Minyak goreng punya peredaman panas dan daya hantar panas hampir sama dengan oli mesin!


Jadi salah satu alasan yang sering dipakai yang anti minyak goreng adalah oli mesin itu bisa meredam panas dan minyak goreng itu tidak bisa.
sumber

teksnya:

Stevan warior
@Bagas Pramuarsa Saya coba uraikan ya, (hanya hipotesis saja dan bisa saja salah)

Hipotesis :
Kita coba analisa dari Bahan dasarnya migor adalah minyak sawit. Yang ikatan molekulnya berpotensi dimodifikasi sesuai manfaatnya menjadi minyak-minyak jenis lain. Misalnya, minyak goreng, minyak urut, bahkan BBM(biosolar) dll. Jadi disini sebenarnya sawit berpeluang untuk di olah menjadi oli mesin.

Keunggulan :
(1) Migor memiliki sifat pengantar panas yang tinggi dan tidak mudah terbakar sehingga penguapan pun rendah. Jadi kalau dimesin bisa meminimalisir oli ikut terbakar. Sampai saat ini sawit hanya bisa diolah ke biosolar (solar), karena sifatnya dasarnya yang lebih sulit terbakar. Minyak sawit jg sedang diriset trus agar bisa mudah terbakar dan bisa diolah menjadi bioethanol (bensin). Saat masih mentah (sawit) saja susah kebakar apalgi setelah diolah menjadi migor.

(2) Migor juga punya daya resap yang tinggi sehingga dapat menetralisir air. Sama seperti saat menggoreng ikan, ikan memiliki kandungan air yang tinggi sehingga proses goreng akan meletup letup karena minyak berusaha mengeliminasi air, beda halnya dengan ayam yang kandungan air sedikit. Jika didalam mesin memungkinkan migor mengeleminasi kontaminasi air maka kotoran juga ikut di eliminasi. Karena air bersifat melarutkan kotoran/residu dan air itu pula yg di eksekusi migor. Secara tidak langsung menjadi pembersih.

Kekurangan :
(1) Jika minyak sawit diolah menjadi minyak goreng maka rumus kimianya berubah. Namun secara teori harusnya tetap memenuhi syarat terjadinya pelumasan. Tapi sulit diketahui SAE nya. Karena tiap brand migor beda-beda kekentalannya. Apalagi migor eceran/kiloan/literan dikedai itu biasa lebih kental & kotor. Jadi jika dijadikan aditif 10%, kita tidak bisa prediksi akan jadi berapa SAE nya. Butuh metode perhitungan yang tepat. apalgi Jika 100% minyak goreng dimesin, maka kekentalan nya akan berubah setiap saat dan tidak ada lagi SAE (Batas maksimal kekentalan bertahan).

(2) Bahan dasar migor & Oli berbeda khususnya sintetik. Kemungkinan tidak bisa menyatu sempurna. Migor bersifat meresap, dikawathirkan dia malah meresap dan mengeliminasi bahkan melarutkan aditif yang ada.

(3) Migor tidak punya sifat meredam panas (fungsi oli). Jadi dia berusaha melarutkan/mematangkan apapun yang ada didalamnya. Dia pengantar panas yang baik dan tahan suhu tinggi. Misalnya 1 liter Migor tetap bertahan 1 liter sekalipun mendidih dalam waktu lama. Tapi lain cerita jika goreng makanan. Pasti migor berkurang karena meresap ke makanan.

(3) Migor menghasilkan buih cukup banyak. Buih dalam mesin disinyalir indikasi gagalnya/minimnya perlindungan gaya gesek. Oli lain umumnya juga begitu sih. Tapi oli punya aditif yang menetralisir itu sehingga buih pun berkurang dalam waktu tertentu. Jadi untuk gaya gesek memang aditif yang berperan besar. Tapi tetap saja SAE yang mengantarkannya lewat pelumasan.

fyi orang ini mengaku:

Terus ada yang bilang bahwa peredaman panas itu bisa diketahui dari specific heat. Nah ini ada data pembanding specific dari oli mineral dan minyak nabati. Faktanya seperti ini:
Review of vegetable oils behaviour at high temperature for solar plants: stability, properties and current applications.

Bisa dibilang sama bro.

Di berikut ini daya hantar panas malah disebut lebih baik:
The potentials of palm oil as a dielectric fluid

Berikut ini kalau dari industri, yang menunjukkan bahwa minyak goreng punya heat capacity:
TOP-NOTCH TECHNOLOGY IN PRODUCTION OF OILS AND FATS

Memang banyak penipu kalau sudah soal oli.

Iklan

10 respons untuk ‘Minyak goreng punya peredaman panas dan daya hantar panas hampir sama dengan oli mesin!

