Oli sekarang kekurangan ZDDP, oli 2T sumber terbaik? Bimoli bukan solusi


Salah satu yang menurut penulis kelemahan besar dari oli oli modern adalah aditif ZDDnya yang kurang. Yang mengikut review oli penulis mungkin sering mendengar penulis menggeneralisir oli oli harga >50 ribuan sebagai oli yang bikin suara mesin kasar kalau nggak pernah dipakai kencang. Ini masih terjadi sampai sekarang sih, karena memang oli modern dituntut dikurangi ZDDPnya.

Kasar di rpm rendah penulis asumsikan sebagai oli yang film strengthnya kurang (bukan oli grup 1 ataupun yang mengandung ester), dan aditif ZDDPnya kurang. Kalau halusnya setelah dipakai ngebut maka olinya mengandung aditif MoDTC. Kalau halus agak merata disertai penurunan performa drastis, maka olinya kemungkinan mengandung MoS2

Ada bedanya antara film strength kurang dengan efek dari ZDDP. Efek ZDDP itu bisa dirasakan sebagai efek mesin makin hening atau makin sedikit getarannya, makin berkurang engine brakenya setelah motor jalan beberapa ratus km.

Banyak oli oli modern yang penulis coba menunjukkan efek ini. Terutama untuk PCMO dan MCO. Kalau oli diesel sepertinya masih resep kuno semua? Kalau sudah yang resep baru rasanya nggak kalah ekstrem dari yang lain.

Nah untuk cari sumber ZDDP ini ada beberapa alternatif. Dan sepertinya, oli samping, oli 2T yang paling cocok jadi sumbernya.

Mengapa nggak oli MTF, oli transmisi manualnya mobil? Oli transmisi mobil kan aditifnya banyak sekali, bisa 60 ribu ppm (6%). Alasannya adalah karena oli transmisi manual itu didesain biar sifatnya asam, pH kurang dari 7. Padahal tahu sendiri kan oli mesin itu sifatnya basa, pH lebih dari 7. Kalau dicampur akan menghasilkan salt, Salt kalau kecampur oli bakal jadi sludge. Sik referensi belakangan ya.

Bagaimana dengan ATF, oli transmisi otomatisnya mobil? Memang sih lebih aman, tapi oli ATF itu fungsi utamanya bukan untuk anti friksinya, tapi lebih untuk oli hidrolik. Fungsi sudah beda. Oli juga termasuk encer, kadang ada yang 5 cSt, kelas 0W16. Encer, aditif minim, jadinya nggak cocok.

Oli CVT mobil juga nggak cocok karena justru karena keberadaan variator maka nggak boleh bikin selip. Malah sebaliknya.

Mungkin ada yang ngomong, ngapain repot, kan ada aditif aftermarket? Masalahnya aditif aftermarket pun mengikuti trend pelumas untuk minimalisasi saps, sulfated ash, fosfor dan sulfur. Otomatis ZDDP juga dikurangi. Jadinya kebanyakan aditif oli di pasaran itu lebih mengandalkan pengental (VI improver) atau MoS2 / MoDTC (terakhir ini jarang juga sih).

Ada aditif STP, tapi penelitian berkut menunjukkan nambahi STP malah jadi lebih cepat rusak “pelumas”nya
Contoh penelitian lokal pemakaian 100% minyak goreng di motor dengan dan tanpa aditif

 

Bagaimana dengan oli HDEO resep kuno? Sebenarnya sih bisa, olinya juga cukup kental. Masalahnya sih karena aditif oli HDEO itu nggak cuma ZDDP, tapi juga aditif lain yang fungsinya untuk mencegah kerusakan oli, mencegah terbentuknya lumpur oli. Aditif yang terlalu banyak akan mengurangi performa.

Lha biasanya mengandalkan minyak goreng, mengapa sekarang tidak? Ini karena cara kerjanya beda. Minyak goreng itu gunanya untuk meningkatkan film strength. Film strength ini membuat oli lebih saling mengikat ke sesama oli atapun ke dinding permukaan logam. Efeknya oli melekat lebih kuat, lebih mampu menahan tekanan, bisa lebih mencegah terjadinya gesekan langsung antara logam dengan logam. Tapi kemampuan ini lemah, tidak bisa menggantikan fungsi dari ZDDP.

Fungsi dari ZDDP itu adalah mengurangi friksi ketika gesekan SUDAH TERJADI. Minyak goreng itu mencegah terjadinya gesekan. Jadi keduanya bekerja di area yang berbeda.

Jadi opsinya tinggal pakai oli 2T.

Sebenarnya penulis baru kepikiran menggunakan oli 2T sebagai aditif itu semenjak coba sendiri oli 2T sebagai oli mesinnya NMAX:
Impresi oli samping 2 tak, Evalube 2T, di NMAX cocoknya jadi aditif, bedanya API TB vs TC, JASO FB vs FC

Penulis merasakan betapa halusnya suara mesin. Bahkan suara gesekan antara piston dan silinder yang biasa penulis deskripsikan sebagai suara sak sak sak sak, terdengar sangat minim. Ini dikonfirmasi lagi setelah penulis kemudian pakai oli normal setelah drain oli samping Evalube 2T. Nggak butuh waktu lama di oli normal untuk menghasilkan suara sak sak sak (oli nya kurang bagus juga sih).

