Indikator bahan bakar dirubah jadi digital adalah pertanda kemunduran


Indikator bahan bakar digital sering dianggap sebagai suatu kecanggihan. Bahkan ada beberapa orang yang menganggap bahwa indikator bahan bakar pakai jarum itu kuno dan ketinggalan jaman. Namun banyak yang sudah merasakan sendiri bahwa indikator digital yang sekarang ini diterapkan punya kelemahan besar, yaitu jauh lebih tidak akurat.

Sebuah pertanda kemajuan digital adalah membuat informasi lebih akurat. Nah ini kok malah trendnya membuat informasi menjadi lebih tidak akurat. Kalau yang canggih beneran itu bila bisa menunjukkan sisa bahan bakar pakai angka. Tapi sepertinya produsen nggak mampu, akhirnya untuk berkesan digital, diganti dengan kotakan.

Di indikator bahan bakar analog, penunjuk bensin bisa bergerak sesuai dengan volume bahan bakar yang tersisa. Bila sudah biasa pakai, kita bisa memperkirakan berapa rupiah kita harus isi bahan bakar. Apa yang pakai digital bisa memperkirakan lebih akurat? Justru enggak. Anehnya indikator bahan bakar cuma ditunjukkan dengan beberapa balok yang menunjukkan sisa bahan bakar yang tersedia. Penunjuk secara digital tersebut justru membuat pemakai susah memperkirakan seberapa banyak bahan bakar yang tersisa. Jadi mereka harus mengandalkan intip tangki yang juga sama tidak akuratnya dengan penunjuk digital, apalagi bila dibanding dengan indikator bahan bakar analog.

Pemakai yang seharusnya dimanjakan justru sering direpotkan. Yang seharusnya bisa memperkirakan lebih baik, kadang malah justru harus buka tangki. Kalau begitu, namanya kemunduran, alias nggak canggih! Digital harusnya makin akurat, kok ini malah makin tidak akurat!

Perilaku masyarakat kita sudah terbiasa menggunakan bahan bakar pas pasan, malas isi full tank. Dengan indikator digital bisa – bisa mereka jadi langganan nuntun kehabisan bensin karena tidak bisa memprediksi sisa dari bahan bakar. Yang sudah kapok nuntun biasanya lebih memilih untuk isi full tank.

Berikut ini beberapa contoh berkurangnya akurasi, produsen yang masih kasihan dengan pemakai memberi bar lebih banyak. Yang kejam kasih cuma sedikit. Gambar dicomot dari berbagai sumber.

Honda Vario, lumayan, barnya agak banyak, lebih panjang:
vario1
vario2

 

Yamaha V-ixion, masih lumayan:
vixion1
vixion2

 

Honda CB150R, kejam, cuma jadi 6 kotakan:
cb150r2

 

Suzuki Satria juga sama, cuma 6:
satriafu

 

Honda Megapro juga cuma 6, coba bandingkan dengan versi lama, jauh lebih akurat yang lama:
megapro
megapro2

 

Kawasaki Athlete, kejam banget, cuma dikasih lampu kuning pertanda besin habis, diinfokan sama mas Gundra:
spedokawasakiathlete

Juga Kawasaki ZX-6R:
kawasakizx65

 

Produsen sepertinya tahu betul masalah ini. Sehingga motor baru masih ada yang pakai indikator analog. Contoh lain adalah Yamaha yang memberikan tampilan F untuk memaksa pengguna untuk segera mengisi bensin
Spidometer New Vixion muncul Hurup F pada trip meter? jangan bingung gan
Sudahkan Bro Kenal Fungsi Fitur “F Trip” di Speedometer New V-Ixion!

Kayaknya canggih, tapi jujur saja, lebih bisa menarik perhatian mana bila dibanding dengan lampu kelap kelip pertanda oli habis di motor dua tak? Dan tentu pemakai vixion versi lama nggak perlu indikator F macam begitu karena mereka tentunya lebih jago dalam memperkirakan sisa bahan bakar daripada kalau pakai yang digital. Yang masih pakai analog nggak butuh tanda peringatan macam begituan.

Tapi toh ini tidak menjadi acuan masyarakat dalam memilih sepeda motor. Mereka lebih milih ngalah. Kalau nggak mau sering nuntun ya mending isi full tank.

