Keputusan pabrikan untuk mengorbankan kenyamanan kecepatan rendah demi kestabilan kecepatan tinggi adalah kesalahan besar


Mungkin bro pernah membaca atau melihat review sepeda motor dimana penyajinya memaafkan kerasnya suspensi dengan mengatakan bahwa itu untuk membantu pengendalian di kecepatan tinggi. Terus terang saya tidak setuju. Berikut adalah beberapa alasan mengapa itu salah.

  1. Tidak banyak orang yang butuh mengendarai secara zigzag dengan mendekati limit kemampuan handling pada kecepatan tinggi. Kebanyakan orang hanya membutuhkan kecepatan rendah. Ada orang yang 99% waktu berkendara dihabiskan untuk berkendara di kecepatan rendah saja. Bahkan untuk yang sesekali butuh kecepatan tinggi, mereka cuma butuh kestabilan di jalur lurus saja, dan itu tidak selalu berarti butuh suspensi yang keras. Untuk perjalanan dalam kota kita tidak butuh suspensi keras.
  2. Jarang sekali jalan yang membutuhkan handling zig zag di kecepatan tinggi. Jalan dibuat tidak untuk mencelakakan pengendara, jalan dibuat agar bisa dilalui dengan aman. Jalan yang seringkali dilalui mayoritas pengendara adalah jalan lurus. Bila jalurnya kelok kelok maka seringkali tetap tidak butuh limit handling yang tinggi. Bila tikungan tajam, bisa dipastikan tidak akan bisa dilalui dengan kecepatan tinggi. Bila tikungan lebar tetap tidak butuh suspensi yang keras karena yang dibutuhkan adalah pengendalian yang mulus.

  3. Di kecepatan tinggi luar kota yang lebih dibutuhkan adalah suspensi yang empuk. Jalanan seringkali tidak mulus. Selain suspensi empuk bisa menjaga stamina lebih baik, suspensi keras justru akan lebih berbahaya kalau terpaksa menghajar lubang. Untuk berkelak kelok menghindari kendaraan lain pun tidak terlalu butuh suspensi keras, navigasi tetap bisa dilakukan walau pakai motor dengan suspensi empuk. Untuk perjalanan luar kota, suspensi keras membuat berkendara menjadi lebih berbahaya / resiko nyawa.

  4. Tenaga / kecepatan motor juga seringkali tidak akan bisa mencapai kecepatan dimana suspensi empuk bisa jadi masalah, kecepatan dimana suspensi keras bisa unggul. Cukup aneh bila sepeda motor yang mesinnya lemah diberi suspensi untuk ngejar handling di kecepatan yang tidak akan mungkin bisa dicapainya. Masa ya motor bebek atau motor matik dengan cc kecil diberi suspensi motogp?

  5. Mungkin ada yang argumentasi bahwa suspensi keras cocok untuk racing. Tapi pada kenyataannya untuk keperluan racing, seringkali pengguna mengganti suspensi dengan suspensi khusus racing. Walau aslinya sudah keras, tetap saja diganti. Jadi di track pun suspensi keras tidak bermanfaat karena tidak terpakai. Untuk di track, suspensi keras tidak berguna karena toh pasti akan diganti.

  6. Lagipula sudah terbukti bahwa suspensi keras tidak bikin motor lebih kompetitif di situasi yang sebenarnya. Memang mau dipakai kompetisi dimana sih? Dalam kondisi standar balapan yang sering terjadi adalah di jalan. Dan kalau di jalan (atau di track sekalipun) tenaga, berat motor, aerodinamika dan skill pengemudi yang menjadi faktor kemenangan. Suspensi baru jadi faktor kuat bila faktor lain sudah seimbang. Kalau sudah dalam situasi kompetitif seperti itu, suspensi asli dijamin akan diganti. Percuma sepeda motor dikasih suspensi motorgp kalau performanya lelet.

 

Jadi kalau pihak pabrikan memaksakan untuk memasang pegas dan shockbreaker yang bikin pinggang copot, tidak jelas itu untuk siapa, yang jelas bukan untuk pengguna motor secara umum!

