Margarin Amanda mantap banget dijadikan aditif bensin!


Sudah cukup lama penulis pakai bensin pertalite apa adanya. Sampai lupa bahwa pertalite itu nggak ada tenaganya. Sampai pernah bertanya tanya mengapa kok sekarang top speed nggak pernah 113 lagi. Sampai kangen.

Selama pakai pertalite ini penulis pernah coba pakai aditif PRF turbo dan Cleanoz. Yang hasilnya nggak ada bedanya dengan ketika pakai pertamax, yaitu performa motor turun malah. Hasil sama penulis dapatkan ketika mencoba aditif Akashu.

Ya sudah, yang ada efeknya adalah pakai margarin blueband. Tentu ini dengan mencampur secara terpisah dulu. Karena margarin akan menyebabkan endapat ketika dicampur dengan bensin.

Ini tetap terjadi walau margarinnya sudah dipanasi terlebih dahulu:

Selama pakai pertalite ini efek pakai margarin blueband terasa. Tapi nggak banyak.

Karena penasaran dengan efek margarin, penulis beli 3 merek margarin eceran.

Yang bimoli sudah penulis pakai duluan. Itu bimoli yang lebih mahal dari yang biasa dijual di toko. Tapi efeknya terasa sama saja.

Lalu kemarin penulis coba yang amanda. Tentu tetap dicampur dipisah terlebih dahulu. Penulis campurkan 50 ml margarin Amanda ke sekitar 1 liter bensin. Dilarutkan. Setelah larut, lalu dituang 1/10nya ke tangki bensin. Anggap saja dosis 1 ml per liter.

Weh, asli nggak nyangka. Tarikan mesin jadi terasa banget.Jauh lebih enak daripada pakai bimoli.

Entah mengapa efeknya bisa lebih ekstrem. Padahal dari warna lebih pucat. Dari harga lebih murah. Atau justru karena itu maka margarinnya jadi lebih cocok untuk dipakai aditif bensin?

Entahlah.

16 respons untuk ‘Margarin Amanda mantap banget dijadikan aditif bensin!

  1. Mungkin terasa lebih enak karena lebih sedikit “bumbu” nya? Oh iya Pak, amanda ini dibanding blue band bedanya apa ya? Apa terasa lebih licin / lebih bersih dsb?

    Suka

  2. Pa kabar Pak Cahyo.. saya masih mix pertamax92 + margarin putih palmia dosis 1ml ke 1ltr. Setelah coba juga dengan pertamaxTURBO. Oh ya Pak, mo usul nih.. kapan kapan test busi yang selain 2 merk atas (NGK – Denso) dipasaran ya Pak.. entah Champion, Autolite atau Bosch dsb.. non platinum-iridium.. _makasih.

    Suka

    • apa kabar juga 🙂 . wah masih setia margarin putih ya. Mungkin nanti saya bandingkan juga dengan dosis yang sama.

      Iya, kalau ada kesempatan saya akan coba busi juga. Yang sulit menyesuaikan heat range karena biasanya yang tersedia biasanya model racing.

      Suka

  3. pak bicara lupa . saya pernah mencampur pertamax turbo dengan margarin di wadah botol air mineral setelah lupa mau memindahkan ke wadah yg gampang dibawa di jok . endapanya jadi hilang pak . saat pertama mencapurkan memang ada endapan . setelah lama dibiarkan rupanya hilang .

    cuma sekedar berbagi pengalaman . belum tau efeknya apa . hehe

    Suka

  4. mobil saya expander, sdh 3 bulann saya coba gunakan pertalite + blueband, tarikan ok, bahan bakar irit, bogor-jakarta bisa capai 25.6 km/liter di tol, speed 80-100 km/jam. kekurangannya adalah saat pertamakali hidup stationery ada suara nglitik 2-3 menit setelah itu menghilang. Kenapa menurut penulis dan apakah berbahaya?

    Suka

    • Kalau seperti itu sepertinya tanda busi nya terlalu dingin. Pakai busi apakah? Coba pakai busi yang lebih panas atau busi yang heat rangenya lebar.

      Selain itu bisa juga karena pilihan oli mesinnya, yang aditifnya terlalu banyak, sehingga pakai blueband pun kurang kuat. Mungkin perlu coba oli minim aditif?

      Selain itu juga bisa karena oktan bensin terlalu mepet. Mungkin perlu dikasih magnet (bekas speaker), atau bisa cemenite atau “pro capacitor”

      Suka

  5. Mohon maaf Om Aji, numpang nanya : di yutub disampaikan bhw 50 ml margarin untuk 500 ml bensin, tapi di blog ini dituliskan 50 ml margarin untuk 1000 ml. Yg mana yg direkomendasikan Om ?
    Berikutnya : Dari blog, saya mencoba berhitung : 1/10 dari 1000 ml, berarti 100 ml yg dituang ke tangki motor ; saat dituang itu kira2 berapa liter bensin yg ada di dalam tangki ?
    Mohon maaf jika ada kesalahan kata dan perhitungan.

    Suka

    • iya, maaf ada beda. Yang perlu diperhatikan adalah dari berapa banyak margarinnya. Bisa kita abaikan sementara berapa banyak bensinnya.

      misal 50 ml margarin dicampur ke bensin di botol, maka kalau butuh 3 ml, maka 3/50 dari sisi botol yang dituang, 6%nya. Kalau butuh 5 ml, maka 5/50 atau 10% dari botol yang dituang ke tangki.

      Kalau botolnya terisi total 550 ml, maka 10% = 55 ml.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.