Review Castrol GPS, Unioil, BM1 dan Win. Hasil uji friksi memang asli menipu


Maaf penulis sering kelupaan untuk update hasil percobaan oli yang sudah penulis lakukan. Tidak terasa sekarang sudah mencoba 4 oli sejak penulis update terakhir. Yaitu Castrol GPS, Unioil, BM1 dan Win. Harganya 40 ribu, 42.650, 70 ribu dan 24 ribu. Yang paling mengecewakan adalah yang 70 ribu:

Ini oli yang kalau di youtube bisa kita lihat sering “diperkenalkan” ke klub klub motor dengan alat uji gesek. Tapi hasilnya?

Tapi kita balik ke yang pertama dulu, Castrol GPS.

Ternyata hasil coba lagi Castrol GPS sangat memuaskan. Tidak beda dari apa yang penulis rasakan dulu. Castrol GPS secara halusnya lebih baik dari mesran SAE 40, tapi daya tahan olinya jauh lebih baik.

Kata orang mungkin oli yang nggak ada kata kata fullnya berarti cuma semi sintetik. Tapi dari mencoba, penulis yakin oli Castrol GPS lebih baik dari oli “full sintetik” baik yang sudah dicoba maupun yang akan dicoba, kecuali yang sama sama oli jadulnya.

Ketahanan oli ini sangat baik. Kemampuan mempertahankan kekentalannya luar biasa. Walau pada akhirnya jadi encer juga, penulis masih anggap wajar karena memang motor penulis mengalami fuel dilution yang cukup parah. Memang di percobaan ini penulis mencampurkan minyak goreng bimoli dan juga Xado Revitalizant, tapi tetap oli ini termasuk awet karena bisa tahan hingga hampir 2 ribu km. Dan ini pun masih lebih halus dari oli BM1 yang baru dipakai sehari!

Tapi sebagai oli lama, tidak ada aditif yang bikin suara mesin makin halus setelah dipakai kecepatan tinggi. Bukan hal serius sih karena kehalusan mesin tetap terjaga walau setelah digeber geber cukup lama. Nggak sehalus yang pakai aditif rpm tinggi, tapi halusnya konsisten. Ini yang penting. Lebih sip daripada halusnya cuma beberapa hari saja. Di lain sisi, minimnya aditif modern membuat performa tidak banyak terhambat sehingga dari sisi performa, oli ini mendekati Mesran SAE 40.

Walau karena merasa oli sudah mendekati akhir masa pakai, oli penulis campuri juga dengan palmvita white fat:

Karena penulis merasa suara mesin sudah cukup kasar, penulis pun memutuskan untuk ganti oli ke Unilube PCMO. Ada yang bilang yang gold (yang untuk motor) yang lebih baik, tapi ya sudah, penulis sudah kadung beli yang versi PCMO. Mestinya asli karena warna oli kemerahan:

Oli ini tidak mengecewakan. Tidak sebaik oli terbaik, tapi tetap merupakan oli yang lebih baik dari rata rata. Jadi kalau ada yang pakai oli ini, nggak termasuk yang rugi.

Kalau penulis kategorikan, keawetan kira kira setara mesran super. Dengan aditif yang lebih lengkap sehingga membuat mesin lebih halus tapi juga performa lebih turun. Di hasil akhir, oli bisa dipakai melebihi oli kebanyakan, berakhir mendekati 500 km seperti halnya oli oli pertamina, termasuk juga mesran super dan prima xp. Lebih baik dari Enduro, apalagi PTT, Adnoc, Deltalube, dst.

Perlu jadi catatan bahwa halusnya pertama pakai unioil itu ibarat castrol gps yang sudah berumur 17 ribu km. BM1 juga sama:

Tapi BM1 lebih parah, bisa disebut memecahkan rekor, karena 100 km sudah kasar suara mesin padahal ini oli 20W50, yang harusnya nggak bisa disamakan dengan oli semacam shell ultra scooter ataupun KGO 10W40.

Padahal oli ini sering dipublikasikan sebagai oli yang hasil uji geseknya mengalahkan oli oli populer! Saat uji juga kadang disebut bahwa suara gesekan paling hening.

Lalu mengapa suara motor penulis kasar padahal baru dipakai sebentar? Apakah yang dipamerkan di ratusan orang berikut ini salah?

Kalau yang penulis rasakan tidak. Menurut penulis aditif yang ada di BM1 benar benar ok. Bikin suara jadi makin halus, baik rpm rendah atau rpm tinggi. Aditif juga membuat performa motor tidak maksimal. Yang bikin suara mesin kasar menurut penulis adalah bahan olinya. Bahan oli kurang begitu baik. Karena bahan oli kurang baik, percuma aditfnya baik, karena kemampuan oli tetap sangat bergantung pada bahan oli yang dipergunakan. Aditif itu hanya pelengkap. Kemampuan utama tetap pada bahan dasarnya. Dan bahan BM1 jelek.

Hal ini juga didukung oleh hasil uji oli yang kemudian penulis lakukan. Penulis nggak nyangka bahwa oli yang penulis sedang pakai di NMAX ternyata cepat sekali jadi hitam dan gosong!

