Mengomentari komentar dosen ITB soal bensin pertalite yang jadi boros


Ada bro yang tanya komentar penulis soal penjelasan versi dosen ITB, Tri Yuswidjajanto Zaenuri, ahli Konversi Energi Fakultas Teknik dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung (ITB)., soal bensin pertalite yang jadi boros. Sumbernya:
Kesalahan saat Beli Bensin di SPBU Ternyata Jadi Penyebab Pertalite Boros, Begini Kata Dosen ITB

Beliau S3nya di jerman:

Ada beberapa dugaan. Dugaan yang pertama adalah:

Tak sedikit kebiasaan pemilik kendaraan beli bensin berdasarkan nominal (patokan) Rupiah, bukan literan

Pernyataan awal ini menunjukkan bahwa pak dosen ini tidak pernah baca komentar masyarakat. Karena kebanyakan menggunakan dasar full tank. Keluhan dilakukan berdasar hitungan liter, bukan hitungan rupiah.
https://www.facebook.com/groups/motuba.id/posts/2610905662398668/

Alasan lain adalah karena kualitas naik turun:

Jauh lebih dalam, Pertalite jadi lebih boros bisa karena BBM itu sendiri. Salah satu faktor yang berpengaruh perubahan kandungan nilai kalor di dalamnya. Nilai kalor bisa berubah dari proses pengolahan minyak mentah di kilang menjadi nafta. Dalam pembuatan bahan bakar, nafta yang dihasilkan terkadang bisa tinggi atau bisa rendah bergantung dari kualitas minyak mentah.

Kalau soal ini mestinya yang selama ini pakai pertalite tidak mengeluh, tapi buktinya banyak yang mengeluh. Artinya penurunan yang sekarang beda dari biasanya:

Yang terakhir soal penguapan:

Kalau penguapan rasanya tidak mungkin, kerugian SPBU bisa sangat besar karena sudah ada target minimum volume Pertalite yang dijual harian. Jika penguapan berlebih, volume Pertalite yang diterima tidak sebanyak saat diisi ke kendaraan

Untuk yang ini, sayangnya penulis tidak bisa bandingkan. Karena yang lama pun rasanya juga mudah menguap. Ada yang melakukan pembuktian sebagai berikut:

Sekarang mestinya yang sial kena pertalite tidak hijau makin sedikit. Mungkin cuma awal awal harga naik saja pertalitenya kurang bagus. Walau memang masih tetap ada perbedaan kualitas pertalite antar SPBU.

Kalau masih bisa pilih, coba beli di SPBU lain misal kena pertalite brebet. Kalau sudah putus asa ya bensin yang lain. Non pertamina kalau ada, karena sekarang harganya lebih murah.

btw, ada info bahwa bioFK tidak bisa mencegah boros gara gara pertalite harga baru:
https://www.facebook.com/FK.FatwaKehidupan/posts/pfbid0KrmNT24g1DUKG4ZjFcMVC88PWaJDKryePPP3LrkokhjLw3UYZDN4Q3qan1gRyx6Zl

Sayangnya penulis nggak pernah dapat pertalite yang bikin boros. Pernahnya yang bikin brebet, dan ini bisa diatasi pakai minyak goreng ataupun margarin:

Iklan

26 respons untuk ‘Mengomentari komentar dosen ITB soal bensin pertalite yang jadi boros

  1. Perbandingan saya saat ngisi pertamax & shell super dgn jumlah uang yg sama saat indikator bensin kelip2.. rasanya isi di pom pertamina seperti beli jajan chiki yg banyak anginnya, sedangkan beli di shell seperti bener2 pasti pas, walau bukan slogannya wkwkwk jg awetan shell super. Mohon maaf klo ini cm berdasar feel saja.

    Suka

  2. Sebelum naik harga di tengki ada full dan bisa di pakai seminggu, dan sisa setengah tengki skrg isi full, br 2-3 hari udh kena setengah tengki jarak tempuh perhari 20km PP. Konyol…

    Suka

  3. Dengan banyaknya kasus yg ditemukan akhir-akhir ini, saya perhatikan sudah semakin banyak orang yang membeli BBM di SPBU non plat merah. Hitung² mengurangi beban pemerintah dalam pemberian subsidi kepada rakyat yang makin lama makin membengkak.

    Suka

  4. Pemerintah hapus premium, daripada dibuang pertamina ngoplos premium.ke pertalite, jadinya warna hijau jadi lebih terang karena kecampur premium. (kilang pertamina juga masih banyak yang cuma bisa produksi premium)

    Mesin2 kompresi tinggi jadi ngeden karena oktan terlalu rendah >> boros..

    Suka

    • entah ya, kalau masih ada premium asli pingin beli premium. Pertalite yang sekarang ini bisa jadi sudah kadaluarsa. Dibeli pertamina dari importir karena bakal murah.

      Suka

  5. Apa benar pak Pertalite konon nilai kadarnya diturunkan bukan Ron 90 lagi? Saya yang biasanya keliling jakarta juga merasa kalau isi 20rb cuma cukup 2 hari, biasanya 20rb bisa hampir 4-5 hari awetnya.
    Kalau memang begitu tega sekali pertamina melakukan hal seperti itu

    Suka

    • Benar, tapi menurut saya bukan ronnya yang turun, tapi kandungan energi berkurang drastis atau jadi mudah sekali menguap.

      Bisa jadi karena harga impornya jauh lebih murah.

      Suka

  6. Apakah karena dicampur bio fuel?
    Misal dari bahan tebu, singkong, dsb

    Dan mesin butuh penyesuaian. Plus lebih cepat menguap/susut.

