Di bungkus oli tertulis kekentalan oli makin stabil tapi kok cepat encer? Karena maknanya beda


Mungkin pernah melihat oli atau aditif oli dengan keterangan berikut ini:

Yang kebayang adalah ketika dipakai maka oli bisa tetap stabil kekentalannya. Tapi pemahaman ini salah. Karena stabil disini mengacu pada perubahan kekentalan yang terjadi karena suhu.

Oli itu akan makin kental ketika dingin, makin encer ketika panas. Ini sudah sifat alami.

SAE grade itu dialokasikan untuk perubahan kekentalan jenis tertentu. Yang di suhu 40 derajat kekentalannya sekian cSt yang di suhu 100 derajat kekentalnnya sekian cSt:
https://widman.biz/Seleccion/gr-motores.php

Profil tersebut bisa dirubah dengan viscosity index improver. Viscosity index improver membuat oli tidak terlalu encer di suhu tinggi. Ini membuat perbedaan kekentalan antara saat dingin dengan saat panas menjadi berkurang. Ini ada yang sebut membuat oli jadi makin stabil kekentalannya:
https://www.chempoint.com/insights/afton-viscosity-index-improvers

https://straitsresearch.com/report/viscosity-index-improvers-market

Lebih stabil kekentalannya dalam hubungannya terhadap panas:
https://www.chempoint.com/industries/lubricant-formulation/viscosity-index-improvers

Temperature has a drastic effect on lubricant performance. Explore our catalog of viscosity index improvers for formulating a more thermally stable fluid.

Ini tentu beda dari bayangan banyak orang. Banyak orang berasumsi kalau kekentalan lebih stabil, maka artinya kalau dipakai oli nya tetap terjaga kekentalannya. Dan yang lebih parah lagi, aditif VII ini mempunyai efek samping yaitu membuat oli jadi cepat rusak atau cepat encer. Istilahnya mengurangi shear stability:
https://www.machinerylubrication.com/Read/29842/viscosity-index-improvers

One of the major issues with the viscosity index improver additives is that they are very susceptible to mechanical shearing.

Salah satu masalah utama dengan aditif penambah indeks viskositas adalah bahwa mereka sangat rentan terhadap pemotongan mekanis. Misalnya, bayangkan sepotong spageti bergerak dengan oli di seluruh mesin atau di kotak roda gigi. Ada area di mesin atau kotak roda gigi yang memiliki jarak bebas yang sangat rapat dan akan berfungsi seperti gunting yang memotong mi spageti (molekul peningkat indeks viskositas) menjadi potongan-potongan yang lebih kecil. Seiring waktu, ini sangat mengurangi kemampuan molekul-molekul ini untuk menambah viskositas cairan.

Karena masalah itu maka pabriknya harus bisa menyeimbangkan antara mengorbankan shearnya atau mengorbankan VInya:
https://www.aftonchemical.com/products/lubricant-components/thickeners-viscosity-index-improvers/

Pengental dan peningkatan indeks viskositas bersifat polimerik, dan ditambahkan untuk mengurangi perubahan viskositas pelumas pada suhu tinggi dan rendah.

Saat membuat peningkatan indeks viskositas, keseimbangan antara efisiensi penebalan dan stabilitas geser polimer adalah penting. Polimer dengan berat molekul lebih tinggi menghasilkan pengental yang lebih baik, tetapi cenderung kurang tahan terhadap geseran mekanis. Polimer dengan berat molekul lebih rendah lebih tahan geser, tetapi tidak meningkatkan viskositas secara efektif pada suhu yang lebih tinggi dan harus digunakan dalam jumlah yang lebih besar.

Aditif polimer juga dapat mengalami degradasi termal dan oksidatif, membuka ritsleting kembali menjadi monomer yang lebih kecil, yang mengurangi efeknya. Tingkat stabilitas termal dan oksidatif setinggi mungkin diinginkan selain fitur yang dijelaskan di atas.

Kelompok penyempurnaan indeks viskositas Afton Chemical terutama digunakan pada oli mesin multigrade, oli roda gigi, cairan transmisi otomatis, cairan power steering, gemuk, dan beberapa cairan hidrolik.

Jadi harapannya pakai aditif yang bikin oli kekentalan stabil tapi malahan olinya jadi lebih cepat encer. Kalau oli sudah terlalu encer, maka tentu oli tidak bisa melindungi lebih baik. Bukannya lebih sip, tapi malah lebih nggak sip.

Jadi justru sekarang penulis jadi menghindari oli atau aditif oli yang ada tulisan itu. Kalau untuk motor malah merugikan.

Terus bagaimana kalau misalnya sekarang sudah ada yang puas pakai aditif yang ada tulisan itu? kalau menurut penulis kalau sampai bisa merasakan lebih baik setelah pakai aditif, maka oli yang sedang dipakai itu kemungkinan besar terlalu encer.

versi video:

Iklan

4 respons untuk ‘Di bungkus oli tertulis kekentalan oli makin stabil tapi kok cepat encer? Karena maknanya beda

  1. Benar tidak yang menyatakan oli makin licin maka shear stability makin buruk, begitu juga sebaliknya oli dengan shear stability yang baik tidak terlalu licin.

    Suka

  2. Di paragraf terakhir itulah kayaknya yang saya alami Pak.. Rimula R2 & Meditran S. yang SC 15W-40 mendekati Rimula. Mesran B40 & Mesran SAE 40 beda memang.. Kalo saya sih membedakan nya lebih terasa feelnya (kasar – halus suara & getaran) jika isi Pertamax92, tapi agak sulit bedain kalo saat isi dengan Shell Super / V Power..

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.