Mengomentari hasil analisa oli palsu, lho, selain aditifnya, kok sip hasilnya?


Kompas merilis hasil uji oli palsu yang kemasannya sangat mirip aslinya, dan barcodenya bisa berfungsi.
https://www.youtube.com/watch?v=4PZ7X5pPzcU

Penulis abaikan testimoninya karena tidak ada penjelasan itu pakai oli palsu yang bagaimana. Cuma asumsi. Tapi penulis lebih tertarik bahas hasil analisa yang dilakukan di Surveyor Indonesia:

Tapi satu hal yang penulis merasa aneh adalah, mengapa kok yang asli juga tidak ditunjukkan hasilnya? Kan biar kelihatan jejer side by side bedanya apa yang asli dan yang palsu.

Yang jelas, terlihat bahwa dari kekentalan, olinya sudah sesuai spesifikasi, walau menurut pakar dibilang lebih tinggi:

Dari Viscosity index angkanya termasuk rendah, dan CCS juga termasuk besar. Tapi termasuk aneh juga karena ada tulisan minimal untuk keduanya. Karena setahu penulis, di standarnya API tidak ada kebutuhan tersebut.

Toh cuaca kita juga menurut penulis tidak butuh oli multigrade. Jarang tempat suhunya 0 derajat. Jadi menurut penulis, limit tersebut tidak relevan. Angka CCS yang besar itu juga normal karena pour point oli cuma -15 derajat.

Penulis yakin oli Mesran SAE 40 bakal punya angka CCS yang besar pula karena diukurnya di -25 derajat, suhu dimana oli Mesran SAE 40 mestinya sudah beku juga.

Yang penulis terkesan adalah angka HTHSnya cukup bagus, mengingat oli oli semacam juga punya HTHS segitu.

Hasil lain juga bagus, misal dari foamingnya:

Begitu pula hasil copper strip, 1a itu lebih baik daripada limitnya, 1b:
Cara Uji Copper Strip Corrosion – ASTM D 130

Yang penulis kaget adalah hasil evaporation loss, penguapan olinya. Angkanya termasuk bagus itu. Coba bandingkan dengan hasil berikut:

Namun tidak berarti bagus oli palsu ini, karena terlihat sama sekali tidak ada aditifnya:

Ini artinya kalau kemampuan oli sudah melemah, maka akan besar sekali resiko keausan terjadi. Oli juga tidak ada anti oksidasi ataupun detergent. Artinya oli bakal mudah berkerak, sludge atau jadi hitam.

Dari bahan sepertinya oli ini sudah pakai bahan oli yang beneran, cuma tanpa aditif. Dengan sifat ini, mestinya olinya tidak langsung terasa buruk. Efek negatif baru terasa setelah pemakaian sekian ratus km kalau di motor sehat.

Penulis sendiri beberapa kali dilapori ada yang dapat oli palsu. Dan efeknya tidak langsung terasa. Minim beberapa puluh km baru tahu bedanya. Ini sepertinya terbantu oleh unggulnya sifat oli yang lain.

Versi video:

Iklan

8 respons untuk ‘Mengomentari hasil analisa oli palsu, lho, selain aditifnya, kok sip hasilnya?

  1. Untuk mesran aja yg segelnya paten masih bisa di bikin palsu, udah 2 kali dapet mesran ternyata palsu dari endapan dan warna oli cenderung keruh, misal di campur pun ga mau nyatu olinya antara yg palsu sama asli, biasanya beli mesran kepakai 800 ml sisanya saya tuang di botol lain misal beli lagi sisanya saya campur ke botol sisa sebelumnya, dan kalo dapat palsu pasti menggumpal

    Suka

  2. Aku dapat mesran sae 40 kw…
    Tapi kupakai sampai 1500 km masih enak…halus mesin..
    Walau berat tarikannya..tapi oli blm hitam bnget, masih kekuningan

    Suka

    • Sulit dianalisa karena kurang info. juga tidak jelas apakah pemakainya pakai aditif oli atau tidak. Tapi yang aneh itu mengapa si pemakainya bisa nggak tahu oli sudah jadi jelly.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.