Solusi radiator kena lumpur jangan dengan cover atau penahan lumpur tapi mending sambungan spakbor


Saat browsing penulis menjumpai gambar berikut:
radiator-kotor-kena-lumpur

 

Gambar tersebut menunjukkan lumpur yang mengenai radiator moto Honda CB150R. Ini membuat penulis jadi makin tidak paham dengan strategi desain dari pabrik motor. Mengapa kok dibiarkan saja lumpur mengenai radiator. Sebelumnya penulis sudah membahas tentang spakbor belakang yang tidak melindungi dari lumpur, dan ternyata spakbor depan juga anehnya tidak melindungi.

Trik yang ditawarkan pabrikan untuk mengatasi hal itu sepertinya cuma setengah hati. Contohnya seperti berikut:
Baca lebih lanjut

Alasan mengapa motor bebek bisa lebih tangguh daripada motor trail atau sport di lautan pasir


Di aripitstop ada posting menarik yang menceritakan motor trail Kawasaki KLX diangkut pakai Honda Blade di lautan pasir bromo:
Motor KLX Saja Digendong Honda Blade, Nyerah di Bromo Januari 16, 2017
klx-dibonceng-honda-blade

Di postingan tersebut juga di diperlihatkan motor lain seperti Honda CB150R, Yamaha Vixion dan Yamaha R15. Disebutkan masalahnya adalah kampas kopling hangus.

Beberapa orang berkomentar bahwa itu terjadi karena skill ridernya kurang. Memang ada kemungkinan begitu, namun menurut penulis kejadian itu masih tetap akan bisa terjadi walau skill ridernya sudah canggih. Dan menurut penulis tidak fair untuk membandingkan motor sport dengan motor yang dipakai warga bromo. Motor mereka tentunya kebanyakan sudah dimodif, dan modif yang penting justru bukan modif tenaga. Modif tenaga yang umum dipakai malah bisa mengurangi kemampuan menjelajah lautan pasir. Jadi bukan tenaga mesin yang penting. Tenaga mesin besar tidak menjamin motornya mampu dipakai menanjak atau menjelajah lautan pasir.

Berikut alasan penulis mengapa motor sport atau trail jalanan itu tidak cocok untuk dipakai di tanjakan ekstrem atau lautan pasir.

Baca lebih lanjut

Kawasaki J motor listrik roda tiga dengan model sangat futuristis


Ternyata Kawasaki punya motor unik futuristis yang namanya “J”. Oleh Kawasaki motor ini diperkenalkan untuk mempromosikan teknologi batre mutakhirnya:
The 43rd Tokyo Motor Show 2013

“J” 3-Wheel Electric Vehicle & Battery Management Technology
One of the technologies that Kawasaki Heavy Industries, Ltd. is proud to be working on is battery management technology. GIGACELL® is a next-generation high-capacity nickel-metal hydride battery. Capable of rapid charging and discharging, it can be used to stabilise the output electricity of natural energies such as solar or wind power, and is used in SWIMO®, a Kawasaki-developed light rail vehicle that can operate without overhead wires.

Using a battery cell as a power source, the “J” 3-wheel electric vehicle is a new urban mobility system that adapts to the type of travel required. Comfort Mode offers a relaxed riding position for city riding, while Sport Mode allows the rider to become one with the vehicle for fun sport riding.

Fotonya sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

Keanehan ergonomi untuk kaki di Yamaha Aerox 155


Pertama kali lihat foto Yamaha Aerox 155 sedang dinaiki yang penulis terkesan pertama kali adalah posisi duduknya. Posisi duduk terasa canggung dan tidak pas. Penulis saat itu masih bingung kita kira apa yang buat tidak pas. Namun setelah mengamati cara orang mengandarai matik dijalan penulis baru sadar bahwa posisi kakinya yang agak aneh.

posisi-duduk-yamaha-aerox-155-yang-aneh-ergonomisnya

Keanehan tersebut terutama di ergonominya:
Baca lebih lanjut

Wajar bila motor matik Yamaha macam NMax atau Aerox 155 dijual tanpa starter kaki


Saat penulis membuat artikel tentang Yamaha BW’s yang mirip dengan Honda Beat Street, penulis menemukan bahwa ternyata motornya tidak ada starter kakinya.

