Kembalinya mesin rotary Mazda, ramah lingkungan berkat hybrid?


Memang ini bukan motor, tapi mesin rotarynya bikin menarik. Mesin rotary sempat dihentikan produksinya setelah RX8 oleh Mazda dengan alasan polusi. Tapi ternyata bisa balik lagi dengan paket hybrid. Dikatakan bukan lagi rumor bahwa Mazda bakal produksi SUV dengan mesin rotary:
2022 Mazda MX-30 With Rotary Range Extender Is Really Happening

Hadirnya sistem rotary ini disebut sebagai obat dari buruknya jarak jangkau mobil SUV listrik Mazda yang MX-30, sebagai range extender: Baca lebih lanjut

Kata sintetik di oli sintetik itu mestinya bukan berarti buatan atau tiruan


Sequoia – Technology for Re-Refining Used Lube Oil

Cukup sering juga kata sintetik di oli sintetik itu diartikan secara harafiah, sehingga oli sintetik itu diartikan sebagai oli yang dibuat manusia, bahkan sampai ada yang menyebutkan bahannya bukan dari bahan tambang. Berikut beberapa contoh definisi sintetik dari oli sintetik:
Lebih Bagus Pakai Oli Sintetis Atau Oli Mineral ?

Oli sintetis ialah oli mesin yang dibuat dari bahan sintetis atau buatan, jadi artinya oli jenis ini tidak terbuat dari bahan tambang layaknya oli mineral.

Lubrication (Oli Mineral dan Sintetis)

Pelumas sintetik, yaitu pelumas yang bukan berasal dari nabati ataupun mineral. Minyak pelumas ini berasal dari suatu bahan yang dihasilkan dari pengolahan tersendiri.

Sebenarnya mengacu ke apa sih sintetik itu? Penulis memilih ambil contoh sebutan untuk bahan oli yang lain yaitu Baca lebih lanjut

Scoopy, Genio dan New Beat nggak kuat nanjak, overstroke menyalahi kodrat?


Ini sekedar catatan penulis saja biar nggak lupa lagi karena diingatkan bro Dolfamingo soal kelemahan Scoopy yaitu lemah di tanjakan. Ternyata dari media ada yang menyebutkan faktor ini juga. Sepotong sepotong saja ya biar nggak kebanyakan:
All New Honda Scoopy Pakai Mesin Genio, Ngeden dan Gak Kuat Nanjak?

Jangan heran jika karakter mesin All New Scoopy mirip banget dengan Genio dan All New BeAT, yang sangat khas. Karakter mesinnya punya tarikan awal dari berhenti hingga 30 km/jam cukup responsif, namun kemudian untuk naik sampai 60 km/jam terasa lama, bahasa awamnya sering dibilang ngeden atau berat, karena terasa seperti tertahan.

Seperti diulas di awal, hal itu karena jika gas dibejek langsung dalam, respons mesin malah kosong seperti ‘ngok’, jadi bawa motornya gas harus diurut perlahan, hingga kecepatan stabil di atas 60 km/jam.

Bagaimana jika menghadapai tanjakan? Ternyata All New Scoopy tetap mampu, bahkan saat berboncengan sekalipun, tapi lagi-lagi melahapnya harus perlahan, buka gasnya harus diurut dan kecepatannya tak bisa kencang.

Terus terang penjelasan itu mengingatkan pada review berikut di menit 11:00: Baca lebih lanjut

Posisi plat nomor depan ala Fazzio, bakal jadi tren baru?


Penulis baru sadar bahwa Yamaha Fazzio termasuk membuat gebrakan dengan menempatkan plat nomor pada posisi yang tidak menghalangi pandangan pada sebagian besar bodi depan motor, namun juga tidak dipaksakan:
Yamaha Fazzio Mulai Dikirim ke Konsumen Februari 2022

Terlihat bahwa untuk plat nomor seperti disediakan Baca lebih lanjut

SPBU jelas nggak jualan premium tapi pasang tulisan premiun habis?


Mungkin memang ini kecurigaan berlebihan, tapi penulis merasa heran juga ketika ada pom bensin yang jelas jelas nggak jualan premium, nozzle yang ada jelas cuma ada pertalite dan pertamax saja, ngasih tanda premium habis:

Apa memang masih ada kemungkinan premium bakal tersedia?

Kalau ada yang merasa mungkin itu “kelupaan” tidak dibuang, mungkin bisa share apakah di pom bensin lain ada yang pasang tulisan premium habis juga? Penulis bakal coba cari juga dan kasih photo.

Kalau banyak, maka pasang tulisan seperti itu bisa jadi adalah kesengajaan.

Protes karena member LDIC dan Bekakas menjelek jelekkan migor tanpa bukti, malah diprotes balik???


