Posisi aki di bawah itu merupakan blunder desain Honda dari sisi kenyamanan


Kali ini penulis mau bahas lagi soal posisi aki di bawah:
tmcblog.com – Kenapa Aki Beat FI aman dari Banjir setinggi 30 cm ?
aki_beatfi

Katanya posisi aki dibawah itu sebuah inovasi, dengan menempatkan aki dibawah maka ganti aki jadi gampang:
Mengapa Vario 150 Sempurna?

Yang cukup revolusioner dari desain bodi Vario 150 eSP ini adalah letak aki yang disimpan di dek bawah. Asli inovatif banget. Posisi aki dibawah ini akan membuat mudah ketika aki harus diganti. Biarpun begitu, aki ini kedap air lho. So don’t worry bakal kebanjiran saat menerobos kubangan jalan saat hujan deras.

Disebut inovatif, tapi terasa aneh karena inovasi kok tidak berhubungan dengan konsumen. Terus terang penulis nggak paham apa untungnya bagi konsumen bila aki ditempatkan di bawah. Apa memang konsumen di suruh ganti aki sendiri? apa memang sebegitu pendeknya kah umur aki motor Honda sehingga untuk ganti aki harus dipermudah? Apa memang kalau motor lain itu ganti akinya susah kalau menurut standarnya montir?

Kalau sekalian ingin mempermudah montir ganti ganti, mengapa nggak filter udara dan busi yang dibuat gampang dibuka. Kan lebih sering?

Soal tahan banjir, iya deh tahan. Tapi kan itu nggak ada hubungannya dengan kebutuhan konsumen. Konsumen terserah mau diapain yang penting kalau banjir nggak merepotkan. Kalau dibawah susah, ya diatas.

Untuk hal yang berkaitan dengan kepentingan konsumen, justru penempatan aki di bawah itu merugikan konsumen. Posisi aki dibawah itu justru membuat konsumen jadi berkurang kenyamanannya. Ground clearance jadi tinggi sehingga jadi bahan black campaign:
iwanbanaran.com – Iklan gebuk-gebukan?….ora usah terbawa arus brosis….
beatbanjir

 

Walau itu tidak signifikan, karena motor tetap saja laris walau gampang njeduk. Tapi kenyamanan konsumen kan tetap berkurang?

Nggak cuma posisi aki dibawah bikin mudah njeduk, injakan kaki pun jadi lebih tinggi. Terasa banget bedanya antara naik Suzuki Spin lalu naik Honda Beat ESP. Posisi injakan kaki yang lebih tinggi itu membuat kaki penulis lebih cepat capek selama perjalanan, padahal perjalanan cuma 20km an.

Konsekuensi lain adalah jok harus dibuat tinggi. Ini membuat motor Honda ergonominya serba nabrak. Kalau jok direndahin maka kaki jadi mudah capek. Kalau ditinggikan maka yang nggak tinggi bakal susah makainya.

Contoh yang nanggung itu Honda Vario 150. Posisi duduk jadi kagok:
All New Honda Vario 150 eSP, Asiknya Buat Harian

Mau duduk lebih kedepan ruang kaki kurang, membentur depan. Mau ke belakang setir terlalu pendek. Jadi nyetir pakai posisi duduk semi sporty.

Makin tersiksa bila boncengan:
Impresi ME, Vario 150 eSP: Desain dan Performa Juara, Harga Gak Bohong

Yang sudah merasa Varionya sempurna biasanya memilih memposisikan kaki menyilang.

Kalau yang merasa Varionya nggak sempurna pada pasang footstep:
Vario Techno 125/150 ESP bisa dipasang footstep bawah tambahan?

Kalau yang merasa nggak cocok lagi ya beli NMax:
Ergonomi Yamaha XMAX 250 Kaki Slonjor

Mau bagaimana lagi? Honda nggak ngeluarin produk matik yang ruang kakinya bisa nyaman. Yang Honda SH150i di website resmi astra sudah ada tapi nggak muncul muncul, padahal tertulis 27 April 2017 (Update: Terima kasih info yang komentar. Ternyata sudah ada tapi penulis saja yang nggak pernah lihat):

Update:
Honda yang nyaman:
Honda PCX = Harga OTR Honda PCX: Rp. 40,575,000
Honda SH150i = Harga OTR Honda SH150i: Rp. 44,900,000

Terlihat injakan kakinya lebih ramping.

Posisi duduk Honda SH150i juga terlihat enak. Nggak seperti naik Vario:

Padahal itu akinya juga di bawah.

Apa karena rebah dan nggak pakai anti banjir ya? Apa karena rawan banjir itu jadinya Honda SH150i nggak rilis rilis?

25 respons untuk ‘Posisi aki di bawah itu merupakan blunder desain Honda dari sisi kenyamanan

  1. Wjwjwjwjw setuju kalo bikin gak nyaman, tapi gak setujunya bapak tau gak waktu aki Vario disimpan diatas headlamp? Bukanya ribet pak, musti buka plat nomor dll, terus kata siapa Honda SH150i gak rilis di Indonesia? Apa kata media India?

