Berapa rupiah sih untuk uji sifat oli? ratusan ribu cuma untuk 1 sifat!


Banyak orang menganggap bahwa uji oli itu murah. Mungkin cuma melihat dari iklan semacam berikut ini:
https://www.kaskus.co.id/post/57312edc2e04c8b93b8b456a

Para Agan sekalian ane mau kasih informasi bagi yg berminat utk Oil Analysis, baik UOA ataupun VOA dan berdomisili di Surabaya. Agan bisa kontak langsung sama “Signum Oil Analysis” melalui email “sales@apk.co.id”. Dgn tarif per oli, Rp 660.000 (termasuk Ppn).

Padahal rasanya mustahil bisa semurah itu. Contohnya kita lihat saja yang diujikan di signum tersebut:
https://mobilserv.mobil.com/en/lubricant-oil-analysis-options/engine

Kemungkinan 660 ribu termasuk ppn tersebut merupakan uji dasar (essential) di signum. Di uji itu bahkan untuk KV100nya pun tidak diujikan tapi berdasarkan yang terlapor saja (lihat catatan kaki):

Yang begitu itu jelas tidak memadai untuk mengetahui sifat oli. Dan tujuan dari uji itu lebih untuk mengetahui bila ada problem di mesin.

Dan ternyata kalau ingin tahu sifat oli lebih banyak itu tidak murah. Berikut contoh perincian biaya uji oli di lembaga pemerintah:
https://jdih.kemenkeu.go.id/download/a40733db-7c9d-4a14-a77f-793c19c80344/81TAHUN2019PP.pdf

http://lab-bpmb.kemendag.go.id/us_main_page_section/portfolio-2/

Dari contoh di atas terlihat bahwa untuk mengetahui HTHS sebuah oli butuh biaya 700 ribu rupiah. Untuk tahu viscosity Index, 500 ribu rupiah. Untuk tahu KV100, butuh biaya 250 ribu rupiah. Padahal untuk tahu daya tahan suatu oli, maka perlu dilakukan pengukuran KV100 secara berkala ketika oli dipakai. Mustahil biaya bisa kurang dari 1 juta!

Cara pengambilan sample oli pun tidak mudah. Disebutkan bahwa oli harus diambil dalam kondisi sedang dipergunakan:
https://www.exxonmobil.com/marine/~/media/files/global/us/marine/services/signum-technical-guide.pdf?la=en

Disebut juga dilarang mengambil sampling dalam kondisi dingin. Dijelaskan bahwa pengambilan sampling yang benar sangat mempengaruhi akurasi analisa:

Jenis uji:
https://mobilserv.mobil.com/pdfs/engine-analysis.pdf

Indikator Pendingin
Untuk mengetahui kadar sodium, potasium dan boron pada oli mesin
Menunjukkan kebocoran cairan pendingin ke dalam mesin melalui paking kepala yang aus, blok atau kepala yang retak

Pengenceran Bahan Bakar
Untuk mengukur jumlah bahan bakar yang tidak terbakar yang masuk ke bak mesin
Kehadiran bahan bakar di bak mesin mengurangi viskositas oli dan melemahkan detergensi. Jumlah yang berlebihan dapat mengindikasikan potensi masalah mekanis

Logam
Untuk mengetahui keberadaan dan kadar kandungan logam dalam oli, termasuk kontaminan dan partikel aus
Tingkat keausan logam membantu menentukan apakah komponen peralatan aus atau apakah kontaminasi berbahaya telah masuk ke dalam oli. Tingkat logam yang merupakan bagian dari kimia aditif juga dilaporkan

Nitrasi
Untuk mengukur jumlah produk sampingan nitrogen dalam minyak
Hasil nitrasi dari kompresi cepat udara entrained. Akibatnya, jika tidak dikontrol, prekursor nitrogen dan oksidasi dapat membentuk pernis lengket, yang dapat menyebabkan lengketnya katup.

Oksidasi
Untuk mengetahui tingkat oksidasi dan deteriorasi pelumas
Oksidasi dapat berarti:
• Peningkatan keausan dan korosi
• Masa pakai peralatan lebih pendek
• Peningkatan viskositas
• Deposit dan plugging yang berlebihan

Indeks Pengukur Partikel (PQ).
Untuk menentukan kegagalan kelelahan logam besi dan kontak logam-ke-logam yang biasanya tidak dapat dideteksi dengan analisis spektrografi saat ini
Indeks PQ dapat mendeteksi pada tahap awal:
• Keausan bantalan anti gesekan
• Keausan bantalan polos
• Indikasi awal piston lecet
• Keausan gigi

Jelaga
Untuk menentukan kandungan jelaga dalam minyak dengan persentase berat
Kontaminasi jelaga yang berlebihan dapat berarti:
• Performa mesin menurun
• Mengurangi penghematan bahan bakar
• Endapan dan lumpur yang berlebihan
• Umur oli lebih pendek
• Blow-by tinggi

Angka Asam Total (TAN)
Untuk mengukur produk samping oksidasi minyak asam
Total Acid Number yang meningkat dapat mengindikasikan peningkatan keasaman minyak akibat peningkatan oksidasi minyak