Efek dari menambahkan oli 2T ke oli mesin sudah penulis konfirmasi di penggunaan di Suzuki Nex2, Daihatsu Ayla, dan terakhir di Yamaha NMAX saat mau drain oli Oyama. Suara mesin langsung terkesan lebih halus.

Yang masih belum dipastikan adalah oli samping yang mana yang cocok dijadikan aditif oli? Perlu diingat juga bahwa kebanyakan oli samping itu KV100nya 7 cSt, walau ada juga yang 9 cSt atau 11 cSt. Bahkan ada juga yang 5 cST kalau tidak salah. Artinya menambahkan oli samping akan membuat oli menjadi lebih encer, bahkan mungkin lebih encer daripada dicampur minyak goreng.

Perlu diingat juga bahwa bahan dari oli samping itu beda beda. Untuk sementara, evalube 2T juga jelas kalah awet dari mesrania 2T:

Catatan lain adalah tidak semua oli membutuhkan panambahan oli 2T sebagai aditif. Ini beda dari minyak goreng yang bisa diterapkan di mayoritas oli. Mungkin cuma oli lama atau oli komplit PAO+Ester yang nggak butuh. Karena kebanyakan oli dibuat dari bahan grup 2 / hydrotreated.

Oli yang bisa dicoba dicampuri oli 2T contohnya adalah mesran. Mesran adalah contoh oli yang termasuk minim aditif. Sehingga salah satu efek pakai mesran adalah tenaga jadi meningkat. Tapi saat pakai mesran penulis tidak rasakan suara mesin makin lama makin halus. Sehingga kalau pakainya di rpm rendah saja, justru kalah dari Prima XP. Dengan menambah oli 2T ke mesran, maka suara mesin bisa makin halus, hambatan mesin bisa berkurang.

Bila tidak pakai mesran, maka silahkan amati, apakah suara mesin akan makin halus setelah motor dipakai beberapa ratus km atau dibiarkan idling beberapa menit.

Testimoni dari yang lain masih sedikit. Bro Rifky di nmax pakai mesran dan evalube 2T tanpa minyak goreng bilang halus banget di rpm rendah, tapi cuma bertahan sampai 400 km saja.

15 respons untuk ‘Oli sekarang kekurangan ZDDP, oli 2T sumber terbaik? Bimoli bukan solusi

  1. Mantaf, gas troz Pak.. supaya pada makin ngerti pilihan oli yg tepat & bikin awet buat kendaraannya (durable).

    Suka

  2. Jadi migor + olsam trs oli yg musti pake ini oli yg katagori spt apa? Sy dari dulu hanya mesran for motor/ versi pcmo, kdg oli campur sari buat nambah tok utk moped. Pernah pake agip iride u/ mio sblm trn mesin itupun olinya ok tingkat penguapan kecil di banding total jgn oli diler komparasinya( ini yg bikin mio akhirnya trn mesin krn oli habis tp untung piston tdk macet). Nb. Operasi u/ ojol dan akap dan blm pake migor.

    Suka

    • Sip. Mesran itu ok, apalagi yang single grade, SAE 40.

      Oli yang butuh oli samping adalah oli yang kalau dipakai pelan tidak makin lama makin halus. Mesran salah satunya.

      Semua oli bisa dicampur minyak goreng sih. Kalau ingin jaminan ok, sementara merek bimoli. Sudah banyak yang mengakui ok 🙂 .

      Suka

      • Saat ini msh pake oli + migor kbtln lg ada bimoli. U/ sae40 itu sdh susah. Yg msh bnyk yg banci b40 kalau dr info anak2motor mrk lbh rekomendasikan msx.pernah pake b40 sempet bikin los kompresi di mio j ( mtr gagal) pasca bbrp bln trn mesin itu blm pake b40 msh ylube.ternyata klep kerapatan yg los kedua setelah ada kotoran di klep mgkn efek pembersih b40. Skrg aman2 aja setelah pake mesran sae 20-50 +migor dan mgkn u/ +olsam sptnya lbh baik sy pake oli hdeo+migor. Bnyk montir umum bilang pake hdeo makin berat waktu sy pake b40 dan saya kasih kunci ke mrk u/ jajsl…tp mrk tdk mau kec montir korekan komunitas g perlu jajal pasti sdh tau..olsam evalube dulu sy pake u/ king saya krn lbh murah dan lumayan kok.

        Suka

        • sip iya ya, mesran SAE 40 mulai susah. Nggak tahu kalau yang B40 bikin seperti itu. Sekarang coba meditran s tapi rasanya lebih encer. walau leganya sepertinya sama.

          memang oli samping punya kelemahan sae lebih rendah, tapi bagusnya dijamin single grade. Karena aneh juga SAE 20 bisa tahan cukup lama dimotor saya walau yang 10W40 cuma bisa tahan 100 km an. Tapi nanti coba beberapa hdeonya shell dan exxon akan lebih yakin.

          Sip iya, evalube 2t rasanay lumayan.

          Suka

  3. Eh saya punya oli Mesrania 2T OB SAE 30 yg biasa says pakai buat oli shock.
    Apa itu contoh oli yg dimaksud ?

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.