Pertalite mau dibatasi di 1 Juli. Nggak yakin cuma yang mewah saja yang dibatasi!


Ngeri juga membaca berita hari ini. Apalagi sampai menyebut nyebut nmax nggak boleh pakai pertalite segala:
Siap-siap! Mulai Besok Fortuner, Pajero, hingga Nmax Tak Bisa Pakai Pertalite

Pemerintah mulai melakukan uji coba pelarangan penggunaan BBM subsidi, seperti Pertalite untuk kendaraan bermotor mewah. Artinya, mobil Fortuner, Pajero, CBR, hingga sepeda motor Nmax harus mengonsumsi Pertamax.

Alasannya adalah karena kuota yang dijatahkan sudah mau habis;

sehingga pada akhir tahun ini masih bisa mencapai kuota

Kenaikan ini sebelumnya sudah direncanakan dengan alasan yang sama.
BPH Migas Ungkap Jatah Kuota Pertalite Enggak Cukup untuk Tahun Ini, Akan Dibatasi?

Penyaluran Subsidi BBM Tepat Sasaran Bisa Tekan Beban Negara

Tahun ini alokasi subsidi dengan asumsi harga ICP US$100 per barel sebesar Rp74,9 tiliun dan kompensasi Rp324,5 triliun. Sementara yang akan dibayarkan tahun ini alokasi anggaran yang disiapkan Rp275 triliun bergantung pada perkembangan harga global. Jika harga ICP di atas US$100 per barel atau dibawah, lanjut Yustinus, subsidi dan kompensasi akan disesuaikan.

Saleh Abdurahman memproyeksikan kuota Solar dan Pertalite tahun ini akan habis pada September atau Oktober 2022 jika tidak ada tindakan. Berdasarkan data BPH Migas, hingga 20 Juni 2022 realisasi penyaluran Solar mencapai 51,24% dari kuota tahun ini 15,1 juta Kiloliter (KL). Sedangkan realisasi penyaluran Pertalite mencapai 57,56% dari kuota sebelumnya yakni 23,05 juta KL.

 

Aneh mengapa judul berita ada nmaxnya karena didalam artikel isinya:

Nantinya, konsumen yang tidak mendapat akses untuk membeli pertalite adalah kendaraan roda dua kapasitas mesin di atas 250 CC dan empat dengan kapasitas mesin di atas 2.000 CC. BPH mengkategorikan mereka sebagai barang mewah.

Update, yang berikut caption lama sepertinya:
Makin bikin bingung pula ketika ada caption yang menyebut pertalite dijual dengan harga 8500 rupiah:
Daftar Mobil yang Bakal Dilarang Pakai Pertalite

Petugas melayani pembeli Pertalite di SPBU Abdul Muis, Jakarta Pusat, Jumat (24/7/2015). PT Pertamina (Persero) mulai menjual Pertalite dengan oktan 90 kepada konsumen dengan harga Rp.8400 perliter. (KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO)

Lalu ada kabar kalau mau beli pertalite harus daftar dulu ke aplikasi my pertamina:

Mulai 1 Juli 2022, tidak semua orang dapat menikmati Pertalite. Pembeliannya akan diatur dengan konsumen harus terlebih dahulu mendaftarkan diri di situs MyPertamina.

Sebuah hal yang ironi karena biasanya orang yang memang beneran lebih butuh pertalite itu adalah yang nggak sanggup memelihara hp yang bisa dipakai internetan. Nggak heran bila nanti syarat install aplikasi tersebut harus hp yang paling terbaru.

Untuk daftarnya juga termasuk canggih:
Kesadaran Masyarakat Gunakan BBM Nonsubsidi Jadi Kunci Atasi Pembengkakan Subsidi Energi

Dia menegaskan tanggal 1 Juli 2022 nanti adalah tahap registrasi bagi masyarakat bukan merupakan pembatasan pembelian Pertalite maupun Solar.

“Data akan dikoordinasikan untuk tahap awal belum ada verifikasi, sifatnya kami masih mencocokkan masyarakat upload STNK upload No Polisi, foto kendaraan dan NIK. Nanti akan dicocokan benar nggak kendaraan ini dll. Belum validasi data itu valid atau belum kami baru gathering data kalau cocok, approve nanti masyarakat dapat QR Code melalui email,” jelas Ega.