Mungkin kerasnya suspensi menjadi salah satu faktor kuat mengapa motor seperti Yamaha atau Bajaj menjadi tidak begitu laku. Mereka terlalu fokus pada performa racing, sehingga mengorbankan kenyamanan. Untuk Yamaha suspensi keras yang jadi masalah utama. Untuk Bajaj mungkin suspensi tidak terlalu keras tapi terlalu memikirkan peningkatan tenaga dan tidak memikirkan getaran yang dihasilkan. Orang kebanyakan lebih butuh motor yang bersahabat, bukan motor yang menguras stamina.

Kenyamanan seharusnya menjadi perhatian. Karena kalau mengabaikan faktor kenyamanan, maka terpaksa feature lain yang harus ditingkatkan. Kalau feature tidak terlalu menonjol, maka terpaksa harga di diskon besar – besaran yang akhirnya mengurangi keuntungan. Tapi kadang tidak membantu juga. Buktinya seperti yang terjadi pada Bajaj, berita jebloknya pemasaran sampai terdengar ke sini. Sepertinya Yamaha juga mengikuti tren yang sama, banting harga untuk motor Mio M3 nya, tapi toh banyak review yang bilang suspensi yang belum se empuk yang lain. Tinggal dilihat akhirnya bagaimana. Repotnya untuk soal begini konsumen jarang memberikan suara. Kalau suspensi terlalu keras, tinggal pilih merek lain tanpa bilang apa alasannya.

Bukti jelas kesalahan strategi suspensi keras bisa dilihat dari beberapa contoh berikut:
Kecewa dengan Produk Yamaha Soul GT

. Sesuai dengan tagline Yamaha, keren, lincah, irit. Tetapi menurut pengalaman saya itu semua tidak terbukti. Ternyata hanya sekedar bodynya saja yang keren.

Shock depan dan shock belakangnya keras banget. Apalagi saat melewati jalan yang tidak rata. Kalau shock yang keras, diciptakan untuk mendapatkan handling yang mantap (bagaimana bisa dapat handling yang mantap kalau tangan kesemutan dan pinggang sakit karena shock yang keras?).

Sekalian saya keluhkan lagi tentang shock depan yg keras (shock belakang sudah mendingan karena saya ganti dengan shock belakang Honda vario Techno 125 original) juga lost power saat mesin panas,atau saat dipakai berkendara jarak jauh (lebih dari 50KM).

Akhirnya saya tumpahkan kekecewaan saya ke call center Yamaha pusat pada tangggal 22 Mei 2013,saya sudah pusing dengan semua masalah yang timbul di motor ini, saya tumpahkan semua masalah yang timbul,dari shock yang keras, power yang hilang saat motor jalan 50km keatas, tarikan berat saat dipakai berboncengan. Dan yang paling mengganggu getaran yang keras pada seluruh boddy motor saat start awal (jadi tambah parah setelah diganti satu set cvt bagian belakang).

Saking jengkelnya saya minta Yamaha membeli saja motor saya ini dengan harga motor bekas.Daripada terus kecewa,karena motor yang dibeli dengan harga yang tidak murah,dari hasil kerja keras saya selama ini ternyata seperti itu. Tanggapan yang cepat datang dari Yamaha, pagi saya telepon Yamaha Jakarta, malamnya saya sudah ditelepon oleh Yamaha call center Surabaya.Tetapi alangkah terkejutnya saya. Bukan respon baik yang disampaikan tetapi terkesan Yamaha cuci tangan dengan problem yang menimpa motor saya ini. Mereka bilang tidak bisa mengabulkan klaim garansi saya, karena motor saya sudah dimodifikasi shock belakanya.

Shockbraker Mio J terlalu keras?. Tips berikut bisa dicontoh…

Saya cuma mau share tentang pengalaman ganti shock belakang ori Mio J dengan Shock belakang Beat Fi Ori.

Ternyata jadi lebih soft mas Iwan suspensinya Mio J saya. Yang tadinya saya gak nyaman dibuat oleh suspensi mio J, sempet kecewa tapi otak berpikir bagaimana caranya agar bisa lebih empuk tapi pake shock ori buatan pabrik. Ternyata shock belakang menurut saya punya pengaruh terhadap akselerasi mio J, lebih responsif juga…

Di kedua contoh penulisnya menyebut bahwa suspensi asli diganti dengan punya kompetitor. Di contoh terakhir tidak cuma lebih empuk tapi performa juga meningkat. Suspensi keras itu jelas masalah yang besar.

