Perbandingan pengirit bahan bakar dari HHO, aditif bensin, aditif oli mesin, SILK, Magnet, dst


Sekarang harga bensin mahal, jadi kayaknya orang sekarang lebih fokus untuk bisa lebih irit. Pindah ke bensin yang lebih murah sekarang juga jadi lebih sulit karena yang murah pun rasanya bakal jadi mahal. Apalagi sudah mulai ada pembatasan, yang bukan tidak mungkin akan lebih menyebar. Seperti dulu yang justru sepeda motor yang nggak dapat jatah untuk premium.

Untuk membuat kendaraan jadi irit bisa dari cara umum seperti misalnya pasang piggyback, buat ban lebih ramping, ganti roller lebih berat, ganti gear jadi lebih besar depan, kecil di belakang. Tapi kebanyakan orang lebih pilih pakai aditif bensin.

Aditif bensin yang paling populer itu adalah minyak atsiri, baik bentuk cair ataupu padat. Banyak dari aditif ini mengklaim membantu meningkatkan oktan bensin. Tapi menurut penulis justru efek pembersihan ruang bakar yang lebih mendominasi, karena bensin sekarang oktannya sudah cukup tinggi. Cleanoz merupakan salah satu yang berani mengklaim bahwa fungsi utama adalah pembersih.

Ruang bakar yang lebih bersih membuat peforma mesin bisa meningkat. Tapi beberapa membawa efek samping pada sistem pasokan bahan bakar. Ada 2 pembaca yang share rotax motornya rusak karena pakai aditif minyak kayu putih. Green wombat juga harus ganti saluran bahan bakar total 3 kali ketika eksperimen eco racing.

Selain itu tidak semua kendaraan butuh pembersihan ruang bakar. Kendaraan yang sudah pakai oli mesin yang minim aditif biasanya tidak akan mendapatkan manfaat dari aditif bensin. Malah bisa jadi performa kendaraan turun. Yang penulis alami juga seperti ini. Beberapa kali coba aditif bensin rekomendasi, malah performa motor jadi turun. Mulai dari aditif pasaran, aditif buat sendiri, sampai bahkan engine cleaner sekalipun.

Tapi di sisi lain, mereka yang sekarang ini menggunakan oli mesin yang berlebihan aditifnya bakal merasakan manfaat dari aditif semacam itu. Bisa saja mereka tidak akan butuh aditif lagi bila mereka tidak menggunakan oli mesin minim aditif. Tapi biasanya para penggemar aditif bensin termasuk orang yang paling anti pakai oli mineral atau pakai bimoli untuk campuran oli mesinnya. Mereka juga termasuk ngotot bahwa motor matik harus pakai oli khusus motor matik dan anti pakai oli JASO MA atau PCMO. Ada juga yang sangat yakin bahwa HDEO merupakan oli yang terbaik. Mereka ini juga biasanya gemar menggunakan aditif oli mesin juga.

Karena biasanya oli motor matik atau HDEO mengandung aditif yang berlebih, apalagi aditif oli mesin, maka wajar bila performa motor jadi berkurang. Mungkin ada yang membantah. Baiknya silahkan coba, tapi mohon perbandingan dilakukan setelah menggunakan minim 200 km.

Kalau menurut bro Aksan Aria, yang paling jelas adalah Mesran SAE 40 atau Mesran Super vs Meditran SX atau Rimula R4X. Menurut penulis silahkan juga bandingkan dengan AHM SPX2 atau Yamalube Super Matic. Bisa uji irit, bisa juga uji top speed atau akselerasi 0-100. Menggunakan oli mesin yang minim aditif akan bisa membantu meningkatkan performa, baik iritnya ataupun kencangnya motor.

Tapi ada aditif bensin yang menurut penulis ampuh tidak hanya untuk mereka yang gemar pakai oli berlebihan aditifnya, yaitu menggunakan margarin. Margarin atau white fat bisa meningkatkan performa motor penulis dalam semua situasi. Untuk sementara, margarin amanda yang jadi pilihan penulis. Lebih baik dari efek white fat atau margarin blueband. Dosisnya 1 ml per liter. Dicampur bensin ke secara terpisah untuk dipisahkan endapannya.

