Corn oil, bila takut bimoli nggak tahan beku untuk campuran oli mesin


Salah satu kelemahan dari minyak goreng kelapa sawit adalah titik bekunya yang cukup tinggi. Ini cukup membuat mereka yang menggunakan motor atau mobilnya di dataran tinggi, ragu untuk menggunakan minyak goreng sebagai aditif oli mesin.

Sebenarnya sih tidak perlu takut selama rasionya masih kecil. Dan sudah ada yang membuktikan, yaitu bro Aksan Aria (alias youtube = tangan besi):
https://facebook.com/groups/minyak.goreng.aditif.oli.mesin/permalink/5858380754190895/

Jadi dipakai di tempat yang kurang dari 0 derajat masih aman. Namun tentu masih ada yang khawatir. Dan kebetulan ada pemirsa yang mengingatkan bahwa flash point dari corn oil itu cukup tinggi:

Dan kebetulan dari data itu penulis lihat juga bahwa clouds point dari corn oil termasuk rendah:

Belakangan penulis juga menemukan data tribologi minyak jagung, yang ternyata luar biasa juga karena pour pointnya -40 derajat!:

Angka ini lebih baik dari bahkan dari Fastron Gold!

Bahkan fastron fully synthetic pun cuma sedikit lebih baik:

Penulis sendiri begitu tahu clouds pointnya rendah langsung pesan. Merek KCO:

Harganya hampir dua kali lipat dari bimoli. Tapi masih terhitung murah bila dibandingkan aditif oli lain.

Begitu datang, penulis langsung pakai. Kebetulan oli GGI SAE 40 yang penulis pakai sudah mulai bikin mesin kasar:

Di hari pertama langsung terasa efeknya. Tapi makin yakin setelah di hari ketiga. Terasa bahwa minyak jagung membuat oli yang sudah mulai rusak jadi makin awet, lebih baik daripada frying fat palmvita ataupun minyak goreng bimoli:

Kandungan minyak jagung rasionya berbeda dari minyak sawit:

Yang beda terutama adalah rasio linoleic acid dan oleic acid. Keduanya merupakan aditif oli tipe friction modifier:

Penggunaan corn oil sebagai oli mesin juga sudah diteliti:

Entah kelemahan dari penggunaan corn oil ini apa. Tapi dari sisi pelicinan dan daya tahan terhadap shear, menurut penulis lebih baik. Corn oil juga jelas tidak mudah beku bila dibanding minyak sawit atau bahkan mayoritas oli mesin di pasaran. Dari daya tahan terhadap panas juga malah lebih baik dari minyak goreng.

Yang belum diketahui adalah bagaimana efek ke seal dan pengaruh di oksidasi.

Harga jelas lebih mahal dari minyak goreng sawit padahal harga minyak goreng sawitsaja sudah dianggap mahal. Penulis juga tidak ada niatan untuk coba merek berikut ini:

Sumber:

Klik untuk mengakses 420111-performance-evaluation-of-tribological-p-7ca19c5d.pdf

https://www.researchgate.net/publication/225906788_Basestock_Oils_for_Lubricants_from_Mixtures_of_Corn_Oil_and_Synthetic_Diesters

https://www.researchgate.net/publication/339434872_Working_Features_Evaluation_of_the_Diesel_Engine_Lubricated_with_Blends_of_Renewable_Corn_Oil_and_Carbon_Nanotubes

https://www.researchgate.net/figure/Figure-1-Kinematic-Viscosity-Value-for-Corn-Oil-and-Canola-Oil-with-Addition-of-0-wt-2_fig1_281235465

https://tel.archives-ouvertes.fr/tel-00999372/document

12 respons untuk ‘Corn oil, bila takut bimoli nggak tahan beku untuk campuran oli mesin

  1. Baiklah karna pak penulis juga sudah mulai merambah ke minyak jagung.
    Saya pakai corn oil untuk campuran pertalite di motor supra lawas saya. Dosis tiap ngisi 2 liter pertalite saya campur 10ml corn oil.
    Dasar pemikiran yaitu corn oil merupakan campuran bahan bakar kendaraan di amerika. Bisa googling soal ini.
    Efeknya ke motor saya? Entahlah haha. Mungkin karena motor lawas dan pengaruh rasio gear (keluarga astrea terkenal motor untuk selow), saya belum terlalu merasakan pengaruh positif.
    Sebagai catatan, saat sebelumnya nyoba pertalite dicampur mesrania, lalu pertalite dicampur margarin, selanjutnya white fat, bahkan migor padat, juga ngga terlalu merasakan perbedaan. Entah saya yg kurang sensitif, atau motor yg udah maksimal.
    Mungkin lebih bisa dirasakan di sepeda motor keluaran baru.

    Suka

    • sip menarik. Oli mesin apa ya? Kalau sudah pakai campuran mesran dan minyak goreng, maka efek aditif akan lebih sedikit. Saya sendiri bisa merasakan karena memang oli mesin nggak pakai campuran itu.

      Atau dosisnya terlalu besar ya? kalau terlalu besar maka cuma dapat licin saja.

      Sekarang dosis rekomendasi adalah 1:1000. Kalau perlu 1:2000

      Suka

      • Saat ini sedang mencoba campuran oli 20W-50 (400ml) + Mesrania 2T (200ml) + minyak goreng (200ml). Sepertinya formula ini yang paling pas untuk motor saya yang keluaran 2003 ini.

        Sudah pernah pakai :
        – murni 20W-50 terasa berat,
        – murni 15W-40 pernah sampai mogok kepanasan,
        – murni SAE 40 seperti kurang halus.
        lalu pemakaian berikutnya masing-masing dicampur migor kisaran 100ml s.d. 300ml (tergantung SAE) masih kurang puas.

        Memang di sinilah seni mencari campuran yang pas untuk motor kita. Tiap motor itu unik, jadi tidak bisa disamaratakan. Tapi saya sejauh ini baru coba range oli di bawah Rp.40rb per liter. Murah meriah.

        Berikutnya saya mau coba campuran oli SAE 40 (500ml) + Mesrania 2T (200ml) + migor (100ml). Mau meneruskan pemakaian yang formula sekarang sampai 2000KM dulu.

        Saya request kalo bisa Pak Penulis mencoba minyak jagung ini dipakai sebagai aditif pertalite.

        Trims.

        Suka

        • menarik. apakah oli yang dicoba itu merek pertamina semua? karena beda merek bakal beda efek walau SAE grade sama persis. Tapi memang kebutuhan tiap motor beda beda.

          sip, semoga bisa nemun yang pas. Mesrania mantap banget berarti ya?

          Untuk minyak jagung, akan saya coba. Tapi mestinya tidak beda jauh dari bimoli karena kandungan stearic acid sedikit.

          Suka

  2. Cloud point artinya apa Pak?
    Bagusan mana film strength nya antara corn oil dengan bimoli?
    Maksudnya membuat oli makin awet, apakah berarti bahwa mencampurkannya corn oli ke oli tidak dari awal saat ganti oli?
    Lalu seberapa awet oli yg sudah dicampur corn oil ini?

    Suka

    • Clouds point mestinya ketika di minyaknya jadi mulai muncul kabut ciri pembekuan.

      untuk film strength kurang yakin, tapi dari shear stability lebih bagus.

      Tetap baiknya mencampur dari awal. Mencampur di akhir itu akan menguji kemampuan bimoli / kconya. Untuk jadi awet seberapa belum tahu.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.