Namun harus diperhatikan juga bahwa mengganti suspensi tersebut bisa menggugurkan garansi. Mungkin salah juga kenapa kok justru pakai punya kompetitor utama, harusnya pakai punya Suzuki saja yang empuk juga.

Atau lebih baik lagi, bila mau motor yang nyaman, jangan beli motor yang suspensinya keras. Jangan Yamaha, karena karakter Yamaha mulai dari dulu sudah tipe suspensi keras. Pilih Honda atau Suzuki. Kalau secara pribadi untuk kenyamanan lebih pilih Suzuki, tidak hanya dari suspensi, tapi dari handling, posisi setir sampai yang sepele seperti arah kaca di spedo dibuat nyaman dilihat kalau siang hari. Kalau di Honda kadang spedo silau.

Di kenyataan, selalu ada orang yang menghindari merek Yamaha karena mereka pilih motor yang nyaman. Heran juga mengapa sampai sekarang pihak pabrikan Yamaha tidak menghiraukan konsumen seperti mereka padahal kalau kalau ditanya kebanyakan pemakai Honda bilang beli karena lebih nyaman. Pengguna Yamaha kebanyakan bilang ngejar performa atau model. Kalau performa dan model sudah setara, bisa dipastikan konsumen tidak pilih motor Yamaha lagi. Kalau sudah begitu cuma teknik banting harga yang bisa dilakukan, entah manjur atau tidak.

Untuk pabrikan Yamaha, memang apa susahnya sih bikin suspensi lebih empuk? Hanya karena lebih mahal kah?

50 thoughts on “Keputusan pabrikan untuk mengorbankan kenyamanan kecepatan rendah demi kestabilan kecepatan tinggi adalah kesalahan besar

  1. wah persis banget ama opini gue… makanya sejak mulai berumur, gue cuma mempertimbangkan honda, suzuki, dan akhirnya pilihan jatuh ke tvs max karena selain suspensi yang enak, harganya juga bersahabat banget… yamaha sih cocoknya cuma buat anak muda atau yang “berjiwa / sok” muda🙂

    Suka

  2. Yang masih membuat saya bingung, “apa benar suspensi keras lebih stabil di kecepatan tinggi?” Kayaknya itu salah kaprah. Logikanya, kalo itu benar maka kenapa gak sekalian dilas mati aja.
    bukannya yang bikin stabil itu daya rebond dari suspensi itu? Jadi dia bisa menjaga roda tetap pada jalur yg kita kehendaki.

    Suka

    • Sepertinya iya salah persepsi. Di dunia racing saja per disesuaikan dengan tracknya. Tuner seperti whiteline atau Mine’s mobilnya terkenal empuk tapi tetap jaya di track.

      Untuk pengendalian butuh kombinasi pas antara per dan shock breaker. per untuk membuat roda mengikuti kontur jalan, sekok untuk menghentikan laju per. Kalau Honda biasanya per empuk sekok empuk. Kalau Suzuki per empuk sekok menengah. Kalau Yamaha sepertinya per kueras sekok empuk.

      Kalau untuk yamaha, sepertinya saking kerasnya pernya, sekoknya cepat bocor/ngempos. kalau sudah hanya tinggal per saja, pengendalian jadi lebih berbahaya karena per mantul mantul tanpa dihentikan oleh sekok. Di jalan keriting, mengendarai motor yang sekoknya nggak fungsi sangat mengerikan. Jalan lurus saja repot, apalagi kalau harus libas kiri kanan.

      Suka

      • Saya pernah pake MX 2007, setahun shock belakang ambles. Jual motornya. Pernah juga MX 2012, setahun shock belakang ambles juga. Jual motornya . Beban harian rata rata 100kg.

        Rasanya hari hari ini ngarah ke honda atau suzuki.

        Terus terang nunggu matic double shock yang murah.

