Mesin bisa jalan pakai air, Nikuba, usaha monopoli, kebohongan soal polusi dan plagiarisme?


Beberapa hari terakhir, channel penuls kebanjiran hater. Hater itu lucu lucu, dibilang bikin konten yang kontroversial biar populer. Nggak masuk akal banget, apa memang orang yang di hate bakal ditonton lagi? Secara view juga nggak banyak nambah karena mereka biasanya cuma baca judul, atau bisa jadi cuma baca “kata pengantar” dari link, sebelum komentar dengan gaya seakan akan sudah nonton videonya.

Bukan hal yang aneh karena memang karakter orang Indonesia begitu. Sampai sekarang saja penulis masih sering didatangi sisa sisa kesalahpahaman blogger / vlogger yang dicuci otak oleh usaha jahat orang kasih “kata pengantar” yang salah. Soal pakai rem belakang dulu, masih saja ada vlogger / blogger yang berpikir penulis nggak pakai rem depan. Tapi penulis jadi diblokir ketka minta instruktur safety riding untuk mendemokan pengereman mereka di situasi sebenarnya.

Kali ini soal nikuba. Banyak yang berpikir bahwa video penulis itu skeptis terhadap Nikuba.
Pakar BRIN Soal Motor TNI Berbahan Bakar Air: Bukan Teknologi Baru

Padahal sudah sejak 2007 penulis banyak sharing cara cara agar mesin bisa jalan dengan air 100%. Ada yang pakai elektrolisis seperti nikuba, ada juga yang cara mekanik seperti misalnya Geet (Paul Pantone plasma reactor) atau water fuel spark plug (plasma ignition) atau kristal water humidifier (powerme dari energeticforum), juga yang airnya nggak habis seperti misalnya Joe Cell atau NZ cell. Masih banyak lagi yang lain yang caranya aneh aneh. Penulis pernah bicara juga dengan yang berhasil mencapainya, seperti misalnya Bob Boyce dari Amerika atau Arno W dari Belanda.

Yang ada di Nikuba bukan suatu yang mustahil bagi penulis. Karena penulis sudah lama tahu ada yang bisa sukses.

Sekedar ilustrasi, berikut beberapa contoh motor jalan pakai hho, nggak berarti yang berikut ini sukses, tapi hanya sekedar contoh saja:

Joe Cell

Yang khusus hidrogen tapi dengan cara penyimpanan beda:

Nikuba sendiri rencananya akan dijual dengan harga 6 juta untuk pemakaian di motor:
Mesin Nikuba untuk Sepeda Motor Dijual Rp6 Juta

Iwan mengungkapkan, Nikuba nantinya akan dijual Rp6 juta per unit. Harga tersebut, menurutnya jauh lebih murah dibandingkan mengonversi mesin sepeda motor ke baterai listrik.

Sebelumya nikuba menjadi produk tambahan saja:

Iwan Piliang, CEO Nikuba, menjelaskan bahwa perusahaan ini sudah berdiri pada 5 tahun yang lalu. Sedangkan Ariyanto sudah membuat mesin Nikuba pada 7 tahun lalu, di mana awalnya alat tersebut bisa menghemat BBM dengan hidrogen sekitar 30-40 persen.

Nikuba merupakan produk yang dari awal dibuat untuk komersil walau Aryanto Misel sering mengaku sebagai profesor kampung:

“Dari 2,5 miliar itulah digunakan untuk R&D. Dua tahun pertama kendalanya tuh fuel kelebihan power. Jadi gampang panas, ada indikasi mudah terbakar,” tutur Iwan saat berbincang dengan Uzone.id di kediamannya di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Rabu (18/5/2022).

Menurutnya, tigak tahun terakhir ini persoalan tersebut sudah bisa diselesaikan setelah terus mencoba dan mencoba. Bahkan, beberapa mesin motor rusak selama riset.

Sebelumnya, Nikuba dijual dengan harga 2,5 juta untuk mobil 1000 cc dan 4,5 juta untuk mobil di atas 2000 cc:
NIKUBA H2O GENERATOR (MESIN MOBIL 1000 – 2000 CC)

NIKUBA HHO GENERATOR (2000 CC KE ATAS)

Klaimnya sebagai berikut:

MANFAAT YANG DIDAPAT DARI NIKUBA HHO SEBAGAI BERIKUT :
1. MESIN 3 KALI LEBIH BERTENAGA
2. MENGEMBALIKAN PERFORMA MESIN
3. GETARAN MESIN LEBIH HALUS
4. SUHU MESIN LEBIH DINGIN.
5. SANGAT RAMAH LINGKUNGAN
6. PEMASANGAN SANGAT MUDAH, TIDAK MERUBAH MESIN KENDARAAN, KARENA ALAT NIKUBA HHO INI HANYA DISALURKAN MELALUI BOX FILTER UDARA ATAU INTAKE/ MANIFOL.

