarin beli yang mesrania super terkesan terlalu encer.

      Suka

  3. Assalamualaikum Pak Cahyo..
    Ijin Out of Topic, mo nanya soal hasil final oli yang paling pas buat motor matic menurut Bapak (selama ini saya isi Meditran S, terakhir nyobain Rimula R2). Review dari waktu ke waktu makin kesini sepertinya ada yang berubah mengenai penggunaan oli HDEO di motor matic. Mohon direply, Terima kasih.

    _Alex, Medan

    Suka

    • Wa ‘alaikumus salam.
      selama ini yang dirasakan apa? sebenarnya rekomendasi saya tidak banyak beda. Mesran SAE 40 yang tanpa B. Karena aditif lebih sedikit, tenaga akan lebih keluar.

      Untuk sekarang ini, oli HDEO termasuk lebih aman bila cuek soal kualitas oli motor. Tapi saya sendiri lebih pilih JASO MA kalau tahu merek yang kualitasnya bagus.

      Suka

      • Untuk penggunaan Meditran S di Xeon GT selama lebih dari 7 tahun sih ga ada masalah, penguapan oli sampai di km 1300-1500an sedikit, palingan sekitar 30-50ml saja. Untuk di Spin 125 : bagian dalam crankcase saat bongkar spull bersih, endapan olinya mudah dibersihkan (efeknya berbeda dengan oli motor rekomendasi pabrikan ataupun oli mobil) Terima kasih atas rekomendasi nya terutama untuk mengurangi kerak di ruang bakar mesin..

        Suka

        • sip, terima kasih sharingnya. Meditran S mestinya masih termasuk oli grup 1, jadi pembersihan mestinya bagus juga. Sepertinya itu yang terjadi. Dibanding MCO rekomendasi atau PCMO memang lebih unggul.

          Suka

  4. Tambahan info :
    Pemakaian harian buat ngantor-PP sekitar 70-80km, kondisi lalin kombinasi macet perkotaan & lancar trek lintas luar kota lurus panjang dengan suhu udara identik dengan jabodetabek. Pagi / malam suara mesin halus – stabil pada saat sudah panas atau di siang hari (settingan avr injeksi dr awal sudah disesuaikan).

    Suka

  5. Efek menimbulkan kerak diruang bakar mesin inilah yg sekarang jadi konsentrasi saya, antara Spin 125 (carburator) vs Xeon Gt (injeksi). Lebih terasa di Xeon Gt, entah ya.. apakah karena faktor perbandingan kompresi mesin yg lebih tinggi atau karena faktor lain. (BBM: sama sama menggunakan pertamax 92)

    Suka

      • Rimula R2 IMHO: mirip Meditran S yg saya rasa di motor, tapi sampai di km 431 redaman noise nya kok kayak lebih halus yaa drpd Med S, dingin pagi lalu panasnya siang masih konsisten. Penguapannya berapa ml, blm saya itung, (nanti lah ya di 1000 km) cm lihat deepstick, masih = awal isi ketinggiannya.

        Suka

        • sip, terima kasih sharingnya. Mungkin yang shell menangnya di aditif. Bisa lebih awet halusnya mungkin memang aditif anti aus meditran S lebih sedikit.

          Suka

  6. Assalamualaikum Pak Cahyo..
    Smoga makin lancar dengan laboratorium berjalannya.. Xeon GT saya 431 km on going (BBM: PertamMAR putih kombinasi Oli mesin: Rimula R2). Dosis MARgarin putih performanya cess-pleng.. persis seperti yg Bpk coba, terasa sih ditanjakan & saat akselerasi, progress efek pembersihan di ruang bakarnya nanti saya kabari lagi nggih Pak.. Makasih🙏

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.