        Suka

          • Waktu itu tanya ke mekanik di beres. Dijawab, itulah kelemahan monoshock , lah…..?

            Simpulan: gak cocok pake MX wis…. terus ambil Byson. Cocok….

            Status: ngarep suzuki matic fi double shock…. atau vario 150 ya?

            Suka

            • Mungkin monoshock ambles karena salah desain, toh buktinya motor lain yang pakai monoshock juga nggak masalah. Sepertinya motor Yamaha tidak didesain untuk bobot diatas 150kg. Scorpio katanya masalahnya sama. Tinggal lihat yang pakai R15.

              Kalau Suzuki, monoshock dikasih beban 3 orang pun tetap tahan kok. sering lihat dan sering praktek. Kalau untuk honda, tinggal lihat kontrol mutunya. soalnya ada yang dudukan prolinknya lepas juga.

              Bukannya Suzuki Hayate masih ditawarkan? Shocknya double, nggak FI tapi:

              Suka

  3. nahkhan….apa ane blng….heran saja,sampeyan bilang klo di km 50 lebih tenaga ngempos….itu sdh dl sejak ane pke jupiter z karburator 2004…klo mesin dingin,seolah2 ban depan mau ngangkat wkt nge-gas….lhadalah waktu ane pke turing…lho kok gas kyk gak respon,lemot….bandingkan ma astrea grand/supra 100 cc….(^_-)-☆
    (^-^)
    (*_*)
    (゚o゚)
    (;_;)
    (ToT)
    (#゜皿゜)
    joss gandooossss!!!!!;;;;;!!!!$$$$$$$$??????

    Suka

    • Tidak bisa dibandingkan. kalau Honda Type R tuningnya di sirkuit sungguhan dan diseting biar dapat lap time yang bagus. Kalau Yamaha sepertinya asal keras. Lagipula sekok motor Yamaha sama sekok mobil honda beda jauh, kelihatan kalau pas lewat polisi tidur di kecepatan 40kpj. Yang motor pasti terbang, yang mobil anteng.

      Suka

      • bandingkan kenyamanan CIVIC dgn Corolla, Accord dgn Camry yg sekelas saja. kalo di roda 2 saya pernah punya FINO dan adik punya SCOOPY, nyaman Scoopy emang🙂

        Suka

        • Ok. iya. kalau mobil honda memang orientasinya lebih ke sport, tapi memang beneran disetel di track. Kalau untuk motor sepertinya honda lebih orientasi ke empuk. Bila mungkin ada yang bilang terlalu empuk, sepertinya itu masalah kualitas sekok yang bocor sehingga mantulnya nggak berhenti. Kalau sudah begitu jadi malah tidak nyaman.

          Suka

  4. Ojo dikebyah oyah. Gak smua mtr yamaha skok keras. Nah itu sok nya v ixion empuk bro. Kata sapa juga jupiter gak enak diajak touring? Itu cuma mslh kompresi. Jupiterku buat touring enak tuh. Hayo? Mikir

    Suka

    • artikel tersebut mengutip keluhan pengguna Jupiter MX. Walau bukan monoshocknya, tetap jadi pertanyaan mengapa ringkih dan mengapa Yamaha kaget kalau bagian belakang diberi beban tambahan.

      Suka

  5. yg fby mana terima kritikan macam bgini,
    terus aja d kritik, biarkan mreka jawab sambil pamer kbodohan dan fanatisme buta,
    ntar jg malu sndiri,
    yg pantes respon dan mbela mati2 an ya hanya orang yg bner2 mrencanakan /merancang dari awal,.
    lha ini yg harusnya mrespon saja malu2 kucing
    malah yg ga pernah pegang tang atau obeng mencak mencak.
    sampah bner dah emang para fansboy garis keras,
    selain sampah jg goblok

    Suka

    • Emg lu pake tang sama obeng buat apaan? Biar keliatan ngerti mesin? Suka otak/ik motor… Klo otak/ik motor atau bahkan mesin jarang2 tuh pake tang sama obeng…. HahahahaAa

      Suka

      • Yang beginian nggak perlu obeng sama tang kok. cuma mestinya pabrikan ngerti kebutuhan dan pemakaian rider. Rasanya kalau di Indonesia, balap liar itu adu drag race, bukan adu cornering. Jadi skok empuk justru lebih membantu.

