Memilih olive oil yang cocok dipakai untuk aditif oli mesin, ada yang gampang rusak


Sekarang ini sedang tren coba coba minyak goreng selain minyak sawit untuk dicoba dipakai sebagai aditif oli mesin. Ada yang coba minyak kelapa, ada yang coba minyak jagung. Termasuk juga olive oil.

Penulis jadi tertarik untuk bahas soal ini karena ada keluhan berikut:

Kelemahan bikin lengket lengket di piston itu bikin ngeri juga. Oleh karena itu penulis coba cari info dulu. Nemu data smoke point (titik mulai berasap, selama ini oli mesin berasap lebih dulu dari bimoli) dari minyak goreng nabati, yang penulis rangkum berikut:
Olive Oil Smoke Flash Points

Penulis kaget juga waktu lihat ternyata ada perbedaan ekstrem dari smoke point olive oil. Untuk yang lain jelas bahwa kita menggunakan yang refined. Contohnya minyak goreng di pasaran itu biasanya adalah refined bleached deodorized palm olein atau disingkat RBD Palm Olein.

Penulis sendiri coba minyak jagung merek KCO yang sepertinya merupakan kombinasi dari minyak sawit dan minyak jagung. Hasilnya terasa lebih baik daripada pakai bimoli. Tapi penulis juga ingin coba olive oil juga. Melihat pilihan itu, maka berarti penulis harus cari olive oil yang cocok.

Kalau dari deskripsinya sendiri ada 6 jenis:
6 Jenis Minyak Zaitun dan Manfaatnya, Jangan Salah Pilih

1.Extra virgin olive oil dibuat dengan teknik cold-press. Minyak ini aman diminum langsung. Minyak zaitun extra virgin tidak boleh digunakan untuk memasak dengan suhu tinggi karena dapat merusak nutrisi yang dikandungnya.

2.Virgin Olive Oil tak mengalami proses pemurnian (unrefined). Virgin Olive Oil cocok untuk keperluan memasak dengan api kecil.

3.Refined olive oil adalah minyak hambar, hampir tidak berwarna yang dicampur dengan sejumlah kecil minyak zaitun untuk memberinya beberapa karakter zaitun. Minyak ini lebih cocok untuk memasak seperti menggoreng atau memanggang.

4. Pure Olive Oil adalah minyak zaitun olahan yang dicampur dengan minyak zaitun tipe extra virgin atau virgin.

5. Light olive oil adalah istilah pemasaran yang digunakan untuk menggambarkan rasa minyak yang lebih ringan. Light olive oil adalah refined olive oil yang memiliki rasa netral dan titik asap yang lebih tinggi. Minyak ini dapat digunakan untuk memanggang, menumis, dan menggoreng.

6. Pomace Olive Oil diekstraksi dari residu yang tersisa setelah buah ditekan. Setelah buah zaitun dipres, mereka meninggalkan residu yang mengandung minyak dan air. Olive Pomace Oil adalah jenis yang paling murah di pasaran dan hanya cocok untuk memasak panas tinggi.

Dari deskripsi itu dan juga dari data smoke point, maka olive oil yang cocok dijadikan aditif oli mesin adalah tipe extra light atau yang pomace.

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.