Jelas sangat mempersulit yang tidak punya hp bisa internetan. Tujuan pakai aplikasi tersebut adalah untuk membuat orang tidak bisa beli lebih banyak walau datang ke SPBU lain:

“Bila seseorang sudah mengisi hari ini misalnya 60 liter itu, itu dia tidak bisa pergi ke SPBU lain sehingga konsumen betul-betul terkontrol. Kami juga terbitkan surat rekomendasi JBT (Jenis Bahan Bakar Tertentu) solar agar ada pengawasan kuat,” ujar dia.

Ada alternatif lain yaitu generate QR Code melalui:
https://subsiditepat.mypertamina.id
 

Keputusan ini disertai bumbu bumbu alasan lain seperti misalnya:
Mulai Agustus Mobil Mewah Dilarang Pakai Pertalite

Namun, ketetapan ada baiknya juga bagi pemilik mobil yang sadar terhadap kesehatan mesin mobil bisa melihat tingkat kompresi mesin yang sesuai dengan kualitas bahan bakar yang akan digunakan.

Pasalnya, BBM Ron rendah akan merusak lingkungan, menambah polusi, juga buruk bagi mesin kendaraan dan bila kendaraan beralih ke BBM jenis oktan tinggi ini, secara otomatis komponen kendaraan akan berumur panjang.

Padahal yang penting oktannya cukup maka mesin tidak akan rusak. Dan meningkatkan oktan ada banyak caranya. Alasan lingkungan juga kurang tepat karena belum terbukti pakai pertamax turbo bakal menghasilkan emisi lebih baik dari pakai pertalite.

Kebanyakan masyarakat juga dianggap tidak layak mendapatkan subsidi:
Kesadaran Masyarakat Gunakan BBM Nonsubsidi Jadi Kunci Atasi Pembengkakan Subsidi Energi

Dia menambahkan, subsidi pada dasarnya adalah untuk melindungi masyarakat tertentu yang termasuk kelompok miskin dan rentan. Perlindungan tersebut dilakukan melalui mekanisme bantuan berupa cash transfer sehingga penerimanya bisa tetap memiliki daya beli.

Walau katanya yang bakal dibatasi adalah mobil mewah, rasanya kok bakal makin melebar. Karena kalau dipikir pikir, cuma berapa populasi kendaraan mewah? Cuma membatasi kendaraan mewah tidak akan cukup. Pasti akan ada kebijakan yang lebih ekstrem lagi.

Wah padahal penulis sudah mau pakai pertalite, tapi kayaknya bakal nggak dibolehkan lagi beli pertalite.

Tapi penulis sudah cukup lega karena motor penulis sudah pakai SILK, pro capacitor dan sekarang sudah pakai aditif margarin amanda. Cuma oli mesin sekarang masih coba coba, seandainya butuh lebih sip, maka pakai oli mesran SAE 40 bisa jadi solusi. Dengan kondisi ini (macet macetan), masih memungkinkan untuk bisa selalu lebih dari 50 km/liter kalau pakai eco riding. Pakai pertamax mungkin juga bisa 60 km/liter.

Lihat saja nanti.

btw, perbandingan harga bensin Indonesia dengan negara lain, oktan 95:
https://www.globalpetrolprices.com/gasoline_prices/

17 respons untuk ‘Pertalite mau dibatasi di 1 Juli. Nggak yakin cuma yang mewah saja yang dibatasi!

  1. Kebijakan ini memang masih belum jelas jadinya gimana,entah ada yang bilang bayarnya tidak pakai app MyPertamina hanya registrasi saja, bayarnya pake kode QR yang didapatkan setelah melakukan registrasi nanti bisa di print.Menunggu kejelasan nya nanti besok dilapangan bagaimana…..

    Eh itu Pertalite 8400 bukannya artikel lama ya om penulis tahun 2015 ?…

    RON 95 di Malaysia setahu saya bisa murah karena dapat subsidi,kecuali RON 97 dan Diesel mengikuti harga minyak dunia.

    Suka

    • Sip iya. Banyak ketidak jelasan. Juga tidak semua tempat bakal dibatasi. Tapi kuota sudah mau habis itu sudah dipastikan, jadi rasanya bakal ada pembatasan yang tidak sekedar kendaraan mewah saja.

      Wah iya ya, nggak sadar yang soal harga pertalite 8400nya, terima kasih koreksinya.

