Banyak yang bilang oli mesin bahan PAO paling baik proteksi perlindungannya padahal nyatanya tidak


Banyak yang bilang bahwa kalau mau oli yang paling bagus, harus cari yang bahannya dari PAO. Ini bisa banyak dibaca di postingan kaskus. Kalau bro mau oli yang paling bagus, maka bro pasti disarankan pakai oli dari bahan PAO kalau di forum atau grup:

– VHVI itu sering disebut Group III klo PAO itu Group IV. klo perlindungan mesin ya paling bagus ya PAO.

-Seperti kata agan di atas, PAO is better for engine protection.

-Kalau VHVI memang biasanya lebih murah gan, tetapi untuk Proteksi ambil PAO saja gan, karena dari karakter solubilitas dan homogenitas molekulnya lebih baik gan.

-3. PAO itu oli paling bagus buat Long Drain, baru Group III+, baru II, baru Group V. Jadi jangan harap lo bisa tahan lama pake Ester, jadi kalo lo pake oli yg katanya Ester tapi umur ganti panjang, lo harus ragukan adanya Ester di dalamnya. Umur Ester di mesin gak lebih dari 50 jam. Bahkan yg heavy ester malah di bawah 25 jam.

Tapi apa benar begitu? Penulis jadi nggak yakin PAO paling bagus perlindungan mesinnya setelah penulis membuat artikel tentang dasar pelumas.

Klaim dari pabrikan oli PAO

Memang ada pabrikan oli yang bilang bahwa oli PAO paling baik perlindungannya. Sperti contohnya berikut ini:

Gulf Western Premium Quality Lubricating Oils (Australia) Pty Ltd. – WHAT IS THE DIFFERENCE BETWEEN SYNTHETICS (PAO & GRP III) AND MINERAL OILS?

POLY ALPHA OLEFINS (PAO’S) – PAO’s are synthesised from ethylene. They have many benefits over mineral oils and Group III’s including low pour points, high viscosity index, low volatility, excellent thermal stability and excellent natural lubricity.

When formulated in industrial oils and driveline fluids, PAO’s increase service intervals, through increased lubricity they contribute to lower wear & operating temperatures.

Dikatakan bahwa PAO disintesis dari ethylene. PAO punya banyak kelebihan dibanding oli mineral dan grup III di antara lain pour point rendah, viscosity index tinggi, volatilty rendah, thermal stability sangat bagus, dan lubricity sangat bagus.

 
Ultimate Synthetic Oil – AMSOIL Products – Petroleum Oil Cross-Dresses as Synthetic

Since 1972 AMSOIL is the ONLY synthetic oil manufacturer in the world to guarantee 25,000 miles or 35,000 mile oil change intervals and utilizing full PAO synthetic technology exclusively. Except for the XL series, designed for the quick-change lube shops, AMSOIL uses only 100% full synthetic Group IV/V technology in each and every one of its motor oils, and is the undisputed leader in synthetic engine oil technology as well as the leader in synthetic

Ultimate Synthetic Oil – AMSOIL Products – Synthetic Oil is Superior to Mineral-Based Oil in Every Way:

Added lubricity is another attribute of synthetics. The uniform diameter of synthetic oil polymers allows them to more easily slide over one another. The resultant reduction in friction shows up as a cooler engine, more horsepower and torque, higher fuel economy, and reduced internal engine wear.

Higher film strength is a major benefits of synthetics. Film strength is what keeps oil molecules from being pushed away from each other under pressure. In an area where two metal surfaces meet, the film of oil between them prevents them from rubbing and wearing away at each other. Synthetics do a far better job of this than conventional mineral oils. Mineral based oil has a film strength of about 400 psi, while synthetics usually exceed 3000 psi. This means that it takes more than seven times as much pressure to squeeze synthetic oil from between two surfaces than mineral-based oil. Consequently, synthetics work far better to keep your engine like new.

How to Pick the Best Engine Oil

it’s widely accepted in the Society of Automotive Engineering (SAE) that a Group IV (4) synthetic base-stock has 7 to 10 times the film strength of a petroleum oil, providing much stronger and more durable lubrication protection. Group III (3) oils normally can and do narrow that margin of synthetic superiority, but their performance varies widely, and the truth is that they cannot completely close that inherent performance gap – especially once the oil has been running in the engine for a while.

Dikatakan bahwa selain model XL, AMSOIL diklaim menggunakan 100% bahan oli grup IV/V (PAO/Ester).

