Dibanding Deltalube, GGI, Repsol DXR3, Shell Rimula R2 dan Meditran S, SAE 40 terbaik masih mesran + rekomendasi migor


Di beberapa minggu ini penulis mencoba beberapa oli SAE 40. Yang penulis sudah coba adalah merek. Seperti misalnya Repsol DXR3:


Shell Rimula R2:

Deltalube Multipurpose 757:

Win Formula:

Meditran S SAE 40:

Sebenarnya penulis juga coba meditran S SAE 50, namun oli ini cukup aneh, karena ketika diuji, kekentalannya justru lebih encer dari yang SAE 40 atau mesran:

Sebelumnya penulis juga sudah coba merek GGI B40, yang juga SAE 40:

Sekarang ini penulis juga coba lagi mesran B40 setelah lama tidak pakai.

Sementara mesran SAE 40 dipakai di motor dan mobil penulis yang lain.

Hasil uji coba yang berdempetan ini membuat penulis kembali memuji performa dari oli mesran, baik yang B40 ataupun yang SAE 40 tanpa B. Dari sisi kehalusan mesin, Mesran B40 jadi yang paling baik, dengan bahan oli yang bertahan cukup baik. Walau motor digeber lama oleh penulis, olinya bisa bertahan cukup baik. Perlu diingat bahwa pada saat uji coba oli, penulis tidak menggunakan campuran minyak goreng sama sekali sehingga hanya menguji kemampuan olinya saja.

Yang kedua terbaik setelah mesran menurut penulis adalah GGI. Kesan penulis untuk GGI adalah oli ini mempunyai aditif yang lengkap walau olinya ditujukan untuk vespa. Bahan oli juga cukup stabil

Namun sepertinya GGI terlalu banyak aditifnya sehingga ada yang motornya jadi penyakitan setelah menggunakan GGI, berikut laporan dari bro Budhi Prasetyo:

Yang berikutnya posisinya setara untuk oli Win SAE 40, Repsol DXR3 dan Meditran S SAE 40. Ketiganya beda beda. Yang Win menang di aditifnya, Repsol menang sedikit di bahan oli, Meditran S kalah di bahan.

Yang Win sepertinya terlalu encer untuk motor penulis sehingga umurnya tidak panjang:

Sifat encer oli Win SAE 40 juga sudah ditunjukkan di uji alir di atas. Karena encer, masa pakai Win SAE 40 tidak bisa lama seperti oli Win SAE 20W50 yang penulis anggap lebih baik dari mesran super (hampir setara mesran SAE 40).

Repsol DXR3 awalnya cukup baik, tapi sayang bahan olinya tidak sekelas dengan oli repsol 20W50 high mileage.

Dari keterangan juga tidak ada kata kata high mileage:

Oli Meditran S sendiri sayangnya lemah di bahan olinya. Hal ini kelihatan jelas di uji panggang oli, kelihatan lebih cepat rusak dari mesran ataupun win:

Oli Shell Rimula R2 cukup buruk kemampuannya, dari bahan oli yang terutama tidak baik, yang entah mengapa juga terjadi di produk MCO dan PCMOnya. Padahal penulis berharap dengan single grade penulis bisa lepas dari sifat oli Shell yang mudah jadi encer saat dipakai ngebut, ternyata sama saja. Aditif juga terasa kurang.

Tapi oli yang dari price performance paling buruk adalah Deltalube 757. Yang versi SAE 40 ini tidak beda banyak dari versi Deltalube Adventure 20W50. Saat masih baru ganti oli, suara mesin sangat sangat halus sekali. Sayangnya efek ini cuma bisa dirasakan ketika motor masih dijalankan kurang dari 60 km/jam. Begitu motor dipakai ngebut, tidak butuh waktu lama sebelum oli menurun kemampuannya. Bahan oli cepat sekali rusak. Dan ketika bahan sudah rusak, aditif tidak bisa banyak membantu mesin menjadi halus.

Jadi sepertinya pilihan yang terbaik untuk oli single grade SAE 40 masih ada di mesran SAE 40 dan Mesran B40. Masa pakai oli masih jauh bedanya dari oli oli lain. Mesran SAE 40 untuk yang ingin performa dan awet. Mesran B40 untuk yang ingin mesin halus, ingin inreyen, ingin membersihkan mesin atau untuk diesel.

Soal harga, maaf untuk yang mesran dan meditran lupa, tapi biasanay 40 ribuan offline.
Deltalube Multipurpose 757 SAE 40 = 67 ribu
Repsol DRX3 SAE 40 = 57 ribu
Shell Rimula R2 SAE 40 = 39 ribu
Win Formula SAE 40 = 38 ribu

Saat coba coba oli SAE 40 ini penulis jadi punya kesempatan untuk uji coba minyak goreng sebagai aditif oli. Dari coba berbagai macam jenis dan merek minyak goreng, penulis sekarang menyimpulkan bahwa yang terbaik masih minyak goreng KCO, yang merupakan campuran dari minyak jagung dan minyak sawit.

Merek Mazola tidak penulis rekomendasikan karena daya tahan kurang baik. Sementara itu minyak jagung CCO dan Dyana memberikan daya tahan tapi tidak bisa betul betul halus, cuma halus di rpm menengah. Sementara minyak canola Dyanas memberikan daya tahan tapi cuma halus di rpm tinggi kalau di motor. Minyak zaitun extra light Borger dan minyak zaitun pomace living tree tidak bisa memberikan daya tahan yang baik.

Minyak goreng Sabrina ternyata membuat oli mesran turun daya tahannya, membuat oli makin cepat encer. Oleh karena itu penulis tidak rekomendasi sabrina lagi karena bagi penulis, performa motor nomor 2, lebih pilih cari performa dari aditif bensin saja.

Minyak sawit rekomendasi (yang sudah coba) saat ini adalah merek camar, bimoli klasik, kuncimas dan filma.

Kalau untuk campuran, mungkin antara merek camar, dyanas corn dan dyanas canola. Entah rasionya berapa.

Iklan

4 respons untuk ‘Dibanding Deltalube, GGI, Repsol DXR3, Shell Rimula R2 dan Meditran S, SAE 40 terbaik masih mesran + rekomendasi migor

  1. Pak Cahyo..
    Bisakah cairan purging diesel dipakai untuk membersihkan injektor & ruang bakar motor 4T? Normalnya kan pakai carbon cleaner yang memang di khususkan untuk motor & mobil bensin..

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.