Terlihat bahwa alat nikuba yang dipamerkan sekarang mirip dengan produk untuk mobil 2000cc:

Menurut keterangan berikut, air juga perlu beli dari nikuba juga, dengan harga 20 ribu per liter:

Dengan kondisi sekarang yang sudah pakai katalis khusus, harga akan lebih mahal lagi.

Saat itu rupanya sudah diklaim bahwa Nikuba membuat mesin jalan pakai hidrogen. Di menit 4:50 disebut bahwa fungsi bensin hanya untuk menyalakan saja, seterusnya mesin akan jalan dengan hidrogen.

Entah mengapa harga nikuba dibandingkan dengan konversi ke motor listrik.

Dia mencontohkan salah satu bengkel modifikasi sepeda motor yang bisa mengonversi Vespa bertenaga baterai menawarkan harga Rp17 juta untuk baterainya saja.
Itu belum biaya kit konversi dan jasa. Selain itu, masalah sepeda motor listrik ketika jalan di tanjakan esktrim tenaganya jauh berkurang.

“Mahal, speed tidak oke. Nah, kita tes (Nikuba) di tanjakan tajam di Dago Pakar, bandung, kita berhenti di tengah (tanjakan) dan bisa jalan lagi,” tutur Iwan.

Tapi mungkin pernyataan Aryanto Misel di menit ke 6 video berikut sumbernya, disebut Nikuba polusinya zero:

Sayangnya tidak ada hasil uji emisi dari Nikuba. Jadi entah AM pede mengatakan itu sumbernya dari mana. Tapi bila melihat cara pemasangan nikuba seperti berikut, terlihat jelas bahwa masih ada udara masuk dari luar:
Yakin Air Jadi Bensin? – AIMAN

Bila masih ada udara masuk dari luar, mustahil tidak menghasilkan polusi. Ini karena udara mengandung nitrogen. NOx akan dihasilkan dari panas pada saat proses pembakaran. Dan bahkan disebutkan, bahan bakar yang mengandung hidrogen akan memberikan polusi NOx lebih banyak (dengan asumsi suhu pembakaran sama):
Hydrogen Hype in the Air

Pembakaran H2 dan NOx – Ancaman Polusi Udara Baru. Apa yang terjadi jika H2 dibakar?

Pembakaran H2 tidak menghasilkan emisi karbon dioksida (CO2). Itu adalah kabar baik untuk iklim.

Namun, pembakaran hidrogen menghasilkan emisi udara lainnya. Dan fakta ilmiah itu adalah cerita yang tak terhitung dalam rencana industri agresif ini, yang bisa mengubah H2 hijau menjadi H2 yang mengerikan.

Berita buruknya adalah pembakaran H2 dapat menghasilkan nitrogen oksida (NOx) tingkat tinggi yang berbahaya. Dua penelitian di Eropa telah menemukan bahwa pembakaran gas alam yang diperkaya hidrogen dalam lingkungan industri dapat menyebabkan emisi NOx hingga enam kali lipat dari metana (elemen paling umum dalam campuran gas alam).[17],[18] Ada banyak lainnya. studi dalam literatur ilmiah tentang kesulitan mengendalikan emisi NOx dari pembakaran H2 di berbagai aplikasi industri.[19],[20]

Bahkan “Rencana Program Hidrogen” Departemen Energi Administrasi Trump mengidentifikasi pembakaran H2 sebagai masalah yang signifikan. Ini menyatakan bahwa penelitian tambahan diperlukan pada sejumlah masalah pengendalian emisi di sekitar pembakaran H2. Poin yang dibuat DOE adalah bahwa pada tingkat pencampuran H2 yang sangat rendah, tingkat emisi NOx mungkin dapat dikontrol. Tetapi pada tingkat yang lebih tinggi, tidak hanya sulit untuk mengontrol emisi NOx, tetapi teknologi yang telah dikembangkan untuk mencoba mengendalikan tingkat NOx yang lebih tinggi tetap tidak terbukti.[21] Penelitian itu masih bertahun-tahun.