Penambahan lubricity dikatakan adalah sifat lain dari sintetik. Diameter yang tidak bervariasi dari polimer oli sintetik memungkinkannya untuk bisa lebih mudah bergeser satu sama lain.

Film strength yang lebih tinggi adalah keunggulan utama dari sintetik. Film strength adalah yang memisahkan permukaan logam satu dengan yang lain sehingga mencegah singgungan dan aus. Sintetik berfungsi jauh lebih baik dalam hal ini daripada oli mineral konvensional.

Sudah diketahui secara meluas di SAE bahwa oli dari basestock sintetik grup IV punya 7 hingga 10 kali film strength daripada oli petroleum (Grup I, II, III), sehingga lebih kuat dan punya perlindungan pelumasan lebih awet. Oli grup III bisa mendekati keunggulan oli sintetik namun tidak benar benar bisa mencapainya, terutama bila oli sudah dipergunakan beberapa waktu.

Walau begitu dikatakan juga bahwa Amsoil tidak terpaku pada bahan dasar tertentu saja. Diinformasikan oleh bro nunu:
Story Synthetics, a Montana Authorized AMSOIL Dealer, AMSOIL FAQS

AMSOIL maintains formulation details as proprietary and does not divulge specifics regarding the type of synthetic base stocks used in its synthetic lubricants. As the company moves forward with new technologies it is increasingly more important that this information remains proprietary. AMSOIL views synthetic base oils the same as it views additives, with each having its own set of unique properties. AMSOIL does not insist on a particular type of base stock, but insists on particular performance parameters. AMSOIL chooses whichever synthetic base stock or combination of base stocks delivers the desired result and tailors its lubricants to be application-specific (gasoline, diesel, racing, transmission, gear, extended drain, extreme temperatures, etc.). At the end of the day, the type of base stock used to formulate the oil is inconsequential; the product’s performance is what matters.

Beredar juga kabar bahwa di 2016 amsoil sudah tidak lagi pakai PAO, sepertinya karena Mobil 1 juga mulai beralih ke VHVI.

 

SynMax Synthetic Racing Oils & Performance Lubricants – Automotive Base oils presentation
lubricity-kok-bagus-untuk-pao

pao-di-klaim-punya-daya-tahan-oli-yang-bagus

Di gambar diatas diperlihatkan bahwa PAO punya excellent lubricity. Dikatakan bahwa pada kondisi EHL (penjelasan bisa dilihat di artikel dasar pelumasan) PAO bisa memberikan lapisan film yang lebih tebal.

 

Dari klaim – klaim diatas dikatakan bahwa oli dari bahan PAO itu yang paling bagus lubricity atau film strengthnya. Namun masalahnya, informasi dari pihak akademisi dan pabrikan oli lain membantah hal itu.

 

Klaim dari akademisi & pabrik oli lain

Noria Corps – Which Synthetic Lubricant is Superior?

For example, at a temperature of less than 80 degrees C, mineral oil provides thicker films than a PAO lubricant, and at a temperature of less than 57 degrees C, mineral oil offers thicker films than a PAG lubricant. In the temperature range of 70 to 90 degrees C, there is only a 5-percent difference between the EHL film thickness of mineral and PAO lubricants. In this same temperature range, a PAG lubricant gives thicker films ranging from 16 percent to 37 percent thicker than mineral oil.

Obviously, thicker EHL film formation contributes to reduced risk of wear and better long-term reliability.

Dikatakan bahwa pada suhu dibawah 80ºC oli mineral punya film lebih tebal dari pelumas PAO, dan pada suhu dibawah 57ºC, oli mineral punya film lebih tebal dari pelumas PAG. Pada kisaran temperatur 70 hingga 90ºC, hanya ada perbedaan 5 persen antara ketebalan film EHL oli mineral dengan pelumas PAO. Pada kisaran temperatur yang sama pelumas PAG punya film EHL lebih tebal daripada oli mineral. Jelas EHL film yang lebih tebal mencegah aus dan lebih awet jangka panjang.

Intinya oli mineral punya lapisan film yang lebih tebal daripada oli PAO pada kondisi EHL. Ini membantah klaim pabrikan amsoil, gulf western dan synmax.

