Nggak mungkin ada hero di MotoGP, Dorna yang bikin motogp tidak disukai fans


Menarik juga ketika sebagai blog yang sering bahas dunia balap, tmcblog membahas bahwa MotoGP tidak laku.
Apa Akar masalah MotoGP sampai disinyalir struggle mempertahankan Fans?

Entah ini perubahan atau memang sudah tahu sejak lama, penulis setuju dengan tmcblog bahwa MotoGP butuh adanya hero. Yang nggak setuju itu alasan mengapa tidak muncul hero. Menurut penulis bukan karena nggak ada yang mampu, tapi karena pengkondisian di MotoGP mencegah hal itu.

Bukan soal kesetaraan performa, karena Baca lebih lanjut

Ternyata BoxRepsol pun setuju ada masalah di penerapan teknologi MotoGP, firasat Honda mau hengkang?


Penulis jadi merasa lega karena ternyata ada yang sependapat dengan penulis. tmcblog mengutip artikel berikut dari BoxRepsol:
Are technological advances affecting the spectacle in MotoGP?

tentu paham mengapa boxrepsol pilih gambar yang ini ūüôā

Menggunakan kata Adcances (kecanggihan) di judul tersebut menurut penulis adalah sarkasme.

Inti dari artikel tersebut adalah keputusan untuk ban, unified ECU dan pembebasan aero (dua terakhir ini menguntungkan Ducati) telah membuat balapan MotoGP menjadi balapan yang tidak menarik.

Penulis mungkin harus menjelaskan versi penulis untuk hal ini. Dan mengapa boxrepsol memilih ketiga faktor tersebut sebagai bahasan. Harus kita ingat apa yang menjadi masalah dari tim Baca lebih lanjut

Nggak setuju susah menyalip di MotoGP itu karena aero, tmcblog


tmcblog barusan mempost artikel berikut yang kesannya motor MotoGP itu sekarang susah menyalip karena adanya dirty air di belakang motor yang pakai winglet:
Soal susah nyalip di MotoGP . . . Dorna yang mulai, Dorna pula yang harus cari solusi ?

Normalnya di zaman MotoGP tanpa winglet ‚Äď wingletan, pembalap saat melakukan slipstreaming akan memanfaatkan vakum parsial yang dihasilkan oleh motor di depannya untuk mendapatkan peningkatan kecepatan yang besar.

Tapi dari penjelasan selanjutnya, penulis tidak menemukan penjelasan logis mengapa itu bisa terjadi. Yang paling dekat adalah: Baca lebih lanjut

Maaf Marc Marquez dan Honda sudah bukan lagi magic combination lagi


Penulis tidak mengikuti MotoGP. Tapi penulis jadi tergelitik menulis setelah baca beberapa berita soal Marc Marquez, dari crashnya lagi hingga usaha untuk balapan di Amerika.

Harus diakui bahwa Marc itu pembalap yang karaternya berusaha keras. Kasarannya adalah memaksakan. Memaksakan masuk tikungan walau Baca lebih lanjut

Kerikil aspal lepas Mandalika diprotes tidak layak kok jadi aspal ulang?


Penulis tidak perduli dengan yang namanya damage control, menutup nutupi masalah demi untuk mengharumkan nama. Apalagi ketika damage control yang dilakukan, justru membuat masalah tidak diselesaikan tapi jadi muncul masalah baru.

Penulis bicara soal Mandalika. Sebelumnya sudah ada masalah penanganan sehingga terjadi motor tim dibongkar sembarangan, lalu soal marshal. Sekarang muncul lagi soal aspal tidak layak pakai. Padahal ada berita bahwa untuk pengaspalan biayanya 950 milyar:
Pembuatan Trek dan Pengaspalan Sirkuit Mandalika Menelan Biaya Hampir Rp 1 Triliun

‚ÄúUntuk track kita keluar Rp 950 miliar. Kalau dengan sirkuitnya Rp 1,7 triliun sampai Rp 1,8 triliun,‚ÄĚ tuturnya dilansir dari Detik.com.

Entah mengapa jadi ada berita yang berikut ini: Baca lebih lanjut

Impor marshal itu memalukan, dibalik mogoknya marshal lokal, tidak dikasih makan, minum dan sholat?


Sekarang ada berita bahwa marshal untuk sirkuit Mandalika akan diimpor, sebanyak 19 orang:
https://www.instagram.com/p/CWVS4e0ravh/

Itu sebuah berita yang memalukan. Walau memang sudah terjadi berita memalukan lain yaitu ketika Baca lebih lanjut

Pengunduran diri Dyan Dilato, sumber masalah ada di marshalnya dong?


Cerita soal pengunduran diri Dyan Dilato sebagai Head of Operation Sporting Mandalika Grand Prix Association (MGPA) asli membuat penulis jadi merasa prihatin juga.

Jadi banyak yang mengatakan bahwa bahwa Dyan Dilato telah menyinggung perasaan seluruh masyarakat NTB: Baca lebih lanjut