        Suka

  6. sering saya liat jp mx di jalan, kalau lewat jalan bergelombang/tambelan, sok blakangnya mantul” dangdutan gitu hehehe, mungkin itu yg sudah bocor ya

    Suka

    • Iya, bagian shocknya sudah aus. Kalau itu rasanya kebanyakan sepeda motor juga mengalami. Tidak hanya karena kualitas, tapi juga karena umur. Lebih cepat rusak bila pernya keras, atau sering lewat jalan bergelombang atau sering dipaksa membawa beban berlebihan. Tapi tentu kalau kualitas jelek 3 bulan pun sudah begitu. Walau orang jarang memperhatikan.

      Suka

  7. Artikel ini mewakili apa yang gw alamin.
    Karena keseringan pinggang pegel, gw sering pake motor punya bini, merk lain.
    Bahkan gw beberapa kali merekomendasikan temen2 beli pilih merek lain, karena masalah shock ini.
    Mudah2an jadi masukan berharga buat Yamaha untuk mengejar market share “tetangganya”.

    Thank you Bro sucahyoaji. Great opinion.

    Suka

    • Terima kasih. Saya pernah mengendarai Honda NSR yang notabene sangat cepat saja suspensinya empuk banget. Harusnya Yamaha sanggup untuk buat motor empuk tapi kencang.

      Suka

  8. Wah kalo ane pake Beat FI CW kok keras ya suspensinya? kalo Mio 2009 emang gak enak buat jarak jauh dan pas ada lobang di jalan tapi pas lurus dan jarak pendek lebih nyaman mio menurut ane tapi secara handling beat lebih enak. Di sisi lain, vario 125 fi jauh lebih enak dari keduanya. ibaratnya vario fi itu 65, beat fi itu 35 kalo mio lumayan enak pas lurus mungkin 48 tapi pas ada lobang mungkin nilainya jadi 28.

    Suka

  9. […] Berbeda dari perkiraan penulis, ternyata yang menjadi penghalang lakunya Yamaha Nmax sepertinya adalah suspensi yang keras. Fasilitas suspensi yang keras ini banyak dibahas oleh blogger yang sebenarnya berminat membeli NMax. Sepertinya sudah menjadi image masyarakat bahwa motor dengan bodi besar itu suspensinya empuk. Sayang sekali bila Yamaha gagal untuk memenuhi keinginan tersebut. Ini juga menjadi bukti bahwa masyarakat Indonesia tidak terlalu perduli dengan kestabilan di kecepatan tinggi. Walau memang ada juga blogger yang memuji kestabilan di kecepatan tinggi namun sepertinya pengguna motor di Indonesia lebih banyak menggunakan motor untuk kecepatan rendah atau menengah. Keputusan pabrikan untuk mengorbankan kenyamanan kecepatan rendah demi kestabilan kecepatan tinggi a… […]

    Suka

  10. Memang sok ymh keras, apalagi kalau bobot ridernya < 50 kg pasti sakit pinggang…makanya sy terpaksa ganti sok belakangnya dgn produk aftermarket, sementara utk sok depan dikurangi jumlah olinya.

    Suka

  11. Ane pengguna R15 bro,
    Justru shock depannya empuk masbro,shock belakang yg keras,tapi msih tergolong lembut bantinganya,kalo dibawa boncengan juga masih keras,
    Sepertinya sesuai karakter motorsport,
    Shock depan empuk lembut,shock belakang yg keras,agar tidak terjadi Understeer,
    Karna shock depan lembut dibuat agar mudah memasuki tikungan..

    Suka

    • Terima kasih infonya. Memang skok/per depan kebanyakan lebih empuk. Entah karena bisa disetel sendiri (terutama model sport yang pakai gas).

      Understeer lebih mudah diatur dengan ban. Ukuran ban yang lebih besar dibelakang justru membuat lebih gampang understeer.