Penulis samakan dengan Eneos molbdenum bukanlah sebuah pujian tapi kritikan. Penulis nggak nyangka ternyata ada juga oli Indonesia yang bahan olinya sama jeleknya dengan Eneos dan Idemitsu.

Jadi dengan hasil uji itu tidak salah bila penulis menuduh bahwa oli BM1 bahannya jelek. Kalau ditanya bukti labnya mana, maka rasanya penulis ragu bahwa ini bisa gampang dibuktikan. Kecuali kalau bisa punya akses seperti sis Cauthelia Nandya yang bisa sharing bahan dasar olinya apa. Uji oli biasa tidak akan bisa. Apalagi cuma uji unsur seperti yang biasa di share di grup oli.

Jeleknya oli BM1 membuat penulis kembali konfirmasi bahwa white fat atau frying fat cocok dipakai sebagai aditif oli. Penulis berhasil membuat kemampuan oli meningkat. Untuk dosis penulis untuk sementara menggunakan sekitar 1%.

Jadi walau hasil uji friksi sangat baik, karena bahan oli yang dipakai kurang baik, hasilnya adalah olinya tidak tahan lama. Ini membuat hasil uji friksi tidak bisa diandalkan karena bisa menipu. Oli yang hasilnya baik tapi ketika dipakai mengecewakan.

btw, ada yang komentar padahal itu pembuatnya sama dengan repsol mengapa bisa jelek? Pembuat dari BM1 adalah Pacific Lubritama. Yang penulis tahu, Pacific Lubritama itu menyediakan jasa mencampurkan oli. Resep bisa saja sumbernya dari BM1. Ini bisa kita cek di SNI, pemegang mereknya bukan Pacific Lubritama, beda dari produk resminya Pacific Lubritama. Selain Repsol, ada Gulf, united oil, bell1, us lube, lupromax, dst.

Untuk pengganti oli BM1, penulis pilih Win 20W50 PCMO. Dengan harga yang cuma 24 ribu, penulis tidak ada harapan banyak untuk oli ini. Tapi penulis kaget karena walau murah, oli ini ternyata cukup bagus. Aditif terasa komplit. Sehingga dipakai pelan atau kencang suara mesin tetap halus. Walau tentu dengan aditif komplit juga berarti performa turun.

Untuk keawetan belum tahu karena belum dipakai panjang, tapi oli terasa tetap terjaga kekentalannya setelah digeber. Penulis malah anggap dari sisi ketahanan ini, Win itu di atasnya Mesran Super (masih di bawah Mesran SAE 40).

Berikutnya masih bingung mau coba oli apa. Yang mahal apa yang murah lagi? Atau kandidat oli jelek macam Eneos molybdenum atau buzz? Atau oli yang di atas 200 ribu?

Ada oli diesel juga:

Mungkin bakal coba unil opal, karena oli ini disebut 100% Synthetique. Ada yang request berat juga:

15 respons untuk ‘Review Castrol GPS, Unioil, BM1 dan Win. Hasil uji friksi memang asli menipu

  1. Maaf oot. Minta referensi nya Pak, saya baru aja dateng unit baru fazzio di garasi. Belum dipake dan rencana langsung mau tap olinya. Menurut Pak Prof baiknya ganti oli apa ya yg bagus ? Mesran super ? Mesran B40 campur migor atau PFT/PFG sejenisnya ?

    Suka

  2. Pak kira kira lebih awet mana mesran super vs fastron ungu di vixion? saya pake mesran 40+migor 10% kok 1000km sudah kasar ya…

    Suka

  3. o iya mau tanya, untuk pembelian oli pertamina itu dimana ya, sudah coba beli yang di bright store atau Bright OliMart yang ada di SPBU pertamina COCO Surabaya ?

    Suka

  4. Saya udah coba castrol gps ini pak sudah berjalan 12xxkm pemakaian, tuang oli 720ml+180ml bimoli.
    Saya membandingnya dengan ravenol tsi ya Pak (800ml oli + 100ml bimoli) secara awal pemakaian lebih cepat penyesuaian ravenol tsi. Jadi awal tuang buat gaspol gaspol lebih enak ravenol (feeling lebih cepat akselerasi pakai ravenol ini). Tapi suara motor lebih halus pakai castrol gps ini. Sepertinya kalau di geber terus-menerus castrol ini paling kuat olinya. Kalau ravenol di geber terus-menerus rasanya jadi lebih encer.

    Uji coba paling asik biasanya saya sunmori 2 jam jarak tempuh kurang lebih 90-100 km. Pemakaian sering gaspol sampai 100km/jam. Tujuannya biar menyiksa oli dan tahu kekuatannya sampai mana.

    Suka

    • impresi awal positif berarti ya. Kalau untuk tarikan awal mungkin karena beda kekentalan, ravenol tsi 10W40? yang castrol gps 20W50. Tapi ravenol jadi encer cukup mengejutkan juga. berarti masih termasuk pasaran bahannya?

      Suka

      • Kondisi pemakaian diatas 1200 km ravenol ini ketika sudah dipakai sunmori terasa lebih encer, jika dibandingkan dengan castrol gps. Itu sih pak yang saya rasakan. Kayaknya untuk geber-geberan lebih enak ravenol, tapi untuk kekuatan oli lebih menang castrol gps ini.

        Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.