Di artikel sebelumnya juga sudah disebutkan bahwa oli PAO justru punya lubricity paling payah:
Mengenal dasar pelumasan, ada saat dimana perlindungan tidak ditentukan oleh anti wear

PAO tidak terkalahkan dari sisi pour point dan volatility, dan pada waktu yang sama, mempunyai lubricity dan solubility yang paling payah. Ini biasa diakali dengan menggunakan solubility improver.

Juga kutipan kutipan lain mengindikasikan bagaimana oli grup III bisa lebih baik perlindungannya daripada oli PAO:
Progressive Trends In Lubrication

Until recently, Group IV base stocks outperformed other base oils in key properties such as viscosity index, oxidative stability, volatility and pour point. Technology has altered that trend: Modern manufacturing techniques and newer advanced additives have improved those properties for modern Group III base oils so they now can rival — and, in some cases, outperform — Group IV base stocks. Today’s Group III base oils also can surpass Group IV base oils in terms of lubricity, solubility and anti-wear properties.

Dikatakan bahwa sampai akhir akhir ini, base stock grup IV (PAO) mengungguli kemampuan dari base oil lain dari sisi viscosity index, oxidative stability, volatility dan pour point (catatan: film strength / lubricity nggak disebut). Teknologi merubah tren tersebut. Pengembangan teknologi pabrik dan aditif telah meningkatkan kualitas dari oli grup III sehingga bisa menyaingi atau kadang melebihi oli grup IV. Base oil grup III sekarang ini bisa mengungguli base oil grup IV disisi lubricity (perlindungan mesin!), solubility dan sifat anti wear (anti aus!).

Kutipan berikut menyebutkan hal yang sama:
Performance of Base Oils and Future Trends – The Evolution of Base Oil Technology – Part 3

A modern Group III oil can actually outperform a PAO in several areas important to lubricants, such as additive solubility, lubricity and antiwear performance. Group III base oils can now rival PAO stocks in pour point, viscosity index and oxidation stability performance.

Lubricant, From Wikipedia, the free encyclopedia

some poorly selected formulation of PAO lubricant may not last as long as more expensive formulation of Group III+ lubricant.

Jadi dari kutipan diatas dikatakan bahwa oli mineral justru daya perlindungannya lebih baik dari oli PAO.

 

Penjelasan mengapa daya perlindungan oli PAO payah

Penyebab dari tidak bagusnya perlidungan oli sintetik adalah karena oli sintetik tidak bersifat polar dan susah melarutkan aditif.
Fuels and Lubricants Handbook

The polarity of the lubricant can also be very important. Recent work suggest that when a small amount of high viscosity polar lubricant (ester) is added to a low viscosity non polar base fluid (PA), the polar componen will prefentially stick to the surface.

Polar molecules are very effective boundary lubricants as they tend to form physical bonds with metal surface.

When polar base fluids are used they can cover metal surface in preference to the antiwear additives. This can result in higher wear characteristics because, although ester have superior lubricity properties to mineral oil, under high load condition they are certainly less efficient than antiwear additives. It is therefore very important to choose the correct additive and to optimize its concentration to get the full lubricity benefit of using polar basestocks. Often, more polar antiwear agents or the same antiwear agent at a higher dose rate is used to offset this facotr. Alternatively, the lubricant can be modified to decrease its polarity.

Dikatakan pada buku referensi pelumas tersebut bahwa polaritas dari pelumas sangat penting. Bila sejumlah kecil pelumas polar yang kental (ester) ditambahkan pada cairan non polar yang encer (PA), maka komponen polar akan cenderung menempel pada permukaan.

Molekul polar adalah pelumas boundary (lihat artikel dasar pelumasan) yang sangat efektif karena mereka cenderung membentuk ikatan fisik dengan permukaan.

Namun ada efek samping. Karena cairan polar akan bersaing dengan aditif anti wear, padahal pada saat tekanan sangat tinggi daya perlindungan dari cairan polar kalah bagus dengan aditif anti wear.

Jadi molekul polar punya daya perlindungan fisik sangat bagus pada situasi masih adanya lapisan oli diantara permukaan logam, namun pada situasi sudah tidak ada lagi lapisan oli maka perlindungan kalau kuat dengan aditif anti wear (yang juga polar).