24 thoughts on “Indikator bahan bakar dirubah jadi digital adalah pertanda kemunduran

  1. Nurut ane sama mas,lha wong piranti pelampungnya sama kq,coba liat dalamannya tangki..
    Yg jd mslh adl sdikitnya digit kotak yg dpke,mgkn bisa diakurasi dari 6 kotak jd 12-16 kotak kecil2,sperti strip kecil2 sinyal hp jadul imho..

    Suka

  2. oh bgitu toch….yg kotaknya hnya 6 kotak kasihan jg y, klo tinggal 1 kotak psti qt ad prasaan tkut mogok krn khbisan bensin pdhl sbnarnya isinya bsa aj msih agk bnyk..yach brarti klo kotaknya dkit gtu mndingan yg analog aj..hehe

    Suka

    • Maksudnya akurasi begini:

      Kalau pakai analog dilihat pakai mata antara kosong sampai penuh bisa dibagi sampai skala 1/20 atau lebih kecil. Kalau pakai digital yang cuma disediakan 6 kotak, berarti kita cuma bisa tahu nilainya dalam skala 1/6 saja.

      Dengan digital kotak isi 6, kita tidak bisa membedakan antara bensin tinggal 1/5 atau 1/7. Kalau pakai analog ini seringkali bisa dilakukan.

      Belum lagi kalau mbleset. Di analog walau mbleset kita masih tetap bisa pakai. Sekali kehabisan bensin, kita bisa hapal paling kecil berapa. Cara ini tidak bisa dilakukan dengan digital 6 kotak.

      Suka

  3. setubuh bro. . Eh SETUJUUU !
    Spedo digital itu menyiksa !
    Kalo tinggal 1 garis itu mumeti.
    1 garis msh 1 liter pa tinggal 0,10 liter.
    Soalnya motor cm tak isi 1/2 liter buat sehari2(dan biar ga dipinjem jg sih).

    Suka

  4. lebih kejam moge samacam ZX6R yang saya tahu… cuman ada indikator kedip kalau bensin udah mau habis kayak athlete… padahal tu motor ratusan juta…

    Suka

  5. Wakakakak.. Si mas maksa bilang cb150 kejam karna nampilin indikator bensin cuma 6 bar.. Udh pernah pake cb blom?? Kalo belum biar saya kasi tau kalo cb150 maupun megapro itu punya lampu indikator yg menunjukkan bensin mau habis.. Di bar pertama itu ada lampu merah yg berkedip yg menunjukkan bensin hampir habis.. Jadi kalo mas make cb ato megapro terus bar pertama masi berwarna hitam belum berwana merah, ga usah khawatir itu motor masi bisa nempuh jarak +/-40km..

    Suka

    • Ooo begitu, makasih infonya. Di bagian mana ya? Apakah barnya jadi kelap kelip? saya bilang tetap kejam. Saya tidak paham apa alasannya kotak dibuat sedikit, toh di motor yang lebih murah seperti vario bar bisa dibanyakin.

      Apa dicantumkan di manual kalau indikator lampunya kedip bisa dipakai +/- 40km? Atau mengalami sendiri? Kalau harus mengalami sendiri kejam juga. Bila dicantumkan, masih heran juga. Soalnya kalau pakai analog sepertinya tidak perlu lampu kelap kelip seperti itu.

      Suka

  6. Mungkin ente kurang pengalaman saja bro sehingga menyimpulkan begitu.
    Ane kasih contoh nih di Honda CS1 tuh fuel meternya juga digital, terbagi dalam 6 bar.
    Dengan kapasitas tanki BBM jika terisi penuh sekitar 4 liter.
    4 liter tsb memang tidak terbagi rata ke dalam 6 bar.
    Butuh pengalaman lebih utk bisa memperkirakan tiap bar mewakili berapa liter BBM.
    Sepengalaman ane ngetest fuel meter Honda CS1 bisa ane simpulkan begini :
    Bar paling atas & bawah mewakili masing-masing 1 liter BBM.
    Sedangkan bar ke 2 hingga ke 5 mewakili masing-masing 0,5 liter BBM.
    Makanya bar teratas & terbawah lebih lama habisnya dibandingkan bar ke 2-5 yg lebih cepat habis.
    Bar teratas & terbawah masing2 akan habis setelah menempuh jarak 32-38 Km.
    Sedangkan bar ke 2 hingga ke 5 masing2 akan habis setelah menempuh jarak 16-19 Km.

    Suka

    • Terima kasih sharingnya. Sangat membantu memberikan penjelasan kelemahan indikator digital.