Metode lain bisa dibilang menghasilkan penambahan tenaga karena mengurangi kerak ruang bakar juga. Seperti misalnya HHO. Sekarang ini banyak bengkel yang menyediakan jasa pembersihan menggunakan HHO. Disebut lebih efektif / aman daripada gurah menggunakan cairan.

Namun penggunaan sebagai aditif jauh lebih membantu. Tidak hanya membantu mesin lebih bersih, HHO juga bisa membuat mesin jauh lebih irit. Peningkatan bisa sangat besar, hingga bahkan ada yang mendapat 50% peningkatan juga (mungkin ini termasuk penggemar oli / aditif oli berlebihan). Caranya termasuk mudah, walau tentu banyak hal yang perlu diperhatikan.

Harga alatnya sendiri bisa mulai dari 1 juta. 1,7 juta Aizhimo. 5,6 juta JE5100 Joko Energy.Yang perlu diperhatikan adalah penggunaan HHO membutuhkan alat tambahan, yaitu EFIE yang gunanya adulah untuk membuat ECU tidak salah reaksi ketika keluaran knalpot jadi lebih bersih. Piggyback juga bisa.

Dari contoh, ada yang bisa mendapat 1:13 atau 1:14 dalam kota.

Menarik karena hasil ini mirip dengan yang penulis dapat dengan memasang SILK di mobil penulis. Biasanya mobil dipakai anak cuma dapat 1:10, setelah dipasang SILK jadi 1:14:

Kalau untuk penulis sih, tarikan rpm bawah yang paling membantu:

Kalau fokusnya cuma cari irit, menghambat yang setelah filter yang terbaik:

Modif lain juga bisa membantu, kalau yang dari meningkatkan kemampuan bensin untuk terbakar, ada seperti magnet, cemenite dan pro capacitor. Peningkatan biasanya antara 5 sampai 30%. Hasil akan lebih kecil untuk kendaraan bensin dan injeksi.

Juga alat lain yang fungsinya menyempurnakan aliran listrik seperti misalnya teknik grounding, ground strap / kapasitor busi, kapasitor bank, dst, dengan peningkatan kecil. Juga variant mirip HHO seperti misalnya uap bensin, uap air atau bahkan GEET / Pantone reactor, yang efeknya bisa smapai 30%.

Versi video:

11 respons untuk ‘Perbandingan pengirit bahan bakar dari HHO, aditif bensin, aditif oli mesin, SILK, Magnet, dst

  1. Tinggal atur Airfuel ratio di keringin kalau pingin irit. Enaknya zaman sekarang pakai injeksi di setel irit tidak mempengaruhi performa beda sama zaman dulu yang pakai karbu di setel kering gak bisa lari atau basah tapi kenceng. Kalau soal pakai magnet dll resikonya besar( kalau pakai adiktif bisa menimbulkan kerak, karatan di tangki dll).

    Suka

  2. Om request dong, perbedaan Minyak goreng curah dengan minyak goreng kelapa sawit sebagai aditif soalnya sy pakai minyak goreng sebagai campuran oli di PCX 160 langsung berasa halusnya, usut punya usut ternyata minyaknya curah bukan sawit. Apakah bahaya kedepannya om. 3hari ini lagi hataman artikel om😁

    Suka

    • ha ha ha. semoga bisa tuntas.

      Minyak goreng curah itu kandungannya beda. Mestinya lebih nggak tahan kocokan. Tapi saya sendiri nggak berani coba yang curah, karena yang kemasan pun ada yang nggak sip.

      problem yang perlu diperhatikan adalah rembes, pelarutan, shear stability dan mana yang lebih bikin oli awet.

      Suka

      • Sudah saya drain om, emg udah waktunya ganti oli. Td saya pakai Mesran super 20w50+campur Bimoli 200ml,, langsung sy coba tarikan super enteng mesin halus, tp langsam agak tidak stabil. Karna apa ya?

        Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.