Beda sifat polar dari berbagai macam base oil ditunjukkan sebagai berikut:
Lube-Tech – New base oils pose a challenge for solubility and lubricity
sifat-polar-pelumas

Group I base oils have sufficiently high content of polar species (heterocycles, aromatics) and demonstrate superior lubricity as compared to Group II-IV base oils. Many amphiphilic molecules, such as fatty amides, esters and ionised vegetable oils, can be used as lubricity additives, but performance varies broadly. lubricity additives function by postponing the beginning of the boundary lubrication regime

Di gambar tersebut ditunjukkan bahwa oli grup II, III (sintetik non PAO) dan IV (PAO) bersifat non polar. Lalu grup I makin polar, dan ester yang paling polar. Dikatakan bahwa karena oli grup I mengandung banyak zat bersifat polar maka lubricity jauh lebih baik daripada oli grup II, III dan IV. Banyak molekul amphibilic seperti fatty amides, esters dan ionised vegetable oils, dapat dipergunakan sebagai aditif lubricity, tapi efeknya bisa sangat bervariasi. Aditif lubricity bekerja dengan mencegah mulainya tahapan pelumasan boundary (lihat artikel dasar pelumasan)

Artikel berikut juga menyebutkan bahwa karena ester bersifat polar maka membuatnya cocok untuk meningkatkan film strength atau lubricity.
Tribochemistry of Lubricating Oils By Zenon Pawlak

Lubricity – wear protection and fatigue. The coefficient of friction is a measure of lubricity of a lubricant. Esters, being more polar, are attracted to the metal surface and form monolayers. These thin layers reduce the coefficient of friction at the surface.

Since ester groups are polar, the form physical bonds with metal surfaces. At high load, esters will tend to form chemisorbed films. Under extreme boundary conditions, esters will tend to break down to form acids which leads to wear protection and friction reduction. These acids readily react with freshly exposed metal surfaces to form metal carbocylates tribofilm.

Since ester groups are polar, they can compete with antiwear or EP agents or corrosion inhibitor for the metal surface. They can cover the metal surface instead of the antiwear aditive, resulting in higher wear characteristics.

 

Kutipan berikut adalah dari bahan kuliah untuk fakultas teknik kimia Universitas Indonesia:
LECTURE NOTE – PELUMASAN DAN TEKNOLOGI PELUMAS (Dosen Sukirno) DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA FT-UI, INTRODUCTION – TRIBOLOGY, FRICTION, WEAR, LUBRICATION

esters are nearly always used in combination with PAOs in full synthetic
motor oils in order to balance the effect on seals, solubilize additives, reduce volatility, and improve energy efficiency through higher lubricity.

Dikatakan bahwa ester hampir selalu dikombinasikan dengan PAO pada oli kendaraan full sintetik untuk mengatur keseimbangan efek pada seals, daya larut aditif , mengurangi volatility dan meningkatkan efisiensi energy melalui peningkatan lubricity.

 

Data masa pakai oli

Dari kutipan kutipan diatas sudah dijelaskan bagaimana PAO itu tidak bagus perlindungan mesinnya. Dari klaim postingan di kaskus sering juga ada yang menyarankan pakai oli PAO kalau mau long drain interval, pakai oli jangka panjang. Untuk itu penulis mencoba membandingkan sebenarnya seberapa bagus oli PAO (grup IV) bila dibandingkan dengan oli VHVI (grup III) dari sisi masa pakai olinya.

Berikut ini data yang dikutip dari sharingan suhu Dee Santi, disusun oleh Cauthelia Nandya.

MTBF (Mean Time Between Failure) menunjukkan seberapa handalnya peralatan / mesin operasi dalam menghasilkan produk, yang dilihat dari waktu rata-rata peralatan/mesin itu akan berfungsi mulai dari satu repair/kerusakan sampai ke repair/kerusakan berikutnya.

