Review oli Redline 5W-50, oli bahan polyolester dan aditif oli Lupromax


Sebenarnya penulis punya oli Redline sudah cukup lama, tapi cuma barusan ini saja coba. Castrol GPS sudah duluan coba agak lama:

Awal penulis pakai pertama, oli ini terasa ok banget:

Langsung terasa jauh bedanya dengan oli sebelumnya, oli Unil Opal (diselingi oli campura aduk). Mesin langsung terasa halus atas bawah. Rasanya ibarat pakai campuran minyak goreng tapi yang lebih kental. Jadi bawah atas halus walau peran aditif terasa minim, yang ditandai tidak makin halusnya mesin ketika jalan konstan rpm rendah atau ketika dipakai di atas kecepatan 80 km/jam.

Tapi setelah pemakaian pertama ini,penulis mengamati beberapa penurunan performa:

Dari sisi ketahanan kekentalan bisa dibilang ada 2 sisi. Oli ini mudah encer kalau dipakai. Makin cepat encer kalau dipakai kencang, lebih tahan kalau dipakai kalem (beda dari Unil Opal). Jadi kalau mau sampai tujuan suara mesin jadi kasar. Tapi anehnya perubahan permanennya minim. Jadi dipakai di hari berikutnya pasti halus lagi kalau saat berangkat.

Sayangnya sifat makin cepat encer makin lama makin parah. Hari pertama di setengah perjalanan jadi mulai kasar. Di hari kedua lebih cepat. Di hari ketiga lebih cepat lagi. Kalau nggak salah sih kelemahan dari polyolester memang dari shear stability. Dan bisa jadi olinya pakai aditif VI Improver juga.

Karena merasa kurang sip, akhirnya dipakai coba coba Lupromax, yang ternyata nggak bisa banyak membantu. Lalu coba coba juga pakai margarin sebagai aditif oli, yang ternyata walau membantu, tapi membawa efek samping juga:

Berikut ketika olinya di drain.

Kondisi oli agak gelap mungkin karena olinya penulis tambahi margarin di pemakaian 200 kman. Jadi penulis tidak menyarankan penggunaan margarin sebagai aditif oli mesin.

Aditif Lupromax penulis rasakan bisa membuat oli lebih licin, tapi tetap tidak bisa membuat mesin halus ketika oli sudah mulai berkurang kemampuan pelapisannya.

Oli Redline jelas kurang cocok untuk kebutuhan penulis. Mungkin cuma cocok untuk mobil yang rpmnya lebih rendah. Karena sudah ada bimoli, maka penulis tidak merasa memerlukan pakai oli Redline.

6 respons untuk ‘Review oli Redline 5W-50, oli bahan polyolester dan aditif oli Lupromax

  1. Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh. Semoga selalu diberi keberkahan oleh Alloh swt dalam setiap urusannya pak.

    Mau tanya :
    1. Jika rekomendasi oli motor berdasarkan buku dari pabrikan merujuk di negara asalnya, apakah oli mobil juga sama?

    2. Dikatakan kendaraan itu sudah highmile age standarnya berapa mile/km?

    3. Kemudian oli apa yang layak untuk kendaraan highmileage(baik motor/mobil)?

    Suka

    • wa ‘alaikumus salam. terima kasih, amiin, semoga diberkahi di setiap urusan juga. Maaf telat menjawab.

      1.Sayangnya sekarang ini banyak juga yang rekomendasi oli mobil juga berdasar negara asalnya. Saya pernah coba cari info, tapi maaf lupa mobil apa, rekomendasi oli negara dingin ternyata sama dengan yang di indonesia.

      2. Standarnya 75 ribu mil atau sekitar 120 ribu km berdasar noria

      3. Oli yang layak dipakai untuk kendaraan high mileage adalah terutama yang bahan olinya membuat seal mengembang. Ini bisa oli dengan kandungan AN atau grup 1 yang cukup atau dari ester. Tapi karena di Indonesia tidak dijual oli macam ini, maka cuma mesran yang bisa dipakai sebagai acuan. Sementara itu untuk pabrik lain cuma bisa coba coba.

      Suka

  2. Sebenarnya, Apapun olinya tetap drain 2000km asal jangan pakai oli yang kekentalanya 30 di indonesia, Cuma apakah sebelum 2000km oli udah habis atau masih banyak. lebih baik pakai yang kekentalan 50 karena lebih stabil suaranya.

    Suka

  3. Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh, semoga selalu diberkahi Alloh SWT di setiap urusan bapak.

    Mau tanya pak, oli mobil1 produk dari exxonmobile, kemaren saya ganti oli mobil super 2000 10w 40, sisanya saya gunakan untuk motor dengan migor 20%.Jika dibandingkan dengan Pertamina menurut bapak sekelas apa?

    Terimakasih

    Suka

    • wa ‘alaikumus salam we wb, semoga selalu diberkati juga dalam semua urusannya.

      Mobil supernya buatan mana? Kalau buatan federal menurut saya kelasnya mendekati punya pertamina.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.