3 hal yang bikin nikuba, motor jalan pakai air itu terkesan hoax


Sekarang ini lagi ramai pemberitaan soal nikuba, motor yang bisa jalan pakai bahan bakar air.

Sudah ada beberapa yang melakukan sanggahan, tapi penulis ingin memberikan sanggahan juga, terutama sih karena ia mencoba mengklaim hak cipta atas teknologi ini.

Alat yang ia gunakan adalah yang termasuk teknologi mutakhir:
Ariyanto Misel Ciptakan Alat Konversi Air Jadi Bahan Bakar

Yang kiri adalah cellnya, yang kanan adalah tempat airnya. Berikut kalau buatan yang lain:

Dengan alat yang sama, yang satu cuma bisa jadi alat penghemat energi. Maksimal 30% tidak sampai 70% seperti klaim nikuba. Dan itupun untuk bisa mendapatkan efeknya, perlu menambahkan alat yang bisa mengakali ECU. Kalau tanpa alat khusus ini, tidak akan ada peningkatan. Ini di share oleh konsumennya langsung.

Dan banyak sekali yang sudah menggunakan metode yang sama tapi gagal untuk bahkan bisa membuat motor jalan idling.

Cara kerjanya sih sederhananya pakai elektrolisis. Debit keluaran diatur dengan pasokan listrk yang dipakai. Nah ini yang bikin curiga. Yang namanya elektrolisis itu debit keluaran tidak bisa cepat berubah. Butuh proses. Tapi kalau lihat di video berikut, reaksinya bisa spontan:

Lihat tabung penyimpan dan selang yang dipakai, mustahil juga keluaran bisa banyak. Mustahil juga menyimpan hidrogen, karena hidrogen itu mudah meledak kalau disimpan.

Salah satu cara meningkatkan efisiensi adalah dari sisi elektroniknya. Nah dari sisi elektroniknya ini bikin curiga lagi ,karena nikuba pakai alat pasaran:

Padahal selama ini yang namanya orang eksperimen HHO atau hidroxy, nama opensource dari nikuba, banyak yang benar benar perhatian dengan sistem elektroniknya. Karena dipercaya dengan mempergunakan sistem elektronik tertentu, keluaran gas bisa jauh lebih efisien.

Selain itu aneh juga bila disebut bisa 100% menggunakan keluaran sistem elektrolisis tanpa modifikasi mesin. Mesin harus dimodifikasi timing pengapiannya karena kecepatan bakar hidrogen itu sangat cepat:

Perlu diingat bahwa timing pengapian dari motor itu dibuat lebih maju dari TMA (bener ya?) itu karena bensin terbakarnya cenderung lambat. Dibuat lebih maju sehingga bisa pas ketika semua bensin habis terbakar ketika piston mulai bergerak turun. Jadi begitu terbakar, nggak langsung semua bensin habis terbakar. Jadi busi dibuat menyala ketika piston bergerak naik, dan bensin baru terbakar habis saat piston bergerak turun.

Proses tersebut jadi kacau ketika bahan bakarnya adalah hidrogen. Hidrogen akan langsung terbakar secara instan. Jadi kalau timing pembakaran tidak dirubah, maka piston yang lagi naik akan dipaksa turun. Ini sudah mirip kejadian pre ignition. Bisa membuat mesin rusak parah.

Kesulitan lain adalah bila rasio oksigen dan hidrogen bisa pas 2:1, maka yang terjadi bukannya ledakan, tapi implosion, terbentuk ruang hampa. Ini yang membuat mesin bertenaga hidrogen. Harus hati hati rasio udaranya. Bisa merusak mesin juga.

Oleh karena itu kalau kita lihat di grup para peneliti ilmu ini, banyak keluhan kesulitan merubah timing dari kendaraan yang akan dipakai, juga soal resiko terjadinya implosion. Dan aneh bila “pencipta” nikuba tidak membahas ini.

Usaha untuk membuat hidrogen punya kecepatan bakar yang sama sudah ada. Contohnya adalah Stanley Meyer. Ia mencampurkan keluaran alatnya dengan keluaran knalpot dan udara yang dionisasi, untuk menghasilkan NH3 atau amoniak. NH3 bisa dipergunakan sebagai bahan bakar dan sekarang sudah muncul lagi usaha untuk mempergunakannya:

Selain itu ada juga usaha untuk meningkatkan efisiensi elektrolisis melalui bantuan geometri, seperti dilakukan daniel dingel di filipina. Atau dari sistem elektronik OU oleh Bob Boyce.

Yang penulis jengkel juga adalah ketika “pencipta” nikuba mencoba mempatenkan teknologi ini. Karena teknologi ini sudah termasuk membudaya atau banyak yang mereplikasi. Di Indonesia pun banyak. Yang berhasil membuat motor 100% jalan pakai ini pun ada kalau melihat testimoni di grup free energy indonesia. Mencoba mempatenkan ini akan menghalangi mereka mereka yang mencoba mengembangkan teknologi ini dan membagikan secara bebas. Tapi nanti lihat deh, apakah yang dipatenkan memberikan sesuatu yang lebih. Tapi ragu. Kalau misal sudah dikembangkan sempurna selama 5 tahun, mengapa baru sekarang kepikiran dipatenkan?

Penulis sebelumnya juga sudah pernah bahas ini, dengan “pencipta” yang lain lagi:
Teknologi HHO hydroxy, mengubah air menjadi bahan bakar, kaitan dengan penemuan mahasiswa Universitas Sumatera Utara

4 respons untuk ‘3 hal yang bikin nikuba, motor jalan pakai air itu terkesan hoax

  1. dulu thn 2009 pernah beli minikitnya jauh2 ke daerah cikupa, n pasang di motor supra fit, akhirnya iseng2 bikin sendiri, yg ada malah aki cepet tekor karena listrik kesedot alat HHO generator, kalo efek pengiritan masih belum nyata, karena setelan karbu harus dimiskinkan, malah bikin mesin cepet panas & lama2 rusak..

    kalo mau nyata mendingan beralih ke BBG, lebih murah & kerasa bedanya

    Disukai oleh 1 orang

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.