    Disukai oleh 1 orang

      • wkwkw, masalah gak nyaman, bukan masalah aki dibawah, tapi bentuk frame yang pendek dan covernya, jadi membuat area dek jadi sempit, justru itu supaya montirnya gambang bukanya, pernah ke ahass gak pak? lihat yang antri? kalo ribet kan makin lama ngantrinya hehe itu sederhananya…

        Kalo SH gak pernah liat dijalan jadi berasumsi belum rilis? rilis bulan Mei lalu pak, SH itu impor dari Vietnam, impornya cuma 10 unit/bulan(Juni), dan dijualnya juga cuma di dealer wing saja

        Suka

        • Iya, penempatan aki hanya salah satu faktor yang memperparah ergonomi. Honda memang kurang memperhatikan kenyamanan kaki.

          Kalau soal antri, rasanya bukan karena buka aki, lebih sering butuhnya bongkar mesin. Dan itu juga yang jadi pertanyaan, mengapa nggak sekalian filter udara yang dibuat gampang dibuka?

          Kalau soal SH150i, terima kasih infonya. Orang Indonesia sudah ada yang review tidak ya?

          Suka

  2. bagaimanapun desain honda beat,,,ya ttp aja orang beli,
    karena melenggang sendirian,,
    mio sepetulnya desain bagus..sayang ban kekecilan,,
    fino lebih parah,,mirip ban cacing,,,

    Disukai oleh 1 orang

    • Bukan desain kayaknya om..tp mindset orangtua jmn dulu terpatri kuat tentang irit lah… Kuat lah bandel lah….padahal klo ngomong soal irit sekarang jg percuma… Ini jmn injeksi… Beda irit jg kg bkal bisa bkin kaya 😂…. Klo bandel sih jg ga terlalu superior… Yg terakhir tentang harga jual kembali…lbh mahal dibandingkan merk lain….mnurut saya itu sih yg membuat orang Indonesia masih suka….

      Suka

  3. Paling kencang protes masalah rem CBS, masalah lampu LED, masalah bentuk speedometer digital yg kayak kalkulator, trus sekarang nyari bahan protes baru tentang posisi aki dr matik merek H, seolah2 merek yg lainnya lebih sempurna, masing2 merek punya kelebihan dan kekurangan, kalo Ndak suka sama satu merek ya jgn terlalu d protes, tinggal buat pabrik motor sendiri ato tinggal beli yg sesuai selera, tp sebaiknya jual dulu matik yg merek H, supaya bisa move on…beres kan….😁😁

    Suka

    • Menurut saya justru aneh bila suatu fans nerima saja diberi motor jelek. Fans bola saja ingin timnya bisa menangan. Kalau ada yang nggak pas di protes.

      Fans motor itu fans seperti bagaimana sih? Apa jangan jangan yang ngaku fans Honda itu aslinya fans yamaha yang ingin Honda tetap jelek?

      Suka

  4. Vario 125/150 gk inovatif bgt ,karena posisi dek aki di bawah rawan kemasukan air ,kemaren senin 1 januari 2018 motor vario 125 fi baru 1 minggu mtr tak bawa k dieng pas pulang mogok aki kemasukan air sekring konslet ,. Tolong it perbaikin HONDA vario 150/125

    Suka

    • Terima kasih sharingnya. Yakin itu bukan karena sensornya yang kerendam air ya? Soalnya lampu senter juga tetap menyala walau batre dan lampunya kerendam air.

      Iya, motor seharusnya dibuat lebih tahan banjir.

      Suka

  5. Lah harga SH 150i khan mahal banget masih diatas PCX. Katanya malah cuma terjual beberapa puluh aja seluruh Indonesia. Bisa dapat Vario 2 buah…..Dan juga masalah aki bukan cuma ganti aki tapi cek air aki rutin. Itu jauh lebih penting

    Suka

    • Terakhir SH150i dijual 45 juta rupiah. PCX CBU 40,5 juta rupiah. Mestinya beda dikit. Di barat laku karena trennya matik pakai ban 16″ biar lebih nyaman.

      Rasanya aki yang sekarang sudah nggak perlu cek air aki?

      Suka

  6. Posisi Aki di bawah pijakan kaki itu ada manfaat buat pengemudi san pemilik kendaraan bro, apa ?

    Pertama : Karena aki dibawah otomatis center of gravity nya di bawah yang berarti motor akan gampang bermanuver daripada yang di atas

    Kedua : Karena aki gampang di akses, berarti montir tidak perlu mengganti aki dengan waktu yang lama yang berarti proses menggantinya akan cepat yang berarti waktu anda pun bisa digunakan yang lain daripada nunggu ngganti aki yang lama dan akan lebih murah biaya perawatan nya karena aki gampang diakses, ndak perlu nyopot atau mbuka apapun kecuali cover aki.

    Kalau dibilang ide yang blunder, ndak juga bro. Justru ini ide bagus, setiap ide itu ada kelemahan dan kelebihannya masing masing bro, aki yang diatas pun ada juga kelemahan nya seperti center of gravity yang tinggi dan makan banyak tempat. Kita ndak bisa minta sesuatu yang ndak ada kelemahan nya. semua pasti ada kelemahan dan kelebihan

    Suka

    • 1. motor matik itu mesinnya di bawah. ketinggian center of gravity tidak masalah. Yang masalah itu weight distribution yang terlalu bias ke belakang. Akan lebih sip bila aki di taruh di depan.

      2. Menurut saya di bagasi pun mudah diakses. Di Spin tinggal buka 4 baut. di Nex II, 2 baut. Yang di beat saya harus bersihkan kotoran tanah dulu sebelum buka tempat aki.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.