Refinement, hal yang sering diabaikan pabrikan lokal


Refinement itu adalah memperbaiki sifat dengan melakukan perubahan – perubahan kecil. Biasanya dibutuhkan untuk sesuatu yang harus pas. Nggak terlalu keras, nggak terlalu empuk. Nggak terlalu berat, nggak terlalu ringan.

Mungkin pembaca pernah baca artikel berikut:
Terkejut dengan minimnya vibrasi Suzuki NEX II saat idle, istimewahhhh !

Yup…IWB baru sadar dan terkejut dengan minimnya vibrasi Suzuki NEX II saat idle, istimewahhhh !

Bila bro IWB kaget dengan mengapa kok Nex II yang mesinnya halus banget, penulis juga pernah kaget, tapi sebaliknya, kok ini mesin suaranya kasar banget dan idlenya getar banget? Hal ini penulis alami waktu baru terima motor Honda Beat eSP.

Mesin bisa halus itu menurut penulis bukan karena teknologinya. Karena dulu jaman mocin ada beberapa motor yang mesinnya meniru motor buatan Honda yang mesinnya berpuluh puluh tahun nggak diupgrade, mesinnya halus kok, dan juga suaranya halus banget. Jadi kalau ada niat, bikin mesin halus itu memungkinkan.

Untuk Suzuki, mesin halus itu sudah jadi kebiasaan:
Salah Satu Keunggulan Motor Suzuki dibanding yang Lain

Motor suzuki yang udah pernah dicoba antara laen FXR, Satria Fu, Shogun series, Sky series, Titan, Axelo, (Hayate belom) Bahkan Spin saya yang udah diajak ndlosor dua Kali dan bautnya beberapa dah ilang 😦 gak ada getaran ama sekali, anteng abiss

Di komentar artikel tersebut juga banyak yang mengamini.

Suzuki Axelo juga pernah diiklankan sebagai motor yang bebas getaran karena balancernya diniati:

Ada yang ngomong balancer itu tambahan, tapi rasanya kok semua motor perlu ada balancernya. Yang bedakan adalah setelannya atau refinementnya. Buktinya kalau ke bengkel balap, ada yang namanya engine balancing. Berikut katanya dari Honda Beat:

Terlihat jelas bahwa di mesin itu sudah ada balancernya. Engine balancing itu dilakukan dengan mengakali engine balancer yang sudah ada. Dengan engine balancing, getaran mesin bisa dikurangi. Jadi fitur engine balancer itu pasti ada, yang beda refinementnya.

Masalahnya, kalau bengkel pinggir jalan saja bisa melakukan engine balancing, mengapa kok pabrikan nggak bisa?

 

Juga ada contoh lain, soal refinement mesin:
Yamaha Janji, Tak Ada Lagi Jeda Kompresi di All New X-Ride

“Setelah berbicara dengan tim teknis, saya pastikan tidak akan terjadi lagi masalah lost compression di motor ini. Karena selain kami lakukan penyempurnaan di sektor performa mesin, juga kami lakukan beberapa perbaikan terkait masalah seperti itu. Kalau masih penasaran, di beberapa lokasi pameran atau showroom, bisa dilakukan pengetesan,” klaim Dyonisius Beti.

Katanya di versi lama X-Ride bla dipakai perjalanan jauh mesin bisa mendadak mati dan tidak mau dinyalakan lagi. Entah apa perbaikan ini bisa diterapkan di versi lama atau tidak, tapi yang jelas pabrikan bisa mengatasinya. Kalau bisa mengapa kok perbaikan tidak dilakukan pada waktu test ride?

 

Lalu soal suspensi. Waktu awal awal muncul, NMAX itu suspensinya terlalu keras. Katanya sih pakai setelan Eropa nggak disesuaikan dengan Indonesia yang banyak polisi tidur. Tapi anehnya motor Eropa macam Peugeot kok malah terasa empuk.

Selanjutnya Aerox muncul dengan suspensi empuk. Tapi saking empuknya maka suspensi sering mentok. Yang terlalu empuk juga nggak cuma belakang, tapi depan juga. Lalu muncul solusi ganti pakai pernya TRD, dst.

Pertanyaannya mengapa kok Yamaha nggak bisa cari kekuatan per yang pas?

 

Hal yang lain juga berkaitan dengan refinement adalah di bagian CVT. Sering kita dengar masalah pada CVT bisa diatasi pakai cara sepele. Dibubut centernya sekian mili, di ganti pernya ini, dibubut rumah rollernya, di ganti rollernya ini, dst. Mengapa kok bukan pabrikan yang melakukannya?

Mengapa kok harus konsumen yag bersusah payah mencari solusi dan menyelesaikannya sendiri?

Sudah berapa lama sih pabrikan bikin motor? apa ya masih nggak ada waktu juga untuk bikin refinement yang bagus? masa dari dulu alasannya kejar tayang terus?

Iklan

13 respons untuk β€˜Refinement, hal yang sering diabaikan pabrikan lokal’

  1. Mengapa kok harus konsumen yag bersusah payah mencari solusi dan menyelesaikannya sendiri?
    ———————————————————————————————————————————-
    Karena iniah makanya pabrikan kadang ngasih sesuka hati nya klo di komplain lngs kena pembunuhan karakter. contohnya kasus sassis patah, dibela mati2an ama penboi (klo bukan sales nya) klo sassis itu fine2 aja tp giliran ada update produk yng di komentarin “mudah2an ada improvement dibagian rangka”

    nah…

    hahahaha

    Suka

      • ini buktinya… salah satu artikel di kobayogas terkait sassis patah

        Roy 21/03/2018 at 11:31
        Ya memang harus gitu lah, tau kali beberapa kasus rangka CB150R patah – diluar kesalahan user – tentu hal tersebut dapat menurunkan imej dari Honda sendiri toh?
        β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”-
        lagi coli bro? kesalahan user? beberapa kasus? banyak coi… realitanya emang bentuk sassisnya yg sekarang itu jelek. coba tanya sena ponda deh, klo mw kuat di beberapa tempat kudu di las lg besi penguat tambahan biar gak gampang patah.

        klo gw bawa beritanya kemaren pasti para penboi DOHC Near Square penghirup asap knalpot 2 tak dan SOHC 4v YIMM pada kalap dimari

        ngah ngah ngah…

        tp jangan khawatir, sepi kan beritanya?

        ngoahahahaha

        dijawab oleh ybs

        Eiscell 24/03/2018 at 20:31
        Keliatan banget klo hobinya coli.. Kasihan bininya gak kepake..

        Komen diblog msnspun bawa2 coli …

        Wkkkkkk kasihan2 … Ansk lu baca komen bapaknya

        dan diartikel update produk itu

        Eiscell July 3, 2018 at 09:44
        Mungkinkah CB emo tanpa USD dg Improve rangka?

        Tp kog mlh lebih murah dr current apa yg disunat ya?

        Kok minta update untuk improvement rangka? kenapa rangka nya harus di improve klo fine2 aja?
        di artikel blog tsb gw gak bisa komen karena dibanned permanen.

        hahaha

        Suka

  2. wow konsumen palsu,,kirain cm alamat aja yg palsu

    btw, org indo lebih mengutamakan merk paling dikenal mbahnya drpd skedar kualitas

    Suka

  3. Pada dasarnya refinement sudah dilakukan oleh pabrikan hanya saja karena dampaknya besar mereka membaginya per batch, penyempurnaan biasanya akan dilakukan berdasarkan masukan dari konsumen tentang masalah/keluhan di batch pertama dst, makanya ada istilah jangan beli motor/mobil batch pertama

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.