Galbusera penyebab anjloknya prestasi Rossi menurut Chad Reed, iya kah? enggak .


Chad Reed, pembalap motorcross dan supercross yang mengaku teman dekat dari Rossi bilang crew chief Rossi sebelumnya itu tidak berguna:
VALENTINO ROSSI’S CREW CHIEF WAS ‘USELESS AND THE RESULTS SHOWED IT’

Penulis tidak setuju dengan pendapat itu. Karena setahu penulis, masalah yang dialami oleh Rossi sebagian besar adalah karena ketidakmampuan Yamaha untuk bisa mengakali software ECU jadul MotoGP, Magneti Marelli.

Sering kita dengar keluhan ban spin, akselerasi nggak sip, wheelie, grip belakang kurang baik, termasuk juga ban yang nggak awet. Semua itu rasanya nggak mungkin bisa diatasi oleh crew chief. Yang bisa merubah itu adalah Yamaha.

Tentu ingat bahwa Kouji Tsuya, pemimpin proyek MotoGP Yamaha pernah minta maaf secara terbuka dan mengakui ketidakmampuan Yamaha.
Yamaha apologise to their riders

Namun pendapat chad reed ini sebenarnya mewakili kebanyakan pengamat MotoGP, termasuk juga pengamat lokal. Mereka berpikir Galbusera dipecat karena dianggap nggak becus oleh Rossi:
Rossi pisah dengan Silvano Galbusera bukan karena Galbusera nggak becus

Penulis punya pendapat berlawanan. Penulis yakin Galbusera itu pensiun karena merasa sudah terlalu tua. Lihat saja foto di atas. Penulis juga yakin Rossi masih senang bekerja dengan Galbusera.

Yang sering jadi sasaran kemarahan Rossi waktu motornya nggak beres adalah teknisi dari Yamaha, bukan crew chiefnya. Yang jadi problem dari Rossi adalah masalah teknis, terutama dari mesin motor crossplane yang ternyata sudah lewat jamannya.

Rossi nggak mau ke V4 selain karena Yamaha nggak punya pengalaman, juga karena I4 yang sekarang itu sebenarnya bisa diganti perilakunya. Yang entah mengapa Yamaha nggak mau. Suzuki yang datang belakangan justru lebih sip mesinnya daripada Yamaha. Ini artinya teknologi mesin Yamaha sudah ketinggalan.

Oleh karena itu Rossi senang dengan adanya perubahan total di manajemen dan perilaku tim Yamaha yang sudah lebih terbuka, tidak lagi sok rahasia rahasiaan padahal masih satu tim. Sudah mau ambil ahli dari luar.

5 respons untuk ‘Galbusera penyebab anjloknya prestasi Rossi menurut Chad Reed, iya kah? enggak .

  1. BTW kalo denger via headphone itu suara knalpot GSX-RR tone nya similar(ngga sama persis sih) dg tone suara knalpot M1 yg aoakah artinya juga pake crossplane, tapi mungkinkah suzuki ada perbedaan lain di jeda waktu pengapian yg bikin mesinnya lebih bertenaga, atau karena pake variable valve mereka, SR-VVT (ini kurang lebih mirip VVT-i fungsinya) yg kerjanya mekanis itu.

    Suka

  2. Masalah utamanya itu ban michelin,, M1 pas pake BS kan front tyre sentris,, begitu pake Michelin yang rear tyre sentris ya kelabakan. ECU hanya memperparah keadaan karena tidak bisa mengatasi masalah ini

    Ducati dari dulu rear tyre sentris, langsung klop dengan michelin. Kalo honda biasanya balance.

    Suka

    • Menurut saya sih lebih ke keawetan ban. Ban belakang Michelin lebih nggak awet dari Bridgestone. Ini yang bikin Rossi/Vinales cuma bisa menang di awal awal balapan saja. Vinales lebih apes juga, sering kagok saat start.

      Honda menang karena Marquez lebih cenderung pilih ban hard. Sementara itu grip ban belakang terlalu banyak bagi Ducati. Dua duanya kalah dengan yang lain saat menikung. Dua duanya menangnya di lintasan lurus.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.