Company Name Viscosity Grade MTBF (Km) Base Stock Wet Clutch
British Petroleum Castrol Edge Titanium FST 10W-60 5000 PAO + Ester No
British Petroleum Castrol Edge Titanium FST 5W-40 20000 VHVI Full Synthetic Yes
ExonnMobil Mobil 1 5W-30 20000 PAO + Ester No
ExonnMobil Mobil 1 Advance Fuel Economy 0W-30 20000 VHVI Full Synthetic No
Kuwait Petroleum International Excel 5W-40 20000 VHVI Full Synthetic No
Kuwait Petroleum International F1 10W-50 5000 PAO + VHVI No
Liqui Moly Synthoil Longtime Plus 0W-30 35000 VHVI + PAO No
Liqui Moly Top Tec 4200 5W-30 35000 VHVI Full Synthetic No
Pertamina Fastron Fully Synthetic 0W-50 15000 PAO + Ester Yes
Pertamina Fastron Gold 5W-30 30000 VHVI Full Synthetic No
Quaker State Advance Durability 10W-30 20000 VHVI Full Synthetic No
Quaker State Ultimate Durability 10W-30 20000 VHVI + PAO No
Redline Motor Oil 5W-30 10000 Ester + PAO No
Redline Motor Oil Euro Series 5W-30 25000 PAO + Ester + VHVI No
Royal Dutch Shell Helix Ultra 10W-60 5000 PAO + Ester No
Royal Dutch Shell Helix Ultra 5W-40 20000 VHVI Full Synthetic No
Motul 300V 5W-40 1000 Ester + PAO MA2
Motul 3100 4T 10W-40 2000 Mineral MA
Motul 5100 4T 10W-40 3000 Mineral + Ester MA2
Motul 7100 4T 5W-40 5000 Ester + VHVI MA2
Total Moto 4 Maxi Tech 10W-30 5000 VHVI Fully Synthetic MA
Total Moto 4 Race 10W-60 4000 PAO + Ester MA2
Total Moto 4 Tech 10W-50 4000 PAO + Ester MA2
Total Moto 4 Twin Tech 20W-60 5000 VHVI Fully Synthetic MA2
Total Scooter 4 Maxi City 5W-40 5000 VHVI Fully Synthetic MB

Bisa dilihat bahwa sama sama Castrol Edge Titanium FST, yang PAO cuma untuk 5000km, sementara yang VHVI bisa untuk 20,000km. Kasus yang sama terjadi juga pada oli KPI, Pertamina, Redline, Shell Ultra, dan Motul.

Apa nggak heran mengapa kok yang versi PAO nggak dibikin sama pemakaiannya dengan versi VHVI? Sekalipun seandainya yang “race only” tidak diikutkan, mengapa kok oli PAO tidak lebih panjang masa pakainya? Pertamina FSS 15 ribu km dan yang Gold bisa untuk 30 ribu km?

Di daftar pengujian olinya 540 Rat pun oli semacam red line (PAO+Ester di daftar Dee Santi) juga perlindungannya tidak termasuk yang bagus. 540 Rat menguji film strength dan bukan anti wear. Di daftarnya di urutan 72 untuk 5W30, padahal Castrol GTX (VHVI+MIneral di daftar Dee Santi) ada di urutan 54 :

54. 5W30 Castrol GTX, API SN conventional = 95,392 psi
72. 5W30 Red Line, API SN synthetic = 91,028 psi

Ada juga Mobil 1 FS yang justru perlindungan jadi lebih baik setelah base oil dirubah dari PAO menjadi VHVI, dibahas di artikel sebelumnya:
Oli mesin hasil proses Gas to Liquid masuk kategori grup 3 tapi kemampuan mendekati PAO, apa ini alasan mengapa oli sintentik sekarang banyak yang beralih dari pakai PAO menjadi pakai VHVI?

Sekarang ini trennya pabrik yang asalnya produksi oli PAO jadi beralih ke oli VHVI. Ini disebut di banyak referensi:
The Application and Use of Soltex Products in Hydrocarbon Lubricants and Lubrication Systems – Lubrication Trends

VHVI base-stocks will continue to displace PAO products in many applications

Biolubricants: Science and Technology, By Jan C.J. Bart, Emanuele Gucciardi, Stefano Cavallaro

Modern grou II oils can nearly match the performance of PAO at a much lower cost. Because of this, PAO-based oils will gradually dissapear unless new low cost process are developed.

 

Pabrik PAO sendiri tidak mencantumkan film strength atau lubricity di keunggulan PAO.
pabrik-pao

Chevron Phillips:
Chevron Phillips Chemical – Polyalphaolefins
chevron

Exxon Mobil:
Synthetic base stocks for automotive engine oils
exxon-mobil

Group IV base stocks – PAO, UTS Seminar, St Petersburg Sept 13-15, 2011, Sandy Reid-Peters
exxon-mobil-2

Ineos:
Durasyn® Polyalphaolefins
ineos

Naco:
Extreme Performance PAO with Own Technology
naco-sintetik-pao-keunggulan

 

AMSOIL setahu penulis bukan pabriknya PAO.