  1. HMM… Sebenarnya sudah dari dulu kalau Sawit aka CPO bisa diolah menyadi produk pelumas, Bahan bakar dll cuma cost untuk mengolahnya yang berat sekarang aja B30 harga aslinya berapa ? 5.150 itu harga subsidi jika tidak disubsidi bisa 20 ribuan.
    Bahkan rencana buat bensin dari CPO link https://otomotif.kompas.com/read/2022/01/26/072200715/pemerintah-mulai-uji-coba-bensa-bbm-dari-minyak-sawit itu pun walau oktan nya tinggi biaya produksinya pasti lebih tinggi dari olahan minyak bumi.

    Suka

  2. Min, ente bertahun2 bandingin migor & oli mesin apa gak capek ?
    hehehe
    Tapi so far kenapa semua pabrikan tidak ada yg merekomendasikan migor utk mesin ?

    Menurut ane sih,
    yg pertama adalah tidak ada standar bakunya utk produk tiap merek migor yg relevan dg pelumasan, krn migor kan yg penting soal panas dan kelayakan utk dikonsumsi.

    yg kedua dan paling penting adalah,
    Titik beku migor yg gak cocok utk mesin !!
    coba bayangkan kendaraan di area sub tropis dan 4 musim, gak usah jauh2 ke negara2 skandinavia yg super dingin,, liat aja iran, afghan, bahkan saudi arabia juga kadang turun salju, malah daerah utara vietnam ada lokasi yg biasa turun salju juga.
    nah saat dingin ini migor itu kondisinya akan beku, gimana nasibnya kalo migor disana dipake utk mesin dan masuk musim dingin.
    kalau cuma buat campuran mungkin masih gak terlalu masalah ya, tapi tetep perlu indikasi yg jelas berapa cc yg bisa ditambah dlm komposisi oli mesin berbagai merek berbeda.

    just my two cents

    Suka

    • sip ok. Barusan ada yang sudah share chevron mulai jual oli mesin dari minyak nabati yang kemudian dipakai juga oleh Kixx, Eneos dan Adnoc. Jadi sudah mulai.

      Soal titik didih itu yang jadi alasan untuk coba eksplorasi minyak goreng selain minyak sawit. Untuk sementara diketahui bahwa minyak jagung dan minyak zaitun yang tipe extra light itu tahan beku.

      Suka

  3. Pak Cahyo.. ijin OutofTopic 🙏
    Per 14:30 hari ini bbm subsidi mengalami kenaikan harga. Nah, next bahas ya mengenai yg suka dengan kebiasaan mix bbm, misalnya premium campur pertamax92 atau mungkin pertalite campur pertamax92 dsb, apakah efek sesuai kata pakar bbm / kata pertamina : aditif jd ngaco kerjanya lalu menimbulkan kerak diruang bakar mesin. Pun begitu juga dengan bio solar mix pertaminaDEX.
    _Matur nuwun

    Suka

    • silahkan. wah apa masih ada premium?

      campur campur bbm menurut saya tidak masalah. Tapi pertalite itu bensin yang punya kelemahan di sisi pembersihan. Jadi pakai campur pertalite maka ruang bakar akan jauh lebih kotor. Apalagi karena pertamax pembersihnya juga minim.

      Bio solar juga punya sifat buruk tidak bisa disimpan lama, akan menyebabkan kotoran di tangki dan bikin oli cepat rusak. mencampurkan berarti akan menambah efek samping dari bio solar juga.

      Jadi kalau sudah bio solar, maka mungkin sekalian full bio solar saja. Kalau full pertalite beda lagi sih, motor perlu dimodif kalau memang oktan kurang. Nanti saya coba bahas cara cara biar aman pakai pertalite.

      Suka

  4. Skalian bahas juga tentang seberapa efektif peran/kemampuan suatu oli dalam membersihkan ruang bakar bila pake prtlit/prtmx/mix, dgn dan tanpa aditif margarin dicampur bensin.
    Dan apakah peranan Sabrina memang bisa menjadi pengganti alternatif bimoli?
    Nyerah saya, akhirnya beatdeluxe beralih ke prtlt, dan saya jg masih enggan kalo harus merevisi posisi procapacitor.
    Entah nanti performa jadinya gimana

    Suka

    • sip iya. banyak juga kenaikannya. semoga tidak terlalu turun performanya.

      Sabrina lebih baik dari bimoli, cuma lebih mudah beku di suhu dingin.

      Minyak sawit memang sepertinya punya kemampuan membersihkan ruang bakar. jadi kalau sudah pakai campuran migor di oli, ruang bakar cenderung lebih bersih, apalagi kalau olinya mesran super 1 liter atau mesran SAE 40.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.