Minyak goreng tidak bisa meredam panas, oli mesin bisa? Faktanya tidak


Salah satu hal yang jadi alasan orang melarang penggunaan minyak goreng sebagai aditif oli mesin adalah karena dianggap minyak goreng itu tidak bisa meredam panas. Oli mesin disebut bisa

Asli penulis nggak paham apa itu meredam panas. Apakah kalau oli mesin dipakai menggoreng maka yang digoreng nggak bakal hangus? Apakah ketika dipanasi barengan maka oli mesin jadi yang paling dingin?

Ada yang buat klaim ngawur berikut, poin ngawur nomor 3:

Kekurangan :
(1) Jika minyak sawit diolah menjadi minyak goreng maka rumus kimianya berubah. Namun secara teori harusnya tetap memenuhi syarat terjadinya pelumasan. Tapi sulit diketahui SAE nya. Karena tiap brand migor beda-beda kekentalannya. Apalagi migor eceran/kiloan/literan dikedai itu biasa lebih kental & kotor. Jadi jika dijadikan aditif 10%, kita tidak bisa prediksi akan jadi berapa SAE nya. Butuh metode perhitungan yang tepat. apalgi Jika 100% minyak goreng dimesin, maka kekentalan nya akan berubah setiap saat dan tidak ada lagi SAE (Batas maksimal kekentalan bertahan).

(2) Bahan dasar migor & Oli berbeda khususnya sintetik. Kemungkinan tidak bisa menyatu sempurna. Migor bersifat meresap, dikawathirkan dia malah meresap dan mengeliminasi bahkan melarutkan aditif yang ada.

(3) Migor tidak punya sifat meredam panas (fungsi oli). Jadi dia berusaha melarutkan/mematangkan apapun yang ada didalamnya. Dia pengantar panas yang baik dan tahan suhu tinggi. Misalnya 1 liter Migor tetap bertahan 1 liter sekalipun mendidih dalam waktu lama. Tapi lain cerita jika goreng makanan. Pasti migor berkurang karena meresap ke makanan.

(4) Migor menghasilkan buih cukup banyak. Buih dalam mesin disinyalir indikasi gagalnya/minimnya perlindungan gaya gesek. Oli lain umumnya juga begitu sih. Tapi oli punya aditif yang menetralisir itu sehingga buih pun berkurang dalam waktu tertentu. Jadi untuk gaya gesek memang aditif yang berperan besar. Tapi tetap saja SAE yang mengantarkannya lewat pelumasan.

Entahlah, penulis tidak tahu apa yang mereka pikirkan. Yang jelas kalau dipanggang barengan, oli mesin itu yang rusak duluan. Seperti yang terjadi pada oli 250 ribuan berikut ini:

videonya:

Uji tersebut menunjukkan bahwa oli mesin gagal meredam panas.

Kalau yang dimaksud seperti ini, biasanya oli rekomendasi grup oli besar yang kemampuannya buruk:

Iklan

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.