Sekarang pembalap MotoGP jadi harus pakai rem belakang untuk berhenti, Marquez pun terpaksa jarang sliding


Selama ini dipercaya bahwa rem belakang itu nggak ada gunanya di MotoGP selain untuk sliding untuk membantu belok. Beberapa juga mengacu pada ajaran mantan pembalap Keith Code (tidak pernah juara dunia). Ajarannya ekstrem. Sebelumnya sudah pernah dibahas:
Mengapa rem belakang bisa menstabilkan motor dan walau keith code bilang balapan nggak butuh rem belakang tapi nyatanya rider juara dunia pada pakai

Dibilang kalau ngerem harus cuma rem depan saja karena tenaga pengereman 100% dari ban depan. Pakai rem belakang cuma bikin celaka.

Tapi ternyata pembalap MotoGP sekarang pakai rem belakang untuk bisa menghentikan motor dengan cepat dan harus mengurangi sliding. Hal ini terpaksa dilakukan Baca lebih lanjut

Iklan

Teknik trail braking itu ternyata sengaja dihindari di MotoGP, terpaksa sih


Memang kalau cari ilmu itu cocoknya langsung dari sumbernya, sehingga nggak akan salah. Dan penulis minta maaf karena percaya dengan sumber nggak jelas dan percaya saja bahwa trail braking itu masih laris di MotoGP. Padahal enggak.

Sekarang ini kalau ada yang mau belajar cornering, maka salah satu yang dianjurkan adalah untuk belajar trail braking. Trail braking itu adalah teknik yang mengerem dengan juga mengikutkan bagian tikungan sebagai tempat pengereman. Efeknya pengereman di jalan lurus bisa dikurangi dan ngerem bisa lebih telat:

Trail braking in sering sekali disebut sebagai tekniknya pembalap MotoGP:
Trail Breaking, Teknik Pengereman Khusus Pembalap MotoGP dari Speed 350 Km/jam

Tapi lucunya, pembalap papan atas MotoGP bilang bahwa sekarang ini mereka sudah mengurangi pemakaian trail braking. Contohnya adalah Baca lebih lanjut

Marquez bisa menikung sangat miring dianggap fans huebat, padahal menurut pembalap malah enggak


Bisa menikung motor dengan sangat miring itu disebut senjatanya Marquez:
Mengurai Jurus Rahasia Marc Marquez

Jurus Sikut Menempel Aspal
Kebanyakan pembalap akan menekuk motornya hingga mencapai sudut kemiringan 63-64 derajat saat berbelok. Namun Marquez merebahkan motornya jauh lebih miring, sehingga sikunya kerap menempel di aspal. Dengan tingkat kemiringan yang ekstrem, bahkan hingga sikunya menyentuh aspal, Marquez bisa menciptakan sudut yang lebih sempit saat berbelok.

Saking kagumnya fans dengan kemampuan itu, banyak juga yang mengolok olok Dovizioso yang disebut nggak jago karena nggak bisa belok dengan miring. Ada yang bilang kalau Marquez yang naik pasti motornya bisa lebih miring:
Apa yang Terjadi Kalau Motor Ducati Andrea Dovizioso Dibawa Marc Marquez

Marc Marquez menikung dengan lean angle yang tinggi. Sudut menikung Marquez berpatokan pada sikut yang menyentuh aspal. Lean angle atau sudut menikung yang tinggi bikin motor akan keluar lebih cepat di tikungan. Teknik menikung Marc Marquez ini hampir tidak pernah dilakukan Dovizioso. Makanya, Ducati yang lincah dan kencang akan lebih berbahaya kalau dibawa Marquez.

Namun lucunya, pembalap sekelas Lorenzo malah bilang sebaliknya: Baca lebih lanjut

Rookie MotoGP mengandalkan traction control, Marquez malah menganjurkan tidak pakai bila ingin kencang


Memang beda antara rider yang pernah merasakan sistem traction control pabrikan yang canggih dengan sistem traction control MotoGP yang ketinggalan jaman. Ini bisa dilihat dari pengakuan rookie di MotoGP seperti misalnya Joan Mir:
Joan Mir: MotoGP riding ‘not really hard’ compared with Moto2

“It’s strange: the Moto2 [bike] has a [specific] way of riding. That’s why all the riders [in Moto2] are really close. The MotoGP bike is a racing bike. Also, the electronics help you a lot and make it a lot easier to work with. It’s much better [than Moto2]. I don’t know if it’s more easy, but it’s not really difficult. [It’s] more fun, that’s for sure, for me especially. I enjoyed exiting the corners. The power, it’s really good. ”

Dibilang di Moto2 itu semua pembalap harus pakai gaya berkendara khusus sehingga semua orang punya kemampuan hampir sama. Sementara itu motor MotoGP itu motor balap yang jauh lebih baik. Sistem elektronik sangat membantu dan membuat semua jadi lebih mudah. Tidak lebih sulit dari Moto2. Ia suka terutama saat keluar tikungan.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Miguel Oliveira: Baca lebih lanjut