Masalah emisi ini bukan rahasia tetapi masalah industri yang sudah berlangsung lama. Sebuah laporan industri baru-baru ini dari European Turbine Network mengenai pembakaran H2 menyatakan: “Suhu api adiabatik yang lebih tinggi dari H2 akan menghasilkan emisi NOx yang lebih tinggi jika tidak ada tindakan tambahan yang dilakukan… Ini akan menjadi tantangan khusus untuk mencapai batas NOx yang lebih ketat yang diperkirakan di masa depan.”[22]

Juga satu lagi yang bikin penulis skeptis Nikuba punya polusi nol, yaitu Nikuba ternyata mempunyai keluaran yang berasap:
Nikuba Zero Emisi , 100% untuk menjalankan motor tanpa BBM

Walau disebut hasil keluarannya adalah gas hidrogen dan oksigen, beda dari hasil HHO selama ini, berikut contohnya:

Entah apa yang menyebabkan munculnya asap. Penulis sendiri menduga bahan berikut:
Nitrogen-Based Fuels: A Power-to-Fuel-to-Power Analysis

Atau Asam Nitrat / HNO3:

Inspirasinya dari paten Stanley Meyer:

 

Masih belum jelas apakah Nikuba bakal lebih ekonomis untuk gojek, harganya saja lebih dari motor bekas layak gojek. Sebagai teknologi baru, tentu juga memperkenalkan masalah kompatibilitas juga. Karena kaanya juga sudah merusak banyak motor. Masih perlu diuji lebih lanjut.

Namun penulis khawatir dengan sisi lain Nikuba ini, yaitu dari sisi patennya. Kesannya Nikuba akan dipatenkan tidak hanya katalis rahasianya saja, tapi dari alatnya juga. Karena disebutkan bawa masyarakat akan membeli dari agen dan pembuatnya harus bersertifikasi. Yang jadi masalah adalah teknologi elektrolisis selama ini di share secara bebas tanpa paten. Bila tiba tiba muncul paten, maka paten dari Aryanto Misel justru jadi penghambat bagi peneliti HHO yang lain.

Perlu diketahui juga bahwa HHO bisa dipakai tidak hanya untuk bahan bakar, tapi juga untuk alat las atau bahkan alat kesehatan seperti bisa dilihat di kedua channel berikut:
https://www.youtube.com/user/vincentcliong/videos
https://www.youtube.com/c/jokoenergy/videos

Sebagai perbandingan, Joko Energy / Joko Priyono juga punya paten alat HHO, tapi dijelaskan bahwa paten ini hanya untuk desainnya saja:
Pembangkit Bahan Bakar Air (HHO) Joko Energy Model JE850P15

Jadi sengaja paten tidak menyertakan cara kerja dari HHO.

Soal paten ini sendiri juga jadi perhatian penulis, karena paten dari Joko Energi menyebut sebagai berikut:

Perhatikan bahwa desain ini sudah sama persis dengan desain yang dipakai di Nikuba. Coba lihat alat versi Joko Energi berikut:

Entah mungkin memang Nikuba bisa pakai desain Joko Energy karena paten sudah expired. Tapi tetap desain Nikuba bukan yang original dan tidak etis bila akhirnya dipatenkan. Apalagi ketika yang dipatenkan adalah cara kerjanya juga, yang Joko Energy saja tidak berani mempatenkan.

Gara gara kesamaan ini, penulis pun jadi penasaran untuk mengecek klaim penemuan Aryanto Misel yang lain, yaitu pemadam api singkong, rompi anti peluru sabut kelapam dan obat anti kutu apel. Penulis kaget dengan yang penulis temukan, karena ternyata masing masing sudah ada orang Indonesia lain yang lebih dulu.

Netizen banyak yang membela Aryanto Misel dengan mengatakan bahwa tinggal diadu ke pengadilan paten siapa yang lebih benar. Entah mengapa mereka fokus ke situ, karena rasanya ketiga penemu di atas itu tidak mempatenkan penemuan mereka. Kalau diadu dengan Aryanto Misel yang pasti bakal kalah. Padahal fokusnya adalah Aryanto Misel bukan satu satunya penemu. Terutama yang untuk 2 siswa SMA di atas, padahal mereka sudah kerja sama dengan TNI dan Polri saat pengujian, mengapa sekarang di takeover Aryanto Misel?

Memang orang Indonesia itu sering meremehkan / melupakan ilmu yang dishare gratisan secara bebas. Sering memuja muja yang overprice. Iya memang Aryanto Misel didanai milyaran sebagai profesor kampung, tapi belum tentu produk akhirnya nanti bakal terjangkau atau bisa dinikmati masyarakat luas. Dan sepertinya Aryanto Misel ingin menciptakan pasar yang bakal terus bergantung kepada dirinya.

Kalau dibilang wajar ingin baik modal, apa pada nggak tahu banyak peneliti habis ratusan atau bahkan milyaran rupiah yang gagal? Ini baik dana pribadi atau dari perusahaan. Ada yang niatnya dari awal mau di share bebas, yang penting cuma dimention saja. Bayangkan juga bila nanti ada penemuan yang sebenarnya nggak mirip Nikuba tapi terus nggak bisa dipakai karena terhalang patennya Nikuba?