      Suka

  12. kalau mau empuk pakai rx king, joknya tebel banget, tidak seperti jok motor sekarang, makanya saya selalu minta tambah lapisan busa pada saat ganti kulit jok untuk motor sekarang

    Suka

  13. Dulu gw pakai revo cw keluaran thn 2009. terbiasa pakai motor revo tsb. Suatu hari gw pinjem motor vega R punya kawan . beli baru.. Nah dari kejadian itu gw ngerasa kok rasanya motor yamaha kaya ga berwibawa saat di naikin . apalagi lewat jalan rusak terasa kalang kabut ngendarainnya. Honda revo lebih jelas lebuh nyaman empuk keren . di banding vega R padahal kelas nya sama. Ternyata pengalaman jaman dulu ini masih terus terulang sampai jaman matic. Menurut gw bro. Honda modelnya lebih dewasa. Gw perhatikan plasik bodi nya aja lebih baik honda.

    Suka

    • Iya, sampai sekarang suspensi Yamaha cenderung keras bila dibandingkan Honda. Soal kualitas, sejak serbuan motor Cina Honda sepertinya sekarang lebih perhatian sama finishing. Sebelumnya bodi malah dibiarkan tidak di cat.

      Suka

  14. ane punya motor mio j , suspensinya ampun keras banget, apalagi pas melibas jalan rusak jadi ga stabil ane bawanya.. sampe-sampe lampu belakang ane sering putus karena hentakan keras pas dijalan ga rata & batok depan juga jadi bergetar.

    Suka

  15. SHOCK BREAKER belakang Motor anda RUSAK BOCOR AUS MATI NJEDOK2 AMBLES KERAS
    GAK JAMANNYA SKOK SUNTIK2 AN
    GANTI TABUNG AS DALAMnya AJ BARANG BARU ORI KWALITAS 1 IMPORT
    CUKUP MINDAH PER nya SAJA BERES SHOCK JADI BARU LAGI
    Honda
    1- Prima, Grand , Kirana , Legenda ===> 65 rb/set
    2- Supra X 125 , Revo 2008, Karisma ===> 70 rb/set
    3- Beat lama , Vario tecno lama ===> 50 rb
    4- Beat Fi , Vario PGM Fi 125 ===> 60 rb
    5- GL MAX PRO MP TIGER VERSA ===> 145 rb/set 6- Abs Revo, Blade , New Supra X 2014 ==> 95
    Yamaha 
    1- Vega R , Fiz ,Alfa , Cripton , Jupiter Lama ===> 65 rb/set
    2- Mio , Soul , Xeon ===> 50 rb
    3- Vega R New , Jupiter Z ===> 65 rb/set
    4- Vega ZR , Jupiter Z New ===> 75 rb/set 5. Jupiter MX ===> 150 rb
    Suzuki
    1- Shogun R 110, Smash 110 ===> 65 rb/set
    2- Shogun R 125 ===> 95 rb/set
    3- Spin ===> 60 rb 4-Satria Fu ==> 200
    UNTUK BENGKEL HARGA LEBIH MURAH GARANSI 6 BULAN PENGIRIMAN LANGSUNG DARI SURABAYA-JATIM
    Stand 1 Lampu merah ke 2 jl Adityawarman( setelah KFC dan lab PRAMITHA area KODAM SURABAYA) tiap hari jm 09- 4 SORE SBTU-MGU BUKA
    Stand 2 jl Nyamplungan sebrang terminal Angkot sunan Ampel BUKA TIAP HARI 9 – 4 SORE
    Stand 3 Perum Kahuripan Nirwana Blok Ca9-58 sdoarjo BUKA TIAP HARI jam 3-8 malam SABTU-MGU TUTUP
    Luar kota luar pulau kirim via paket JNE PT POS dll

    fast respons
    ===0857==3019==3167 BBM 587F5DF8
    KUNJUNGI fb udrochmanjaya99

    Suka

  16. Ikut nimbrung gan just share
    Ane punya mio soul tahun 2013, shock nya sudah bocor padahal jarang jalan jauh dan tidak bawa barang berat dan yg aneh selang bensin bocor sampe 2x ganti
    Perbandingan sama vario techno ane thn 2011 masih awet shock nya dan shogun R ane tahun 2005 baru aja ganti shock setelah 10thn pemakaian

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s