 

Kesimpulan

Dari kutipan kutipan diatas, maka penulis menyimpulkan bahwa sekarang ini dari industri dan akademis menganggap bahwa oli VHVI daya perlindungannya lebih baik dari oli PAO. Kalau ada yang bilang oli PAO lebih baik perlindungannya maka itu adalah informasi yang sudah tidak berlaku lagi. Bila oli PAO perlindungannya bagus, maka itu karena sudah ditambahkan ester. Di daftar oli sharingan suhu Dee Santi pun bisa dilihat bahwa oli PAO pasti pakai ester atau VHVI. nggak ada yang PAO tanpa ester atau tanpa VHVI.

Jadi, bila bro ingin perlindungan maksimal, maka penulis sarankan untuk tidak memaksakan mencari oli PAO, karena oli non PAO pun umurnya bisa panjang. Full sintetik yang masa pakai olinya panjang sekarang kebanyakan juga bukan PAO.

Bila menemukan oli yang bro anggap bagus, dan bikin puas saat mencoba, maka jangan anggap olinya jelek bila belakangan tahu bahannya bukan dari PAO. Malah bisa jadi setelah bro pakai oli dengan bahan PAO justru jadi kecewa, karena bahan PAO lebih tidak kompatibel dengan seal.

Kecuali bila bro tidak mementingkan perlindungan dan ingin cari oli yang unggul dari sisi viscosity index, oxidative stability, volatility dan pour point. Kalau soal itu, PAO masih unggul walau tidak banyak dan bisa disaingi oleh oli grup III bagus.

Hindari oli PAO kalau tujuannya mau untuk longdrain dan perlindungan mesin.

17 thoughts on “Banyak yang bilang oli mesin bahan PAO paling baik proteksi perlindungannya padahal nyatanya tidak

  1. Setuju dgn penulis.
    Perdebatan antara VHVI vs PAO skrng sudah tdk relevan lagi, mengingat skrng telah ada GTL, yg penulis sudah pernah bahas di artikel sebelumnya.
    Dan menurut pendapat ane ttng pemilihan oli, jangan hanya melihat base oil nya saja. Akan tetapi lihatlah secara keseluruhan antara base oil dan additif. Karena pencampuran antara base oil dan additif yg seimbang, dan harmonis lah yg akan menghasilkan oli yg berkualitas.

    Jika penulis menulis artikel ini di grup, maka penulis pasti akan di bully habis-habisan.

    Suka

  2. Selama punya motor matic dari awal 2012 selalu isi oli mineral grup 1 cuman 2 kali yang sintetik yaitu castrol power1 & fastron diesel sekarang pakenya rimula r4x terus, ganti tiap 1500km.

    Suka

  3. ya memang banyak berkembang isu seperti itu, sebenernya PAO itu unggul di viscosity ya, sma pour poinit setau saya, rata2 yg 0w-20 atau oli2 encer pke PAO, cuma price performancenya yg gak bgus
    selain itu dibanding oli mineral penguapan PAO jauh lbh unggul, memang lapisan filmnya lbh tipis, makanya aditifnya gila2an, soalnya mesin2 sekarang malah gak bgus pke oli mineral, makanya PAO laku keras, karena mesin2 modern sdh anti sma oli mineral yg kentel2, energy conserving mas bro
    masalah ester gak tahan lama, memang bener, gak bisa long drain pke ester, tpi anti wearnya paling bgus, masalahnya ester itu nempel bgt di permukaan logam, jdi gak cocok untuk harian, buat balap yg sering bongkar mesin sih gak masalah
    intinya PAO itu mahal, karena bahan dasarnya n aditifnya memang harganya selangit, ada harga ada rupa, tapi tetep ada yg namanya sweet price/performance ratio, disini oli2 VHVI high grade bersinar

    Suka

  4. Juosss Mas!
    Persoalannya, dengan harga base oil yg jauh lebih murah, kenapa oli VHVI base dijual dengan harga yang hampir sama dengan oli PAO base?

    Tetap saja konsumen di Indonesia tidak bisa menikmati teknologi advanced purification mineral oil dengan harga yg reasonable.
    Bahkan Fastron Gold 5W30 yg notabene produk dalam negeri dijual dengan harga beda tipis dengan Amsoil Signature Series ASL 5W30.
    Miris….

    Suka

    • Mungkin dianggap konsumen tidak tahu, jadi kalau harga diturunkan konsumen jadi malah makin curiga.

      Kalau dari yang saya baca, pertamina cuma bisa produksi base group I dan II. Jadi kalau pakai Group III atau PAO bisa jadi dari impor. Sehingga harga jadi tidak bisa murah.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s