    Suka

  7. Terimakasih informasinya Pak, saya juga punya pengalaman sama seperti pengguna pertalite lainnya. Motor saya Mio M3.

    Sebelum harga naik, saya beli pertalite di SPBU langganan masih normal, bahkan setelah satu bulan sejak kenaikan harga pun sama.

    Minggu lalu saya beli pertalite di SPBU yang sama, hasilnya persis seperti yang dibicarakan orang. Warna cenderung bening, diparkir beberapa hari BBM menguap, akselerasi makin lama makin payah, konsumsi BBM sangat boros.

    Akhirnya saya kuras pertalite yang masih setengah tangki, saya pindah ke wadah lain, dan ternyata memang susah kering wadah bekas pertalite tsb.

    Sekarang baru ganti bensin pakai Mobil Indostation, alhamdulillah akselerasi membaik, tapi sepertinya butuh waktu lama sampai normal kembali.

    Suka

    • sama sama. wah repot juga kalau akhirnya jadi kena juga. wah teori saya salah kalau ternyata nyebarnya justru pelan. saya pikir cuma awal awal. pertamax katanya juga kena. memang lebih cocok pakai selain pertamina.

      Suka

      • Betul Pak, padahal SPBU langganan saya selalu antri panjang siang malam, artinya perputaran stok juga cepat, tapi baru2 ini dapat pertalite bermasalah. Padahal motor saya sdh modif SILK, pakai margarin ± 1 mg per liter, oli mesran SAE 40 + bimoli 20% dan selalu isi fulltank, tapi hasilnya lebih parah daripada pertalite normal tanpa margarin & SILK, dan oli tanpa bimoli. Nah berhubung isu pertamax bermasalah juga, makanya saya langsung pindah ke swasta, karena kalaupun beli pertamax ataupun turbo, pasti bakal kecewa juga.

        Suka

        • wah repot juga kalau dari pertalitenya yang parah begitu padahal sudah termasuk modif. Masih untung tidak sampai brebet ya. Iya, kalau sudah seperti itu lebih baik tidak pakai pertamina.

          Suka

  8. di malang baik kota/kabupaten sudah pada bnyak yg merasakan pertalite baik pertamax sama2 turun kualitas..uda bnyak yg mengelukan pertalite brebet,pakai pertamax boros nya amit2 lari kagak mesin panas bgt, gan..perbengkelan semua pada paham semua skrg krn akhir2 ini sering terima kasus motor brebet trutama injeksi brebet mirip bensin telat…buat motor karbu dampaknya sdikit susah di nyalakan itu saja soal brebetnya tidak..

    2minggu ini ke dua unit saya coba oplos bensin dgn carbu cliner dalam tangki kurang lebih nya 10mili,..alhamdulilah stater enak,engkol pagi enak skali greng..irit nya alhamdulilah tetap irit..tenaga tetap seperti awal2 berbeda dgn sblum di oplos tenaga trasa kosong boros iya..entah pemakaian jangka lama blum sempat buka kuras tangki kdpan 1bln di infokan..skdar berbagi boleh di coba boleh tidak,…trimakasih…

    Suka

    • Iya, sepertinya yang kualitasnya ada di daerah. sepertinya yang di kota kebanyakan masih untuk dapat yang ok.

      Iya, motor yang irit yang biasanya brebet, biasanya memang yang injeksi. Syukurlah bisa sip pakai carbon cleaner. Biasanya pertalite bakal brebet terutama kalau bensin sudah mau habis.

      Suka

      • akhir2 ini stasiun pom bp warna hijau ramai pelanggan..baik kota dan kabupaten jatah bensin nya sama gan,kmrin sodara(kakak ipar) beat fi lansiran 2014 brebet2 nyala mau,stasioner mau,bgitu di bwt jalan ngok…..ngempos kagak jalan batuk2 mesin nya gan..terpaksa saya kuras tangki nya dan saya suruh beli bensin ngecer di indostation 1 liter saja,sembari nunggu saya cek pulpam dan injektor nya beserta soket2 trotel nya,begitu datang saya masukan itu bensin baru cek tekanan bensin muncrat jos tanda ok pasang slang injektor nya alhamdulilah normal lagi gan,bisa nyala dan ndak ngepos lg .. bensin sisa kuras tadi di masukan ke jupiter motor tempur kerja jualan kliling malah ok2 aja cuman kata mas ipar tiap slah kaki rada susah nyala kata nya,…

        Suka

  9. Saya tiap hari pakai R25. Isi bensin setiap 2 hari dengan Jarak tempuh sekitar 180km. Saya biasanya isi campur 5 liter Pertalite dan 3 liter Pertabo tapi seringnya kurang dari 8 liter untuk pemakaian selama 2 hari, setelah jalanan padat sekarang jadi lebih dari 8 liter.
    Saya selalu mengukur AVG fuel consumption dari MID di dashboard, mungkin yang orang lupa bahwa untuk lalu lintas Jabodetabek pasca Corona ini sangat padat.
    Sebelum Corona MID saya mencatat sekitar 25-27km/l, setelah jalanan padat memang jadi boros hanya 21-23km/l. Mungkin saya perlu mencoba bila diisin BBM 92 full tank bukan oplosan seperti yang sekarang saya lakukan, Apakah ada perbedaan menjadi lebih irit. Karena berbeda 1 liter lebih boros pada kondisi macet untuk jarak 180km saya pikir masih normal. Nanti saya info lagi kalau sudah dapat datanya.

    Suka

    • sip iya. Saya sendiri avg hanya untuk ukur performa mesin / oli / bensin. Kalau untuk konsumsi bahan bakar saya malah lebih mengandalkan rupiah yang masuk ke tangki. Cuma masalahnya meteran nmax nggak pakai jarum sehingga kurang akurat.

      iya memang pasca corona jadi sangat padat jalanan. Saya sekarang sulit untuk uji top speed.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.