Ngeri juga ketika sekarang orang sudah lupa siapa itu Randall Hartolaksono, mahasiswa UMP, Kevin dan Iqbal. Mereka itu juga anak bangsa dan berperan mengharumkan nama Indonesia dan memajukan Indonesia. Mereka juga menyumbangkan ilmu mereka untuk Indonesia. Mereka juga perlu dihargai.

Video:

Penulisi nggak bisa cek sendiri Nikuba, kejauhan dan nggak ada waktu. Penulis mau coba produk aditf bahan bakarnya Aryanto Misel saja, Akashu:

Tapi entah sama atau tidak dengan Grand Akashu:
Cairan Penghemat BBM Tak Hanya Bikin Irit, Tapi Bertenaga!

“Kebanyakan produk yang ada tidak bisa memecah molekul yang tidak senyawa dengan BBM, seperti air dan membuat kerak di tangki bensin. Grand Akashu ini terbuat dari bahan ramah lingkungan, mengandung methanol yang bersifat metalic free,” jelas Edhi.

Menurut Edhi, produk yang dibuatnya 4 tahun silam itu mampu memecah molekul tidak senyawa di BBM dan membersihkan kotoran yang bersarang di tangki bensin.

“Molekul yang berhasil dipecah akan menjadi gas untuk menambah kualitas oktan BBM. Gas yang tinggi itu membuat pembakaran menjadi lebih sempurna dan membuat tenaga sepeda motor menjadi lebih maksimal,” tuturnya.

Nanti dilihat apa sesuai klaimnya atau tidak. Konsumsi bahan bakar nmax kemarin siang siang adalah 51 km/liter. Nggak bisa maksimal karena nggak bisa kecepatan ideal (50-60)

10 respons untuk ‘Mesin bisa jalan pakai air, Nikuba, usaha monopoli, kebohongan soal polusi dan plagiarisme?

  1. Komentar negatif, black campaign, dsb… memang susah berinteraksi di media sosial, karena kita tidak pernah tahu kapasitas si komentator, apakah dia seorang ahli yang kompeten di bidangnya? seorang pakar? analis? sarjana, professor, atau malah mungkin hanya bocil kelas 5 SD? Abaikan saja, karena sampai kiamat pun yang namanya “haters will be haters” mungkin sudah ketentuan-NYA bahwa Allah SWT menciptakan mahluknya dengan akal pikiran yang seharusnya dipergunakan untuk berpikir sebagai pembeda kita dengan hewan, tapi kembali pada si manusia apakah mau memanfaatkan dengan baik anugerah istimewa ini atau tidak.

    Suka

      • Yaa.. gituulaah Pak… wes ben e wae Pak, positif thinking aja: majemuk. Segala sesuatu yg bersifat ilmiah kadang sering dihadapkan pada tantangan seperti itu, thomas alfa eddyson dkk saja dulunya mungkin ngalamin.. oh, yaa btw Shell Rimula R2 memang pas seperti estimasi Bpk, ga sampai 1000 km dimotor matic saya udah item, walaupun penguapan di mesin xeon gt ‘cuma’ 30-50 ml, di km 1300 akan saya drain-isi ganti mesran sae 40. Ramuan PertamMAR saya test ganti jadi TurboMAR makin jozz, Makasih & tetep semangat menulis. _Salam.

        Suka

        • sip iya.

          Wah mengecewakan juga ya karena shell rimula R2 seperti itu. Nanti saya akan coba juga bersama oli HDEO yang lain.

          syukurlah bisa jos ramuannya, terima kasih 🙂

          Suka

  2. Saya tidak masalah itu nikuba buat motor apa mobil bensin…tapi kalo mobil truk yg notabene bahan bakar diesel gimana ?

    Suka

  3. Asalkan ada duit, hal yang “tidak etis” pun jadi sah sah saja. Kasihan para peneliti yang membuat & mengembangkan teknologi yang harusnya disebarluaskan secara gratis, tapi yang dapat hak patennya malah orang yang cuma “ikut-ikutan”. Jadi mirip di sekolah, yang pintar nilainya biasa saja, yang nyontek nilainya sempurna 😂

    Suka

  4. saya yakin NIKUBA dapat menjalankan motor sampai 500km tanpa bensin adalah HOAX, jangankan 500km, 500 meter aja sudah akan kewalahan.

    sampai detik ini nikuba selalu dioperasikan bersama tangki bensin terpasang.

    salam:

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.