Jadi ini adalah keluhan (yang sangat panjang, karena bahas banyak perbedaan pendapat soal oli dan minyak goreng). Intinya penulis itu inginnya kalau memang member LDIC dan Bekakas itu nggak punya bukti, nggak usah deh komentar komentar bahwa penggunaan minyak goreng sebagai aditif oli mesin itu begini dan begitu. Itu saja. Tapi entah ya, kok jadi sampai lari ke pengacara segala.

Yang bikin masalah adalah postingan penulis berikut:
https://www.facebook.com/groups/minyak.goreng.aditif.oli.mesin/permalink/5257188567643453/

Kalau terlalu kecil tulisannya silahkan klik link.

Yang membuat penulis mengeluarhkan pernyataan tersebut adalah Baca lebih lanjut

Logikanya vs buktinya soal oli mesin untuk motor


Kadang keputusan kita itu dipengaruhi oleh logika yang sebenarnya merupakan bentuk dari kebiasaan orang. Tapi ketika kita melihat ada bukti yang berbeda, maka bisa terjadi kita melakukan di “luar” logika.

Sebelum muncul standar JASO, orang biasa pakai oli mesin mobil (PCMO / HDEO) di motor. Setelah muncul standar JASO, karena sama JALOS dianggap oli mobil mulai terlalu encer dan aditifnya mulai nggak baik untuk motor, maka terbentuk kebiasaan orang pakai oli JASO untuk motor. Kemudian mulai muncul oli khusus motor matik. Orang pun mulai terbiasa menggunakan oli khusus untuk motor matik untuk motor matiknya.

Sebelumnya pabrikan biasa memberikan rekomendasi kekentalan lebih dari satu. Konsumen disuruh memilih kekentalan sesuai dengan kondisi tempat penggunaan motornya. Tapi semenjak Honda melakukan pengujian top speed motor dengan kekentalan oli yang berbeda (di Jepang mestinya), Honda pun memutuskan seluruh dunia harus pakai kekentalan 10W30. Orang pun mulai terbiasa menggunakan oli 10W30 kalau motornya Honda.

Sekarang ini logikanya kalau motornya Honda, maka oli yang cocok adalah yang kekentalannya 10W30. Tapi buktinya, cukup banyak pemilik motor Honda yang justru merasa performa motor makin ok, motor makin kencang, suara motor lebih halus dengan menggunakan oli yang lebih kental.

Sekarang ini logikanya, kalau untuk motor oli yang cocok adalah yang ada JASOnya. Untuk motor matik logikanya pakai oli khusus untuk motor matik. Tapi buktinya nggak sedikit yang pakai oli mobil, baik PCMO atau HDEO yang justru jadi puas. Ada yang sekarang di motor laki atau bebek pakai Prima XP, Deltalube Adventure, Fastron Techno, Shell Helix HX-6, Shell Rimula dst.

Yang dilakukan oleh Harley itu logikanya sekarang dianggap bodoh karena oli motor kok nggak pakai JASO MA, malah disuruh pakai oli diesel, walau memang segera disuruh oli merek HD lagi. Masa di tahun 2021 Harley nggak tahu ada standar JASO? Rekomendasi kekentalan juga logikanya bodoh karena kekentalan disuruh menyesuaikan suhu:
2021 HARLEY-DAVIDSON® OWNER’S MANUAL: SOFTAIL® MODELS

If necessary and H-D 360 is not available, add oil certified for diesel engines. Acceptable designations include: CH-4, CI-4 and CJ-4. The preferred viscosities, in descending order are: 20W50, 15W40 and 10W40.

Yang dilakukan BMW untuk motor skuter maxinya itu logikanya bodoh karena motor skuter pakai oli JASO MA2, berikut manualnya untuk C400. Apa di tahun 2021 BMW nggak ngerti ada standar JASO MB?
C 400 GT 0C63 USA

Nah, sekarang ini ada yang mengatakan bahwa minyak goreng itu cocoknya bukan untuk dipakai di motor. Tapi buktinya, sudah ratusan testimoni yang mengatakan bahwa setelah oli mesin dicampuri minyak goreng, suara mesin makin halus, oli makin awet, performa motor jadi makin baik.

Nah, pilih mau mengikuti logikanya atau mengikuti buktinya?

Premium batal dihapus itu ndagel yang kelihatan mata, pakai bensin dari minyak goreng saja kah?


Penulis asli nggak paham dengan berita berikut ini:
BBM Premium Batal Dihapus, Ini Arahan Jokowi

Premium batal dihapus. Kebijakan itu melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 117 Tahun 2021 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak atau BBM yang diterbitkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pasal 3:
(2) Jenis BBM Khusus Penugasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf b merupakan BBM jenis Bensin (Gasoline) RON minimum 88 untuk didistribusikan di wilayah penugasan.

Karena yang penulis tahu, Baca lebih lanjut