Total Nomor Dasar (TBN)
Untuk menentukan cadangan alkalinitas minyak digunakan untuk menetralkan pembentukan asam
Penurunan Total Base Number dapat menjadi indikasi dari:
• Degradasi oli yang disebabkan oleh pembentukan asam yang cepat akibat penggantian bahan bakar
karakteristik atau tingkat oksidasi minyak yang tinggi
• Penurunan cadangan penetral asam

Viskositas
Untuk menentukan ketahanan oli terhadap aliran
• Peningkatan viskositas mungkin karena jelaga yang tinggi atau kandungan yang tidak larut, kontaminasi air, atau campuran bahan bakar atau pelumas dengan viskositas lebih tinggi
• Penurunan viskositas mungkin karena kontaminasi air, atau pencampuran dengan bahan bakar atau pelumas yang viskositasnya lebih rendah
• Viskositas yang tinggi atau rendah dapat mengakibatkan keausan peralatan yang prematur

Indeks Viskositas
Untuk mengukur perubahan viskositas dengan suhu
VI yang lebih tinggi menunjukkan jangkauan operasi yang lebih luas. Memantau kontaminasi silang. Pantau geseran viskositas.

Air
Untuk mendeteksi adanya pencemaran air
Kontaminasi air dapat menyebabkan korosi yang parah dan keausan selanjutnya, ketebalan film oli yang buruk, atau penggetasan hidrogen

Tapi sungguh mengerikan sekali karena ada yang dengan melakukan uji ratusan ribu rupiah sudah merasa tahu sifat oli mesin secara keseluruhan. Entah tahu atau tidak bahwa uji keseluruhan oli itu butuh 30 jutaan:
Biaya uji oli standar nasional “tidak mahal”, cuma 30 juta

Iklan

2 respons untuk ‘Berapa rupiah sih untuk uji sifat oli? ratusan ribu cuma untuk 1 sifat!

  1. Pak prof ada rekomendasi untuk untuk motor matic sy Vario 110cc fi 2014, selama ini pakai Shell a7x 10-30w &gardan pakai Castrol yg 80-90w pemakaian BBM pertalite (utama) kdng pertamax klau lgi males antri.

    Pemakaian dalam kota aja buat kerja (jarak 5km) pling seminggu sekali pulang rumah (jarak 70km). Untuk tempat sy tergolong panas dan agak macet (Semarang)

    Untuk oli mesin mending pft atau pfd atau yg lain yg masih kelas budget sama olinya. Sy jg tertarik coba adiftif migor enaknya diawal pakai perbandingan brp dulu.

    Enaknya ganti oli patokan km atau bulan, selama ini saya patokan bulan 2 bulan sekali. Kembali lgi sy agak ngikut kata inet 2000km atau 2 bulan, 2k km jrng kecapai selama 2 bulan bisa lebih. Ap sudah bener yg saya lakukan.

    Gardan perlukah pakai oli diesel/mobil ato ada oli gardan yg lebih baik, Sy selama ini pakai yg khusus gardan motor matic krn praktis aja takarannya sudah pas.

    Sy jg rutin pakai ijektor cleanernya Honda yg dimasukin ranking bensin, ya 2-3 bulan sekali.mungkim 6 bulan atau lebih baru kebengkel untuk bersihin tb atau cvt dan servis lainnya klau ada keluhan.

    BBM selama ini pertalite sy ngikut dri kata inet, sesuai kompresi. Kompresi motor berdasarkan website resminya 9,2:1 masuk lebih ke pertalite (9-10:1) dibanding pertama (10-11:1), tpi semenjak bca artikel disini knpa jdi ragu pakai pertalite mau up ke pertamax takut ketinggian jd fd.

    Terimakasih.

    Suka

    • Kalau daerahnya seperti semarang menurut saya baiknya pakai oli yang lebih kental. Untuk oli mesin pakai minim single grade SAE 40 atau 20W50. Untuk transmisi pakai yang SAE 90. Tapi kalau pakai cuma jarak pendek dan mesin nggak pernah panas sih tidak masalah. Kalau mesin sehat bisa sampai 5 ribu km. kalau mesin tidak sehat bisa cuma 100 km. jadi penting memperhatikan seberapa cepat oli jadi rusak.

      Kalau misal sudah mulai kena penyakit rembes, baiknya oli berpindah ke mesran SAE 40 / Mesran B40 / repsol 20W50.

      Untuk campuran minyak goreng awali 10% dulu merek camar, bimoli klasik atau filma.

      Ganti oli baiknya tidak pakai km. Kalau mesin sehat aman, tapi kalau bermasalah, segitu terlalu lama. Baiknya cek dari seberapa kencang olinya berkurang, dari seberapa lama performa motor tetap ok, seberapa lama suara mesin jadi kasar. Suara mesin itu harusnya lebih halus dari suara knalpot. Lebih halus dari suara cvt. Suara sandar diturunkan masih lebih keras daripada suara mesin.

      Engine cleaner tidak begitu perlu karena menurut saya efeknya sedikit. lebih baik kalau pakai aditif oli yang terusan. Saya sendiri pakai margarin dan minyak wijen tapi dicampur terpisah dulu. Pertalite tidak masalah.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.