      Baru tahu soal bensin RON 95 nya. wah yuang subsidi saja ron 95 ya.

      Suka

  2. Mending dinaikkan 8500 daripada ribet, seharusnya dispenser dibuat pakai e money aja tinggal tap atau e ktp dibuat untuk beli bbm kayak regulasi yang mewajibkan beli minyak goreng 14 ribu pakai ktp atau aplikasi peduli lindungi.

    Suka

  3. https://www.viva.co.id/berita/bisnis/1491748-simak-pertamina-luruskan-salah-kaprah-beli-pertalite-pakai-aplikasi

    info masih simpang siur, di berita itu cuma daftar aja di wesite https://subsiditepat.mypertamina.id/ pembayaran spt biasa. saya coba daftar, cuma ada pilihan kendaraan roda empat saja yang harus daftar, motor gak perlu daftar.

    https://www.viva.co.id/berita/bisnis/1491551-jangan-salah-sepeda-motor-tidak-perlu-daftar-beli-pertalite-dan-solar

    Suka

  4. Saya kebetulan pake CBR 250R 2015,dr baru Alhamdulillah belum pernah pakai pertalite,atau turbo,tapi selalu Pertamax,bukan apa2 saya rasa ini paling cocok,

    Suka

  5. Mau ambil motor lagi jd galau lihat berita mulai krisis energi, perang dst… kalo sampe pertamax naik mendekati 20rb/litter kacau deh 😆. Sy sendiri pake Pertamax terus buat Address, pernah pake pertalite sekali kali tp udah cocok Pertamax sih. Enak tarikannya pak, kombinasi fastron hijau. Mesin masih halus bertenaga udah 5 tahun lebih. Paling ganti roller 9 gram, tanjakan sambil boncengan jd lebih ok.

    Suka

  6. menurutku sih yg paling adil itu kalo

    misal harga pertamax sekarang Rp.15.000 maka selisih nya dengan Pertalite = 12.500 – 7.650 = Rp. 4.850
    lalu dibagi 2 biar adil jadi Rp. 2.425

    maka harga pertalite sekarang harusnya Rp. 7.650 + Rp. 2.425 = Rp. 10.075

    Suka

    • sip, selama tidak dibatasi, rasanya wajar pakai harga itu. Tapi rupanya pingin tetap mempertahankan.

      Lucu juga ya sekarang, karena kan katanya begitu premium dihapus, maka bensin bersubsidi dihapus. Tapi sekarang pertalite jadi bersubsidi.

      Suka

  7. Kalau tujuannya mengurangi subsidi . Pelarangan hanya mobil mewah saya rasa gak akan ada pengaruhnya . Sudah benar mobil mewah harus pakai non subsidi. Tapi saya rasa kuota buat subsidi tetap jebol. Mayoritas mobil pribadi kan pakai pertalite yg notabene masih di subsidi oleh negara.harusnya ada aturan jelas dan tegas. Misalkan begini , pertalite hanya buat motor. Dan mobil harus pakai selain pertalite tapi bukan juga pertamax. Kalau semua mobil pakai pertamax ya bakalan babak belur pemiliknya. Dalam hal ini pertamina harus keluarin jenis baru .mungkin kasih nama pertamidle gitu ,yg isinya sebenarnya ya pertalite .kemudian di jual selisih rp1000. Dan mobil wajib pakai itu. Saya rasa pemilik mobil gak akan mengIRI kepada pemotor. Secara strata mereka lebih makmur. Subsidi bisa di kurangi . Gejolak mungkin juga gak akan terlalu besar. Kalau misal semua pemilik mobil wajib pertamax ya bakal terjadi perang bratayuda 😆

    Suka

    • sip iya, kebijakan pertamina soal ini memang serba canggung. Iya, kalau cuma dibatasi yang mewah saja, bakal tetap jebol juga. Kalau dibatasi untuk mobil saja, maka banyak yang beralih naik motor. Justru yang usahanya dari muter muter (taksi, grab, dst) yang jadi korban.

      Suka

  8. Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh. Sedikit berkomentar.

    Kenaikan BBM yang dialami masyarakat salah satu imbas dari para o***m p*****t p***********n yang menguasai tambang2, perkebunan kelapa sawit, tidak membayar pajak. Yang akhirnya dibebankan kepada masyarakat melalui berbagai macam kenaikan bahan pokok.

    Wallohu’alam bishshowab

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.