Minyak goreng apa yang tidak baik untuk jadi aditifnya oli mesin? Ciri yang bagus?


Sekarang ini banyak sekali yang tertarik untuk menggunakan minyak goreng sebagai aditif oli mesin. Hal ini karena sudah makin banyak yang coba sendiri dan merasakan sendiri manfaat menggunakan minyak goreng sebagai aditif oli mesin.


Namun disayangkan banyak juga yang coba coba tanpa tanya tanya dulu. Sehingga kadang terjadi hasil tidak memuaskan atau bahkan berlawanan dengan harapan. Yang pertama adalah dari pemilihan minyak gorengnya, yang kedua adalah dari konsentrasi yang dipergunakan.

Untuk konsentrasi, sebaiknya selalu awali dengan 10% dulu. Ada beberapa alasan:
1.motor manual akan lebih aman pakai 10% dulu. bila aman, maka berikutnya bisa ditingkatkan bila dibutuhkan
2.bisa terlalu encer bila lebih dari itu. Minyak goreng itu encer, KV100 sekitar 7-8 cst. 10% seringnya tidak membuat oli turun grade. 20% bisa membuat oli turun grade dari misal 10W-40 jadi 10W30.

20% sebaiknya dilakukan hanya bila berada di lokasi yang dingin. Dan lebih dianjurkan untuk mobil yang memang sudah dirancang tahan pakai oli encer.

Penulis sama sekali tidak rekomendasi 100% minyak goreng dengan banyak alasan.

Merek minyak goreng yang dipakai juga penting. Berikut kalau menurut bro aksan aria, yang sepertinya sudah coba banyak merek minyak goreng:
https://www.facebook.com/groups/minyak.goreng.aditif.oli.mesin/posts/5894645387231098/

Sania, barco, dorang, fortune, Tropical, Kara, mazola, dougo, tropicana, borges, orilia, golden bridge, resto, carrier, ristoris, family choice, Lily, Kroger, “CURAH”.
Merk diatas yg sdh dicoba, layak di eliminasi dari kontes.
Migor yg ga layak masuk mesin.
*——
Sabrina, Sedaap, Filma, Bimoli, Fraiswell, Kunci Mas, Rose Brand, Sunco.
Yang layak unjuk gigi, membelah jalanan bersama mesin kesayangan.
Silahkan ditambahkan. Wajib tes dulu. No disinformasi.

kalo ada sabrina, freswell. Kalo ga ada boleh Bimoli yg classic, filma, sunco, kuncimas, rosebrand.
Migor Yg fix ga rekomended jg bnyk soalnya.

Bro AKsan Aria (id Tangan Besi di youtube) juga menyebutkan bahwa ada hubungan antara kandungan gizi dengan kecocokan sebagai aditif minyak goreng. Minyak goreng yang cocok untuk aditif oli mesin mempunyai angka kandungan lemak yang tinggi. Dilihat angka lemak total dibanding dengan sajiannya. Yang paling banyak lemaknya yang paling baik.

Lemak pada minyak goreng bisa terdiri dari:
minyak jenuh palmitic acid
minyak jenuh stearic acid
minyak tak jenuh tunggal oleic acid omega 9
minyak tak jenuh jamak linoleic acid omega 6
minyak tak jenuh jamak alpha linoleic acid omega 3

Yang dipergunakan jadi aditif adalah stearic acid, oleic acid dan linoleic acid:


Berikut contohnya minyak goreng kuncimas, 89 g per 100 ml:

Sabrina, 99g per 100 ml:

Sedaap, 99g per 100 ml:

Filma, 89 g per 100 ml:

Bimoli, 90g per 100 ml:

Bimoli, 10g per 11 ml:

Sunco, 10 g per 11 ml:

corn oik KCO, 15 g per 15 ml:

corn oil mamasuka:

corn oil tropicana:

corn oil cco:

corn oil Mazola, 12 g per 12 g:

Soya bean oil mazola, 13 g per 12 g:

canola oil mazola, 13 g per 12g:

olie oil le riche:

sunflower oil mazola:

olive oil mueloliva:

olive oil Bertolli:

Coconut oil Barco, 13 g per 13 ml:

Coconut oil sahabat, 9 g per 10 ml:

Coconut oil ikan dorang, 10 g per 11 ml:

Coconut oil VCO:

coconut oil niu:

coconut oil bagoes:

coconut oil Kara:

Yang tidak direkomendasi:

Fortune, 90 g per 100 ml:

Sania, 9g per 10 ml:

Sovia, 9 g per 10 ml:

Tropical, 8 g per 9 ml:

Dari data tersebut penulis sulit menyimpulkan apakah memang kecocokan untuk aditif oli mesin itu ada hubungan dengan kandungan total lemaknya. Tapi ada beberapa fakta menarik, misalnya corn oil punya kandungan linoleic acid hampir 2 kali palm oil. Minyak soya bean tidak mengandung oleic acid. Juga minyak kelapa ternyata mengandung mayoritas minyak jenuh, seperti merek Barco misalnya, 12 g dari 13 g adalah minyak jenuh. Ini artinya kandungan oleic acid dan linoleic acidnya sedikit. Kandungan stearic acid biasanya minim sekali untuk minyak goreng.

Mungkin ini yang menyebabkan mengapa coconut oil tidak cocok jadi aditif oli mesin.

Berikut rangkumannya:
data migor

testimoni canola oil:

Penulis sendiri sekarang merasa KCO merupakan aditif oli mesin yang lebih baik dari bimoli dari sisi shear stability:

https://www.researchgate.net/figure/The-evolution-of-COF-in-time-depending-on-load-and-speed-for-two-tests-with-the-same_fig25_330978362


Viscosity as a function of temperature for four vegetal oils and a hydraulic mineral oil for comparison reason (OMV ISO VG46), at two shear rate [19]. (a) Shear rate 10 s À1. (b) Shear rate 80 s À1 .

4 respons untuk ‘Minyak goreng apa yang tidak baik untuk jadi aditifnya oli mesin? Ciri yang bagus?

  1. Dari matketplace oren, harga minyak jagung (merk C*O) lebih murah daripada canola (merk d*ugo). Kalau membaca testimoni di atas, sepertinya canola lebih layak dicoba. Menurut Om Aji, dengan mempertimbangkan ‘feeling good’ dari testimoni di atas, apakah canola cukup layak untuk menggantikan sabrina ? (tentu saja, tidak dibandingkan dari sisi harga).
    Saya kok kepengen nyoba di PCX 160 saya … yg sekarang (Mesran SAE 40 + sabrina) sebenarnya sudah enak, tapi namanya manusia kan ya … hahaha ….

    Suka

    • sip iya. kalau dari perbandingan uji kekentalan juga minyak kanola layak dicoba. Kalau untuk saya, KCO jauh lebih baik daripada sabrina karena yang saya cari adalah awetnya. Untuk kanola belum sempat coba karena ternyata oli silkolene yang saya pakai sekarang termasuks angat awet.

      Suka

      • Saya juga nyarinya yg awet ..hehehe .. btw, kalau boleh tau oli apa yg sekarang sedang Om Aji pakai ? Berapa perbandingan campurannya dgn KCO ?

        Suka

        • sip. sekarang sedang uji silkolene yang ternyata awet juga olinya. sebelumnya puas sekali pakai mesran SAE 40 dengan campuran KCO 30%. menyesal kaerna 1500 km drain karena ternyata oli sekarang malah lebih kasar.

          Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.