Yang hebat di balapan AP250 ARRC itu AHRT, bukan motor Honda CBR250RR nya


Entah mengapa kemenangan dari tim AHRT itu disebut gara gara motornya.

Race 2 AP250 ARRC Sentul 2018: CBR250RR Dominan, Motor Apa Pembalapnya?

Betapa bedanya performa CBR250RR lantaran menang spesifikasi dasar. Ini motor diameter klepnya lebih besar pada masuk dan buang dibanding lawan. Otomatis energi di ruang bakar lebih besar dari pada R25 dan Ninja. Belum lagi suspensi CBR 250RR yang upside down, besaran tenaganya setelah dikorek aturan ARRC mampu diredamnya. “Tenaga Honda lebih besar. Kalau ARRC itu mengizinkan memperbesar diameter klep sama dengan CBR25RR, R25 saya ini nggak akan kalah,” papar Topan. “Mirip-miriplah dengan saya. Power saya tidak cukup untuk terus bergabung dengan Honda,” timpal Fadly

Topan adalah rider motor Yamaha R25 #250, dan Fadli adalah rider motor Kawasaki Ninja 250 #108. Keduanya finish di 5 besar di kedua race ARRC di Sentul barusan.

Kemenangan dari tim AHRT disebut punya efek positif bisa meningkatkan image Honda CBR250RR dimata konsumen: Baca lebih lanjut

Iklan

Mengapa idling stop itu teknologi anti keselamatan? Sudah pada tahu tapi kok nggak mengakui


Komentar bro Doflamingo tentang debat penyebab celaka di motor dengan idling stop menarik perhatian penulis.
Memang bonceng anak di depan di motor dengan idling stop ISS itu bahaya, tombol dimatikan pun masih resiko

Hahahahahahahha…..ketawa lagi ahhh, ngoahahahahahaha….., di group facebook “Siboen” (yg punya youtube Shiboen Chanel) ada salah seorang member yang posting kejadian seperti diatas, kebanyakan para komentatornya bilang “jangan salahkan teknologinya lah, teknologi tidak bisa disalahkan lah, yang salah ibu2 nya lah, faktor human error lah, orangnya lalai lah”, dlsb. karena banyak yg komen seolah yang disalahkan adalah ibu dari si anak, bukan teknologi dari motor, ane coba untuk berkomentar yg sifatnya kontra, ane debat yg komentar bernada membela motornya, ane bilang itu fitur yg berpotensi membahayakan kek gitu sampek debat kusir terjadi hingga akhirnya mereka kalah berpendapat, dan tau2 ane langsung di block sehingga gak bisa komen lagi di post tersebut, ane langsung kepikiran apa jangan2 di group tersebut ada orang yang ada sangkut pautnya dengan pihak Astra (AHM), sehingga orang2 yg berkomentar melawan arus macam ane dianggap membahayakan, hwehwehwehehehehe….XD

Penulis sendiri juga menjumpai beberapa orang mengungkapkan bahwa kecelakaan itu bukan salah teknologinya tapi karena keteledoran pengendaranya. Dari ini Baca lebih lanjut

Wacana ECU single spec itu apa gara gara ECU spesial AHRT terlalu hebat? 6 Mapping bakal hilang?


Ada wacana ECU untuk kelas AP250 di ARRC bakal diseragamkan:
Gosip : Wacana Regulasi Single ECU di Kelas AP250 ARRC Tahun 2019

kelas AP250 ARRC tahun 2019 sedang diwacanakan akan menggunakan Single Spec ECU. penggunaan Single ECU ini akan dibarengi dengan penyamarataan bobot minimal ( dan mungkin bobot kombinasi minimal ). Jadi pada dasarnya, kalau ECU disamakan, maka Bobot juga akan disamakan

Dengan wacana ini yang kena dampak paling besar adalah AHRT. Ini karena Baca lebih lanjut

Alasan Yamaha R25 tidak pakai VVA apa benar karena nggak butuh? Atau mengakui DOHC lebih hebat?


Yamaha bila R25 itu nggak butuh VVA:
Yamaha R25 Tak Butuh Teknologi VVA, Ini Alasannya

“VVA tak dibutuhkan oleh R25. VVA saat ini digunakan di dunia oleh R125 sedangkan tenaga model ini (Yamaha R25) sudah cukup besar, tidak butuh lagi bantuan VVA.” Jelas Hasegawa. Bahkan grafik pengaliran tenaganya pun disebut Horikoshi sudah cukup merata.

Alasan ini unik juga karena kalau di kelas 155 cc, VVA ini dibesar – besarkan. Penulis jadi curiga Baca lebih lanjut

Mesin memang tetap, tapi facelift Yamaha R25 hadir dengan senjata mematikan untuk lintasan balap


Salah satu yang dikritik pada Yamaha R25 facelift adalah mesin yang tidak ikutan diupgrade. Padahal motor 155 ccnya sudah pakai VVA. Soal alasannya mungkin lebih cocok dibahas di artikel lain.

Namun sebenarnya di Yamaha R25 ada fitur baru yang sangat membantu meningkatkan performa, Baca lebih lanjut

Memang bonceng anak di depan di motor dengan idling stop ISS itu bahaya, tombol dimatikan pun masih resiko


Kejadian seperti ini jadi membuat penulis mempertanyakan semboyan keselamatan pabrikan. Bila bahaya, harusnya dikasih warning:
Hampir celaka, waspada pakai fitur idling stop saat naik motor bersama anak kecil

“Mungkin kalo tidak ada kecanggihan Motor seperti sistem IDLING STOP tidak akan seperti ini. Jadi ibunya berhenti sebentar dan motornya mati karna system IDLING STOP berfungsi, dan anaknya kira kalo motornya sdh mati. Si anak mengegas motor akhirnya motor laju ngebut dan terjadilah seperti ini.

Padaha dulu ada yang namanya teknologi keselamatan safety starter: Baca lebih lanjut