Nggak cuma motor itu saja, motor Yamaha yang lain juga, seperti yang dibahas di pertamax7 yaitu Nmax:
Setelah Beli, Baru Tahu Kalau Matic Premium Yamaha Nmax Nggak ada Kick Starter ?

yamaha-nmax

 

Motor Yamaha lain yang tidak ada kick starternya termasukjua motor yang akan dirilis yaitu Yamaha Aerox 155 dan Yamaha Tricity:
Baca lebih lanjut

Membuat tampilan depan Suzuki GSX-R150 menjadi makin menarik pakai braket?


Suzuki akhirnya siap merilis motor sport 150ccnya. Website resmi bisa dibuka di link ini. Namun yang kurang sreg adalah modelnya yang sporty sekali tanpa mempertimbangkan soal kepraktisan. Sebelumnya penulis sudah membahas bagaimana model motor sport sudah sesuai dengan keinginan rider, namun tidak bisa memenuhi kebutuhan rider. Jadi akhirnya konsumen lebih memilih beli motor matik.

 

Fitur yang ditawarkan kurang penulis sukai. Seperti contohnya lampu depan LED putih, spedo digital, kursi split, dan spakbor yang mini.

 

Selain dari itu ada satu lagi, yaitu lampu depan yang bentuknya terasa janggal.
lampu-depan-gsxr150

Penulis akan coba membahas bagaimana cara memperbaiki penampilan lampu tersebut menjadi lebih baik tanpa harus melakukan modifikasi. Rasanya dengan memperbaiki tampilan lampu tersebut akan sangat memperbaiki penampilan Suzuki GSXR150 ataupun GSXS150 secara keseluruhan.

Baca lebih lanjut

Drain interval lebih lama tidak lebih ramah lingkungan, oli mesin itu limbah beracun termasuk juga PAO


Saat membuat artikel tentang PAO perlindungannya bukan yang terbaik penulis menemukan ada pabrik oli yang mengklaim bahwa PAO itu punya lubricity atau daya pelicin yang paling baik padahal pabrik PAOnya sendiri tidak menyebutkan begitu. Di artikel tersebut dijelaskan baik secara teori (dari sumber akademis) atau uji lapangan (dari website 540 RAT) bahwa ternyata lubricity oli PAO bukan yang terbaik. Lubricity yang dimaksud adalah sifat cairan olinya, dan bukan aditif yang melindungi mesin saat oli dikuras macam aditif Lupromax atau nano energizer. Lubricity berkaitan dengan film strength. Untuk memperkuat film strength dari PAO, perlu ditambah dengan aditif dengan film strength tinggi yang bisa berupa bahan nabati (cara lama) atau ester (cara baru).

 

Beberapa waktu kemudian penulis juga menemukan kejanggalan lain dimana pabrik oli yang sama mengatakan bahwa bahan oli PAO itu bukan bahan beracun sementara pabrik PAOnya bilang PAO beracun. Karena penulis curiga, maka penulis mencoba mencari tahu sebenarnya bagaimana sifat beracun dari oli.

Ternyata hasilnya tidak sama dengan yang sekarang ini banyak di klaim orang orang. Oli PAO itu ternyata lebih cocok dikategorikan oli yang tidak ramah lingkungan. Pakai oli PAO tidak lebih ramah lingkungan dari pakai oli mineral.

Yang membuat oli berbahaya juga bukan dari bahan tapi dari pemakaian. Oli yang dikatakan tidak berbahaya pun akan menjadi berbahaya setelah dipakai. Ganti oli lebih lama tidak membuat oli lebih ramah lingkungan. Karena makin lama oli dipakai maka jadi makin beracun. Drain interval lebih lama tidak mengurangi racun dari olinya, justru malah menambah. Karena sumber racun utama bukan dari bahan oli tapi dari pemakaian.

Fakta ini membuat mengulur ngulur waktu penggantian oli bukan sesuatu yang baik bagi lingkungan. Apalagi bila dipaksakan saat suara mesin sudah kasar dan oli sudah tidak melindungi walau masih bening olinya.

Untuk review kembali, berikut klaim soal lubricity:
Baca lebih lanjut