      Kesimpulan artikel ini adalah indikator digital bikin pembacaan berkurang keakuratannya. Problem indikator adalah terlalu sedikitnya bar. Seharusnya bar dibuat banyak, atau sekalian yang beneran canggih, pakai angka berapa persen kayak di HP. Kalau di HP sih enak, kalau bar penunjuk yang di layar utama kurang memenuhi, bisa install program yang bisa menampilkan sisa tenaga di batre dengan nilai persen.

      Tapi kayaknya produsen nggak akan sanggup menunjukkan sisa bahan bakar dengan persen, jadi pakai tanda yang jauh lebih kasar, pakai bar / kotakan. Tapi juga masih tetap pelit, diberi cuma beberapa bar.

      Kalau pakai analog, tentu tidak perlu banyak pengalaman seperti yang dibutuhkan kalau pakai digital, lebih cepat bisa diperkirakan.

      Kalau lihat dari pengalaman mas, rasanya kalau pinjam kendaraan orang yang pakai digital, jauh lebih aman isi full tank daripada mengandalkan indikator bensin.

      Kalau pakai analog biasanya kita bisa pede bilang tinggal separuh atau tinggal seperempat. Kalau pakai digital, kayaknya nggak mesti, harus mengamati dulu baru tahu. Bisa jadi seperti ini contohnya “Saya kira tinggal separuh, ternyata sudah mau habis”.

      Suka

  7. pengalaman pakai wantufaif, selalu isi full tumpah😀 jika sudah berkedip, menurut buku panduan pemilik, sisa BBM dalam tangki +- 1,2Liter, dan benar saja, sering saya bawa PP rumah kantor, yang jarak nya +- 42 kilo masih mampu.

    Suka

  8. saya juga pake vario 125 mas. Ane biasa ngisi kalo sudah tinggal 1 bar kedip kedip di pom bensin pas 30rb waktu premium 6500,jadi pas 4.6liter. Jadi gak sering2 ke pom bensin, Hemat waktu hemat tenaga.

    Suka

  9. Mantap nih blognya,…
    Iya bener emg lebih bagus yg analog,.
    saya punya motor megapro 2008 lebih enak untuk memperkirakan sisa bensinnya dibandingkan dengan motor saya yg lain vario 125,indikator digitalnya suka g jelas,barnya sisa 2 batang tp begitu isi cm nambah 2 liter aja biar full tank,meskipun udh dibaikin indikatornya tetep aja g sebaik yg analog,.
    Request tambahan dong mas artikel kalo kendaraan zaman sekarang sudah memanjakan pemakainya sehingga menyebabkan banyak pemakai tidak awas dan memahami dengan benar kendaraannya,

    Suka

    • Terima kasih. saya juga lebih nyaman pakai analog. Heran juga karena rpm ada yang pakai digital juga.

      Ide artikel bagus, namun masih belum kepikiran apa yang dibahas. Kalau soal perawatan, rasanya pada bergantung pada servis berkala semua.

      Suka

  10. Bener gan… ane juga setuju kata bro… ane lebih memilih pakai analog gan… soalnya beda motor beda… misal motor udh gak standart sepele aja misal fu ganti karbu pe itu aja tingkat keborosannya beda.. jadi kalau pakai digitalnya fu gak bakalan akurat apalagi kalau dipakai rpm tinggi.. walaupin diisi full tank pasti cepet abis tuh bar2 yang cuma 6 bar tuh…
    Ane skrng ini ada rencana mau pakai analog bensinnya yama** fin* kan asik tuh kalau dipasang di fu ane… masih cari2 wiringnya nieh

    Suka

  11. Emng fino tuh injecion ya bro?? Kayaknya kalau masalah itu gak masalah dech kayaknya bro… beda lagi kalau masalah speedometer rpm / km mungkin ada efeknya tapi gak tau jga sieh wkwkwkwwk

    Suka

    • Injeksi atau karbu, rasanya nggak ada bedanya, kalau indikator bensinnya pakai bar, mau memperkirakan bensin tinggal berapa susah. Mestinya yang namanya indikator itu membantu, ini malah bikin bingung.

      Kalau di mobil masih enak. Walau pakai bar, masih ada angka rangenya, yang menunjukkan bisa dipakai berapa kilometer lagi. Jadi pas keluar kota bisa milih mau beli bensin dimana.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s